Haruskah Ganti Suami

Haruskah Ganti Suami
Salah sasaran


__ADS_3

"Lho Mel! Christian kemana? Sudah pulang? Bagaimana lukanya? Ini aku bawa obat luka buat dia." cerocos Velly sekembalinya dia dari apotek .


"Kamu telat ! Keduluan Dante jadi Tian sudah pergi dikontrak Dante." terkekeh Melati melihat wajah bingung Velly yang kemudian melangkah mendekat tempat tidur Dante kosong.


"Dante pergi dengan Tian,malam-malam begini?"


"Iya cari angin kata Christian." sahut Melati sambil tersenyum.


"Sebentar- sebentar mereka jalan kemana Mel?" tanya Velly khawatir.


Melati mengangkat kedua bahunya."Memangnya ada apa Vell?" melihat wajah Velly yang terlihat tegang.


"Bagaimana ini Zelo dan Leo masih berada di sekitaran Rumah Sakit.Ntar kalau Leo lihat si kecil Dante sedang jalan-jalan bersama Christian bisa adu jotos nih" khawatir Velly memikirkannya.


Melati mengerutkan keningnya sesaat.


"Vell ada apa?" tanya Melati sekali lagi.


Velly ragu mengatakannya "Tetapi ini harus dikatakan.kalau tidak.... bisa berantem hebat nantinya" batinnya.


"Vell ada apa?" tanya Melati kembali.


"Gea tidur kan Mel?" tanya Velly sambil menghampiri Gea yang terlihat masih tertidur pulas.


"Okay yuk...ajak Velly " Velly menarik tangan Melati setengah memaksa.


"Heii ....Vell ada apa? Tunggu!" teriak Melati saat tangannya ditarik oleh Velly.


"Kita harus menemukan Dante dan Christian terlebih dahulu sebelum Leo yang menemukan mereka! " jelas Velly.


Setengah berlari kecil Velly dan Melati memutari setiap sudut Rumah Sakit untuk menemukan keberadaan Dante dan Christian.


"Vell jangan-jangan Christian membawa Dante ke Playground di lantai tiga " usul Melati ia ingat tadi sewaktu nunggu Gea di ruang operasi Christian sempat berjanji akan membawa Dante ke Playground milik Rumah Sakit tersebut.


"Kamu tau lokasinya? " tanya Velly.

__ADS_1


"Kita telusuri saja lantai tiga pasti ketemu lah aku yakin itu.!" sahut Melati


Kemudian mereka berdua pun berlari bersama menuju ke Playground lantai tiga.


.......................


Di dekat taman Rumah Sakit Zelo menyidang habis-habisan atas perbuatan gegabah pamannya.


"Om Leo! Harusnya om bisa lebih mengendalikan emosi.kalau tidak apapun yang kita rencanakan untuk kembali merebut hati Tante Melati gagal Karena pada dasarnya wanita itu tidak suka kekerasan." ujar Zelo mencoba menyadarkan pamannya.


'Tetapi tadi sewaktu melihat dia di parkiran tiba-tiba terbayang dan terpikirkan olehku keakraban diantara Gea dan Christian.," sahut Leo polos


"Dan aku tidak terima itu ! Tidak !"


"Gea dan Dante itu anak aku ! Mana mungkin aku bisa terima mereka lebih dekat dengan---" kalimat Leo tiba-tiba terputus. Matanya menatap penuh curiga pada satu fokus yang sedang ia lihat.


Zelo yang menatap pamannya yang tiba-tiba menghentikan kalimat pembelaan dirinya. Mengerutkan keningnya .


Zelo pun berusaha untuk mengikuti arah pandang mata Pamannya.


Terlihat disana Velly bergandengan tangan bersama Melati berlari-lari kecil menuju ke suatu tempat.


Zelo pun akhirnya mengikuti langkah pamannya. Dan benar seperti dugaannya pamannya ternyata mengikuti Melati dan Velly yang tadi terlihat tergesa-gesa menuju ke suatu tempat.


Saat ini terlihat Velly dan Melati masuk kedalam elevator. Diam-diam Leo memperhatikan menuju ke lantai berapa mereka berdua setelah terlihat lantai tujuan mereka Leo pun mengikutinya.


"Tunggu om! Zelo ikut!" teriak Zelo yang dari tadi juga mengikuti Leo.


Setelah sampai ke lantai tujuan Zelo dan Leo pun mencari keberadaan Velly dan Melati.


"Kemana mereka?!" tanya Leo gusar saat tidak menemukan keberadaan Velly dan Melati.


Mata mereka pun menyusuri ke seluruh tempat yang terjangkau oleh jarak pandang mereka tapi nihil.


"Kita berpencar saja om.Siapa yang lebih dulu menemukan harap saling menghubungi lewat telepon oke om.Kalau om yg menemukan terlebih dahulu please langsung hubungi Zelo ingat om hubungi Zelo jangan melakukan tindakan yang sembrono seperti tadi oke om ? Mengerti ? Dan Zelo juga akan melakukan hal yang sama bila lebih dahulu menemukannya!" Zelo meminta kesepakatan dari Leo untuk tidak melakukan hal-hal yang mengandung kekerasan.

__ADS_1


Belum sempat mendapatkan kesepakatan itu tiba-tiba Zelo menangkap reaksi tegang, marah dan penuh kebencian dari sorot mata pamannya itu.


Dan tanpa menunggu lebih lama lagi Leo berlari meninggalkan Zelo.


Melihat pamannya berlari dengan wajah penuh amarah. Zelo pun akhirnya mengikuti pamannya.


"Sial! Om tunggu om jangan gegabah!" teriak Zelo.


Tetapi bukan Leo namanya bila berhenti dan menuruti perkataan Zelo begitu saja saat dirinya terbakar api cemburu.


Leo yang melihat Dante sedang digendong manja oleh Christian sambil minum sebotol susu dan disana pun terlihat Melati dan Velly sedang bercanda bersama.


Tanpa berkata apapun Leo langsung melancarkan tinjunya pada Christian. Melati yang kebetulan melihat kedatangan Leo yang penuh amarah dan pandangan tertuju ke Christian langsung memasang badan didepan Christian dan tanpa diduga oleh Leo hantaman yang ia tujukan kepada Christian mengenai Melati.


" Mel!!" jerit Christian dan Velly bersamaan.


"Om Leo hentikan!" teriak Zelo.


Dua hantaman telak yang seharusnya ditujukan kepada Christian mengenai Melati.


...............................................


Haii terima kasih telah jadi pembaca setia Melati jangan lupa tinggalkan jejak ya


tap like


tap fav


dan tinggalkan komentar


Bila berkenan membagi Vote serta memberikan hadiah untuk Gea dan Dante author ucapkan banyak banyak terimakasih.


Sambil menunggu update, kalian bisa mampir ke karya teman aku


"Anak laki-laki, walaupun sudah menikah ia tetap menjadi milik ibunya."

__ADS_1


Namaku, Adhira Ulya. Ibuku pernah mengingatkan kata-kata itu padaku. Itulah yang membuatku berusaha menuruti keinginan ibu mertuaku. Lantas, haruskah selamanya kehidupan rumah tanggaku berdasarkan apa yang beliau inginkan?



__ADS_2