
Christian menelepon Velly untuk memberitahu kalau Melati saat ini ada di tangan Leo.
"Bagaimana bisa?Kamu bilang sistem keamanan Sanggar sudah kamu perketat? Kok bisa Melati ada di tangan Leo.?' protes Velly panik.
Velly takut kejadian kemarin terulang kembali. Baru saja Melati berusaha melupakan mimpi buruk itu.Tapi hari ini tidak ada yang tahu apa yang terjadi.
"Leo menculik Melati saat berjalan pulang bersama Gea. Dan membiarkan Gea menangis di pinggir jalan ." jelas Christian.
"Tetapi tenang saja. Aku berhasil memasang pendeteksi lokasi di hape Melati.Saat ini aku sedang mengikuti petunjuknya.Sepertinya Melati ada di perumahan depan .Aku cek dulu ya Vel. Aku share lokasi. Andai kami berdua tidak ada kabarnya dalam waktu satu jam ke depan..Kamu langsung hubungi polisi." pesan Christian.
"Okay Tian kamu hati-hati ya." ucap Velly.. Kemudian hubungan telepon terputus.
Christian terus menelusuri perumahan berdasarkan petunjuk yang ia dapat dari pendeteksi lokasi yang berasal dari ponsel Melati.
Akhirnya petunjuk itu berhenti didepan sebuah rumah mewah yang terlihat sepi dan dingin. Sekali lagi Christian memastikan bahwa tanda itu berhenti tepat di depan rumah tersebut.
"Hmm pagarnya tinggi juga" Christian berusaha berpikir bagaimana cara agar ia dapat masuk ke rumah itu.
Christian menghubungi Velly kembali. "Vell ... segera hubungi polisi. Aku akan mencoba untuk masuk ke halaman tapi pagar rumah dalam keadaan terkunci dan sangat tinggi yang aku khawatirkan aku tidak dapat keluar walaupun berhasil membawa Melati kabur jika pagar dalam keadaan terkunci." jelas Christian .
"Okay Tian aku mengerti akan aku hubungi polisi sekarang." sahut Velly.
Lalu Christian pun memanjat pagar tinggi tersebut .
.........................................
Di salah satu kamar di rumah mewah itu. Melati dibaringkan disebuah peraduan yang sangat besar dan empuk.
Melati pun mulai sedikit sadar dari pengaruh obat yang diminumkan oleh Leo suaminya sendiri.
Ia berusaha untuk membuka matanya dan mengenali sekelilingnya.Tetapi entah kenapa matanya belum juga mampu terbuka.
Tiba-tiba ia merasakan sesuatu yang sedikit basah menyusuri tubuhnya.Sampai akhirnya sesuatu yang sedikit basah itu menyentuh bagian tubuhnya yang berhasil membuatnya mengerang nikmat.
"Upps apa itu." Merasakan sentuhan-sentuhan nakal itu Melati memaksa diri untuk membuka paksa matanya.
Samar ia melihat seseorang yang kekar berotot telah berada diatas tubuhnya yang sudah polos tanpa sehelai kainpun. Lelaki itu sedang menikmati setiap jengkal tubuh putih mu-lus Melati.
Melati berusaha mengenalinya tapi tidak mengenalnya. Mencoba mengingat apa yang terjadi pun ia tidak mampu. Kepalanya masih terasa sangat berat.
"Tenang sayang nikmati dengan santai aku akan membuatmu meminta lagi dan lagi.Malam ini malam milik kita berdua." bisik lelaki itu sambil mengecup dan meniup telinga Melati. Dan berhasil membuat Melati melenguh.
Melati berusaha melawan tetapi sia-sia pengaruh obat itu sangatlah hebat Tubuhnya benar-benar terasa lemah.
Sedikit demi sedikit ia mulai menyadari ada yang tidak beres yang sedang terjadi saat ini.Melatipun kembali mencoba membuka matanya.Betapa terkejutnya dirinya mendapati pria asing berbadan kekar itu juga dalam keadaan polos dan bersiap untuk melancarkan tembakan .
Dengan sekuat tenaga Melati berusaha untuk benar-benar sadar dan mengumpulkan kekuatannya kembali untuk berontak.
"Tidak ..Lepaskan! Tolong!" teriak Melati yang mulai sadar dirinya berada di dalam kandang harimau. Sambil menarik apapun yang ada di dekatnya selimut ataupun sprei untuk menutupi tubuh polosnya.
__ADS_1
"Melepasmu ? Mana mungkin .Aku sudah membeli mu untuk malam ini.!" sahut lelaki itu
"Ini pasti ulah Leo." Melati berusaha mengingat akan apa yang telah terjadi tadi sore. Ingatan itu secepat kilat kembali melintas di kepala Melati .
