
Selama dalam perjalanan pulang Melati dan Christian pun saling diam membisu.
Ada perasaan nyaman tapi sayang sudah milik orang lain. Hal itulah yang selalu membuat diri merasa terkhianati .
" Anak-anak sedang makan ice cream bersama Velly." cerita Christian memecahkan keheningan diantara mereka
"Oya? kamu tahu darimana? Kamu telepon Velly??Atau Velly yang telepon kamu?" Melati penasaran dan keki. Christian diberi informasi sedangkan dirinya sama sekali tidak tahu apa-apa.
"Salah semua !" ucap Christian.
"Hah !! Kok salah ?" tanya Melati makin penasaran.
"Trus yang bener darimana ?"
"Mau tahu atauuuu mau tahu bangett??" goda Christian .
"Ih Tian ! Serius dong " keki Melati terhadap Christian.
Christian malah tertawa melihat Melati kebingungan..
"Gak lucu ah Tian!'Melati pun mulai merajuk.
Melati menyandarkan kepalanya ke jendela mobil dan melipat kedua tangannya di depan dada.
Christian pun melirik Melati dan kemudian mengulum senyum penuh arti.
"Mel ...." Christian menyentuh tangan Melati.
"Maaf ya...jangan marah dong " Christian akhirnya memohon Melati untuk tidak ngambek lagi.
Melihat Melati hanya diam seribu bahasa membuat Christian akhirnya mencoba untuk membuat Melati tidak lagi marah padanya.
"Iya deh aku minta maaf yaa jangan ngambek dong aku kan cuman bercanda" senggol Christian
Melihat Melati tidak bereaksi apapun ™Mel.." Tian mendekati Melati dan mendekatkan wajahnya ke arah Melati hendak merayu Melati. Tetapi disaat bersamaan Melati yang tadinya menghadap ke arah jendela tiba-tiba rnenoleh ke arah samping.Dan akhirnya tanpa disengaja kedua wajah mereka saling berdekatan.
Untuk beberapa detik mereka saling menatap penuh arti membuat kedua jantung mereka berdetak lebih cepat. Christian berusaha dengan sangat kuat untuk menahan diri akan segala rasa yang menyelimuti dirinya jarak kedua bibir mereka pun sangatlah dekat.
"Mata itu ...bibir itu sangatlah menggoda. Kenapa dengan hati ku ini kenapa jantung ini berdetak sangat cepat." batin Christian.
Tiba-tiba bunyi ponsel Christian memecah keheningan dan segala kecanggungan diantara mereka.
Christian pun segera meraih ponselnya "Ya hallo?"
__ADS_1
'Iya sayang. Ini om sedang bersama mama sudah mau pulang kok. Bentar lagi juga sudah sampai rumah Tante Velly. Kamu dimana masih di gerai ice cream? Apa perlu om mampir ke sana untuk jemput?" Tanya Christian memastikan apa yang diinginkan oleh Gea.
"Enggak perlu om. Gea tunggu dirumah saja.Om sama mama kalau masih mau lanjut jalan-jalan silakan Gea gak akan ganggu mama dan om Tian kok" suara Gea dari seberang.
Christian menaikkan kedua alisnya
"Daa om Tian"
"Oh... iya Gea daa" Lalu Christian pun menutup teleponnya.
"Gea??" tanya Melati.
"Iya" Christian terus melajukan mobilnya sambil berpikir akan kata-kata yang dilontarkan oleh Gea tadi sepertinya mengandung arti tersembunyi.
""Kok Gea teleponnya ke kamu sih! Aku kan mamanya.!" seru sewot Melati.
"Aku pap----upps " Christian seketika menghentikan kalimatnya. Jantung Christian pun kembali berdetak cepat. Dengan perlahan ia mencoba melirik dan menyelidik wajah Melati.
Melati hanya diam membisu dengan tetap melipat tangannya di depan dadanya.Rupanya ia tadi tidak mendengar perkataan Christian. Pikirannya masih melayang mempertanyakan kenapa Gea justru menelepon Tian daripada dirinya yang notabene ibunya.
Christian yang bisa melihat kekesalan yang tersirat dari wajah Melati berusaha untuk mendinginkannya.
