Haruskah Ganti Suami

Haruskah Ganti Suami
Tega


__ADS_3

Velly terlihat mondar mandir di depan ruang gawat darurat. Dokter menyarankan untuk visum dan segera melapor pada kepolisian.Bila ini akibat kekerasan dalam rumah tangga.


Tetapi saat Velly menyampaikannya pada Melati untuk meminta persetujuannya. Di luar dugaan Velly, Melati menolaknya.


Dan hal inilah yang membuat Velly marah dan tidak habis pikir dengan sikap sahabatnya ini.


Tetapi bagaimanapun juga Velly paham alasan Melati kenapa ia tidak mau menuntut dan melaporkan kekerasan dalam rumah tangga yang ia alami.


Dan semua itu tentu saja demi anak-anaknya.


Melihat kondisi Melati saat ini sungguh mengenaskan. Kedua matanya bengkak, tulang hidungnya patah dan sudut bibirnya robek.


Rasanya ingin menangis melihat kondisi Melati saat ini.


Setelah Melati dibawa ke ruang rawat inap.Velly menemaninya sesaat.


"Mel kamu pengen makan apa? Nanti aku belikan. Aku mau jemput anak-anak kamu dulu untuk aku taruh di rumah aku. Ntar aku kembali lagi kesini bawa keperluan kamu." jelas Velly.


"Aku gak mau apa-apa, cuman titip anak-anak.Maaf aku sering merepotkan kamu." ucap sedih Melati.


"Kamu ini ngomong apa sih anak-anak kamu anak-anak aku juga. Sudah gak usah sungkan gitu. Aku pamit dulu ya. Kamu istirahat lah tenangkan pikiran kamu. Gak usah pikir aneh-aneh. Kamu aman disini." Velly mencoba meyakinkan Melati untuk tidak perlu mengkhawatirkan apapun juga.


"Aku cuman kepikiran Gea Vell." Lalu Melatipun menangis.


"Gea? "


"Gea melihat semuanya. Gea ---" tangis Melati pecah.Membayangkan anak sekecil Gea melihat ibunya dianiaya oleh ayahnya.


"Aku tidak mau ia besar dengan perasaan dendam dan membenci papanya. Aku tidak mau Vel ...aku Ingin anak aku hidup normal layaknya anak-anak seusianya." ratap tangis Melati.


Velly memeluk sahabatnya itu . Membiarkan ia menangis mengeluarkan semua kegundahan hatinya.


"Gea itu anak yang cerdas Mel. Sekuat-kuatnya kamu menutupi kebangsatan papa nya ia pasti akan mengetahuinya juga. Gea sudah cukup mengerti mana yang benar dan mana yang salah." hibur Velly pada Melati.


Setelah tangisan Melati mereda. Velly kembali berpamitan untuk menjemput kedua anak Melati.


"Aku titip Gea dan Dante ya Vel.!'


Velly pun mengangguk yakin.


"Dengan sangat senang hati. Tau kenapa aku suka mereka di rumah aku.,?" tanya Velly.


Melati mengerutkan keningnya.tanda ia belum paham.


"Karena anak-anak kamu itu lucu dan pintar-pintar membuat suasana dirumah menjadi rame dan seru !" jelas Velly.


Melati pun tersenyum bangga.


"Dua malaikat kecil aku" gumam Melati sambil tersenyum membayangkan kedua anaknya.


"Oh iya Vell. Titip pesan buat Rianti dan kawan-kawan.Tolong kejadian tadi jangan sampai ke telinga Christian."


Velly terdiam mencoba memahami perasaan Melati. Lalu mengangguk pelan.


"Tetapi aku yakin suatu saat Christian juga akan mengetahuinya." jawab Velly


"Okay... aku pamit dulu ya nanti aku kembali lagi. Istirahat lah ."


Melati pun mengangguk " Hati-hati di jalan"


................................................


"Tante Velly!" sambut Gea berlari ke arah Velly.


"Haii cantik!" balas Velly lalu menggendong Gea .


Velly mencium pipi Gea "Dante mana?' " tanya Velly sambil mencari cari sosok yang dicarinya.


"Itu digendong kakak Putri" tunjuk Gea.


