
Setelah kecapean bermain membuat istana dari pasir pantai dan berlarian mengejar ombak bersama Christian . Akhirnya Gea pun tertidur pulas dalam gendongan Christian.
"Sini Tian biar Gea aku yang gendong'' Melati mengulurkan tangannya hendak mengambil Gea dari gendongan Christian.
"Gak apa-apa Mel. Biarin Gea aku gendong. Tuh dia tidurnya pulas banget. Kamu tega bangunin?" Christian mengusap rambut Gea dengan penuh kasih sayang.
Melihat kedekatan Gea dengan Christian membuat Melati terharu dan merasa sedih." Seharusnya Leo yang melakukan ini. Bahagia itu sederhana hanya dengan kebersamaan dan kasih sayang sudah bisa membuat kita bahagia" batin Melati
Kemudian merekapun memutuskan untuk pulang. Karena hari sudah menjelang malam .
Setelah membukakan pintu untuk Melati, Christian memberikan Gea pada Melati supaya tidur di pangkuan ibunya . Kemudian ia pun kembali duduk di balik setir mobilnya. Dan membawa mobilnya melaju menuju rumah Velly.
Ya ...rumah Velly untuk sementara Velly dan Christian tidak mengijinkan Melati pulang ke rumahnya.Masih terlalu bahaya untuk Melati bila bertemu Leo kembali.
Sepanjang perjalanan menuju rumah Velly. Melati dan Christian pun saling diam.Tenggelam dalam pemikiran mereka masing-masing.
Sesekali Melati mencium ujung kepala Gea dengan penuh rasa sayang.
Kedua malaikat kecil nya ini Selalu bisa membuat dirinya merasa bangga dan kagum pada mereka.
Tidak terasa sudut bibirnya tertarik keatas membayangkan kedua buah hatinya yg lucu dan menggemaskan.
Christian berhasil menangkap sekilas senyum yang sempat menghiasi bibir Melati saat menatap Gea dengan sorot mata penuh rasa sayang..
Dan tanpa disadarinya Christian pun merasa lega dan bahagia Melihat Melati sudah mulai bisa tersenyum dalam diamnya.
"Nah ... kita sudah sampai .Tunggu sebentar"' Christian bergegas membuka pintu mobil dan kembali menggendong Gea.
"Tidak apa-apa Tian, biar aku saja yang gendong Gea " ucap Melati sungkan.
"Hai Mel .. Tian!" sapa Velly.tiba- tiba
Melati berlari menghampiri Velly ."Vel maaf ya aku merepotkan kamu ya dengan Dante?" Sambil berusaha mengambil Dante dari gendongan Velly.
"Sini Dantenya." Melati merasa tidak enak hampir seharian Velly yang mengurus Dante.
"Eits apaan sih kamu. Dante lucu tau! Aku justru mau minta ijin tidur bareng Dante .Bolehkah?" tanya Velly dengan tatapan mata yang penuh harap.
"Hmm... boleh tidak ya?" Melati pura-pura berpikir. Dalam hati tersenyum.
"Please ... Mel malam ini saja Dante tidur dengan aku." Mohon Velly sambil mencium pipi gembul Dante.
"Boleh ya Mel!"
"Okay boleh deh!" sahut Melati pasrah.
"Trus kalau Dante haus tengah malam bagaimana?" protes Christian.
"Kan sudah ada stok asi. Banyak Pak di kulkas tinggal dihangatin." jelas Velly.
"Hmm stok asi?" Sebenarnya Christian gak paham. Dengan apa yang disebut Stok asi. Tetapi ia malu bila bertanya lebih detail. "Ntar deh aku tanya gogel sendiri untuk cari tahu tentang itu." batin Christian
"Sini aku gendong Gea nya ?"Melati mengulurkan tangannya untuk menggendong Gea.
__ADS_1
"Biar aku saja yang menidurkannya. Dimana kamarnya? " tanya Christian.
"Lurus aja Tian terus belok kanan.Temani Mel ntar nyasar masuk kamar aku" Velly mencoba bercanda pada Christian.
"Kamu ini Vel ! Dasar?" celetuk Christian.
"Mari Tian aku antar ?" ajak Melati menuju kamar yang ia tempati sementara di rumah Velly.
Setelah menidurkan Gea. Melatipun melepas sepatu dan mengganti baju Gea.
Kemudian setelah mencium kening Gea. mereka berjalan bersama menuju ke ruang tamu
"Gea nya masih tidur Mel? Nyenyak ya Gea tidurnya." takjub Velly melihat keakraban antara Melati dan anak-anaknya pada Christian.
"Okay aku pamit pulang dulu ya. Mel.... Vell. Oh ya Mel Besok tunggu aku ya kita berangkat bareng ke Sanggar.' pesan Christian pada Melati.
Velly berusaha menahan senyum agar Melati tidak melihatnya .
