Haruskah Ganti Suami

Haruskah Ganti Suami
Kecurigaan Christian


__ADS_3

Velly mencoba menghubungi salah satu tetangga Melati. Bertanya apakah melihat Melati dan suaminya di rumah mereka..Tetapi hasilnya nihil semua kemungkinan dimana Leo membawa Melati pergi pun tidak menunjukan hasil yang positip.


"Damn ! Awas kau Leo sampai terjadi sesuatu yang buruk pada Melati. Akan aku buat perhitungan nanti. Kesabaranku sudah habis menghadapi dirimu.Melati mungkin bisa tapi tidak denganku" geram Velly sambil menyusuri jalanan mencari keberadaan Melati


Teringat akan kedua malaikat kecil Melati, Velly pun menghubungi Rianti.


"Hallo Rianti, ini Velly . Bagaimana Gea dan Dante? Tolong jangan sampai Gea tahu kalau mamanya diculik papanya okay! Kasihan dia masih kecil belum waktunya berpikir berat nanti Gea sedih lagi kepikiran lagi tentang mamanya. Dan aku yakin Melati juga tidak mau Gea mengetahui apa yang sebenarnya terjadi.Biarkan dia berada di dunianya bermain bahagia." pesan Velly.


"Siap Kak Velly.Nanti kalau Gea tanya saya akan menjawab sedang tugas di luar." jawab Rianti


"Okay sip Terima kasih ya" Lalu hubungan telepon terputus.


Velly kembali menyusuri jalan untuk mencari Leo dan Melati.


.....................


Sepeninggal Leo. Melati terduduk menangis dalam ketakutan dan kekecewaan yang sangat pada Suaminya.


Tidak pernah terpikir sedikitpun dalam pikiran Melati Leo akan berbuat jahat seperti ini padanya.


Melati sudah berusaha menjadi istri yang baik dan berbakti. Tetap menghormati suaminya walau tidak bisa disebut sebagai suami juga karena selama berumah tangga Leo sama sekali tidak berfungsi sebagai suami dan ayah pada umumnya.


Dalam diam dan tangisan pilunya. Hati Melati masih saja berharap suatu keajaiban akan membuat suaminya berubah dan sadar akan tanggung jawabnya sebagai kepala rumah tangga.


Tetapi sejak kejadian Leo membawa masuk wanita bayaran ke rumah. Hilang sudah semua respek dan harapannya pada Leo. Dan ini ... puncak dari segala kekecewaan dan kesakitan dirinya akibat ulah Leo yang biadab


Istri mana yang tidak hancur sehancur-hacurnya mengetahui bahwa ia dijual pada lelaki hidung belang oleh suaminya sendiri.


Melati hanya bisa menangis dan gemetar ketakutan. Menyadari bahwa dirinya tidak lagi berharga di mata suaminya.Sehingga Leo dengan entengnya demi uang menyerahkan begitu saja istrinya untuk ditiduri pria lain.


"Brengsek ! Bajingan kau Leo ! Kamu jahatt! " teriak Melati meluapkan amarah dan kekecewaannya.


Tiba-tiba ada tarikan paksa pada Melati "Ayo ikut aku! Kamu milikku sekarang! Percuma kamu tangisi. Dia telah menjual kamu padaku.


"Tidak! Tidak... aku tidak mau! Lepaskan!" jerit tangis Melati berusaha melepaskan diri dari pelukan pria paruh baya itu..


Pria itu tidak memperdulikan teriakan dan jeritan pilu penolakan yang dilakukan oleh Melati.


"Lepaskan!"


"Mana mungkin aku melepaskanmu. Aku sudah membayarmu lunas.!" seru pria separuh baya tersebut.


Lalu menggendong paksa Melati dan membawanya ke dalam kamarnya lalu menguncinya.


"Tidak! Lepaskan! Tolong lepaskan aku! " teriak pilu Melati sambil membuat pertahanan pada tubuhnya agar tidak terjamah oleh pria tak dikenalnya itu.


Pria itu tidak peduli dengan tangisan memohon pilu Melati. Ia membuka kancing bajunya dan celana panjang nya. Lalu mendekati Melati yang meringkuk ketakutan di pojokan.


Pria itu terus menghampiri Melati dan berusaha untuk menciumnya.Melati terus memberontak dan menahan tubuh pria itu agar tidak mendekat.


Tiba-tiba tamparan keras dan terasa panas mampir di pipi Melati.