"Lepaskan! Jangan! Tolong kasihanilah aku. " Melati kembali memohon dan memberontak dalam tangis ketakutan dan keterbatasan tenaganya
Tetapi lelaki kekar ini tidak sama dengan pria paruh baya kemarin yang akhirnya membiarkan Melati lepas.
Pria kekar itu tetap memaksa dan tidak memberi kesempatan Melati untuk lepas.
Tiba-tiba..."Arggh " Sebuah hantaman kursi tepat mengenai kepala Lelaki kekar itu dan membuatnya roboh seketika
Melati yang terkejut belum mampu berpikir cepat hanya bisa takjub melihat lelaki kekar itu jatuh tak berdaya.
"Mel ..ayo !" sebuah tangan menariknya untuk mengikuti dirinya.
Melati yang masih terlihat linglung karena masih dalam pengaruh obat. Membuat Christian akhirnya menggendongnya agar bisa secepatnya pergi dari rumah itu.
Tidak lama kemudian terdengar sirene polisi mengepung rumah mewah itu
Christian terus membawa Melati keluar dari rumah itu.
Sesampainya di depan pagar, polisi sudah berhasil membuka paksa dan akhirnya Christian berhasil menyelamatkan Melati.
"Ada di lantai dua pak!" Christian memberitahu polisi posisi terakhir lelaki kekar yang roboh tak sadarkan diri karena hantaman kursi.
Polisipun bergerak masuk dan mengamankan lelaki tersebut.
"Vell titip Melati ya " Christian memberi kode pada Velly bahwa saat ini tubuh Melati hanya ditutupi selimut .
"Oh okay . Serahkan padaku " sahut Velly paham dengan kode yang diberikan oleh Christian.
Christian pun akhirnya membawa Melati ke dalam mobil Velly.
"Okay Tian terima kasih banyak ya atas bantuannya.Tanpa bantuan mu entah apa yang terjadi. Melati akan benar-benar merasa hancur.." Velly mengulurkan tangan pada Christian
"Aku hanya melakukan bagian yang aku bisa Vel. Bagaimana mungkin aku membiarkan sesuatu buruk menimpa Melati." ucap Christian menerima uluran tangan Velly.
"Cepat urus Melati beri susu hangat sepertinya ia dibawah pengaruh obat." jelas Christian.
"Siap " Velly tersenyum bahagia.Masih ada orang sebaik Christian dan peduli pada sahabat itu
"Permisi ... Kami ingin meminta waktunya untuk memberi keterangan di kantor polisi "
"Oh baiklah pak"
"Vell aku ke kantor polisi bentar ya. Titip Melati dan anak-anaknya." ucap Christian.Lalu pergi meninggalkan Velly dan Melati
Velly hanya mengangguk dan tersenyum penuh arti
__ADS_1
"Andai Christian yang jadi suami kamu. Aku yakin Mel kamu adalah wanita yang paling beruntung dan bahagia di dunia ini." gumam Velly
.......................
Keesokan harinya di rumah Velly.
Melati kembali menangis setelah benar-benar sadar dengan apa yang terjadi semalam.
Tidak habis pikir olehnya Leo tega berbuat se-biadab itu. Dan semua hanya karena uang
"Mama....!" teriak Gea langsung memeluk mamanya
"Hmm mama nangis?" tanya Gea saat melihat mata Melati basah .
"Tidak sayang mama hanya baru bangun tidur." Melati tidak ingin membuat Gea khawatir.
"Yuk ma!" Gea menarik tangan Mamanya.
"Mau kemana?"
"Mau ke pantai! " sahut Gea sekenanya.
"Pantai?" Tangan Melati terus di tarik oleh Gea keluar kamar.
"Maksudnya ke pantai?'
"Pagi Mel" sapa Christian sambil tersenyum manis.
Melati terdiam terkejut melihat kedatangan Christian .Ia masih ingat cerita Velly semalam bila Christian yang menyelamatkan dirinya dari lelaki kekar itu.
"Tian .. terima kasih ya" ucap Melati.
Christian hanya tersenyum dan mengangguk "Sudah jadi kewajiban semua orang Mel menolong sesama yang membutuhkan pertolongan." ucap Christian.
'Yuk kita jalan-jalan ke pantai melupakan semua yang tidak perlu diingat." Christian pun menggendong Gea dan membawanya masuk mobil.
Gea pun tertawa bahagia bersama Christian.
"Ayoo Mel! " ajak Christian untuk mengikuti dirinya.
"Mama ayoo keburu siang!" teriak lantang Gea
Akhirnya seharian ini Melati, Gea dan Christian menghabiskan waktu bersama di pantai
Disana mereka saling kejar-kejaran dan memerciki air pantai.Mereka tertawa lepas seolah tidak ada lagi sesuatu yang harus ditangisi
......................................................
Yuk ikuti terus kisah Melati jika suka jangan lupa tinggalkan jejak tap favorit, like dan beri komen ya...
__ADS_1
Happy Reading.