
(Beberapa bulan kemudian)
"Yeahh ayo Dante semangat nak !! Kamu pasti bisa .Tuh kan.. ayo ... kurang dikit lagi sampai . Sini peluk mama . Yeee kamu berhasil nak!" seru Melati bahagia menemani Dante belajar berjalan.
Melati memeluk dan mencium Dante berulang kali sambil berputar-putar yang membuat Dante tertawa gembira.
"Ih anak hebatnya mama dah besar nih, semakin pintar" Kembali Melati mencium perut Dante yang menimbulkan rasa geli sehingga Dante terus tertawa geli.
Velly yang mendengar tertawa bahagia Melati dan Dante tersenyum penuh arti dan mengetok pelan kamar Melati.
"Iya ..masuk!" Melati membukakan pintu kamarnya dan mendapatkan Velly berdiri di depan nya
"Hai Vell ayo masuk." ajak Melati.
"Sorry aku ganggu kalian ya?" Velly mencubit pipi Dante yang kemudian disambut tertawa Dante sambil kakinya menendang- nendang menandakan Dante lagi senang hatinya.
"Tuh sudah dijawab Dante ...tidak sana sekali Tante Velly. Dante justru seneng deh dijenguk Tante ." Melati mencoba menerjemahkan tawa gembira Dante.
"Kamu tuh Mel bisaa aja! Sini aku gendong Dantenya." Velly mengulurkan tangannya ingin menggendong Dante.
"Sebentar. Dante ingin menunjukkan sesuatu buat kamu." Melati berjalan tiga langkah lalu meletakan Dante berdiri lalu Melati kembali ke posisi Velly.
Dante tertawa gembira
"Mel ...Dante sudah bisa dilepas? sudah bisa berdiri sendiri tanpa pegangan sesuatu?" tanya Velly takjub.
" Dante bisa lebih dari sekedar berdiri...mau lihat?" Terlukis senyum bangga pada raut wajah Melati
"Maksudnya?' Velly masih bingung dengan perkataan Melati.
Melati tersenyum melihat Velly kebingungan.
"Dante yukk...tunjukan ke Tante Velly kehebatan kamu" ucap Melati pada Dante yang disambut senyumnya yang merekah manja
"Yuk Dante .... satu dua tiga ....ambil nih botol susunya." perintah Melati sambil mengacungkan botol susu ke arah Dante.
Velly. melihat ke arah Dante dengan penuh rasa penasarannya.
Dan Dante pun berhasil kembali berjalan menuju mamanya .
"Yeaaa anak hebat kamu berhasil lagi nak. Sering-sering berlatih ya sayang." Melati menggendong Dante mencium keningnya dan memberinya sebotol susu sebagai reward keberhasilannya.
"Wahh Dante hebat! Sudah bisa berjalan sendiri lho." Kemudian Velly menghujani Dante dengan ciuman bertubi-tubi hingga Dante tertawa kegelian.
"Bagaimana Tante ...Dante hebat kan?! Melati ingin mendengar komentar Sahabatnya ini
"Hebat ! hebat banget* seru Velly.
Kemudian Velly merasa ada yang berbeda.
"Lho Mel ...Gea mana?" tanya Velly saat sadar Gea tidak terlihat di kamar.
"Gea ikut Christian" jawab Melati jawab Melati singkat
"Christian? Gea bersama Christian?" tanya Velly meyakinkan pendengarannya .
__ADS_1
Melati mengangguk yakin.
Velly mengamati Melati dan Dante .Sejak Melati dan anak-anaknya tinggal bersamanya Melati terlihat lebih tenang dan hampir tidak lagi ia melihat Melati menangis di tengah malam .Seperti awal-awal ia pindah ke rumah Velly.
"Eh Vell titip Dante bentar ya aku mau siapin makannya Dante dulu." Velly memberikan Dante pada Velly. Yang dengan senang hati langsung mengajak bermain bersama.
"Ain ..ain" tunjuk Dante pada beberapa mainannya yang tergeletak di lantai kamar.
"Okay sayang yuk kita main mobil-mobilan" Tidak butuh waktu lama lagi bagi Velly untuk beradaptasi dengan Dante bersama dengan mainannya.
................................................
Brakkk
Bunyi hape dibanting ke atas meja. Leo terlihat sedang sangat emosi.
Beberapa bulan terakhir ini ia sudah berusaha mencari keberadaan istri dan anak-anaknya. Tetapi Melati bagaikan ditelan bumi. Bahkan Sanggar tempat Melati berkerja pun telah pindah.Nomer hape Melati pun berubah. Leo benar-benar telah kehilangan keluarganya.
Ada perasaan hampa dan kosong sejak Melati hilang Leo sadar ia sudah sangat keterlaluan pada istrinya. Entah kenapa tiba-tiba ada perasaan rindu dan sesal di hatinya untuk Melati.
"Pak minta uangnya pak...saya dan adik saya belum makan sejak kemarin." Dua anak kecil yang terlihat lusuh penampilannya menghampiri Leo
Leo memperhatikan dua anak tersebut. Badannya kurus bajunya pun compang camping. Ingatan dirinya tentang kedua anaknya kembali terlintas ."Gea... Dante dimana kamu nak" batin Leo.
Kemudian tanpa banyak berpikir Leo memberi kedua anak itu satu lembar uang seratus ribu.
