
"Mel...Mell.!" Velly mengetuk pintu kamar VIP Gea.
Tidak lama kemudian muncullah Melati dari balik pintu.
"Velly !? Tian?! Ada apa kok ---"
"Mell tolong Tian" Melati langsung membantu Velly menuntun Tian masuk ke ruangan Gea.
"Ada apa ini Vel..? Apa yang terjadi?" Setelah Tian mereka dudukkan di sofa . Melati bingung melihat mulut dan pelipis Christian penuh dengan darah segar.
"Mel urus Tian dulu ya aku coba ambil obat luka di apotek." pesan Velly.
Lalu Melati pun membersihkan luka Tian.Ia mengambil air hangat dan air es untuk menghentikan darah yang masih mengalir di sudut bibir Tian.
Jantung Christian berdetak lebih cepat saat Melati membersihkan lukanya.Jarak wajah mereka saat ini sangatlah dekat sekali.
Christian menatap intens wajah di depan nya saat ini dengan perasaan penuh kekaguman.Semakin dekat Melati terlihat semakin cantik.
"Ouch!" tanpa permisi celetukan kesakitan yang keluar dari mulut Christian spontan membuat Melati terkejut.
"Maaf .." akhirnya keempat mata mereka beradu untuk sesaat. Entah ada kekuatan magnet darimana yang membuat mereka mematung dan tenggelam sesaat dalam perasaan mereka masing-masing.
Menyadari tatapan dalam penuh arti Christian membuat Melati menunduk malu.
Christian meraih tangan Melati yang bersiap untuk membersihkan luka Christian kembali.
Dengan perlahan Christian meraih tangan Melati .Lalu ia mencium tangan Melati tatapan matanya masih terus memandang intens ke arah kedua mata Melati.
Perasaan Melati semakin kacau perlakuan lembut Christian mampu membuat mulut pedasnya terdiam.
__ADS_1
"Mel..sudah lama aku ingin mengatakan padamu bahwa aku ..mencintaimu. Lama aku menahan segala perasaan dan sayang ini tapi aku sangat memahami dengan apa yang kamu rasakan.Aku juga tidak mewajibkan mu untuk mempunyai perasaan yang sama denganku."
"Aku hanya ingin melihat kamu bahagia.Itu adalah keinginan aku terbesar. aku tak peduli meskipun aku tidak bisa memilikimu aku akan tetap mencintaimu dan anak - anak kamu."jelas Christian tegas meyakinkan.
"Jadi please jangan jadikan beban pikiran ataupun apapun tentang ungkapan hati aku.Kamu bebas menentukan jalan hidup kamu asalkan kalian hidup bahagia aku pun juga akan bahagia." ucap Christian sambil tersenyum manis pada Melati
Melati terharu dengan pernyataan Christian . Entah kenapa hari ini perasaan Christian bisa sampai ke hatinya.Bahkan Melatipun bisa merasakan rasa pilu yang Tian rasakan.
Air mata haru Melati pun akhirnya turun membasahi pipinya tanpa ia sadari.
'Heii kok nangis! No aku gak mau ngeliat kamu nangis kamu harus bahagia okay! " Christian menghapus air mata Melati dengan kedua tangannya.
Semakin lembut dan sabar perlakuan Christian padanya makin deras air mata yang jatuh di kedua pipi Melati.
Sudah lama Melati tidak pernah merasakan kembali perlakuan lembut yang ditujukan pada dirinya. Selama ini hanya perlakuan kasar dan menyakiti hati yang ia dapatkan dari Leo suaminya.
Christian sangat memahami perasaan Melati saat ini ia pun memberanikan diri untuk memeluk Melati dan menenangkan hatinya.
Melatipun buru-buru menghapus airmatanya dan melepaskan diri dari pelukan Christian yang menenangkannya walau sesaat.
'Iya sayang ini mama. Dante mau minum susu ya?Mama bikinin dulu ya." Melati langsung membuatkan si kecil satu botol susu.
"Om Tian" sapa Dante.
"Hai jagoan nya om lapar ya?" Christian pun menghampiri Dante dan langsung menggendong nya.
"Duh kepanasan ya? AC nya kurang dingin ya" Christian mengusap keringat yang timbul di kening Dante. "Jalan-jalan keluar yuk sambil minum susu." ajak Christian.
Dante pun menyambut hangat ajakan Christian.
__ADS_1
"Nih susunya.!" Melati memberikan sebotol susu pada Dante.
"Okay terimakasih mama. Kami mau jalan-jalan keluar dulu ya cari angin" lanjut Christian.
"Baiklah" jawab singkat Melati sambil tersenyum.
"Mama tunggu disini. jagain kakak Gea" sahut Melati.
"Oke aku tinggal sebentar ya cari angin" pamit Christian sambil mengedipkan salah satu matanya.
Dante mencium kedua pipi Melati."Dante pergi ya ma jalan-jalan sama om Tian." pamit Dante.
"Iya sayang hati-hati ya jangan jauh-jauh dari om Tian" pesan Melati
"Siap ma!" sahut Christian yang disambut gelak tawa bersama.
.............................................
Sambil menunggu up yuk baca juga karya teman aku
Beribu cerita indah telah kita lewati, pahit manis telah kita lampaui, dan segalanya yang pernah ku perjuangkan kini harusku akhiri. Sulit rasanya jika harus kehilangan lembaran kisah lama. Dan kini meski memulainya dengan lembaran baru. Tapi itulah keputusan yang sudah ku buat, setelah kau dapati seseorang yang baru untuk singgah. Seseorang yang mungkin bisa menyayangimu lebih dari aku. Tentunya tidak seperti aku, yang hanya mencintaimu dengan penuh kekurangan. Semua keputusan sudah ada di tanganku. Kamu tidak bisa lagi mengelak! Sesuatu yang pernah ku genggam erat memang sudah seharusnya aku lepas.
'Aku akan berusaha untuk meninggalkan ini semua, meski akhirnya semua tak mungkin bisa ku lupa. Aku akan berusaha merelakan, meski sebenarnya aku tak mau kehilangan. Aku akan berusaha untuk tak lagi mengingatmu, meski sebenarnya masih terselip namamu dalam setiap doaku. Dan sekarang aku akan lepaskan kamu, biarkan aku masih tetap belajar untuk ikhlas' ... gumam Tika di dalam hati sambil menangis sesegukan. Betapa sakit dan hancurnya hati Tika dengan peristiwa yang di alaminya dalam berumah tangga.
'Akankah Chandra, menceraikan Tika, saat istrinya meminta cerai? Atau justru akan mempertahankan rumah tangganya, dan berubah menjadi suami yang bertanggung jawab?
Lalu bagaimana dengan Andrew, ternyata diam-diam selama ini menyimpan rasa kepada Tika?'
'Yuk simak, dan mampir ceritanya, hanya disini.'
__ADS_1