"Hmm semoga felling aku benar. Kalau Christian sebenarnya ada hati pada Melati.." pikir Velly melihat gerak gerik bahasa tubuh dan sikap Christian.
..................................................
Di sebuah Cafe Top Ten di kota Bandung. Terlihat Leo sedang bersama dengan dua wanita pekerja asusila. Dua wanita itu yang satu duduk di atas pangkuan Leo . Persis diatas adik bungsu Leo. Sehingga membuat Leo menggeliat nikmat. Dan yang satu lagi berdiri di belakangnya serta melingkarkan tangannya ke leher Leo serta saling berpangutan bergantian. Tidak kalah lincahnya juga dengan kedua tangan Leo. yang sudah berhasil merayap cepat dan sampai di gunung Himalaya nan Indah. sedangkan tangan satunya sudah berhenti tepat di depan sebuah goa lembab.
Hari semakin malam membuat darah Leo semakin panas dan langsung membawa dua wanita tersebut ke sebuah kamar sewaan.
Disana Leo telah lupa akan statusnya sebagai Ayah dan suami untuk keluarganya.Saat ini Leo melupakan akan statusnya itu dan membiarkan dua wanita tadi bergantian memberikan kesenangan sesaat pada Leo .
...........................................
"Mel! Melati! Lihat! " teriak Velly
memecah keheningan pagi
"Mell! Sini! Lihat Dante!Dante !' teriak Velly.
Gea menggosok gosok matanya berusaha untuk menyadarkan dirinya dari tidur pulasnya semalam.
"Dante...Mel!" kembali suara Velly terdengar jelas.
Gea segera membangunkan mamanya "Ma..ma...bangun ma....Dante .... Dante ma!" suara Gea terdengar seperti sebuah pedang panjang yang menikam dada. Saat menyebut nama Dante hingga membuat Melati meloncat terbangun dan berlari ke kamar Velly.
"Dante! Dante aku kenapa Vel?" tanya Melati panik.
"Lihat Mel Dante sudah bisa tengkurap!" tunjuk Velly gemas melihat Dante tengkurap sambil memainkan kakinya dan kepalanya masih bergoyang-goyang berusaha untuk menegakkan dan menguatkan tulang lehernya..
"Wow dedek nya Gea sudah besar nih ! Makin pinter ya dek !" seru Gea senang.
Melati hanya tersenyum bahagia . Melihat perkembangan pesat anaknya.Di dalam hati kecil Melati sedikit menangis mengingat Leo tidak pernah menikmati momen langkah dan bahagia ini. Melihat pertumbuhan anaknya yang begitu menakjubkan.
"Non maaf ....ada tamu di depan " info Bi Tari pada Velly.
"Di depan?" Velly melihat jam .
__ADS_1
Velly pun tersenyum penuh arti.
"Mel! udah di jemput tuh?" ucap Velly.
"Dijemput ? Dijemput papa? Tidak ...Gea gak mau pulang ke rumah! Gea gak mau lagi lihat papa menghukum mama terus." Gea terus memberikan penolakan demi penolakannya.Untuk pergi bersama papanya.
"Gea...dengar Tante dulu. Yang jemput Gea bukan papa ! tapi Om Tian
"Om Tian? Om Tian yang jemput kita ma? Bener kan tante Velly ?" tanya Gea berulang kali setelah kehilangan rasa percaya diinya.pada orang lain.
"Iya sayang" kecupan manis berhasil mendarat di kening setiap anak Melati.
..............................................
"Pagi om Tian! " sapa Gea
"Pagi cantik?!" sahut Christian.
Gea langsung mencium kedua pipi Christian."Terima kasih om Tian!"
Christian tersenyum bahagia
"Mama kamu mana sayang?" tanya Christian sambil melongok ke dalam rumah Velly.
'Mama masih belum selesai urusan nya dengan dedek Dante.
"Okay kita tunggu sebentarr ya.!" sahut Melati.
Gea pun mengangguk setuju.
....................................
"Bi...!" panggil Velly
"Iya non?"
"Panggil mereka semua untuk sarapan bersama dulu. Sebelum berangkat kerja.' perintah Velly.
",Baik non Velly, akan bibi sampaikan." jawab bibi singkat padat berisi.
Akhirnya mereka semua mengawali hari dengan sarapan bersama dan bersenda gurau bahagia di rumah Velly.
......................................
Di Sanggar
Melati hanya terdiam dan menatap nanar ke halaman Sanggar yang basah karena guyuran hujan.
Pikirannya melayang pada suami tercinta.
"Leo andai kamu menyadari akan status kamu dan apa yang harus kamu perjuangkan untuk keluarga inti kamu sendiri.Mungkin aku akan menjadi istri yang bahagia dan akan selalu mensupport kamu" Harapan serta doa Melati yang entah kapan akan terjadi
..............................................
__ADS_1