
Seharian ini Melati terlihat sibuk di Sanggar. Mengatur jadwal kelas, jadwal guru dan mencari anggota baru untuk sanggar mereka.
Gea juga terlihat menikmati sekali waktunya selama berada di sanggar. Apalagi dia juga diperbolehkan untuk ikut latihan menari di kelas pemula anak-anak.
Semua dijalani dengan penuh suka cita hingga tidak terasa matahari di ufuk timur telah berpindah ke sisi barat.Pertanda bahwa jam kerja Melati telah usai.
Setelah merapikan semua peralatan yang dibutuhkan untuk latihan. Dan semua anggota serta guru-guru satu persatu pamit pulang, barulah Melati dan Gea mengunci Sanggar dan pulang ke rumah.
Berbeda pada saat Gea diajak untuk menemani Melati bekerja. Dengan penuh sukacita dan bahagia Gea menikmati semua momen yang terjadi selama menemani mamanya di Sanggar. Tetapi bila sore telah tiba raut wajah cerianya langsung berubah menjadi murung. Apalagi saat Melati mengajaknya pulang.
Ya Melati paham trauma yang dirasakan oleh anaknya. Rumah yang seharusnya menjadi tempat yang paling aman dan nyaman tetapi bagi Gea justru sebaliknya terutama bila ada papanya di rumah. Jadi horor tersendiri bagi Gea.
Sedih rasanya melihat Gea tumbuh di lingkungan keluarga yang tidak sehat. Ingin sekali Melati bicara dari hati ke hati dengan Leo tentang tumbuh kembang anak mereka tapi .... jangankan untuk berbicara panjang lebar. Menatapnya saja pasti nanti ujung-ujungnya dimintai duit lagi. Jadi saat ini Silent is Gold.
Saat ini Melati hanya fokus pada anak-anaknya. Berpikir siang malam hanya untuk memikirkan bagaimana cara untuk mencari tambahan penghasilan untuk biaya bersalin.
Uang yang terkumpul masih kurang belum lagi sebentar lagi Gea masuk sekolah. Pusing kepalanya memikiran sesuatu yang harusnya dipikirkan berdua dengan suaminya tapi keadaan mengharuskan dirinya sendiri yang memikirkan semua itu
Begitu miris bila ia ingat bahwa ia masih berstatus seorang istri dan masih mempunyai suami yang sehat hanya saja mental nya saja yang sakit. Tetapi tanggung jawab yang seharusnya berada di pundak suaminya bukannya ditanggung bersama melainkan beralih pada dirinya seorang diri.
Ingin rasanya berteriak tetapi percuma semua sudah terjadi. Tidak ada yang harus dipersalahkan selain dirinya sendiri. Seandainya dulu ia mendengar suara hatinya seandainya dulu ia tidak membiarkan orang-orang yang menekan dirinya untuk segera menikah menang dan tersenyum lega. Seandainya .... dan berbagai seandainya lagi. Tetapi semua sudah terlambat. Ya penyesalan selalu datang di akhir . Dan kini semua sudah terlambat tidak ada jalan lain selain terus maju menghadapi apapun bentuk ujian hidup di depannya.
Melati membelai lembut rambut Gea dan mencium pipinya dengan penuh kasih. Melihat Gea tertidur dalam pangkuannya, semua kekecewaan yang dirasa olehnya sirna. Dua hal dalam pernikahan nya yang tidak ia sesali adalah hadirnya Gea dan calon adik Gea. Mereka adalah malaikat kecil penyejuk hati. Kembali butiran bening hangat, mengalir menghangatkan kedua pipi Melati.
.....................................
Sesampainya di depan rumah, Melati menggendong Gea yang sudah tertidur sejak di dalam taxi.
__ADS_1
Dengan sedikit kesulitan karena perutnya yang semakin buncit.Melati tetap berusaha untuk dapat menggendong Gea dengan penuh kasih sayang. Dan menidurkannya di kamarnya.
Setelah memastikan anaknya tidur lelap. Melati pun menyiapkan makan malam. Walaupun Leo tidak pernah memberi nafkah tetapi Melati masih tetap melaksanakan kewajibannya sebagai istri. Biarpun Leo tak pernah menghargainya.
"Aarghhh" Melati memegang perutnya yang tiba-tiba terasa kaku dan melilit.
