
Hampir seminggu setelah Gea pulang dari Rumah Sakit .
" Maa.... Mama janji kan kalau Gea sudah lepas gips kita jalan-jalan ke Mall kan ma?" tanya Gea meyakinkan janji mamanya pada dirinya.
"Pasti donk cantik mama pasti ajak Gea dan Dante ke Mall terbesar. Kalian bisa bermain sepuasnya disana." Melati mencubit kedua pipi Gea yang lucu.
"Asyikkk!!!! Asyikk!!" seru Gea dan Dante kompak
"Wow ....wow ..wow ada apa ini kok seru banget. Tante liat dari jauh tadi kalian terlihat senang banget ada apa nih ?" Velly membungkukkan badannya berharap ada yang memberitahu dirinya apa yang membuat mereka terlihat bahagia.
"Ini lho Tante kata mama kalau tangan kakak Gea sudah dibuka mama mau ajak kak Gea dan Dante jalan - jalan ke Mall yang paling gedeeee terus kita main Playground sepuasnya disana." jelas Dante dengan wajah yang bahagia.
"Wahh asyik tuh Tante Velly boleh ikut gak?" .
"Boleh banget Tante biar makin rame dan seru. Ma...Gea ajak om Tian boleh?"
"Hmm om Tian nya kan lagi sibuk sayang " sahut Melati asal jawab
"Ooohhh " jawab Gea mangut-mangut.
Tiba-tiba Velly memberikan kode pada Gea dengan kedipan mata.Gea yang paham dengan kode yang diberikan Velly langsung tersenyum lebar.
"Kapan sih jadwal kamu buka gips Gea ?" tanya Velly penasaran karena ingin membuat janji rahasia dengan seseorang demi kebahagiaan anak-anak Melati.
" Besok pagi Tante !" jawab lugas Gea. Matanya mengharapkan sesuatu.
Velly pun tersenyum melihat sorot mata Gea. Ia sangat tahu betul apa yang menjadi keinginan Gea saat ini.
"Kita lihat besok ya!" Velly mengacak ngacak rambut Gea kemudian meninggalkan Gea penasaran..
..........................
Keesokan harinya.sejak pagi Gea sudah ribut mengingatkan mamanya dan Tante Velly tentang pelepasan gips tangannya serta jalan-jalan ke Mall.
Sekilas Gea melihat ponsel Melati tergeletak di meja tiba-tiba Gea menghampiri meja pojok tempat ponsel Melati tergeletak. Gea mengambil ponsel Melati dan terdiam sesaat.
"Kak Gea!" panggil Dante.
Gea terkejut dengan suara Dante yang tiba-tiba sudah berada di belakangnya.
Setelah mengembalikan ponsel ke tempat semula. Gea pun berbalik badan lalu tersenyum."Iya Dante ada apa?"
"Tuh dipanggil mama kak!'
"Ok ... yuk!" Gea dan Dante pun berlari ke kamar untuk menemui mamanya.
"Gea ayoo sudah siap belum ? " tanya mama.
"Siap dong ma!"
"Maa.... nanti jadi kan ke Mall?" tanya Dante sambil memasang wajah memelas.
Melati kembali menghela napas. Lalu menyentuh pundak Dante.
"Memangnya kalau Dante ke Mall mau apa sih?" tanya Melati penasaran.
"Dante mau beli es krim ma sama main di Playground seharian dengan kak Gea. Boleh ya ma ...boleh ya?" Mata memohon Dante kembali bersinar. Membuat Melati gemas dan tidak bisa menolak keinginan anak bungsunya itu.
"Boleh banget sayang" Lalu Melati mencium kening dan kedua pipi anak-anaknya itu.
"Ayoo siapa yang mau bikin kenang-kenangan di gips kakak!" seru Gea sambil menyodorkan sebuah spidol untuk membuat gambar ataupun tanda tangan di gips Gea yang akan dilepas sebentar lagi.
"Mama dong!"
"Dante juga mau ... mau gambar mobil balap!" seru Dante.
Kemudian mereka pun dengan serunya membuat gambar serta tanda tangan sebagus mungkin
"Wahhh.... asyikk nih Tante Velly boleh ikutan gabung? Pengen ikutan juga gambar dan beri tanda tangan."
