
Hari ini Melati berada di toko sepeda.Melati telah berjanji kepada Gea bila nilainya bagus akan membelikan Gea sepeda mini.
Saat memilih-milih sepeda mata Melati tertuju pada sebuah sepeda lipat kesukaan Leo.Pikiran Melati langsung melayang pada kejadian beberapa waktu yang lalu
Saat itu setelah Gea hadir dalam hidup mereka. Melati menjadi lebih fokus kepada Gea. Dan menurut Leo waktu untuk dirinya berkurang .Sepanjang hari Leo uring-uringan.Bahkan justru bukannya membantu meringankan pekerjaannya dalam mengurus baby Gea justru makin menambah pikiran dan menguras tenaga Melati. Bagaimana tidak, seharian Melati sibuk mengurus Gea giliran Gea sudah tidur Melati ingin istirahat sejenak untuk menghilangkan penat sebentar saja ternyata tidak bisa. Karena ganti Leo yang bersikap layaknya seorang bayi .Melati harus dalam keadaan terjaga tidak boleh tidur sebelum dirinya tidur. Melati juga harus memijitinya dan tidak boleh tertidur..Bila sampai kedapatan tertidur pukulan di kepala, kata-kata cacian yang sangat tidak enak di dengar akan meluncur begitu lancarnya dari mulut Leo.
Melati hanya bisa menangis meratapi nasibnya.Rasa kantuk yang begitu beratnya harus ia halau jauh-jauh bila tidak ingin dipukul dan dihina.Hingga kepala Melati terasa sangatlah pusing karena harus menahan rasa kantuk yang menyerang.
Masa-masa berat itu kembali terbayang di pikirannya. Hanya tetes airnata yang setia menemaninya saat itu. Hingga suatu saat Leo sangat menginginkan sebuah sepeda lipat bagaikan anak kecil ia meminta untuk dibelikan sepeda tersebut. Hancur dan remuk perasaan Melati bila mengingatnya saat itu uang yang ada hanya cukup untuk makan tetapi Leo terus merengek menginginkan sepeda itu kalau tidak ia akan terus mencari gara-gara untuk menyiksa fisik dan batin Melati. Akhirnya dengan berat hati karena lelah dan cape hati menghadapi sikap Leo. Melatipun mengambil tabungannya yang seharusnya akan dipakainya untuk keperluan baby Gea.Tetapi karena sudah tidak kuat lagi menghadapi rengekan leo melatipun akhirnya menuruti keinginan Leo untuk membeli sepeda lipat impiannya.
Bagaikan seorang anak kecil yang baru saja dibelikan sepeda. Leo tidak sabar dan langsung menaiki sepedanya hingga sampai rumah tak ada ucapan terima kasih atau apapun bahkan peduli dengan Melati sedikit saja tidak ada. Leo tidak peduli bagaimana cara Melati pulang ke rumah ia sudah bahagia dengan sepedanya dan lupa akan keberadaan Melati.
Melati hanya bisa menarik napas dalam-dalam dan menangis dalam hati lelaki yang ia pilih sebagai suaminya ternyata tidak bisa ia jadikan patner dan sandaran dirinya justru makin mericuki hidupnya.
Terkadang muncul penyesalan dalam hati Melati. Impian menikah dan memiliki patner yang bisa ia jadikan patner dalam bertukar pikiran dalam mengarungi hidup ternyata hanyalah impian semata.
Suaminya ternyata belum cukup dewasa untuk dijadikan patner hidup. Bukannya mendapatkan seorang suami layaknya suami yang normal . Tetapi Melati justru merasa mendapatkan seorang anak tapi fisik dan penampilannya saja yang dewasa .
"Heii! Mel..." Christian menyentuh pundak Melati yabg terlihat sedang melamun.
"Oh... iyaaa!" jawab Melati gelagapan.
__ADS_1
" Yuk pulang!" ajak Christian.
"Lho sebentar Tian. Aku bayar dulu sepeda Gea!" Melati berjalan ke arah kasir toko sepeda.
"Mel!" Christian menarik tangan Melati dan membuat Melati menoleh padanya
"Ya.." sahut Melati singkat
"Sudah aku bayar.Ayo kita pulang tuh Gea sudah tidak sabaran mau naik sepeda. Aku sudah bikin janji dengan Gea besok pagi kami akan bersepeda bersama." jelas Christian.
"Lho mana bisa begitu Tian .. kan aku yang berjanji pada Gea untuk membelikan sepeda untuk Gea.Nih buat sepeda Gea" Melati menyodorkan beberapa lembar uang pada Christian.Yang langsung ditolak oleh Christian.
"Mama! Om Tian! ayooo sepedanya sudah diikat kuat nih! " ajak Gea dengan gembira.
"Yuk Mel! " ajak Christian.
"Tian ..makasih ya" ucap lirih Melati.
Christian hanya tersenyum "Yuk!' Lalu Christian melangkah menuju ke mobilnya.
""Ayooo om! Gea mau main sepeda. Janji ya om besok pagi temani Gea bersepeda." seru Gea dengan gembira.
__ADS_1
"Okay siap. Sekarang kita pulang yuk !"
"Hayukkk!" Lalu merekapun masuk ke dalam mobil.
Melati yang melihat semuanya hanya bisa menahan sakit di dadanya betapa tidak harusnya semua ini adakah tanggung jawab suaminya tapi kenyataannya ....
"Leo.... dimana kamu?... haruskah orang lain yang menggantikan posisimu? Kenapa kamu tidak bisa seperti yang lain selayaknya suami dan ayah sesungguhnya." tangis Melati dalam hati
"Ma ..ayoo!" panggil Gea tidak sabaran
"Mel ayoo!" lanjut Christian.
"Iya iya..." Melati setengah berlari menuju mobil dan kemudian mereka pun langsung meninggalkan toko sepeda dan menuju ke rumah Velly .
..........................................
Jangan lupa tinggalkan jejak ya tap like , favorit dan komen.
Ikuti terus kisah selanjutnya.
Happy Reading ❤️
__ADS_1