Haruskah Ganti Suami

Haruskah Ganti Suami
Papa pengganti


__ADS_3

"Selamat siang ma--" sapa Gea sepulang sekolah dengan wajah lesu .


Tanpa menoleh kanan kiri dan jahilin adiknya yang sedang bermain di Playground seperti biasanya. Gea langsung berjalan menuju ke ruangan istirahatnya di Sanggar tempat mamanya bekerja.


Melati mengerutkan keningnya tanda merasa ada yang aneh tetapi karena pekerjaannya sedang menumpuk Melati mencoba mengacuhkan.


"Mel ... ada apa dengan Gea? Kamu memarahinya?" tanya Christian yang tiba-tiba sudah ada di depannya.


Melati terdiam sejenak lalu menggeleng gelengkan kepalanya


"Tidak. Aku sendiri tidak tahu sejak dia datang tadi, menyapa seperti biasanya lalu langsung masuk kamar. Aku belum sempat bertanya apa-apa karena pekerjaanku masih banyak" Melati menunjukan setumpuk berkas-berkas yang harus ia follow up kepada Christian.


"Okay lanjutkan perkerjaanmu saja. Setelah aku selesai menghubungi Bapak Chandra aku akan coba cari tahu ke Gea apa yang terjadi." sahut Christian.


"Terima kasih ya Tian" ucap Melati merasa bersyukur dengan hadirnya Christian dalam hidupnya membuat beban mengasuh anak pada dirinya terasa lebih ringan disamping kesibukannya dalam mencukupi kebutuhan keluarganya.


........................................


Gea terlihat lesu duduk di depan meja belajarnya sambil menaruh kepalanya di meja.


Pikirannya melayang pada teman-temannya yang terkadang dijemput papa nya pulang lalu mampir ke kantin membeli es krim atau sekedar beli minuman.


Ada terbesit rasa iri dalam hati Gea terhadap teman--temannya. Sedangkan dirinya mempunyai papa tapi tidak pernah ada di sampingnya. Tidak terasa airmatanya menetes.


Tiba-tiba ada tangan yang menyentuh pundaknya.


Gea menoleh dan mendapati Christian sudah berdiri di belakangnya.


Gea dengan secepat kilat berusaha menghapus airmatanya. Dia tidak ingin Christian melihatnya dan melaporkan pada Melati.Gea tidak ingin membuat mamanya bersedih.


Christian tersenyum lembut dan membantu Gea menghapus air matanya.


"Kenapa dihapus? Kalau Gea ingin nangis menangis saja tidak perlu malu. Menangis itu tanda ungkapan hati Gea. Keluarkan saja karena kalau ditahan nanti Gea jadi suka marah-marah tidak jelas dan itu tidak baik . Gea mengerti? " tanya Christian sambil mengusap kedua pipi Gea.


Gea pun mengangguk.


Christian mencium kening Gea. lembut. "Sekarang coba Gea ceritakan pada om Tian apa yang membuat Gea bersedih.?"


"Hmm" Gea tertunduk sedih.


Christian mengangkat dagu Gea "Cerita sama om Tian mungkin om bisa bantu."


"Hari Sabtu besok ada familly gathering om di sekolah Gea." Gea terdiam dengan sorot mata sedih.


"Familly Gathering?? Sabtu besok?"


"Iya om. Sabtu besok tiap anak bawa mama, papa dan kakak atau adiknya. Nanti kami ada suatu penampilan spesial buat keluarga. Tapi.... Gea ga mungkin bawa papa Gea. Takutnya kalau ajak papa ntar mama dihukum papa lagi.Gea gak mau om Gea gak mau!." ungkap Gea sedih.


"Tapi kalau Gea gak bawa papa pasti teman-teman akan ngejek Gea gak punya papa " lanjut Gea dengan mata berkaca-kaca .

__ADS_1


Christian menatap Gea dalam-dalam. Lalu mengusap airmata Gea kembali .


"Seandainya Om yang gantiin papa Gea bagaimana? Gea mau gak?" Tanya Christian menawarkan diri untuk datang ke acara sekolah Gea.


"Om Tian mau ... jadi papa Gea? Mata Gea langsung bersinar ceria.


"Kalau Gea bolehin om gak keberatan." Tian menggenggam erat tangan mungil Gea


Gea langsung memeluk Christian. "Mau dong om Gea senang sekali kalau om jadi papa Gea.Terina kasih ya om"


"Tapi Gea bilang dulu ya sama mama boleh tidak om Tian temani kalian di acara Familly Gathering sekolah Gea." ucap Christian.


"Siap om! Pasti boleh lah nanti Gea bilang deh ke mama." Gea senang sekali akhirnya ketakutannya diejek teman sekelasnya bila tidak datang membawa papa di sekolah Sabtu besok tidak akan terjadi karena Christian yang akan menggantikan kehadiran papanya .


Christian mencium kening Gea.


"Okay sekarang janji sama om, Gea gak boleh sedih-sedih lagi. " Christian mengulur kan jari kelingking nya untuk ditautkan dengan kelingking Gea. Tanda kesepakatan.


"Baik Om ...Gea sayang om Tian?' Gea memeluk erat Christian .


"Om juga sayang Gea." bisik Christian.