"Aku bilang kamu milik aku sekarang! Aku sudah membayarmu LUNAS. Aku kira kamu profesional ternyata ---"


"Tolong pak! Lepaskan saya! Saya bukan wanita yang bapak cari. Lepaskan saya pak! Lepaskan saya pak! Anak-anak saya saat ini sedang menunggu saya pulang.Mereka masih kecil-kecil." Melati memohon belas kasihan .


"Tidak bisa! Enak saja... melepasmu kau bilang ! Kamu hak milik aku sekarang! " Pria itu terus berusaha mendekat dan mencoba memberi tanda merah di tubuh Melati. Tangannya sudah bergerilya keseluruh tubuh Melati.


"Jangan pak ! Kasihanilah saya." tangis dan rengek Melati sambil terus mempertahankan diri.


"Sial! Wanita sial!" Pria paruh baya itu terus mengutuki Melati .


"Okay aku lepaskan kamu dengan satu syarat. Tapi bila kamu tidak bisa memenuhinya maka kamu harus tidur dengan aku tanpa ada penolakan lagi. Kamu harus melayaniku sampai puas bagaimana?" Merasa kesal karena hasratnya tidak dapat tersalurkan dengan baik.


"Apa syaratnya pak! " Mata Melati langsung berbinar-binar mendengar ada celah untuk dirinya lepas dari genggaman pria paruh baya ini.


"Kembalikan uang saya ditambah dendanya saat ini juga. Karena kamu sudah mengecewakan!" Pria itu berpikir bahwa melati akan menyerah karena tidak mungkin mengembalikan uang tersebut saat ini juga.


"Berapa totalnya?" tantang Melati.


"Aku bayar pada Leo dua juta ditambah uang denda satu juta jadi total yang harus kamu kembalikan padaku saat ini jugs tiga juta rupiah. Bagaimana ?? Sanggup,?" Ada nada mencibir dari senyum pria itu.


"Okay aku siapkan duitnya. Boleh pinjam hapenya.?" ucap Melati sambil menyeka air matanya.


Pria itu terdiam. Menatap lekat wajah Melati. Sebenarnya ia hanya menggertak saja .Tetapi...."Okay lah aku untung satu juta. Aku bisa pilih cewek lainnya lagi yang profesional" gumam pria itu.


Lalu pria itu memberikan ponselnya pada Melati.


Melatipun merasa lega akhirnya bisa lepas dari genggaman pria hidung belang itu .


Melati menelepon Velly untuk membawakannya uang sebesar tiga juta ke alamat yang ia sebutkan .


Tanpa banyak tanya Velly langsung menyanggupi permintaan Melati. Ia yakin ada sesuatu yang sangat mendesak hingga Melati meminta sesuatu tanpa menjelaskan apapun.


"Kamu sekarang ada dimana? " tanya Velly.


"Di alamat yang sama.dengan pengantaran uang." sahut Melati singkat.


"Okay tunggu ya aku segera meluncur kesana "jawab Velly


Tidak berapa lama akhirnya Velly muncul juga sambil membawa uang sebesar tiga juta rupiah sesuai yang diminta oleh pria paruh baya tersebut.


Setelah menyerahkan uang tersebut. Akhirnya Melati pun langsung bergegas pergi bersama Velly.


Di perjalanan menuju Sanggar Kirana. Dengan tubuh masih bergetar serta sisa-sisa perasaan takut yang tadi menyelimuti dirinya . Melati menceritakan semuanya pada Velly.

__ADS_1


"Gila! Leo benar-benar Gila Mel! Menurut aku lebih baik kamu segera bercerai saja dengan dia." ungkap perasaan kesal Velly.


"Tidak mungkin Vell bagaimana pun juga Leo papanya Gea dan Dante." ucap Melati


"Papa?? Papa kamu bilang?? Pernah kah ia peduli dan bertanggung jawab pada Gea dan Dante? Sekali saja. Pernah?" tanya Velly keki dengan sikap sabar dan pemaaf Melati.


Melati hanya terdiam.


'Awas kamu Leo kalau sampai aku bertemu kamu. Habis kamu.!" geram Velly pada sikap Leo.


.............................................


Sudah dua hari ini Melati ijin tidak masuk. Dirinya masih syok bila mengingat kejadian itu


Tatapan liar penuh nafsu dan usaha gigih untuk menaklukkan. dirinya adalah sebuah mimpi buruk tersendiri bagi dirinya.