Melati berusaha mengambil napas dan menghembuskannya berulang kali.
"Apakah sudah waktunya? Seharusnya masih dua Minggu lagi." pikir Melati.
"Kamu kenapa? " terdengar suara lantang dari belakang Melati.
Melati reflek menoleh dan mendapati suaminya pulang dengan bau Alkohol dan parfum yang tajam. Dan sangat bisa dipastikan itu bukan parfum milik suaminya ataupun dirinya.
Pupus sudah keinginan untuk menyampaikan pada suaminya tentang keadaan dirinya dan persiapan untuk bersalin.
Selain bau Alkohol. Bau parfum wanita juga tercium dari tubuh Leo. Membuat perasaan Melati merasa pedih dan teriris-iris.Dengan susah payah Melati berusaha untuk menyembunyikan apa yang dirasa olehnya. Tidak terasa matanya telah berembun basah.
Logikanya menyuruh dirinya untuk bertanya tetapi perasaannya telah letih dan capek untuk mengetahui apa sebenarnya yang terjadi dan suaminya lakukan di luar sana.
Bagi Melati saat ini mengetahui apa sebenarnya yang terjadi sama saja dengan mengorek dan menambah luka di hatinya.
Diam ya diam adalah pilihan terbaik saat ini.Walau ingin sekali Melati mencari tahu apa yang terjadi tetapi hatinya telah lelah dan capek untuk merasakan sakitnya kenyataan yang ada di depannya.
"Heii ditanya kok malah diam. Punya mulut kan kamu ?!" suara lantang Leo membahana di seluruh rumah.
Melati benar-benar berjuang untuk tidak menjatuhkan airmatanya di depan suaminya. Ia tidak ingin suaminya merasa pantas untuk ia tangisi.
__ADS_1
"Tidak apa-apa Leo, hanya jari kaki aku teratuk kaki meja."ucap Melati asal jawab saja.
Melati masih berusaha tersenyum di hadapan suaminya.
"Oh ya makan malam sudah siap. Aku permisi dulu ya mau mandi." pamit Melati.
Melihat istrinya hanya memakai daster tipis yang memperlihatkan lekukan indah tubuh Melati. Membuat darah kelaki-lakian Leo berdesir cepat.
Dalam keadaan setengah sadar karena pengaruh alkohol. Leo mendekati Melati dengan penuh napsu.Melati pun mencium gelagat tidak baik dari sorot mata Leo yang terus menatap dirinya tajam.
Dan benar saja Leo langsung menyergap Melati tanpa ampun.Lalu Menghujani dirinya dengan tanda merah membabi buta di seluruh tubuhnya. Dan tiba-tiba sampai lah pada kedua bukit pribadi miliknya. Melati melenguh nikmat suara yang sebenarnya tidak ingin ia ucapkan terlepas begitu saja dari mulutnya.
Yang paling membuat perih hatinya dan merintih pedih dalam diam adalah bau parfum asing yang begitu menyengat yang berasal dari tubuh Leo. Pikiran Melatipun melayang sakit membayangkan suaminya telah bersama wanita lain dan kini Leo memperlakukan dirinya tidak lebih dari sekedar pemuas nafsunya saja.
Setelah puas melepas hasratnya. Leo pun tergeletak tak sadar kan diri .
Melihat suaminya tergeletak tak sadarkan diri begitu saja akibat pengaruh alkohol .Melati hanya bisa menatap nanar ke arah suaminya dan menangis dalam pilu.
Hubungan indah suami istri yang seharusnya dilakukan dengan penuh cinta telah tercoreng hanya sebatas napsu semata tanpa ada cinta disana.
......................................................
Hampa dan hambar yang kini Melati rasakan. Pernikahan bahagia yang ia impikan kini telah sirna tidak ada lagi harapan. Sampai detik ini pun tidak ada tanda-tanda yang terlihat Leo menyadari kesalahannya dan ingin berubah.
Ingin rasanya Melati berlari lepas dari Leo dan menata hidupnya sendiri. Tetapi menyadari adanya malaikat kecil yang hadir diantara mereka membuat Melati merasa masih terikat dan tak bisa berlari dari Leo.
Yahh diantara Melati dan Leo masih ada tali pengikat yang membuatnya tidak bisa begitu saja berlari menjauh yaitu kedua malaikat kecil nya.
__ADS_1
....................................................