Haruskah Ganti Suami

Haruskah Ganti Suami
Akhirnya tahu juga


__ADS_3

'"Ma kita mau kemana ini? Arah Sanggar kan gak lewat sini"" Gea menoleh ke kanan ke kiri melihat sekeliling.


"Ini bukan arah ke Sanggar!' kembali Gea meyakinkan dirinya.


"Hooh bukan!" sahut Dante ikutan sok tahu.


Gea dan Dante pun serempak menoleh ke arah mamanya meminta jawaban yang pasti


"Lantas kalau ini bukan ke arah Sanggar kita kemana nih?" goda Velly.


"Yaaaa kita gak jadi ketemu om Tian donk hari ini" kembali Velly menggoda kedua anak Melati.


"Kok gak jadi sih Tan?" sahut lesu Dante.


Gea terlihat menenangkan adiknya dengan membelai rambutnya.


'Ma... kita jadikan ke tempat om Tian?" Gea memandang intens mamanya mencari jawaban pasti.


Melati yang tahu sedang ditunggu jawabannya sengaja mengulur waktu.


"Vell nanti kita mampir makan di warung es campur yuk minum yang segar-segar sepertinya enak nih!" Melati mencoba mengalihkan pembicaraan dengan Velly.


Velly yang tahu sahabatnya ini sedang menggoda kedua anaknya ikut larut juga dalam drama yang dimainkan oleh sahabatnya itu .


Dalam hati Velly ingin tertawa melihat reaksi wajah si kecil yang melongo menanti dengan sabar jawaban mamanya.


"Bocah bocah kasihan kalian di prank mama kalian sendiri " terkekeh Velly dalam hati.


"Kita pasti menemui om Tian kok dek tenang saja" hibur Gea pada adiknya.


Velly melirik Gea saat mendengar Gea sedang menghibur adiknya tersebut


"Memangnya apa yang akan kalian lakukan bila bertemu om Tian?" tanya Velly iseng.


"Ajak om Tian maen mobil-mobilan" celetuk Dante dengan polos.


"Hmm sepertinya tidak bisa" ucap lirih Velly.


"Tidak bisa? Kenapa tidak bisa Tante?Om Tian biasanya senang bermain mobil-mobilan dengan Dante" Gea berusaha membela adiknya yang sudah terlihat manyun .


"Karena Om Tian sedang ada di Rumah Sakit." Melati akhirnya memberitahu keadaan Christian dan apa yang baru saja dialami Christian.


"Om Tian kecelakaan?? Kok mama gak bilang sih dari tadi kalau om Tian kecelakaan?" protes Gea.


"Kecelakaan dimana ma kok bisa ma! " kembali Dante ikut membuat suasana menjadi makin heboh.

__ADS_1


"Tapi om Tian gak apa-apa kan ma?'"


"Om Tian masih bisa main sama Dante kan ma?'


Berbagai pertanyaan dari yang bermutu hingga receh keluar dari mulut anak-anak Melati.


Velly pun menutup telinganya berisik suara protes anak-anak.Tetapi bibirnya tetap tersenyum "Dasar anak-anak. Duh Tian kamu apain sih nih bocah-bocah bisa sangat mengidolakan kamu" batin Velly.


"Sudah deh Mel cepet atuh resmi in tunggu apa lagi?" senggol Velly.


"Ih apaan sih kamu tahu sendiri masalah satu belum kelar muncul lagi masalah yang lain." Melati melipat kedua tangannya di dada sambil menatap ke luar kaca jendela mobil.


"Eits masalah apaan lagi berkas-berkas gugatan sudah kita serahkan bukan tinggal tunggu sidang." Velly berusaha mengingatkan Melati.


"Aku yakin Leo gak mungkin bisa datang ke persidangan." ucap Melati.


Velly melirik ke arah sahabatnya itu "Kenapa karena dia gak setuju untuk bercerai ?"


"Mungkin itu salah satunya, tapi Leo pasti juga harus menghadapi sidang lainnya kasusnya dengan Zelo dan Christian." jelas Melati.


Mereka pun terdiam memikirkan banyaknya kasus yang akan dihadapi Leo kedepannya.


"Nah anak-anak kita sudah hampir sampai. Ingat ya guys ini Rumah Sakit bukan Mall jangan bikin keramaian. Okay anak cantik anak ganteng"pesan Velly pada Gea dan Dante.


