
Setelah sampai di ruang rawat inap.
"Biarkan pasien beristirahat dulu. Usahakan pasien jangan banyak gerak dulu agar tidak terjadi pendarahan karena jahitannya masih belum kering." pesan perawat.
"Baik sus terimakasih" sahut Melati.
"Oh ya ini beberapa obat yang harus segera di tebus di apotek." Suster menyerahkan beberapa resep obat lalu berjalan meninggalkan kamar.
Christian hendak mengambil resep tersebut tetapi tangannya ditepis dengan kasar oleh Leo. Sedikit terkejut Christian pun hanya menghela napas. Dan membiarkan Leo yang mengambil resep obat tersebut.
Velly yang melihat tindakan Leo tadi hanya tersenyum sinis.
"Selama ini gak pernah memberi nafkah sepeser pun. Sekarang sok-sokan mau menebus obat." batin Velly.
"Itu resep cepat di tebus Gea butuh untuk segera diminum obatnya..Apalagi yang pereda nyeri kasihan kalau gak segera diminum Gea akan merasakan nyerinya." celetuk Velly sinis.
"Iya ini juga mau aku tebus.Yuk Zelo kita ke Apotek!" ajak Leo.
Setelah Leo dan Velly meninggalkan kamar.
Velly yang dari tadi menahan ketawa.Akhirnya tertawa terbahak-bahak.
"Hush Vell jangan keras-keras" Christian berusaha mengingatkan Velly
"Iya nih si Velly ada apa sih?' tanya Melati.
"Aduh kalian ini polos banget sih.Kalian gak lihat wajah Leo waktu aku suruh cepat tebus obat. Yakin deh pasti Zelo yang bayar obatnya."
"Pakai acara sok-sokan ambil resep yang tadi hampir di pegang Christian. Padahal duit aja pasti gak ada. Selama ini juga gak pernah menafkahi anak istri. Giliran Gea sakit sok-sok an mau tebus obat. Apa kata dunia" ucap Velly sambil menahan tawa.
"Ma..."
__ADS_1
"Iya sayang.." jawab Melati lembut sambil membaringkan Dante di tempat tidur sebelah.
Velly sengaja memesan ruangan VIP agar Melati dan Dante bisa menemani Gea.
"Kok orang jahat itu ada di kamar Gea sih ma... Gea kan gak suka! " ucap sedih Gea. Mata Gea pun menyorotkan kebencian.
"Orang jahat?" tanya Melati bingung.
"Kamu mimpi nak?' lanjut Melati sambil membelai rambut Gea.
"Aku tahu yang dimaksud Gea" sahut Velly.
Melati menatap Velly sambil mengerutkan keningnya tanda tak mengerti.
"Masak iya sih Mel kamu gak paham atau pura-pura gak paham . Ampun deh!" Velly menepuk jidatnya sendiri.
Melati dengan polosnya menggeleng gelengkan kepalanya.
"Hah! Kemana?" tanya Velly heran.
"Ayoo!! " Christian menarik tangan Velly. Dan mengajaknya keluar kamar.
"Sudahlah Vel gak usah dibahas lebih lanjut Melati itu orangnya memang baik terlalu baik malah. Dalam pikirannya hanya sesuatu yang positif saja ia tidak pernah berpikiran negatip pada orang lain. Bahkan kejahatan orang yang sudah menyakitinya saja ia sudah lupakan." jelas Christian.
"Hmm antara polos dan bego terkadang hanya beda tipis." ucap Velly miris.
"Vell...." Christian menatap tajam ke arah Velly.
"Iya iya Tian sorry... kamu bijaksana banget sih Gea aja bisa lihat ketulusan mu tapi sayang---"
"Semua ada waktunya Vell.Bila memang kami ditakdirkan bersama pasti ada jalan untuk kami bersatu. Aku sangat percaya itu dan begitu juga sebaliknya." ucap Christian yakin.
__ADS_1
"Eh tuh...si brengsek datang.Ditebus semua tidak ya resepnya?" tunjuk Velly.
"Nah gitu dong. Deket tuh dengan yang masih single jangan bini orang yang dideketin pamali tau!" seru sinis Leo saat melihat Christian sedang berduaan dengan Velly.
Velly sudah tidak bisa lagi menahan emosi. Dengan gerakan cepat Velly melepas sepatunya dan hampir saja dilempar ke arah Leo yang melewati Velly dan Christian dengan begitu songongnya.
Christian menahan tangan Velly yang akan melemparkan sepatunya ke arah Leo. " Jangan Vell jangan turunkan kewarasan mu! Jangan terpancing olehnya. Dia akan sangat senang dan bersorak gembira bila kamu kena pancingannya.".
Velly pun menurunkan tangannya.dan memakai kembali sepatunya.
"Terima kasih Tian sudah diingatkan." ucap Velly sadar akan kebodohannya yang hampir saja dengan mudahnya terpancing emosinya oleh Leo.
"Betapa bodohnya dirinya bila termakan pancingan murahannya Leo." batin Velly.
"Gak mau! Pergi sana ! Pergi ! Om Tian! Om! " terdengar jeritan melengking dari dalam ruang rawat inap .
.............................................
Hmm Gea kenapa ya? Yuk ikuti terus kelanjutannya.
Jangan lupa tinggalkan jejak ya .. tap like , komen dan fav serta bila ada boleh juga bagi vote dan hadiahi-hadiah lainnya. terima kasih 🙏
Oh ya Mampir ke karya teman aku juga guys
Menapaki Jejak di Madyapada yang penuh cerita yang tak terduga, sesosok Rehan dengan beribu harap dalam benak dan Sejuta mimpi dalam sepi, meniti asa pada cahaya senja, menitip doa pada Sang Penguasa Semesta.
Berharap bisa bersanding dengan Rena perempuan anggun berparas rupawan dan berdarah Ningrat yang baik hati, seutas senyum ramah selalu menghiasi wajahnya, namun dalam riangnya tersimpang selaksa pilu yang membiru.
.................
__ADS_1