Tiba-tiba pintu terbuka dan masuklah Melati sambil menggendong Dante yang sedang tidur.


Melati sedikit terkejut semua mengira Christian keluar menemui klien. Ternyata ada di ruangan anak-anaknya.


"Tian...?"


Melati menatap penuh arti saat dengan telatennya Christian menata letak bantal buat Dante dan menyelimuti nya .Tidak disangkanya bibirnya tersenyum bahagia. Perasaan yang tidak pernah ia rasakan bersama Leo .


" Andaikan Christian adalah papa anak-anak. Hush Melati kamu mikir apa sih! Ingat suami kamu itu Leo bukan Christian." Melati berusaha menepis pikiran nakalnya dengan menggeleng gelengkan kepalanya.


"Kenapa Mel ..kamu pusing?"


"Ya udah kamu Istirahat saja dulu biar kerjaan kamu Rianti yang tangani sementara." ucap Christian.


"Jangan ...jangan ... aku tidak apa-apa kok Tian. Aku gak sakit.Sungguh aku sehat kok " Melati mencoba tersenyum semanis mungkin untuk meyakinkan Christian bahwa dirinya baik-baik saja.


"Yakin?"


"Yup!" jawab Melati yakin.


"Baiklah kalau begitu. Aku balik ke ruangan aku dulu ya! Oh ya Ada yang ingin Gea sampaikan ke kamu " Christian mengedipkan mata ke arah Gea sambil tersenyum. Gea pun menyambutnya dengan anggukan dan senyum manisnya.


Melati yang melihatnya mengerutkan keningnya.. "Ada rahasia apa nih antara Gea dan Christian.?" pikir Melati.


"Ma..." Gea menghampiri Melati lalu duduk dipangkuan Melati.


"Ada apa sayang?Apa yang ingin Gea sampaikan ke Mama.?" tanya Melati.

__ADS_1


Kemudian Gea menceritakan pada Melati tentang acara yang akan diadakan sekolah Gea Sabtu besok.


"Apa? Christian akan menggantikan papa kamu di acara Familly Gathering?" Melati terkejut dengan kesepakatan yang dibuat anaknya dengan Christian.


Gea mengangguk yakin sambil tersenyum. Tatapan matanya menyiratkan harapan akan mamanya menyetujuinya jika Christian yang akan datang ke acara di sekolahnya.Menggantikan posisi papanya.


" Boleh ya ma?" Kembali Gea menatapnya penuh harap.


Melati menarik nafas panjang. Ingin sekali ia menolaknya tetapi melihat kebahagiaan anaknya membuat dirinya akhirnya mengiyakan ide anaknya itu


"Boleh, tetapi lain kali bilang mama dulu jangan langsung minta tolong dengan om Tian okey ! Kasihan om Tian sudah terlalu banyak menolong kita." Melati mencoba memberi pengertian pada Gea.


"Yeahh asyikk terima kasih ma!" Gea memeluk Melati dan mencium kedua pipinya.


Melati merasa terharu dengan kebahagiaan yang dirasakan Gea saat ini.


...................................................


Malam telah tiba Gea dan Dante pun sudah tertidur pulas.Tinggal dirinya yang masih asyik menatap kedua malaikat kecilnya itu. Dalam tidur lelapnya.


Gea tidur dengan bibir tersungging senyuman bahagia .Dante pun tumbuh sehat dan makin pintar.


Tiba-tiba pikirannya melayang "Leo tidak kangen kah kamu dengan kedua anakmu yang begitu menggemaskan. Benarkah dirimu tidak lagi memikirkan kami. Sebegitu singkatnya hadirmu memberi kebahagiaan dalam hidupku .Kemana Leo yang penuh kasih dan perhatian yang dulu pernah kukenal? Kini dirimu telah berubah entah apa yang membuatmu begitu tega pada istri dan anak-anak kamu sendiri. Salahkah bila kini anak kamu menganggap dirimu sosok yang menakutkan dan justru pada Christian lah mereka merasa nyaman dan aman." batin Melati.


"Mel... Mel..." panggil Velly mengetuk kamarnya.


Suara panggilan Velly membuat lamunan Melati seketika buyar.


"Iya Vel"


"Hai anak-anak sudah tidur ? Nih buat Gea. Aku lihat Gea suka sekali baca buku." Velly memberikan dua buah buku cerita bergambar buat Gea.


"Wah terima kasih ya Vel. Aku yakin Gea akan suka!" sahut Melati.


"Ya sudah kamu istirahat lah besok pagi masih masuk kerja kan?"


Melati mengangguk mengiyakan.


"Selamat malam Mell besok lusa waktu kamu libur kita ke Mall yuk bareng anak-anak" ajak Velly.


"Okay!" jawab Melati.


Setelah Velly meninggalkan kamarnya. Melati kembali merebahkan tubuhnya yang sudah mulai merasa lelah dan matanya tidak mampu lagi diajak untuk tetap terjaga. Dan akhirnya Melatipun tertidur di samping kedua buah hatinya dengan senyum bahagia dan hati yang tenang


.......................................................


ikuti terus kelanjutannya ya...


Bila suka jangan lupa tap like, fav dan komen ya terima kasih 🙏

__ADS_1


❤️Happy Reading ❤️


__ADS_2