"Enggak dong Tante, mereka ini kan anak-anak hebat!' bela Melati untuk anak-anaknya sambil membelai kepala mereka masing-masing.


Dan semakin dimantapkan lagi dengan anggukan kepala Gea.


Kelakuan tengil Dante mengundang gelak tawa Melati dan Velly.


Sesampainya di Rumah Sakit. Gea dan Dante dengan sok tahunya bergegas berlari mencari kamar Christian.


"Aduh anak-anak sudah dibilang jangan lari-lari kok!' protes Velly


"Ih mana ada Tante, tadi tante cuman bilang jangan bikin keramaian kami tidak bikin ramai kok! Yuk Dante" ajak Gea berlari lagi.


Velly hanya menggeleng-gelengkan kepalanya dan Melati hanya tersenyum penuh arti.


"Om Tian!" seru Gea dan Dante bersamaan saat masuk ke ruang rawat Christian.


Christian yang sedang tertidur begitu mendengar suara anak-anak langsung terbangun dan tersenyum ramah.


Mereka langsung berlari memeluk Tian.


'Heii nak hati-hati tangan dan kaki om Tian masih sakit." ngeri Melati melihat anak-anak langsung memeluk kangen Christian tanpa tahu keadaan Christian.

__ADS_1


Melati sedikit khawatir mereka melukai dan membahayakan Christian kembali.


"Tenang saja Mel justru kehadiran mereka membuat aku semakin semangat untuk segera pulih dan keluar dari sini" sahut Christian tersenyum bahagia.


"Selamat sore pak Christian!" tiba-tiba masuk petugas yang berwenang ke dalam ruang rawat.


"Selamat sore pak!' jawab Tian singkat.


"Ada apa lagi pak setahu saya tadi pagi sudah ada petugas yang meminta keterangan atas kejadian kemarin dan saya sudah menjelaskan kejadian tersebut seingat dan setahu saya " Christian memberikan penjelasan secara detail kejadian yang membuat kecelakaan yang menimpa dirinya.


"Siap pak betul sekali tetapi ada laporan baru saja masuk tentang penyebab sebenarnya kecelakaan yang menimpa bapak."


"Laporan baru? maksudnya?" tanya Christian bingung.


"Iya pak ternyata kecelakaan yang menimpa bapak karena adanya perencanaan pembunuhan terhadap bapak!" jelas petugas.


"Apa! perencanaan pembunuhan? Maksud bapak ada yang sengaja berniat mencelakai saya dalam kecelakaan tersebut?" tanya heran Christian.


"Iya pak!'


Christian sesaat termenung ketika mendengar ada yang berniat mencelakainya."Siapa yang punya niat jahat terhadap diriku? Apa aku pernah menyakitinya hingga ia tega berbuat jahat padaku? " pikir Christian.


"Siapa pak orang yang ingin mencelakai saya?" tanya Christian penasaran.


"Saudara Leo!"


"Leo?" Christian menatap Melati lalu berganti ke petugas yang menyampaikan informasi tersebut.


"Iya saudara Leo sekarang kami sudah menahannya atas dua kasus yang ia hadapi. Anda mengenal saudara Leo?" selidik petugas yang berwenang.


Christian pun mengangguk pelan.


"Baiklah kami kembali ke kantor bila kami membutuhkan keterangan saudara saya harap saudara bersedia untuk membantu kami." ucap petugas polisi sebelum meninggalkan ruangan.


'Siap pak kami akan membantu semampu kami" jawab Christian mantap lalu berjabat tangan.


Kemudian para petugas pun meninggalkan ruangan.


Christian menatap Velly dan Melati bergantian ia yakin Velly dan Melati sudah mengetahuinya karena mereka berdua tidak terlihat terkejut dengan informasi yang tadi disampaikan oleh petugas.


Velly dan Melati merasa ditatap intens penuh pertanyaan oleh Christian dan mereka pun hanya bisa menunduk.


"Hmm jadi kalian sudah tahu ya tentang hal ini? Vel? Mel?" selidik Christian.


"Mel??" kembali Christian bertanya pada Melati.

__ADS_1


Melati pun menatap Christian penuh penyesalan.


......................................................


__ADS_2