
"Heii Mel ...ngelamunin apaan? Dari tadi aku lihat serius amat mukanya." tegur Velly pada Melati yang terlihat termenung sendiri.
" Oh hai Vell ... enggak kok ini cuman melihat langit yang cepat sekali berubah cuaca." sahut Melati.
"Ya persis dengan kehidupan kan? Yang bisa berubah kapan saja dan tiba-tiba. Kadang kala kita berada diatas kadang dibawah.Kadang penuh tawa canda kadang berlinang airnata " beber kenyataan kehidupan yang sesungguhnya
Melati tersenyum getir.
"Apa yang sedang kamu pikirkan dengan sangat serius saat ini? Sudah sadarkah kamu sekarang? Kapan kamu akan mengakhiri semua ini." sahut Velly
"Maksud kamu?" pandang Cinta tajam.
"Ya kehidupan kan seperti itu tiba-tiba merasa bahagia tiba-tiba merasa sedih.Gak ada yang abadi dan permanen di dunia ini." lanjut Velly.
"Mama! Mama besok Gea ikut ke Sanggar kan? " tanya Gea penuh harap.
"Ke Sanggar? " tanya Melati bingung.
"Iya besok kan Gea ada kelas ma! Sekalian Gea ada pekerjaan rumah matematika susah banget.Gea mau tanya om Tian." celetuk Gea dengan entengnya.
"Gea mama kan sudah bilang sama Gea berulang kali jangan tergantung sama orang lain." Melati berusaha untuk mengingatkan Gea akan larangan untuk tidak tergantung kepada orang lain .
"iya Gea masih ingat kok ma" sahut Gea lucu
'"Trus kalau inget kok masih tergantung dengan orang lain?" tanya Melati.
"Enggak Ma ...Gea selalu jadi anak mandiri kok! Gak pernah ngerepotin orang lain." jawab lugas Gea.
"Gak ngerepotin orang lain? Benarkah? Yakin?" sindir Melati.
Gea mengangguk dengan yakin.
"Lha itu tadi katanya mau minta tolong om Tian kan itu namanya merepotkan orang lain ?" tegur Melati
__ADS_1
"Om Tian bukan orang lain ma!" protes Gea.
Velly membelalakan mata dan Melati mengerutkan kedua alisnya.
"Apa maksudnya?" tanya Melati lebih lanjut.
"Om Tian sendiri yang bilang gak perlu sungkan kalau mau minta tolong .Jangan anggap dirinya orang lain kita adalah keluarga gitu kata om Tian." jelas Gea menolak tuduhan mamanya.
Velly tersenyum penuh arti
Melati yang mendengar penjelasan Gea hanya terdiam kaget dengan jawaban yang diberikan.
"Okay Gea ...sekarang Gea balik temani Dante dulu ya. Tante mau ngobrol dulu bentar sama mama" Velly memegang kedua pundak Gea lalu menciumnya.
Gea pun mengangguk lalu pergi menjauh.
Velly dengan tatapan penuh artinya memandang tajam ke arah Melati.
"Tuh anak kamu pintar .Christian itu bukan orang lain tetapi keluarga." sindir Velly sambil menyenggol pundak Melati.
"Apaan sih kamu ini." Melati melempar pandangan ke arah luar.
"Om Tian itu bukan orang lain tapi keluarga." sindir Velly yang kurang peka.
"Kamu ini selalu sukanya ngomporin.deh!" gerutu Melati .
'Sudah lah Mel. Terima saja takdir kamu ." seru Velly
"Yeee takdir apaan. Kamu tuh sukanya dari dulu pasang-pasangin orang." sindir Melati.
Setelah perdebatan cukup panjang Melati akhirnya memutuskan untuk lanjut ke dapur membuat stok masakan untuk anak-anaknya
....................................
__ADS_1
Setelah sedikit tersadar dari mabuknya.Leo berusaha mengingat ingat dimana keberadaan nya saat ini .Tetapi semakin ia berusaha mengingat dimana ia berada semakin tidak ingat dan pusing.
Leo berusaha untuk bangkit dari tidurnya.Tetapi kepalanya masih terlalu pusing untuk mencoba duduk.
"Pelan-pelan saja om." terdengar suara yang tidak asing lagi ia dengar.
"Ini Zelo bawakan segelas susu buat Om Leo." Zelo menyodorkan segelas susu untuk Leo.
"Minumlah dulu om."
"Zelo ...kamu Zelo kan?" Leo mencoba meyakinkan dirinya sendiri.
"Iya ini Zelo om" jawab Zelo.
"Maafkan Zelo om kalau Zelo terlambat datang untuk membantu om Leo." ucap lirih Zelo.
"Kabar keluarga semua baik kan?" tanya Leo
"Berkat pengorbanan om Leo."
Leo mengerutkan keningnya.
"Zelo sudah tahu semua om.Seharusnya om tidak melakukan ini.Kasihan Tante Melati.dan sepupu -sepupu Zelo yang masih kecil-kecil." sahut Zelo.
Leo menarik napas dalam-dalam. Lega rasanya setiap kali Leo melepas topengnya ia bisa kembali bersikap natural apa adanya..
"Hentikan om! selamatkan keluarga om sebelum terlambat." tegur Zelo.
Leo hanya terdiam menerawang jauh dan tanpa terasa ada cairan hangat melewati pipinya.
..............................
Hai terima kasih sudah setia sejauh ini.Melati, Christian dan Leo mengucapkan banyak -banyak terima kasih sudah setia selalu menunggu kelanjutan cerita Melati berikutnya.
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak like dan komen .
Happy Reading 🌹🌹🌹