Haruskah Ganti Suami

Haruskah Ganti Suami
Mencurigakan


__ADS_3

Berkali-kali Melati mencoba menghubungi Zelo kembali tetapi tetap saja tidak berhasil.


Keningnya kini berkerut ada beberapa pertanyaan yang ingin ia tanyakan pada Zelo tetapi Zelo keburu menghilang.


"Kenapa Mel? Zelo masih tidak bisa dihubungi?" Velly menoleh sebentar ke arah Melati menyadari sahabatnya itu termenung menyimpan sesuatu di pikirannya.


"Iya nih heran padahal baru saja ia meneleponku tiba-tiba terputus, tetapi dihubungi kembali sudah tidak bisa.Nsds sibuk terus." ucap Melati masih dengan pikirannya yang meninggalkan teka teki baginya.


"Ada apa ya Vel? Kenapa Zelo sepertinya terkejut saat aku bilang Christian mengalami kecelakaan di daerah jembatan layang Ir Soekarno.' gemas Melati memikirkan pertanyaan dirinya yang belum dapat jawaban dari Zelo.


"Ya sudahlah Mel tidak usah terlalu dipikir.Entar kalau ia memang butuh kamu katanya tadi ia mau ngajak ketemuan empat mata kan? Nah aku yakin Zelo akan kembali menghubungi mu .Kita tunggu saja.Sekarang kita fokus saja dulu pada Christian." ajak Velly bijaksana


Melatipun menganggukkan kepalanya.


Saat ini di dalam isi kepalanya banyak sekali pertanyaan yang belum mendapatkan jawabannya.


"Yuk Mel kita turun dah sampai nih!" ajak Velly ketika melihat sahabatnya itu sedang melamun.


"Hah! Kita sudah sampai?"Melati melihat sekitar dan baru menyadari keberadaan saat ini.


'Yuk !" ajak Velly sekali lagi.


Lalu merekapun berjalan beriringan menuju ke bagian informasi untuk menanyakan keberadaan Christian.


Akhirnya setelah mereka mendapatkan informasi yang mereka cari. Melati dan Velly pun berjalan sambil berlari sesekali menoleh kanan kiri dan memperhatikan petunjuk arah yang ada di Rumah Sakit untuk mencari kamar operasi.


Setelah mereka menemukan ruangan yang mereka maksud merekapun saling pandang sesaat dan menunjuk ke arah ruang operasi. "Itu ruangannya!' Lalu mereka berlari menuju ruang operasi.


Sesampainya Melati dan Velly di depan ruang operasi mereka saling celingukan mencari petugas jaga.

__ADS_1


"Ada yang bisa dibantu?" suara berat terdengar dari arah belakang mereka.


Melati dan Velly pun menoleh ke arah asal suara. Tampaklah di hadapan mereka sosok lelaki bertubuh kekar dan tinggi .


"Maaf pak kami keluarga dari korban akibat kecelakaan tadi pagi di dekat jembatan layang " jelas Melati.


"Sebentar" Kemudian pria bertubuh kekar itupun meninggalkan mereka sebentar.


"Siapa dia?" bisik Velly sesaat ketika cowok kekar itu pergi.


Melati hanya menggeleng cepat. Sambil matanya masih menatap ke arah terakhir pria kekar tadi menghilang.


Tidak lama kemudian lelaki itu kembali lagi dan menyerahkan sekantong barang-barang korban yang berhasil dikumpulkan saat kecelakaan tadi.


"Ini barang-barang korban.Apakah benar ini barang-barang milik dari keluarga yang anda cari?"


Melati pun memeriksa beberapa barang yang diamankan benar dompet Tian, Kartu identitas dirinya dan jam tangan


"Iya ...iya Vell ... pak... betul ini barang milik Tian. Bagaimana keadaannya sekarang Pak?" Wajah Melati saat ini berubah tegang dan sedikit panik.


"Perkenalkan nanya saya Arya . Petugas polisi yang bertugas untuk mengurus korban kecelakaan tadi pagi. Boleh saya tahu mbak-mbak ini ada hubungannya apa dengan si korban?" selidik pak polisi


"Dia adikknya korban pak!" sahut Velly sambil menunjuk Melati.


Melati membelalakan matanya ke arah Velly. Velly pun dengan cueknya hanya menatap balik.


"Baiklah saudari----"


"Melati pak" jawab singkat Melati.

__ADS_1


"Saudari Melati tidak perlu khawatir kita doakan yang terbaik saja buat kakaknya. " hibur Pak Ryan.


"Pak apakah keadaan korban parah? Karena saya melihat bentukan mobilnya begitu ringsek" Velly akhirnya memberanikan diri untuk bertanya lebih jelas apa yang terjadi dengan Christian.


"Mobilnya memang terlihat parah tapi Alhamdulillah korban hanya mengalami patah tulang kaki, tangan dan bahu serta pelipis robek" Jelas Ryan aparat Polisi yang bertugas mendampingi dan mengurus korban hingga bertemu dengan keluarganya.


Melati bingung haruskah bersyukur dengan segala luka yang diderita Christian atau justru ngeri karena bisa dibayangkan betapa sakitnya mengalami beberapa patah tulang di tubuhnya.Tetapi setidaknya Christian selamat. Dan semoga cepat bisa berkumpul kembali.


"Sebenarnya kronologis kecelakaan tersebut bagaimana pak?" desak Velly.


"Menurut saksi mata yang berada di tempat kejadian bahwa mobil yang dikendarai korban berjalan pelan di tepi jalan seperti sedang mencari alamat atau mencari sesuatu. Tiba-tiba dari arah berlawanan meluncur sebuah minibus berwarna putih yang langsung menabrak mobil korban sehingga menimbulkan bunyi dentuman yang lumayan keras dan membuat kedua mobil ringsek."


"Keadaan minibus tersebut hancur juga kah? Lantas bagaimana dengan sopirnya? Dan maksud tiba-tiba menabrak itu bagaimana pak? Apakah minibus itu remnya blong?" tanya Velly beruntun.


"Hal itu masih kami selidiki bila semua sudah jelas nanti kami akan memberitahukan pada anda." jawab pak Ryan


"Sopir minibus nya bagaimana keadaannya sudah bisakah diminta keterangan?" tanya Melati menyelidik lebih lanjut


"Sopir minibus juga terluka tapi hanya lecet-lecet saja dan sekarang sudah ada di kantor polisi untuk dimintai keterangannya." jelas Arya.


"Baguslah kalau sudah ditangkap tolong usut tuntas ya pak.Kami tunggu laporannya." Velly pun berharap kasus kecelakaan yang sedikit aneh ini segera terungkap.


"Hmm memangnya Christian ada urusan apa atau mau kemana atau janji dengan siapa hingga ia berada di lokasi kejadian dengan berjalan pelan seperti sedang mencari atau menunggu sesuatu disitu." pikir Melati


"Dan mobil putih itu kenapa tiba-tiba datang dan langsung meluncur menabrak mobil Tian.Kalaupun rem blong biasanya sudah terlihat sebelumnya dengan berjalan zig zag karena sopir berusaha menghindari mobil-mobil lainnya " pikir Melati.


"Keluarga bapak Christian !" panggil suster perawat


Melati dan Velly pun saling pandang sesaat dan kompak mengatakan." Saya sus !".

__ADS_1


..................................,...................


__ADS_2