__ADS_1
"Boleh banget Tan!" Gea menyodorkan spidol pada Velly.
"Asyikkk!!" Merekapun berlomba-lomba membuat gambar sebagus mungkin.
............................
Beberapa menit setelah dari dokter.
"Wahh akhirnya tangan aku kembali utuh nih bisa bergerak bebas lagi yeee" sorak Gea kegirangan.
"Nah dan itu harus disyukuri hati-hati kalau bermain." nasehat Melati.
"Siap ma!" Kemudian mereka pun tertawa bersama .
"Yuk ! Ditunggu Tante Velly di parkiran kita langsung ke Mall.!"
"Yeaaa asyikk!!" teriak kegirangan Gea dan Dante
"Hussh jangan teriak-teriak kalau di Rumah Sakit volume suara kudu pelan atau silent " bisik Melati.
Kedua anak Melati langsung menaruh jari telunjuknya di depan bibirnya.
Membuat Melati menahan ketawa.
"Nah tuh Tante Velly!" tunjuk Melati ke arah sebuah mobil yang berhenti di depan dan siap meluncur.
"Tante !!" teriak kedua anak Melati.
Membuat Melati geleng-geleng kepala dan tersenyum .
Sesampainya mereka di sebuah Mall yang terbesar. Melati , Velly dan Kedua anak Melati melakukan protokol kesehatan terlebih dahulu .
Lalu tujuan pertama mereka yaitu membeli es krim.
Velly menggandeng Gea dan Dante yang terlihat begitu bahagia.
"Baiklah aku tunggu disini ya " sahut Melati.
Tiba-tiba pandangan Melati tertuju pada sosok wanita yang sepertinya familiar wajahnya sedang berdiri dan bercakap-cakap dengan petugas sekuriti Mall di dekat meja informasi
"Itu bukannya Salma?" batin Melati
"Iya itu pasti Salma teman sekolah aku dulu" Setelah yakin dengan pengelihatannya. Melati pun menghampiri Salma.
"Salma?? Maaf kamu Salma kan?" tanya Melati meyakinkan diri
Terlihat sorot mata waspada yang terpancar dari tatapan mata Salma.
"Kamu Salma kan yang dulu sekolah di----" Belum selesai Melati melanjutkan kalimatnya .
"Kamu Melati ? pacar nya Leo?" tebak sosok yang baru Melati temui di Mall
"Yaaa! Kamu ingat kan?" Akhirnya merekapun berpelukan.
"Haii Mel apa kabar kamu makin cantik saja Sebentar aku tebak... kamu pasti menikah dengan Leo ya.?" tanya Salma.
Mendengar nama Leo kembali disebut ada perasaan tidak nyaman muncul di hati Melati.
Salma mengerutkan keningnya saat melihat perubahan drastis di wajah ceria Melati tadi yang langsung berubah tegang dan sedih.
"Anak kamu berapa sekarang kamu sudah menikah kan?" tanya Melati sambil menyibakkan rambutnya.
Salma melihat sesuatu di bagian wajah Melati yang tidak seharusnya ada .Ya lebam di pelipis Melati masih terlihat dengan jelas saat Melati menyibakkan rambutnya.
"Hallo Salma?" tanya Melati sekali lagi
"Oh ...ya....maaf" Salma merasa tidak enak saat ketahuan melamun. tanda itu mengingat kan Salma terhadap pengalaman pahit yang dulu pernah ia rasakan.
"Anak aku kembar Mel.! "
__ADS_1
"Wah seru tuh pasti kalian hidup bahagia bersama kedua anak kembar kalian yang pastinya bikin kehebohan dan hiburan tersendiri." tebak Melati.
Salma tertunduk sedih. "Tidak selamanya yang terlihat tersenyum itu tidak punya luka"
Melati kaget dengan kalimat yang diucapkan oleh Salma.Ia pun menatap intens Salma.
"Maksud kamu? " Tiba-tiba Melati menangkap aura kesedihan di wajah Salma
"Aku sudah bercerai Mel! " Airnata Salma tergenang di pelupuk matanya
Melati hanya terbengong ada perasaan tidak nyaman di dadanya. Jantungnya terasa berhenti sesaat ketika mendengar kata cerai.
