Haruskah Ganti Suami

Haruskah Ganti Suami
Gusar


__ADS_3

"Heii! Kamu!"Tiba-tiba terdengar suara dari arah belakang Melati.


Semua mata berpaling ke arah suara berasal.


Terlihat Velly dengan tergopoh-gopoh mendatangi keributan yang terjadi.


"Leo! Berapa kali sudah aku peringatkan kamu jangan dekati Melati lagi!" hardik Velly.


"Kapan sih kamu punya empati sedikit saja pada Melati?" tanya Velly kesal!!


"Maaf....Om Leo sebenarnya tidak ada maksud jahat ke Tante Mel." bela Zelo.


Velly berpikir sesaat lalu melihat ke arah Melati.


"Dan maaf... kalian ini siapanya Tante Melati sampai berani melarang om saya bertemu anak istrinya sendiri. Saya tahu om saya mungkin telah berbuat salah, tetapi Dosa lho bila menghalangi berkumpulnya kembali suatu keluarga.Tante Melati dan om Leo ini masih berstatus suami istri lho.!" Zelo berusaha mengingatkan .


Kini giliran Velly dan Christian yang saling pandang.


"Siapa kamu? Tetapi siapapun kamu memangnya kamu tahu dosa apa saja yang telah diperbuat dia!" tunjuk Velly ke arah Leo.


"Vell sudah lah yuk ! " Melati menarik tangan Velly.


"Zelo Tante pamit dulu ya kasihan anak-anak menunggu di Kid Zone." sambil terus menarik tangan Velly.


"Ayoo Vell!" tarik Melati.


"Tapi Tante.... Om Leo ingin mengatakan sesuatu pada Tante.!" cegah Zelo.


"Om.. ajak Tante bicara empat mata!" saran Zelo pada Leo.


Melihat Christian berdiri di depan istrinya dan menghalangi dirinya menemui istrinya ada rasa sakit tiba-tiba yang ia rasakan di dadanya.


Pagar pertahanan Melati sangatlah kuat membuat Leo merasa segan untuk mendekati Melati.


"Yuk Zelo kita kembali ke tempat kita tadi!" ajak Leo yang meninggalkan semuanya begitu saja tanpa pamit.


"Om Leo...om..!!" teriak Zelo menyusul Leo.


Akhirnya Velly dan Christian pun bernapas lega.

__ADS_1


"Mel kamu tidak apa-apa kan?"tanya Velly dan Christian kompak.


"Aku baik-baik saja kok." Lalu Melati menatap Velly dan Christian bergantian.


Velly dan Christian pun kembali saling memandang


"Sebentar... kalian ini...kok bisa tiba-tiba ada disini bagaimana ceritanya? Jangan bilang kalian kebetulan ingin jalan-jalan ke sini terutama kamu Tian..Bukannya kamu ada janji meeting dengan pak Andreas?" selidik Melati


"Dan kamu Vel... Bukannya kamu sedang sibuk dengan proyek baru kamu?" Melati melipat kedua tangannya di depan dada sambil menatap Velly dan Christian bergantian dengan tatapan mengadili.


"Kok diam?" kedua alis Melati naik ke atas menunggu jawaban kedua sahabatnya ini.


"Mama! Mama...." teriak Gea dan Dante.


Gea dan Dante langsung memeluk mamanya.


"Mama.... orang jahatnya sudah pergi?" tanya Dante.


"Orang jahat? Siapa?" tanya Melati.


Melati bingung kenapa Dante bisa bilang orang jahat padahal Leo tadi tidak melakukan apa-apa. Tidak mungkin juga Dante mengenal Leo. terakhir mereka bertemu Dante masih bayi.


"Tuh kak Gea!" tunjuk Dante polos.


Melati menarik napas dalam lalu menghembuskannya.Lalu melirik tajam Gea.


Gea terdiam sambil menelan salivanya sendiri


" Kenapa Gea bilang begitu pada Dante?" tanya lembut Melati berusaha memahami perasaan Gea


"Kata kak Gea dulu mama pernah dijahatin sama orang tadi sampai mama masuk ke rumah Sakit. Makanya kakak khawatir terus menelepon Om Tian dan Tante Velly." ucap Dante ingin membela kakaknya.


"Oh begitu ceritanya pantas Tian dan Velly bisa bersamaan muncul padahal hari ini mereka berdua punya jadwal yang padat ." batin Melati.


Melati tidak mungkin memarahi Gea karena ia tahu seperti kata Dante semua yang Gea lakukan karena Gea khawatir pada dirinya dan itu disebabkan oleh trauma yang ia alami dahulu.


Melati hanya bisa memandangi lembut Gea dan memeluknya.Dalam hati Melati menangis. Trauma yang dialami anak sulungnya ternyata sangatlah dalam.


Gea kemudian mengembalikan ponsel Melati.

__ADS_1


"Maaf ma..." Gea menyodorkan ponsel Melati.


Melati hanya tersenyum miris.Kenudian Melatipun mencium kening kedua anaknya.


"Okay yuk kita makan perut Tante sudah bernyanyi nih ... Siapa yang mau Tante traktir makan?" tanya Velly.


"Dante!'


"Gea Tante!" sahut anak-anak Melati bersahutan.


"Setelah makan nanti om belikan es krim mau?" seru Christian .


"Mauuu!!" jawab Dante dan Gea bersamaan.


Kemudian Velly menggandeng Dante. Dan Christian menggandeng Gea.Mereka berjalan dengan gembira menuju food court.


Melati menarik napas dalam-dalam lalu kembali menghembuskannya kembali.


"Terima kasih guys kalian selalu bisa membuat kedua anak-anakku bahagia dan melupakan kesedihan yang terjadi.." batin Melati.


"Mel! Ayoo" panggil Christian menunggu Melati bergerak menyusul mereka.


"Mama ayoo!" panggil Dante.


"Oh okay yuk!" Melatipun melangkah menyusul anak-anaknya dan kedua sahabat pelindungnya.


.................................


"Om sebenarnya siapa sih mereka yang tadi menghalangi om mendekati anak-anak dan Tante Mel.?" tanya Zelo dengan tatapan matanya yang masih tertuju pada Velly dan Christian dari jarak jauh


Leo hanya mengepalkan tangannya sangat kuat meredam sengaja emosi yang ia rasakan.Ada perasaan cemburu dan tidak terima melihat Kedua anaknya lebih akrab dan merasa nyaman dengan orang lain daripada dirinya ayahnya sendiri.


Melihat raut muka gusar yang tersirat dari tatapan mata Leo.Zelo pun berusaha mencari tahu arah pandang Leo yang ternyata masih tertuju ke anak istrinya yang terlihat gembira bersama kedua sahabat Melati.


Zelo menepuk punggung pamannya"Tenang om kita akan kembali rebut perhatian dan rasa sayang anak istri Om pada om Leo. Zelo janji akan bantu !" bisik Zelo.


.........................................


Ikuti terus yuk kisah Melati bila suka jangan lupa tinggalkan jejak ya..

__ADS_1


Happy Reading


__ADS_2