
Zelo terkapar karena hantaman botol minuman keras oleh pamannya sendiri. Saat ini Leo sudah berhasil di amankan oleh pihak yang berwenang.
Melati yang mendapat kabar tentang perbuatan Leo pada keponakannya yang paling dekat dengannya dan selalu membela dirinya tersebut tak habis pikir dibuatnya.
Dalam pikiran Melati begitu teganya Leo melukai satu-satunya orang yang masih percaya dan hormat padanya .
"Gila Leo benar-benar gila!' umpat Melati kesal.
Tiba-tiba ia merasakan lengannya disentuh seseorang.
Melati pun menoleh dan ternyata Christian sedang menatapnya serius.
"Pergilah Mel lihatlah keadaan Zelo kasihan dia masih terlalu muda terlibat kegilaan pamannya."ucap lirih Christian.
"Kamu gak apa-apa kan?" Melati memastikan keadaan Christian.
"Aku gak apa-apa kok. Tinggal pemulihan tangan dan kaki saja." jawab Christian berusaha menenangkan Melati.
"Ya sudah kami tinggal dulu ya Tian.Kita mau nengokin Zelo dulu kasihan dia sendiri. Pamannya gak waras?" pamit Velly.
"Okay kalian hati-hati di jalan ya" pesan Christian.
"Okay siap delapan enam komandan .Tenang saja Melati aman kok bersamaku." Velly terkekeh kemudian
"Ih apaan sih kamu Vel" Melati menepuk pundak Velly.
Christian tersenyum penuh arti. Kemudian berlalulah Velly dan Melati dari pandangan Christian.
"Masalah apa lagi yang dilakukan Leo. Semua harus cepat diselesaikan agar Melati tidak terus diusik oleh Leo." batin Christian.
"Sekarang waktunya aku menunjukan pada Melati keseriusan ku padanya. Secepatnya setelah status Melati berubah aku akan melamarnya." gumam Christian.
....................................................
"Zelo! Zelo kamu tidak apa-apa?" tanya Melati sesaat setelah sampai di ruang rawat Zelo.
__ADS_1
"Tante Mel?" Zelo terkejut dengan kedatangan Melati.
"Benar pamanmu yang membuatmu seperti ini?" tanya Velly penasaran.
"Iya.... om menolak saat aku ajak pulang lalu ...ya begitulah" jawab Zelo sambil menaikkan kedua bahunya.
Kedua tangan Velly mengepal keras geram dengan perilaku Leo yang tidak pernah berubah. Dalam keadaan mabuk maupun tidak ia tetap saja brengsek.
"Kamu harus secepatnya bercerai dengannya Mel kalau kamu mau umur panjang!" celetuk Velly yang disambut senggolan tangan Melati pada Velly.
Melati merasa kurang tepat waktunya membahas tentang permasalahannya di depan Zelo.
"Betul kata Tante Velly lebih baik secepatnya Tante Mel bercerai dari om Leo." Velly dan Melati pun spontan menatap penuh selidik ke arah Zelo.
Melati sempat terbengong"Apa aku tidak salah dengar? Bukannya kemarin-kemarin Zelo lah yang sangat vokal melarang dirinya menceraikan Leo." gumam Melati .
Velly memegang kening Zelo.
Zelo pun terkekeh.
"Serius kamu ingin paman kamu bercerai yakin?" tanya Velly kemudian.
"Kenapa tidak ... demi kebaikan semua." jawab singkat Zelo.
"Okay secepatnya kami akan urus kelengkapan berkas-berkas yang dibutuhkan pengadilan untuk mempercepat proses perceraian."sahut Velly.
"Semakin cepat semakin baik Tan!" ucap Zelo yakin.
"Tante Mel maafkan Zelo ya selama ini terlalu naif sehingga bisa dibohongi om Leo tentang apa yang terjadi sesungguhnya." lanjut Zelo memegang tangan Melati.
"Tidak sayang kamu tidak salah kok hati kamu terlalu baik jadi kamu gak kepikiran dengan jahatnya seseorang."sahut Melati.
"Selamat sore. Saudara Zelo?"
"Iya pak saya Zelo." Melihat polisi mendatangi dirinya Zelo sudah menduga akan diinterogasi tentang kejadian yang menimpa dirinya.
__ADS_1
Zelo pun menceritakan kejadian yang menimpa dirinya hingga ia terkapar pingsan dihantam botol bekas minuman keras.
"Baiklah pak kami akan laporkan ke kantor keterangan bapak tadi.Terima kasih banyak atas waktu dan kerjasama nya . Selamat---"belum selesai aparat polisi mengakhiri kalimatnya Zelo menyela menghentikan pembicaraan.
"Masih ada satu laporan lagi pak yang ingin saya sampaikan"
"Laporan apa ya?"
Melati dan Velly pun saling berpandangan "Ada laporan apalagi yang belum disampaikan Zelo" pikir Melati.
"Ini bukan tentang kejadian yang menimpa saya pak tetapi tentang kecelakaan yang terjadi di jalan IR Soekarno pak " lapor Zelo.
Mendengar kalimat itu darah Melati terasa mendesir ke ubun-ubun kepalanya.
"Kecelakaan di jalan IR Soekarno?? maksud kamu kecelakaan yang menimpa Christian?"tanya Velly meyakinkan diri.
Zelo mengangguk pelan.
"Maksud kamu----- aarggh tidak ! tidak mungkin!" Melati memukul kepalanya sendiri mencoba menghilangkan pikiran buruknya.
Velly kemudian mencoba menghalangi Melati menyakiti dirinya sendiri.
"Baiklah silakan bapak jelaskan informasi apa yang anda ketahui tentang kecelakaan itu" tanya bapak penyelidik.
Akhirnya Zelo pun menceritakan awal ia mencurigai hingga Leo mengakuinya sendiri bahwa dirinya adalah dalang dibalik kecelakaan yang menimpa Christian .
Zelo pun mempunyai bukti rekam suara yang berhasil ia rekam saat ia mencari kebenaran atas dugaannya tersebut dan Leo pun mengakui bahwa dirinyalah penyebab kecelakaan itu.
Leo memang berniat untuk menyingkirkan Christian karena bagi dirinya Christian adalah penghalang kembalinya istri dan anaknya dalam rumah tangganya.
Brukk
Melati jatuh terkulai lemas tiba-tiba pandangannya gelap dan hilang.
.................................................
__ADS_1