"Maaf"
Salma menghapus airmatanya.
"Tidak apa-apa Mel semua sudah berakhir. Saat ini aku harus kuat berdiri demi masa depan anak-anak aku. Itu adalah fokus utama aku saat ini" jawab Salma berusaha tersenyum.
"Pernikahan ku juga tidak berjalan bahagia.Tapi aku belum berani mengambil keputusan untuk bercerai Aku gak mau anak-anak aku tidak memilik ayah." sahut lirih Melati
"Mel dari sorot matamu aku tahu ada kesakitan dan penderitaan yang kamu rasakan dengan pernikahan mu. Menurut aku tidaklah adil bagi dirimu untuk memaksakan suatu kenormalan diatas ketidaknormalan. Memaksa suatu hubungan tetap seolah olah baik-baik saja dan tetap bersama tetapi kosong di dalamnya ." Salma mencoba membuka pikiran Melati. Dan sadar akan apa yang terjadi sesungguhnya.
"Mama!" Tiba-tiba Dante dan Gea berlari menghampiri Melati
"Heii...sini mama kenalkan teman sekolah mama dulu " sambil menghapus air matanya Melati mengenalkan Dante dan Gea pada Salma.
"Wah ganteng dan cantik anak kamu Mel! "
"Terima kasih mereka adalah penguat dan penghibur aku" Melati mencium kening anak-anaknya satu persatu
"Ma Kami mau ke Playground dulu boleh ma? Ditemani Tante Velly kok !" ijin Gea.
"Okeyy mama akan susul nanti " Dante dan Gea pun berlari bahagia menuju Velly yang sudah menunggu mereka di depan Playground.
"Anak-anak yang lucu.Gea mirip banget dengan papanya "
"Iya tetapi ia pembenci nomer satu papanya.Terlalu banyak trauma yang ia dapatkan dari perilaku Leo selama ini " ucap sedih Melati
"Aku tidak sangka Leo mampu berbuat seperti itu "
"Tapi ternyata bisa" ucap datar Melati .
"Mel kehidupan pernikahan ku dengan Armand pun menyisakan banyak kepahitan."
Salma pun mulai bercerita berbagai tekanan dan ketakutan yang ia rasakan oleh perlakuan gila suaminya dahulu. Dan sampai saat ini walaupun status mereka sudah bercerai pun. mantan suaminya masih saja menganggu kehidupannya.
"Untuk itulah aku sekarang mencoba berkarir di kota ini untuk menghindari dia dan demi kebaikan si kembar " cerita Salma.
"Mel jangan pernah merasa sendiri ya kalau kamu butuh teman curhat kamu bisa menghubungi aku.. Pikirkan masa depan anak kamu jangan mau terus menerus ditindas. Ada waktunya kita bertahan dan ada waktunya kita berkata CUKUP untuk penderitaan yang kita rasakan " Salma memberikan kartu nama dirinya lalu memeluk hangat Melati.
"Terima kasih banyak Salma kamu telah meyakinkan diriku akan keputusan yang akan aku ambil." senyum Melatipun mulai merekah.
"Nah begitu dong punya senyum manis itu harus sering diperlihatkan jangan biarkan ditutupi terus oleh kesedihan. Hidup ini indah dan satu lagi kebahagian itu kita sendiri yang ciptakan bukan orang lain karena kita tidak bisa berharap kebahagiaan dari orang lain yang ada malah mengecewakan ."
"Terima kasih Salma terimakasih atas pencerahannya." mereka berdua pun berpelukan saling menguatkan.
.............................................
Kisah tentang Salma bisa kalian tengok disini karya Bestie aku Aveii
Salma seorang wanita karir di bidang entertainment, harus rela meninggalkan dunia karirnya untuk mejadi ibu rumah tangga yang sepenuhnya.
Menjadi ibu rumah tangga dengan dua anak kembar sangat tidak mudah bagi Salma yang belum terbiasa dengan pekerjaan rumah tangga.
Salma juga harus menghadapi tuntutan suami yang menginginkan figur istri sempurna seperti sang Ibunda.
Di saat ia masih berjuang menopang ekonomi keluarga karena suami sempat mengalami PHK, ia harus menerima kenyataan jika suaminya ingin menikahi sahabat baiknya.
__ADS_1