"Okay Gea sekarang masuk mobil . Ada mbak Tari di dalam Tasnya sudah dibawa?" tanya Velly.


Gea mengangguk yakin. Lalu turun dari gendongan Velly. Mengambil tas kecilnya.kemudian berlari masuk ke mobil Velly.


Dante menggeliat manja. Wajah lucu dan menggemaskan terlihat jelas saat tertidur pulas . Lalu Velly memberikan Dante pada mbak Tari untuk menggendongnya.

__ADS_1


Setelah semua barang perlengkapan baby dirasa sudah masuk semua ke dalam mobil. Velly pun berpamitan.


"Terimakasih semua ya buat bantuannya.Sudah menemani anak-anak Oh ya tadi ada pesan dari Melati tolong jangan beritahu pak Tian ya kejadian ini. Melati merasa tidak enak." ucap Velly.


"Baik kak! Siap." sahut teman-temannya kompak


"Salam buat kak Mel semoga cepat sembuh " ucap Rianti.


"Amin ! Terimakasih semua buat doa dan bantuannya " lalu Velly pun meninggalkan Sanggar.


........................................................


(Setiba di rumah Velly.)


"Nahh ... Gea sekarang istirahat dulu disini okay ! Sambil bantu jagain dedek. Tante mau ke Rumah Sakit bawain mama Gea makan. " Velly mencium kening Gea dan membelai rambutnya.


"Keadaaan mama bagaimana Tante? Kenapa ya Tante papa jahat sama mama. Padahal mama orangnya baik, mama juga gak nakal tapi kenapa papa selalu hukum mama?" ucap sedih Gea.


"Papa gak sayang sama mama, Gea dan adik Dante. Kemarin adik Dante juga mau dihukum sama papa. Padahal dedek gak nakal, gak nangis, gak bikin berisik tapi dedek mau dihukum papa. Gea takut Tante...sama papa. Gea takut gak bisa lindungi Dante. Badan papa besar " tangis Gea pecah dalam ketakutan.


Mendengar ungkapan Gea hati Velly terasa remuk. Anak sekecil Gea yang seharusnya masih butuh dekapan hangat seorang ayah sudah harus merasakan ketidaknyamanan dan ketakutan terhadap sosok ayah kandungnya.


Ayah adalah cinta pertama anak perempuan tapi figur itu kini telah tercoreng .Sosok ayah yang harusnya bisa mengayomi. melindungi dan memberinya rasa aman dan nyaman tidak Gea dapatkan. Hanya perasaan takut cemas dan mungkin benci yang kini Gea rasakan.


Sekarang Velly paham apa yang membuat tangisan Melati pecah. Saat menyadari gadis kecilnya telah melihat hal yang seharusnya tidak ia lihat yang akan membuat nilai seorang ayah dan laki-laki tercoreng buruk di alam bawah sadarnya. Dan yang paling ditakutkan akan membuat trauma tersendiri bagi Gea.


Tidak terasa air mata Velly menetes bersama dengan hancurnya perasaannya.


Velly hanya mampu memeluk Gea berharap pelukannya bisa membalut luka di hati Gea.


................................................


Sebulan telah berlalu Melati telah kembali menjalani hari-harinya bersama kedua malaikat kecilnya.


Melati berusaha untuk selalu ada untuk anak-anaknya. Dan mencukupi semua kebutuhan mereka. walaupun harus bekerja membanting tulang ia akan lakukan demi masa depan anak-anaknya.


Melati sudah tidak berharap lagi akan keajaiban yang akan merubah suaminya menjadi pribadi yang lebih baik. Hilang sudah semua harapan itu sejak dua kejadian terakhir yang ia alami. Status suami istri kini tinggallah sebuah status saja di sebuah kertas tercatat tapi sudah hancur dihatinya.


Sejak suaminya berani membawa wanita lain masuk ke rumahnya saat itu juga Melati sudah bertekad untuk tidak lagi berharap apapun dari Leo..Penghinaan terhadap harga diri seorang istri yang telah diinjak injak dan sudah tidak lagi dihargai membuat Melati berhenti untuk peduli pada suaminya lagi .