"Hallo Om Tian.... selamat pagi." terdengar suara Gea menyambut kedatangan Christian.


"Hai Gea ... selamat pagi cantik. Kamu gak berlatih tari? Hari ini ada kelas kecil kan?" tanya Christian.


Gea langsung menunduk."Mama masih sakit om"


"Okay ... okay sayang. Tidak apa-apa. Mama kamu mana?" Christian menyebar pandangan matanya ke seluruh ruangan.


"Sebentar Om. Gea panggilkan mama."


"Oh ya Gea nih ada sedikit oleh-oleh buat kamu sama mama. Adek kamu belum bisa makan kue kan?" tanya Christian.


"Terima kasih. Belum om.. dedek Dante cuma minum susu .Belum boleh makan seperti kita. Kata mama ususnya dedek Dante masih kecil belum bisa makan yang besar dan keras." jelas Gea.


"Hebat ih Gea. Nanti kalau sudah besar Gea jadi dokter ya" pesan Christian.


Gea mengangguk yakin."Biar bisa nyembuhin mama dan Dante kalau sakit. Sembuhin Om Tian juga." sahut Gea dengan penuh semangat.


"Anak pintar!" ucap Tian sambil membelai rambut Gea.


Mendengar suara ribut-ribut yang berasal dari ruang depan. Melati pun berjalan ke ruang depan untuk mencari tahu apa yang terjadi.


"Tian??" Melati terkejut dengan kedatangan Christian.


"Kok kamu tahu rumah a---" Melati tidak meneruskan kalimatnya yang terdengar konyol.


"Tentu saja Christian tahu lah dia kan bos aku. Data diri aku kan ada di dia." gumam Melati.


"Bagaimana keadaan kamu?"


"Wahhh enak nih! Mamaaaa.... om Tian bawa kue brownies!" Gea sangat senang sekali saat membuka oleh-oleh dari om Tian .


Melati tersipu malu. Melihat sikap Gea seperti jarang dibelikan sesuatu .


"Iya ma ..." Gea menghampiri mama nya sambil mulut dan tangannya berlepotan coklat.


"Aduh Gea..." Melati terkejut melihatnya sekaligus malu pada Christian.


"Bentar ya Tian....aku bersihkan Gea dulu " Lalu Melati mengajak Gea cuci tangan.


Christian melihat sekeliling ruangan " Ada yang aneh. Tapi apa ya?'" batin Christian.


"Oh ya Mel suami kamu kerja dimana.?" tanya Christian.


Melati diam. Bingung harus menjawab apa. Tiba-tiba terdengar tangisan Dante yang menggema.


"Iya sayang sebentar ya.... sabar ...mama masih nyuci tangan kakak Gea. Tunggu ya!" sahut Melati menjawab tangisan Dante.


Christian hanya diam memandang dan mengamati kesibukan Melati mengurus kedua balitanya. Ingin rasanya ikut membantu meringankan pekerjaan Melati tetapi ia masih tahu diri. Melati wanita bersuami.


"Oh okay Mel. Lanjutkan kesibukanmu dengan anak-anak kamu. Aku mau lanjut ke Sanggar dulu. Maaf ya mengganggu pagi mu" pamit Christian.


"Tidak apa-apa Tian.Maaf ya aku tidak bisa menemani ngobrol. Anak-anak aku-----"


"Tidak usah sungkan Mel kita ini teman lama. Ok besok kamu masuk kerja kan?" tanya Christian.


"Iya Tian besok aku masuk kok."


"Okay sampai bertemu besok di Sanggar ya." ucap Tian.


Melati pun mengangguk tersenyum.


...........................................


Keesokan harinya. Di Sanggar Kirana.


Entah kenapa sejak pulang dari rumah Melati. Pikiran Christian selalu teringat Melati. Ada sesuatu yang misterius bagi Christian.


Ia merasa Melati sedang menyembunyikan sesuatu dibalik senyumannya.


"Permisi pak Tian ... "


"Oh hey Rianti .. .. ada apa ya? "tanya Tian terkejut tiba-tiba ada Rianti di hadapannya.


"Maaf pak .. tadi saya sudah mengetuk pintu tapi bapak tidak mendengar.


"Ohhh iya iya tidak apa-apa."


"Ini pak minta tanda tangannya untuk perjanjian dengan sekolah Tunas Bangsa." ucap Rianti sambil menyerahkan proposal pada Christian.

