
Pagi ini semua terlihat sibuk dari pagi Melati sudah sibuk menelepon sana sini memastikan semua pesanannya sudah siap.
Tidak lupa Velly pun ikut sibuk memastikan pesta kebunnya nanti tidak ada kendala apapun juga.
"Gea! Dante! Kalian sudah siap?" teriak Melati memastikan kedua anaknya siap berangkat.
"Siap ma!"Dante tiba-tiba muncul dibelakang Melati lalu memeluknya manja.
"Heii kamu sudah disini rupanya! Wow cakep sekali nih jagoan mama!' Melati lalu mengecup kening Dante.
Melati menoleh ke kiri dan ke kanan mencari keberadaan putrinya Gea yang dari tadi belum ia lihat batang hidungnya sedikitpun.
"Mama mencari kak Gea?"
Melatipun mengangguk pelan sambil tetap pandangan matanya menyebar ke seluruh ruangan.
"Bentar ya ma Dante cari kak Gea dulu. Mungkin kak Gea masih dandan!" lalu Dante pun pergi meninggalkan mamanya yang melongo dengan ucapan anak bungsunya.
"Gea dandan? Hmm oiya dia sudah mulai beranjak remaja.Kenapa aku kurang peka masih terus menganggap Gea adalah gadis kecilku." gumam Melati.
.................................
"Kak Gea! Kak.... sudah siap belum ditanya mama tuh!" teriak Dante memanggil kakaknya sambil berjalan santai menyusuri ruangan demi ruangan.
__ADS_1
Dante sudah melongok ke dalam kamar kakaknya tapi sepi kosong.
"Upps"Dante menutup mulutnya ketika melihat kakaknya ternyata sudah berada di teras rumah sambil sesekali melihat ke arah jam tangannya.
"Kak Gea! Kakak sudah siap ternyata .Kenapa gak jawab panggilan mama dan Dante?" Dante mengerutkan keningnya berusaha menyelidiki apa sebenarnya yang jadi pikiran kakaknya
"Bukannya harusnya hari ini kakak bahagia kok malah muram gitu wajahnya' pikir Dante.
"Kita berangkat jam berapa?" tanya Gea tiba-tiba.
Dante menoleh ke dalam rumah."Kalau semua sudah siap ya kita berangkat. Kan acaranya jam 11 siang." jelas Dante.
Gea melihat lagi ke arah jam tangannya."Sudah hampir jam sepuluh" ucapnya lesu.
"Hmm pasti karena Om Tian tidak ada kabarnya." tebak Dante.
"Nah ini Mel! Gea dan Dante ternyata sudah siap di depan semua !" seru Velly melihat kedua anak Melati ternyata sudah berada di depan teras rumah.
"Gea?Mama pikir kamu masih di kamar nak? Waduhh cantiknya anak mama" Melati memeluk dan mencium kening anak sulungnya itu.
"Selamat Ulang tahun ya cantik!'' ucap mama bangga melihat anak gadisnya sudah beranjak remaja.
"Selamat ulang tahun ya ponakan Tante yang cantik hadiahnya sudah Tante persiapkan di kebun bunga." Velly memeluk Gea dan mencium kedua pipi Gea.
__ADS_1
Gea tersenyum terpaksa "Terima kasih ma ... Tante Velly" lalu ia pun berjalan menjauh menuju mobil Velly.
Melati dan Velly saling pandang dan mengangkat kedua alis mereka.
Melati menatap Dante yang hanya dijawab dengan mengangkat kedua bahunya lalu Dante pun mengikuti kakaknya.
"Yuk Mel sepertinya drama ini harus segera di akhiri sebelum anakmu makin sedih" ajak Velly yang juga berjalan memasuki mobilnya.
Melati menarik napas dalam lalu menghembuskannya dan ia pun ikut masuk ke dalam mobil.
Selama perjalanan menuju kebun bunga suasana hening tak ada suara apapun bahkan Dante yang biasa kelakuannya tengil dan bawel kali ini hanya diam seolah ia tahu apa yang membuat gundah perasaan sang kakak.
Velly dan Melati sesekali mengintip Gea dari spion depan.Lalu mereka saling pandang penuh arti.
Tidak lama kemudian mobil sudah meluncur di halaman hotel yang telah mereka sewa untuk mengadakan pesta kebun untuk merayakan ulang tahun Gea.
"Yuk anak-anak kita sudah sampai." ajak Velly.
"Lho Tante katanya kita pesta kebun kok .... ini kan hotel Tante! Gak salah tempat nih!" celetuk protes Dante.
Gea hanya melihat sekeliling tanpa protes sedikitpun. Semangatnya untuk merayakan ulang tahun nya pupus sudah sejak Christian tidak dapat dihubungi.
......................................................
__ADS_1