Sejak kejadian itu Leo tidak pernah lagi pulang ke rumah. Jangankan menanyakan kabar dirinya dan anak-anak. Meminta maaf akan kekhilafan yang telah ia lakukan pada Melatipun tidak ia lakukan.


,...................................................


Pagi ini kembali Melati sibuk dengan pekerjaannya selain sebagai pegawai administrasi sekaligus marketing di Sanggar milik Christian. Melatipun kini kembali menjadi guru tari. Segala kesedihan, kekecewaan hidup yang ia rasakan berhasil ia tutupi dengan kesibukan mengajar.


Gea pun sudah kembali ceria dan sangat menyayangi adiknya mereka selalu bermain bersama. Bakat Melatipun turun ke Gea yang kini sudah mulai pintar menari dan sangat rajin berlatih.


................................................


"Ya.. hallo ini Melati ada yang bisa saya bantu?" tanya Melati menjawab telepon masuk.


"Mel aku butuh uang dua juta aku tunggu di rumah. Kamu bisa pulang sebentar kan?"


Sesaat Melati terdiam mencoba melihat nomer telepon yang masuk ke hapenya tidak ada nama. "Nomer baru rupanya." batin Melati.


Lalu tanpa menjawabnya Melati pun memutus hubungan teleponnya.


"Dia lagi kenapa dia harus muncul lagi" Ada berbagai pertanyaan dan kekhawatiran bahkan ketakutan yang tiba-tiba ia rasakan.


Kembali hape nya berdering. "Hmm nomer tadi " Melati bingung jika diangkat pasti Leo terus memaksanya menyediakan uang dua juta. jika tidak diangkat Leo pasti terus menerornya.


Akhirnya Melati memberanikan diri untuk menerimanya.


"Hallo Leo ada apa lagi maaf aku tidak punya uang segitu ada pun itu uang simpanan buat Gea sekolah." ucap Melati.


"Aku gak mau tahu. Pokoknya hari ini aku butuh uang itu . Uang simpanan Gea itu juga tidak apa-apa. Ntar nabung lagi kan kekumpul lagi.Begitu saja kok repot toh masih ada beberapa bulan ke depan Gea baru sekolah." paksa Leo.


"Mana mungkin bisa ngumpul secepat itu Leo! Pokoknya aku gak ada. Kamu jual saja mobil kamu atau montor kamu bila butuh uang. Gaji kamu kemana saja selama ini.? Kamu masih kerja kan? "


"Kamu tahu sendiri kan aku tulang punggung keluarga aku. Gaji aku sudah buat kedua orang tua aku!" sahut Leo.


"Leo ingat kamu tuh sudah menikah seharusnya kamu mikirin perahu yang kamu nahkodai. Bukan perahu orang lain. Kamu punya anak istri yang seharusnya adalah tanggung jawab kamu. Orang tua kamu punya anak-anak yang lain bukan hanya dibebankan ke kamu saja untuk membiayai hidup mereka. " jawab Melati mengungkapkan semua uneg-uneg yang dirasakannya.


"Kamu ya .... dasar istri kurang ajar mulai berani menggurui ku. Oke kalau ini yang kamu mau ! " sahut Leo dengan nada penuh amarah.

__ADS_1


Lalu hubungan telepon pun terputus.


Entah kenapa firasat Melati tidak enak. Leo bukan tipe orang yang begitu saja menerima argumentasi orang lain. Apalagi bila penyakit tidak warasnya kambuh.


"Jangan-jangan----" Lalu Melati pun berlari ke ruangan anak-anaknya.


Sedikit kasar membuka pintu membuat Gea terkejut.


"Mama?! Ada apa kok tumben mama enggak ketok pintu dulu " protes Gea


"Maaf sayang'"


Melati hanya tersenyum getir lalu menghampiri kedua anaknya dan memeluk dan mencium mereka satu persatu.


"Ada apa ma?"


"Enggak ada apa-apa. Tiba-tiba mama kangen sama kalian." ucap Melati menutupi apa yang dirasakannya.