__ADS_1


Setelah selesai menandatangani beberapa kontrak persetujuan. Christian pun bertanya pada Rianti. "Melati belum masuk kerja hari ini? Tadi saya lihat di ruangannya kosong ."


"Masuk pak. Tapi tadi pagi Melati ada kelas, jadi tidak ada di ruangannya." jelas Rianti.


"Oh begitu. Okay terima kasih.Kamu boleh keluar "


"Hmm Melati.... apa sebenarnya yang sedang kamu sembunyikan?Sejak masa kuliah hingga sekarang kamu memang jagonya menyembunyikan perasaan. " batin Tian.


Christian pun keluar dari ruangannya.Kenudian ia menuju ke ruangan Melati sambil menanyakan tentang perkembangan proposal sekolah Cita Hati.


Christian mengetuk pintu beberapa kali tetapi Melati hanya diam. Kemudian Christian pun masuk ruangan Melati.


"Mel ... Melati..." panggil Tian.


"Hmm...."


Melati hanya diam membisu tak bergeming. Bahkan Melati tidak menyadari kehadiran Christian di hadapannya.


Christian melihat ada pancaran kesedihan dimata Melati .


Kemudian Christian pun memutuskan untuk ke ruangan Gea saja. Sambil mencari info apa ada sesuatu yang membuat Melati bersedih


...................................


"Permisi anak cantik.." sapa Christian.


"Hai om Tian! Dante ...lihat ada om Tian!"


"Pagi Dante .. sudah pada sarapan semua ya?" tanya Christian.


"Sudah om baru saja." tunjuk Gea pada tepak makan Gea yabg sudah kosong.


Christian mengerutkan keningnya.


" Lho kamu gak sarapan di rumah.? "


Gea langsung menggelengkan kepalanya.


"Kenapa sayang?"


"Kenapa gak sarapan di rumah?"


"Mama juga sarapan disini kok om. Memangnya tidak boleh ya om sarapan disini?" tanya Gea sedikit takut.


Tian semakin mengerutkan keningnya.


"Oh bukan begitu maksud om. Kalau Gea dan mama Melati sarapan disini.Yang menemani papa Gea sarapan siapa? Kasihan kan papa makan sendiri ?" pancing Christian.


"Papa selalu makan sendiri. Tidak pernah makan bersama kami." sahut Gea polos.


"Nah lho kenapa? "


"Sudahlah om Gea tidak suka omongin papa." tersirat kesedihan dan luka di mata Gea .


Christian masih berusaha menduga-duga.


"Papa tidak sayang Gea, Adek Dante dan Mama.".


Christian terkejut dengan ungkapan polos Gea ternyata Melati menyimpan kisah sedih dalam Rumah tangganya.


"Papa sering menghukum mama padahal mama tidak salah. Kasihan mama !" celetuk Gea.


Christian menatap lekat Gea


"Gea benci papa.!:" .Lalu Gea menangis.


"Ternyata Melati sangat pintar menyembunyikan perasaannya dibalik bibirnya yang selalu tersenyum ternyata ada luka dan derita yang dirasakan nya." batin Christian.


Christian merasa sedih laliu memeluk Gea.


"Om Tian Tidak tahu sih, Gea sedih sekali waktu papa menghukum mama disini Sampai mama pingsan terus kak Rianti yang menelpon Ambulan"


"Ha,! Papa kamu menghukum mama kamu disini? Di sanggar,? "


"Iya om. mama sampai pingsan " ucap Gea polos


Kini Christian yang terdiam. "Kenapa tidak ada yang memberitahu aku tentang hal ini." batin Christian sedih.


"Okay Gea .Kamu temani adik Dante dulu ya. Om mau kerja lagi ntar kita cerita-cerita lagi kita sahabat kan?" pesan Christian.


"Baik Om!"


Christian tersenyum pada Gea .Lalu Christian pun meninggalkan ruang yang dipergunakan oleh anak-anak Melati beristirahat.


Christian menuju ke ruangannya dengan wajah tidak enak.Karena tidak ada satupun yang memberitahu dirinya tentang kejadian buruk yang terjadi di Sanggarnya.


"Rianti ! Ke ruangan saya ! "


"Baik pak!" .


"Waduh ada apa ini,?" pikir Rianti gusar


Setelah Rianti masuk ke ruangan Christian.


Rianti diberondong berbagai pertanyaan tentang kejadian yang membuat Melati pingsan dan dibawa ke Rumah Sakit

__ADS_1


.........................................


__ADS_2