"Nih buat kamu!" Lantas Leo melangkah pergi.
Kedua anak itu saling berpandangan dan berteriak 'Terima kasih pak!"
....................
"Okay ...Gea kangen Dante nih. Yuk om kita pulang." ajak Gea.
"Yuk ...!" Gea digendong di pundak Christian.Hari ini Gea sangatlah bahagia.
Seharian ini senyum bahagia terus tersungging di bibir mungil Gea.
................................................
Sore ini senja terlihat begitu indahnya.
Tampak Velly duduk di teras rumahnya sambil melihat anak-anak komplek bermain sepak bola
"Sore Vell. Nih ada sedikit kudapan." Melati menaruh dua gelas teh hangat dan sepiring pisang goreng.di atas meja kecil .
"Wow pisang goreng! Kamu tahu saja yang aku pengen sore ini sambil temani minum teh hangat." seru Velly.
Melati tersenyum dan. ikut duduk menemani Velly
""Gea belum pulang Mel? Kamu sudah hubungi Christian?"
"Sudah. Mereka sudah dalam perjalanan pulang.." jawab Melati sambil meminum teh hangatnya.
"Mama!" teriak Gea dari kejauhan.
__ADS_1
"Gea---" Sambut Melati sambil merentangkan kedua tangannya.
Akhirnya Gea sudah berada dalam gendongan Melati.
"Hai Vell ... selamat sore" sapa Christian
Velly membalasnya dengan senyuman. "Sore Tian"
"Mel maaf ya pulangnya terlalu sore" ucap Christian merasa tidak enak pada Melati karena sudah sejak pagi tadi mereka pergi
"Ma ...jangan marah pada om Tian ya? Gea yang minta pulang sore karena Gea suka main prusutan di kolam renang." Gea memohon pengertian Mamanya.
"Waduh hebat kamu Tian, sekarang sudah punya pengacara pribadi." Velly terkekeh sambil menepuk pundak Christian.
Gea masih menatap mamanya dengan wajah memohon.
Melati hanya bisa tersenyum melihat tingkah Gea "Bagaimana mungkin aku memarahi sesuatu yang membuatmu bahagia." batin Melati.
Kemudian Christian pun berpamitan karena hari sudah hampir menjelang malam. Dan masih ada pekerjaan yang harus ia kerjakan untuk besok pagi.
Setelah Christian pulang dan Gea selesai mandi, lalu tidur. Melati kemudian menemani Velly menonton televisi di ruang tengah.
"Mel kita keluar yuk cari angin anak-anak kamu sudah tidur semua kan?"
"Kemana? " tanya Melati
"Cari angin aja nongkrong di Cafe yuk!" ajak Velly.
"Jangan khawatir ada Bi Tari yang jagain Gea dan Dante." Velly menepuk pundak sahabatnya itu.
"Besok aja deh Vell" Melati menunduk sedih.
"Kenapa? Kamu masih takut bertemu dengan Leo?"
"Mel sudahlah lepaskan Leo apalagi yang kamu harapkan dari suami seperti dia.Berpisahlah secara resmi dengannya sehingga kamu bisa menata hidupmu kembali demi masa depan anak-anak, Kebahagiaan anak-anak Dan kebahagiaan mu juga tentunya." desak Velly untuk segera melepas Leo.
"Tapi Vell---"
'Tapi apa? Kamu masih mencintainya? Come on Mel ..... dia sudah membuatmu terluka dia juga tidak pernah memberimu nafkah lahir dan batin. Semua yang seharusnya menjadi tanggung jawabnya kamu yang ambil alih.Lantas apa fungsinya dia sebagai suami? Hanya sekedar status diatas kertas bersegel ?" Velly benar-benar tidak habis pikir dengan jalan pikir Melati yang masih saja kekeh untuk mempertahankan pernikahannya yang sudah di ujung tanduk.
'Dan satu lagi.Ingat Mel ! Suami tercinta mu ini sudah dua kali dengan begitu teganya menjual dirimu kepada lelaki hidung belang. Untungnya saja kamu masih dilindungi dan bisa lolos dari semua itu. Kalau tidak?" ucap tegas Velly
"Menurutku perceraian adalah jalan terbaik untuk pernikahan kalian dan kebaikan yang tertunda untuk kebahagiaan kalian ." Lalu Velly memeluk Melati.
"Pikirkan lagi perkataan ku Mel .Semua demi kebaikan dan kebahagiaan buah hatimu dan dirimu sendiri." bisik Velly
"Baik..terima kasih. Selama ini kamu selalu ada dan mendukung aku. Akan aku pikirkan lagi perkataanmu demi kebaikan semua." ucap Melati sambil memeluk Velly.
...............................................
Hai Terima kasih ya atas dukungan nya tetap ikuti terus perjalanan hidup Rumah Tangga Melati. Semoga karya saya yang ini bisa jadi pembelajaran untuk kita semua akan pentingnya pengenalan pasangan lebih dalam sebelum melanjutkan ke jenjang pernikahan dan komitmen untuk hidup bersama, Kedewasaan diri serta rasa tanggung jawab kepada keluarga. Agar tidak ada lagi Melati-Melati berikutnya.
Oh iya jangan lupa tinggalkan jejak. Tap favorit , like dan komen ya..
🌹Happy Reading 🌹
__ADS_1