"Oh iya Gea jangan keluar-keluar ruangan dulu ya. Karena ada tamu penting yang akan lihat-lihat Sanggar kalau ia tertarik kita dapat duit banyak untuk memperbesar Sanggar ini. " Melati mencoba mencari alasan yang tidak menimbulkan protes dan pertanyaan dari Gea.


"Baik ma Gea janji . Om Tian pasti senang kalau Sanggarnya jadi semakin besar dan rame." seru Gea


"Iya betul. Anak pintar. Mama sayang kalian!' Lalu Melati kembali mencium dan memeluk Gea lebih lama lagi.


Melati mencari kekuatan dalam pelukan anaknya. Sebenarnya hatinya saat ini merasa takut luar biasa Melati merasakan akan ada sesuatu yang akan terjadi. Tapi demi anak-anak ia berusaha kuat dan tegar. Air matanya mulai berdesakan ingin turun tetapi Melati berusaha sebisa mungkin untuk menahannya. Ia tidak ingin Gea melihatnya


Lalu Melatipun meninggalkan ruangan anak-anaknya. Sambil tetap tersenyum pada kedua malaikat kecilnya.


..........................................


Melati berusaha melanjutkan pekerjaannya dengan hati masih was was.


Tiba-tiba ia merasakan ada yang menariknya paksa dan ia tahu siapa yang melakukannya


"Lepas! Leo sakit!' teriak Melati.


Tetapi Leo tidak menggubrisnya ia terus saja menyeret Melati keluar.


"Hei lepaskan kak Melati atau aku akan telepon polisi !" hardik Rianti saat melihat Melati kembali disakiti Leo.


"Dengar ya! Melati ini istriku jadi aku berhak atas dirinya!" sambil menodongkan pisau ke arah Rianti. Lalu Melati dipaksa masuk ke dalam mobil Leo.


Rianti dan teman-temannya hanya mampu diam di tempat karena takut dengan pisau yang ditujukan ke arah mereka


Setelah mobil Leo pergi Rianti pun menelepon Velly memberitahukan apa yang baru saja terjadi di Sanggar.


"Apa! Leo membawa paksa Melati? Gila! Dia bilang mau dibawa kemana? Terus anak-anak?" tanya Velly beruntun.


...................................................


(Di dalam mobil Leo.)


"Ini kan yang kamu mau? Aku minta baik-baik tapi kamu malah menyuruhku menjual barang milikku dan mulai berani menggurui ku?" Sambil menyetir ia membekap Melati dan tidak memberikan kesempatan untuk Melati bergerak dibawah ancaman sebuah pisau.


"Sekarang rasakan sendiri keinginan mu itu"


Lalu Leo berhenti disebuah rumah. Dan memaksa Melati untuk ikut dengannya.


Disana sudah menunggu seorang lelaki paruh baya yang perlente.


"Bos! Ini yang aku bilang tadi. Mana uang nya. Tapi ingat cuman short time bila lebih hitungannya berubah lagi " ucap Leo pada lelaki paruh baya di depannya.


Lelaki paruh baya itu menatap tajam ke arah Melati dari atas hingga bawah dengan tatapan kelaparan dan ingin segera melahap makanan yang ada dihadapannya.


"Gila kamu Leo ! Kamu sadar dengan yang kamu lakukan ini hah!' Aku ini istrimu ! " protes Melati saat sadar dirinya dijual pada lelaki paruh baya itu.


Tamparan keras meluncur sukses di pipi mulus Melati.


"Hentikan! Aku sudah membayar mu bukan? Jadi dia sekarang sudah menjadi hak aku. " Lelaki tua itu menarik kasar Melati menjauh dari Leo


"Okay bos whatever you said ! Thank you!" ucap Leo sambil mencium segepok uang yang diterimanya dan melirik ke arah Melati seolah berkata "Rasakan kamu melati. Berani tidak memberiku uang kamu yang akan menghasilkan uang untukku " Senyum sinis Leo pada Melati saat akan meninggalkan mereka.


"Selamat bersenang-senang. Nanti aku akan menjemputmu setelah selesai " Lalu Leo pergi dengan mobilnya


"Leo!! Kamu sudah gila! Leoo !!" teriak Melati ketakutan dan berusaha berlari ke arah Leo.

__ADS_1


...............................................


__ADS_2