Haruskah Ganti Suami

Haruskah Ganti Suami
Biang onar


__ADS_3

Mendengar ada keributan di teras. Melati pun bangun dan membuka pintu kamar


"Ada apa sih kok berisik" batin Melati.


Dengan rasa penasarannya Melati pun melangkah cepat menuju ke teras rumah.


Baru satu kaki saja yang memasuki teras. Tiba-tiba "Nah akhirnya muncul juga!" teriak Leo saat melihat Melati berjalan ke teras


Betapa terkejutnya Melati saat melihat di halaman depan tampak Leo dan Zelo berdiri dengan wajah gusar..


"Mel ! Pulang ! Rumah kamu bukan disini kamu punya rumah sendiri!Bawa anak-anak pulang ! " perintah Leo.


Melati terdiam syok melihat kedatangan Leo di rumah Velly.


"Anak-anak makin kurang ajar sejak tinggal disini! Tidak menghargai orang tua.!" sungut Leo.


Velly yang dari tadi sudah panas dengan perkataan-perkataan pedas Leo langsung pasang badan untuk Melati.


Melihat Velly sudah terbakar amarah Christian mencoba untuk mengalihkannya.


"Maaf kalau saya ikut campur sekarang sudah malam semua sudah lelah biarkan Melati dan anak-anaknya tinggal disini terutama anak-anak mereka bisa trauma bila dipaksa pindah tiba-tiba seperti ini. Aku harap kamu bisa memakluminya." ucap Christian berusaha meredam suasana.


"Apa kamu bilang? Biarkan mereka disini? Gila ! Membiarkan istri dan anak-anak ku disini itu berarti sama dengan membiarkan mereka dekat dengan kamu dan menjauhkanku dengan anak-anak." sahut Leo.


"Om sudah om biarkan mereka disini dulu. Nanti biar Zelo yang atur dan bicarakan lagi dengan Tante." bisik Zelo mencoba menenangkan.


"Oh ya? Tolong dicatat ya! Bukan kami yang menjauhkan kamu dengan istri dan anak-anakmu tetapi perbuatan kamu sendiri yang membuat mereka jauh dari kamu!' protes Velly.


"Sudah ..sudah ! Stop! Leo....aku mohon hargai Velly dia sudah bersedia direpotkan oleh kami karena kekejaman kamu! " seru Melati menahan Isak tangisnya.


"Aku?" Leo menunjuk dirinya sendiri.


"Iya kamu! Tahu gak kamu anak-anak terutama Gea mengalami trauma hebat gara-gara kamu." lanjut Melati.


"Aku?" Kembali Leo menunjuk dirinya.

__ADS_1


"Ya kamu! Gak ngerasa ya ..bagus!" Velly bertepuk tangan keras untuk menyadarkan Leo.


"Bangun woi !! Jangan mimpi terus dan pura-pura lupa dengan dosa-dosa yang diperbuat." Velly menjentikkan jarinya di depan wajah Leo.


"Sudahlah om yuk kita pulang!" ajak Zelo


"Pulang katamu?Enak saja aku baru pulang kalau anak dan istriku pun ikut denganku!" ucap kekeh Leo.


"Om sudahlah. Percaya Zelo kita pulang dulu biarkan Tante dan anak-anak disini dulu." Zelo berusaha membujuk pamannya yang keras kepala.dan kekeh ingin membawa pulang anak istri bersamanya.


"Tidak Zelo ! Aku gak mau istri aku diambil oleh nya,!" tunjuk Leo ke arah Christian.


"Dasar pemabuk! Aku yakin dia lagi mabuk!" celetuk Velly.


"Hei siapa yang mabuk? Siapa? Asal ya jaga itu mulut kalau enggak-----"


"Om cukup! Ayoo kita pulang!" Zelo menarik tangan Leo.


"Cepat Zelo bawa paman kamu pulang.Kalau tidak aku akan panggilkan petugas keamanan komplek karena menggangu ketentraman kompleks." sahut sinis Velly.


"Aku gak mau pulang! Sebelum dia menjauh dari istri aku!" tunjuk Leo pada Christian.


Zelo menatap Christian tajam penuh makna.


Christian pun menghela napas lalu menoleh ke arah Melati " Aku balik dulu Mel biar kamu dan anak-anak bisa istirahat " bisik Christian berpamitan.


"Terima kasih Tian"


"Baik-baik ya,! Vell titip Melati dan anak-anak" pamit Leo pada Velly.


Velly pun mengangguk


"Jangan khawatir mereka aman bersamaku" sahut Velly.


Kemudian Christian pun meninggalkan rumah Velly.

__ADS_1


"Nah! Tian sudah pulang, kenapa kamu masih disitu?!" sindir sinis Velly.


"Ayoo om kita pulang!" ajak Zelo.


Melati tanpa pamit langsung masuk ke dalam rumah tanpa menoleh ke belakang lagi


"Mel!" panggil Leo.


"Sudah om ayoo kita pulang sudah malam" Zelo menarik paksa tangan Leo.dan menyuruhnya masuk ke dalam mobil lalu segera melajukan mobilnya meninggalkan rumah Velly.


"Huft ... akhirnya" seru Velly menarik napas dan mengeluarkannya kembali


"Dasar brengsek tukang bikin onar dan masalah!" gerutu Velly.lalu menutup pintu rumahnya.


"Vell!! Gea hilang!Gea..!!Gea!! Dimana kamu nak" teriak Melati panik sambil berlarian mencari Gea ke seluruh ruangan.


..............................


Terima kasih ya sudah menjadi pembaca setia Melati.


Jangan lupa tinggalkan jejak ya tap like favorit dan bagi hadiah juga boleh kalau masih ada vote boleh dong dibagi buat Melati.


Sambil tunggu up kalian bisa mampir ke karya teman aku


Olivia, seorang gadis yang dianugerahi kesempurnaan dalam hidup, memiliki paras cantik, tubuh seksi dan juga gelimangan harta. Bahkan dia pun tak pernah kekurangan kasih sayang dari orang tuanya hingga apa yang dia inginkan selalu bisa didapat.


Namun, takdir mempertemukannya dengan seorang pemuda sederhana yang menjadi obsesinya, hingga Olivia berbuat segala hal untuk mendapatkan pemuda tersebut.


Azam, pemilik kedai kecil yang setiap hari diganggu oleh kehadiran gadis yang baru sekali ditemuinya secara tak sengaja, dan membuat pemuda itu muak. Dia selalu mengacuhkan dan berusaha mengusir gadis tersebut.


Namun, sebuah kejadian mengharuskannya menikah dengan si gadis yang terus mengganggunya. Akankah rumah tangga mereka bisa bertahan?



Happy Reading

__ADS_1


__ADS_2