
Setelah menunggu hampir dua jam. Terlihat seorang perawat membuka pintu kamar operasi.
Velly yang melihatnya langsung mencolek Melati yang sedang sibuk dengan pikirannya sendiri.
"Mel .. ada suster Mel!" colek Velly sambil menunjuk ke arah suster perawat yang baru saja terlihat keluar dari ruang operasi.
Melati menoleh ke arah ruang operasi terlihat seorang suster sedang keluar ruangan.
Dengan pandangan serius dan tegang Melati menatap suster perawat yang berjalan menuju ke arah mereka.
Velly dan Melatipun saling berpandangan."Apa yang terjadi? kenapa suster terkesan tergopoh-gopoh.
"Nona Melati?" sambil celingukan suster perawat mencari keluarga pasien yang bernama Melati.
"Saya sus ada apa dengan pasien? operasinya berjalan lancar kan sus?" Melati memberondong pertanyaan.
"Alhamdulillah operasi berjalan dengan lancar nona.Saat ini keadaan pasien sudah stabil dan kembali memanggil nama nona. Tetapi dokter menyarankan agar nona menemuinya di ruang rawat pasien saja. Karena pasien sudah dibawa ke ruang rawat umum" penjelasan suster perawat.
"Baik sus terimakasih banyak" lega rasanya mendengar operasi berjalan dengan lancar.
Melati melihat ke arah Velly yang terlihat terdiam dan sepertinya sibuk dengan pikirannya sendiri.
"Hei Vel ada apa? Apa yang kamu pikirkan?" tanya Melati serius melihat sahabatnya ini tiba-tiba diam seribu bahasa.
"Baru sadar kalau ternyata---"
Velly terdiam sesaat sambil memandang Melati lekat.
"Bersyukur kamu Mel dicintai oleh Christian sehebat itu. Jangan sia-siakan ketulusan nya . Aku yakin kamu dan anak-anak akan bahagia bersamanya.
Melati tertunduk sambil menarik napas. '"Christian terlalu baik untukku"
"Mel please jangan kecewakan Christian. Jangan sakiti hatinya kalau memang cinta bilang cinta bila tidak jujur lebih baik dari pada menipu diri sendiri dan dia. Karena aku tahu cinta dan sayangnya Tian ke kamu itu tulus." pesan Velly.
__ADS_1
"Maksud pernyataanmu tadi apa ternyata kamu baru sadar. Baru sadar apa?" tanya Melati bingung.
Kembali Velly menarik napas lalu menghembuskannya kembali.
"Iya ternyata selama aku mengenal Christian aku baru sadar bahwa dia kalau sudah menyanyangi seseorang itu bisa se bucin itu." Senyum tipis terlukis indah di bibir Velly.
"Cepat sana temui Tian!" Dorong Velly agar Melati segera menemui Christian.
"Iya iya tapi dengan kamu juga dong" Melati menarik tangan Velly untuk ikut bersamanya menemani menemui Christian.
"Aku disini saja kamu masuk dulu nanti aku susul" ucap Velly di depan ruang rawat pasien.
"Kok gitu? Kita masuk bersama" ajak Melati.
"Mel saat ini Tian sedang ingin ditemani kamu temanilah sana ntar aku susul kok tapi kamu masuk dulu gih sudah ditunggu tuh! Kasihan." Velly berusaha meyakinkan Melati untuk segera menemui Christian terlebih dahulu.
Melati pun mengangguk "Tapi janji ya kamu ntar nyusul "
"Baiklah! Aku masuk dulu ya"
Velly pun mengangguk yakin.
...........................................
Di sebuah Cafe
"Om! cukup om ! Ayo kita pulang!" Zelo menarik tubuh pamannya saat melihat pamannya sudah dalam keadaan mabuk .
"Apa?Pulang?No! Aku masih mau merayakan hilangnya rumput ilalang pengganggu itu. "
Leo menggosok-gosok matanya berusaha untuk mengenali sosok yang berada di depannya saat ini.
"Ohh kamu .... keponakanku yang paling mengerti keadaan ku . Ayo sini minum bersama om. Kita rayakan hilangnya pengganggu di dunia ini." teriak Leo dengan bahagianya sambil merangkul pundak Zelo.
__ADS_1
"Om ... jadi benar kecelakaan om Christian karena Om kan? Jadi om dalang dibalik kecelakaan itu?" tanya Zelo beruntun.
"Itu bukan sembarang kecelakaan itu karma yang harus ia bayar karena berani merebut istri aku!' geram Leo dengan mata yang berapi-api.
"Om ayo om kita pulang. Zelo tidak sangka om bisa berbuat setega ini " Zelo mencoba menarik Leo sekali lagi untuk menjauh dari meja yang berisi berbagai botol minuman beralkohol yang berjejer disana.
"Ayo om kita pulang!" Zelo dengan gigihnya berusaha menarik Leo untuk segera keluar dari Cafe favorite pamannya itu.
"Tidak! Aku tidak mau !"
"Ayoo om kita pulang banyak yang harus kita urus!" ajak Zelo sekali lagi
"Tidak! Aku tidak mau! Pergi sana!"
"Ayoo om!"
Pyarrr
Tiba-tiba terdengar pecahan botol dan tampak Zelo terkapar dengan kepala bersimbah darah.
.................................................,......
Terima kasih sudah selalu mengikuti kisah Melati
Jangan lupa like komen dan jadikan favorite
Yang sudah vote author ucapkan terima kasih banyak.
Bagi yang masih memiliki Vote bila berkenan boleh kok bagi vote nya😁
Ikuti terus kelanjutannya ya...
Happy Reading
__ADS_1