Haruskah Ganti Suami

Haruskah Ganti Suami
kehadiran Zelo


__ADS_3

"Mel ... kamu sudah tahu ya soal Leo?" kembali Christian berusaha mencaritahu kenyataan sebenarnya.


"Kami tahu saat menjenguk Zelo" Velly mencoba membela sahabatnya itu.


Christian menyatukan kedua alisnya sambil tetap memandang Velly dan Melati bergantian.


Ia mencoba mencari tahu apa sebenarnya yang terjadi.


"Leo itu kan nama papa... jadi papa yang berusaha mencelakai om Tian?" celetuk Gea dengan pemikiran polosnya.


"Papa celakai om Tian kok jahat banget sih Dante gak mau punya papa orang jahat !" jawab polos Dante.


Christian, Melati dan Velly saling berpandangan.


"Vell anak-anak tolong belikan makanan di kantin ya ada coklat juga disana" Christian memberi kode pada Velly untuk mengungsikan anak-anak terlebih dahulu saat ia membahas tentang Leo dengan Melati.


Walau Leo memang tidak baik tetapi Christian tidak ingin anak-anak membenci papanya bagaimanapun juga Leo tetaplah ayah dari Gea dan Dante.


Setelah sedikit perjuangan membujuk anak-anak untuk ikut membeli makanan di kantin akhirnya merekapun mau ikut Velly ke kantin asal dibelikan ice cream.


Melati tersenyum simpul melihat tingkah anak-anaknya walaupun ia sedikit sedih karena mereka mengetahui kejahatan ayah mereka.


"Mel... duduklah!" Christian mencoba memulai pembicaraan serius dengan Melati.


Melatipun menggeser kursi lalu duduk di dekat Christian.

__ADS_1


"Coba ceritakan apa saja yang kamu ketahui tentang kejadian yang tadi pak polisi sampaikan padaku. Aku sengaja tidak bertanya macam-macam karena anak-anak ada disini saat polisi memberitahukan soal Leo."


Melati sangat tahu sekali kebaikan hati seorang Christian walaupun tahu ada orang yang berniat mencelakainya tetapi masih saja ia menjaga harga diri orang tersebut dihadapan anak-anaknya.


Hal-hal seperti inilah yang membuat Melati trenyuh dan lumer dibuatnya Christian sosok laki-laki yang baik sifat perkataan dan perbuatannya bagi Melati saat ini tidak ada satu hal pun yang kurang dimatanya tentang Christian.


"Begitu bodohnya diriku kenapa dulu aku tidak melihat semua hal baik ini"gumamnya dalam hati tetapi ia sadar semua memang sudah ada garisnya.


Seandainya dulu ia sudah menyadari kebaikan Christian dan menikah dengannya Gea dan Dante tidak pernah ada di dunia ini.


Tanpa disadarinya ia memukul-mukul kepalanya tanda ingin menghapus bayangan konyol itu


"Mel stop! Ada apa?"Christian berusaha menahan tangan Melati agar tidak memukul-mukul kepalanya lagi.


"Mel!" kembali Christian membentak dengan nada tinggi berusaha menyadarkan Melati karena Christian hanya mampu menahan dengan satu tangan.


"Apapun yang terjadi please Mel jangan sakiti dirimu sendiri okay!' Christian sedikit marah karena ia paling tidak suka orang menyakiti diri sendiri.


"Ingat Mel sebelum kamu mencintai orang lain cintailah dirimu sendiri.Kasihanilah dirimu sendiri kalau kamu tidak mencintai dirimu sendiri bagaimana orang lain bisa mencintaimu!" omel Christian


Melati hanya bisa menunduk malu. Saat ini ia merasa Christian benar-benar sosok yang ia butuhkan laki-laki yang bisa membimbingnya menjadi pribadi yang lebih baik sekaligus figur ayah yang baik sebagai contoh teladan Dante yang sangat membutuhkan figur seorang laki-laki yang baik dan bertanggung jawab.


"Maaf Tian aku lost control" ucap lirih Melati


Christian pun mengangguk pelan dan tersenyum lembut .

__ADS_1


Deg


"Gila! Apa ini ? Kenapa perasaanku jadi aneh begini?" batin Melati mencoba meneliti apa yang dirasakan dirinya.


"Senyum itu kenapa bisa membuat jantungku berhenti sesaat" pikir Melati.


"Coba kamu ceritakan padaku apa yang kamu tahu tentang kecelakaan yang menimpaku dan katanya Leo penyebabnya."


Akhirnya Melatipun bercerita pada Christian bagaimana ia mengetahui kejadian itu.


"Benar om! Om Leo sendiri yang mengakui langsung tentang perbuatannya tersebut pada Zelo.Sesaat sebelum Zelo dihantam botol minuman." Melati dan Christian menoleh ke arah suara yang tiba-tiba muncul diantara mereka.


"Maafkan Zelo om... Tante.. selama ini meragukan cerita om dan Tante tentang om Leo" ucap Zelo.


"Sekarang Zelo tahu mana yang benar dan mana yang salah." Zelo pun menghampiri Christian dan Melati untuk meminta maaf.


Melati terkejut saat Zelo berlutut di kakinya.


"Heii Zelo bangun sayang jangan begini kamu tidak salah apa-apa!' Melati merasa tidak nyaman dengan perlakuan Zelo.


"Maafkan saya Tante ...maafkan om saya juga" Zelo menangis menyesal.


Melati menoleh ke arah Christian meminta bantuan.


"Zelo sudahlah om yakin suatu saat om kamu sadar akan semua dosa-dosa yang telah ia perbuat pada Tante kamu dan kita semua. Kamu tetaplah menjadi lilin yang mampu menerangi dan membimbing om kamu ke jalan yang benar jangan tinggalkan dan benci om kamu bagaimanapun juga dia tetaplah paman kamu dan om yakin dia juga menyanyangimu." hibur Christian.

__ADS_1


"Bangun Zelo kamu anak baik" Melati pun membimbing Zelo untuk berdiri lalu merekapun berpelukan.


......................................................


__ADS_2