Haruskah Ganti Suami

Haruskah Ganti Suami
Lemas


__ADS_3

Arrghh


Darah!!


Semua panik melihat seseorang tiba-tiba terkapar dengan pecahan botol disampingnya.


Beberapa penjaga Cafe berdatangan mengamankan kejadian.


Leo dengan tanpa perlawanan ditangkap dan diamankan dengan mudahnya dibawah alam tak sadarnya


"Woiii lepaskan! Itu ponakan kesayangan aku!"Saat Leo melihat beberapa orang mengerumuni Zelo.


"Zeloo bangun woii!! Cemen kau begitu saja jatuh hahaha!" ceracau Leo dalam keadaan mabuk.


Setelah Leo berhasil diamankan oleh beberapa penjaga Cafe. Mereka menolong Zelo yang terkapar tak sadarkan diri untuk dibawa ke Rumah Sakit.


Kejadian tiba-tiba di Cafe Gemini itu cukup menggemparkan semua yang datang. Mereka berhamburan keluar dan meninggalkan Cafe setelah adanya kejadian terkapar nya seorang tamu yang dihantam botol minuman beralkohol oleh tamu lain.


.................................................


Di tempat lain.


Terlihat seorang gadis kecil berdiri termenung di depan sebuah kaca jendela.


Hujan gerimis di luar sana menambah syahdu suasana.

__ADS_1


Langkah kecil sepasang kaki mungil mengendap-endap mendekati gadis kecil yang sedang bergelut dengan pikiran polosnya.


"Kak Gea---" terdengar suara anak kecil parau dan sedikit bergetar.


"Kak!"


Gea yang merasa namanya dipanggil langsung menoleh ke arah asal suara.


"Hai Dante kok belum tidur?" Gea membalikkan badannya lalu meraih pundak Dante.


"Kak Gea kok belum tidur juga?" Dante balik bertanya sambil menggosok matanya yang sudah lelah.


"Kakak tunggu mama. Kenapa ya kok mama dan Tante Velly lama pulangnya.Kakak sudah coba telepon mama tapi gak diangkat tetapi di balas pesan singkat dari mama untuk hati-hati di rumah karena mama dan Tante Velly belum bisa pulang.Gitu katanya." Gea berpikir keras.


"Kak Gea coba telepon om Tian mungkin om Tian tahu mama dan Tante Velly pergi kemana." saran Dante.


"Dante tidur saja dulu nanti kakak susul." sahut Gea kemudian.


"Gak ah... Dante gak bisa tidur sendiri Dante mau temani kakak saja." Dante menawarkan diri untuk menemani kakaknya.


"Okay baiklah kita tunggu mereka bersama-sama. Yuk Dante duduk sini dekat kakak!' Gea duduk di beranda depan kamarnya.sambil menikmati rintik hujan semalam suntuk sekaligus menemani Dante yang tidur dipangkuan nya.


.....................................................


"Tian.... " Melati ragu takut membangunkan Christian yang sedang beristirahat.

__ADS_1


Perlahan ia melangkahkan kakinya mendekati tempat tidur Christian.


Melihat kondisi Christian saat ini jauh lebih baik daripada saat baru terjadinya kecelakaan itu walau kepala Christian masih diperban, lengan dan kakinya di gips. Tetapi kondisi sekarang jauh lebih melegakan hati.


Setelah memeriksa kondisi Christian yang terlihat sudah tidak mengkhawatirkan lagi dan sedang tertidur pulas.Melati memutuskan untuk tidak mengganggunya."Mungkin masih dalam pengaruh obat bius. Biarlah ia beristirahat dahulu." gumam Melati.


"Tian aku pulang dulu ya kamu istirahat dulu besok pagi kami akan kembali menjenguk mu. Anak-anak juga akan datang. Aku yakin mereka merindukanmu." Lalu Melati pun membalikkan tubuhnya untuk meninggalkan Christian.


Tiba-tiba sebuah tangan menahan kepergian Melati. Langkah Melati pun sempat terhenti.


"Jangan tinggalkan aku!" lirih terdengar suara memohon dari arah belakang.


Melatipun menoleh nampak Christian sedang menatap mengiba pada dirinya.


Entah mengapa melihat tatapan mata Christian membuat jantung Melati berdebar dengan sangat kencang.Tubuhnya pun terasa lemas tak bertenaga."Tatapan mata itu... kenapa membuatku...ahh".desah Melati dalam hati.


"Mel! Mel! Zelo Mel!" teriak Velly membuyarkan lamunan Melati.


"Zelo? Zelo kenapa ? " tanya Melati bingung.


"Zelo dihantam botol oleh pamannya sendiri" sahut Velly.


"Leo??" Melati setengah percaya dan tidak. Bagaimana mungkin Leo tega berbuat itu pada keponakannya sendiri. Keponakan yang selalu percaya dan selalu berpikir positip pada pamannya.


Velly mengangguk cepat.

__ADS_1


Melati terduduk tak habis pikir ia dengan kelakuan Leo. "Ada apa lagi ini?" batin Melati


...................................................


__ADS_2