"Mel ... sudahlah gak usah terlalu dipikir mungkin Gea takut menganggu kamu kalau menelepon dirimu secara kamu kan mama nya. Jadi mungkin ia merasa lebih nyaman bertanya dengan orang lain jadi tidak ada rasa bersalah atau kemungkinan telepon dari nya mengganggu kamu. Ngerti kan maksud aku?" Christian mencoba mencari alasan yang paling masuk akal dengan cara berpikir seorang anak kecil.
Melati mengerutkan keningnya. Memikirkan kata-kata Christian. 'Hmm benar juga kata Tian mungkin Gea takut aku marahi karena biasanya memang ia sering begitu kalau Gea keseringan tanya, kapan pulang ma kapan pulang yang ada pasti aku omeli ."
Christian sekali lagi melirik ke arah Melati dan ia pun akhirnya menghela napas lega juga. Karena alasannya tadi akhirnya diterima oleh Melati.
"Nah sudah nyampai kamu istirahat ya besok ke Sanggar kan?" tanya Christian saat menghentikan mobilnya
"Iya. Terima kasih ya Tian sudah menemaniku "
Christian pun menarik kedua ujung bibirnya yang membuat aura kegantengan Christian semakin memancar keluar.
Seketika itu juga wajah Melati berubah merona.
Menyadari hal itu buru buru Melati menyembunyikan wajahnya takut Christian bertanya dengan pertanyaan yang akan sangat sulit dijawab.
"Mama!" Gea terlihat berlari mendekati Melati dan Christian.
"Hai sayang ..' sapa Melati .
Gea langsung memeluk mamanya diikuti Dante yang ikut berlari menyusul Gea
__ADS_1
"Haii Dante jagoan om Tian hati-hati sayang ." Christian langsung turun dari mobil dan menyambut Dante yang berlari menyusul kakaknya.
Christian pun langsung memeluk dan menggendong Dante.
"Hmm bagaimana ma...kapan nih Gea sama Dante bisa panggil om Tian papa ?" tanya Gea dengan polosnya.
"Hah! Apa?" Melati langsung terbatuk-batuk saat mendengar ocehan bocah.
Christian pun langsung memandang ke arah Melati dan Gea.
"Iya.. papa..!.Om Tian kapan resmi jadi papa Gea tadi om Tian melamar mama kan makanya kalian pergi berdua lama ." celetuk Gea.
"Oh my God jadi ini maksud dari perkataan Gea tadi . " akhirnya teka teki perkataan Gea terpecahkan batin Christian.
"Kapan ma ...kapan mama akan menikah dengan om Tian. Nanti Gea sama Dante yang akan jadi pengiring mama papa" Gea terus berceloteh akan impiannya mamanya menikah dengan Dante.
Melati tak bisa berkata apa-apa lagi hanya diam. Kepalanya saat ini terasa berputar dan .... gelap. Brakk
"Mel...!!"
"Mama!!" teriak Gea dan Dante bersamaan .
Melati pun terjatuh pingsan.
............................
Tetap ikuti terus ya kisahnya ...
sambil menunggu up selanjutnya mampir ke karya tenan aku yuk
Kejadian masa lalu membuat Hasna harus bertemu dengan pria dingin yang menurutnya begitu menakutkan.
Namun, pada akhirnya dia sendiri yang malah terjebak dengan pesona pria dingin itu.
Bima, seorang asisten pengusaha muda yang cukup terkenal. Dia adalah si genius perusahaan Walton.Corp yang terkenal dengan sikap dingin dan tegasnya.
Dengan sikap dinginnya, Bima seolah membangun dinding besar yang kuat untuk tidak bisa orang lain menyentuhnya.
Namun, masa lalu Tuannya telah mempertemukan dia dengan gadis manis yang siap menggoyahkan hatinya yang beku.
"Aku masih menunggu gadis di masa laluku"
Kata yang membuat seorang Hasna mundur dan melupakan perasaanya pada pria dingin yang dia cintai itu. Bima yang telah menolak perasaannya secara terang-terangan, bahkan sebelum Hasna sempat mengungkapkannya.
__ADS_1
Kisah cinta dengan masa lalu yang rumit..