
Melati terlihat sedang termenung memandang langit cerah di pagi ini.
Semua kenangan pahit yang telah ia lalui saat bersama Leo kembali berlarian di memorinya.
Sejak Gea lahir hingga Dante tak pernah sedikitpun Leo memberikan kebahagiaan dan perhatian bahkan susu untuk mereka pun Leo tidak pernah berikan.
Yang ada justru Leo terus mengambil hak mereka. Uang susu,uang sekolah ia rampas untuk keperluan pribadinya yang aneh-aneh dan negatip itu.
Bahkan bila tidak ada lagi yang bisa ia rampas ia juga tega menjual Melati pada bos-bos club malam yang ia kenal.
Rasa sakit, pedih,hancur dan hina telah melebur menjadi satu pada diri Melati.
Julukan Ratu dalam rumah tangga pun telah terkoyak saat Leo dengan sadarnya membawa wanita bayaran ke dalam rumah yang seharusnya istana bagi mereka berdua tetapi Leo telah menghancurkan nya .
"Lantas apa lagi yang bisa aku harapkan dari Leo kenapa aku tidak bisa mengambil keputusan itu." tangis batin Melati.
"Cinta? Benarkah karena aku masih mencintai dan berharap Leo berubah yang membuat aku selemah dan sebodoh ini?" batin Melati.
"Apalagi yang harus aku pertimbangkan Leo sudah sangat melukaiku, menghancurkan martabat dan harga diriku baik sebagai seorang istri maupun wanita." Isak tangis Melati.
"Kenapa aku masih menunggunya? Sedangkan dengan sangat jelas kedua anakku trauma terhadap perlakuan Leo. Sampai-sampai ia memilih kabur daripada pulang bersama dia." Melati mencoba mengingat apa yang telah terjadi.
"Gea .... maafkan mama nak. Sudah membuatmu trauma sedalam ini." sesal Melati.
Bagaimana tidak Gea sejak balita sudah melihat dan mengalami sendiri kekerasan verbal dari papanya.Belum lagi secara visual Gea melihat papanya sering menyiksa mamanya.
Melati menarik napas dalam-dalam.Lalu menghembuskannya kembali.
"Sepertinya aku harus mengambil suatu keputusan agar Gea tidak terus-menerus merasakan trauma itu." gumam Melati.
"Pagi yang sangat indah seperti halnya kehidupan seperti itu juga. Ada saatnya mendung kelam hingga badai dahsyat menerpa yang mungkin membuat hidup kita berantakan hancur dan merasakan ketakutan di dalamnya.Tetapi setelah badai itu berlalu.Pelangi akan muncul dengan indahnya." ucap Velly yang tiba-tiba sudah berada di belakangnya.
__ADS_1
"Mel... begitu juga dengan apa yang kamu alami di hidup kamu. Badai besar yang menerpa hidupmu telah berhasil kamu lalui. Saat ini kamu tinggal melihat pelangi yang menyambut mu siap untuk menemani langkah kamu selanjutnya. Dan kamu tahu siapa pelangi yang siap mengiringi langkah hidup kamu menjadi lebih indah dan berwarna? Tentunya bersama anak-anak kamu?" tanya Velly sambil menatap serius ke arah Melati
"Kamu tahu siapa dia?Siapa pelangi hidupmu?" sekali lagi Velly mengulangi pertanyaannya.
Melati menggeleng tanda tak mengerti.
"Hmm okay kalau kamu tidak mengenal pelangi hidupmu tidak apa-apa tetapi kamu tahu kan siapa yang bikin anak-anak Kamu merasa nyaman dan hangat dengan kehadirannya." gumam Velly.
Kembali Melati menarik napas panjang.
Melati tahu dan sadar siapa yang dimaksud oleh Velly.
Tetapi tidak mudah baginya untuk merasakan jatuh cinta kembali.
Terlalu banyak trauma yang ia alami berhubungan dengan CINTA. Susah bagi Melati untuk memulai lagi dari awal. Setiap kali ia mencoba berdamai dengan kehidupan percintaannya .Tetapi selalu saja kekecewaan yang ia dapatkan.
Hal itulah yang membuat Melati takut untuk melangkah maju. Walaupun sebenarnya ia sudah merasakan signal halus yang Christian berikan kepada dirinya tetapi untuk menerima signal itu butuh keberanian dan komitmen yang panjang agar tidak ada kekecewaan lagi nantinya.
"Lupakan badai yang pernah menerpa mu. Sekarang saatnya untuk bangkit dan menata kembali hidupmu. Bersama pelangi indah yang akan menemani langkah hidupmu." Velly memegang kedua pundak Melati untuk meyakinkan diri bahwa saatnya sekarang untuk mengambil keputusan besar dalam hidupnya demi kebahagiaannya sendiri dan kedua anak-anaknya.
"Terima kasih Vel. Terima kasih selama ini kamu selalu ada untukku dan anak-anak ku." Melati dan Velly pun berpelukan saling menguatkan.
Tiba-tiba pintu terbuka kasar dan muncullah wajah mungil itu.
"Mama....kata kak Gea---" Belum selesai Dante meneruskan kalimatnya.Gea sudah membungkam mulut mungil adiknya itu dengan tangan kecilnya.
"He he he gak kok ma bukan apa-apa. Yuk Dante kita makan coklat. Kemarin Kakak dapat coklat dari om Tian." Gea berusaha mengalihkan pembicaraan.Dan mengandeng adiknya menjauh dari mama dan Velly.
Velly dan Melati pun saling tatap.
"Dante sayang ...sini nak" panggil mama lembut.
__ADS_1
Dante pun menghentikan langkahnya dan menoleh ke arah mamanya.
Gea hanya bisa mematung di tempat.Dengan perasaan was was.
Dante pun menghampiri mamanya.
Melati sedikit jongkok dan membelai rambut Dante.
"Dante tadi mau bilang apa ke mama?" tanya mama lembut.
"Ehmm ...." sambil melirik ke arah kakaknya.
"Tidak usah takut sama kakak.Kak Gea baik kok " bujuk mama.
"Kata kak Gea sebentar lagi om Tian bakal jadi papa kita bener ya ma?.Dante seneng kalau bener akhirnya Dante punya papa. Dante bisa bersepeda bareng papa tiap hari Minggu seperti teman-teman Dante" jawab Dante polos.
Kembali Melati menarik napas dan menghembuskan nya kembali.
.................................
Tunggu kelanjutannya ya akankah Melati menerima Christian sebagai pelangi hidupnya???
Sambil menunggu up silakan mampir ke karya teman aku
Pernikahan Lima tahun nyatanya tidak membuat Nadira Megantari, mengenal baik suaminya.
Kehidupan pernikahan yang awalnya sederhana dan harmonis, berubah ketika Nadira harus menerima fakta bahwa suaminya, malah mendua dengan sepupunya sendiri di ulang tahun pernikahan ke lima mereka.
Haruskah Nadira bertahan dalam pengkhianatan itu, atau malah memilih bangkit dan memulai hidupnya kembali?
__ADS_1