Haruskah Ganti Suami

Haruskah Ganti Suami
Sadar


__ADS_3

"Mama!" Dante muncul dari balik pepohonan berlarian kecil menuju ke Melati.


"Dante!" Melati pun setengah berlari menyongsong anak nya diikuti Gea dan Christian.


""Dante kamu baik-baik saja kan ?"


"Baik ma! Dante baik kok !" jawab singkat Dante.


"Dante! Kamu kemana sih kok gak pamit kakak! Jangan tinggalkan kak Gea! Kakak khawatir tahu.!" Lalu adik kakak itupun saling berpelukan.


"Maaf kak Dante bukannya pergi tapi---" Dante terlihat takut-takut untuk mengatakan yang sebenarnya.


"Tante Velly dan Kak Gea panik tadi mencarimu. Mama dan om Tian juga khawatir waktu tahu kamu hilang" Christian memegang pundak Dante sambil menjelaskan apa yang terjadi tadi saat mengetahui bahwa Dante menghilang.


"Hei kamu jangan sok sok an jadi pahlawan ya! Dia itu anak aku bukan anak kamu gak usah sok-sokan peduli." hardik Leo saat melihat Christian mulai mendekati Dante


"Lebih baik sok-sokan jadi pahlawan daripada sok-sokan jadi penjahat.Benar kata kamu Dante bukan anak aku, tapi dia menganggapku sebagai ayahnya . Daripada kamu... ayahnya tapi sayang dia tidak pernah menganggap dirimu sebagai ayahnya.Tapi penjahat yang harus ditakuti." Kalimat tajam yang dilontarkan Christian menyulut api kemarahan dalam hati Leo.


Bug


Bug


Bug


"Leo hentikan!" jerit Melati.

__ADS_1


"Om Leo cukup!" Zelo berusaha memisahkan Leo yang terus menerus menghujani Christian dengan pukulan-pukulan membabi-butanya.


""Leoooo hentikan! Kamu gila Leo!" Melati kembali menjerit dan menangis melihat sikap bar bar Leo.


Velly dan Zelo mencoba memisahkan mereka berdua.


Dante dan Gea yang melihat Papanya bersikap bar bar pada Christian saling berpelukan dan menutup kedua mata mereka.


Dante dan Gea pun menangis. "Jangan pukul om Tian ...pa jangan pukul om Tian" ucap lirih Gea dalam ketakutannya.


Setelah Leo berhasil dipisahkan dan mungkin sudah kelelahan menghajar Christian.Zelo langsung membawa Leo pulang dan meninggalkan rumah Velly.


"Awas kamu ya aku lihat kamu masih berani dekat anak istri aku mati kau!'' ancam Leo.


"Cukup Leo! Kamu sudah keterlaluan! Siapa yang kamu sebut anak istri kamu hah!" Melati melotot ke arah Leo.


Melati merasa saat ini puncak dari semua toxic dan kegilaan Leo yang tidak dapat ia maafkan lagi.


Bagi Melati cukup sudah segala kebaikan dia selama ini dan Leo tidak pernah memanfaatkan dengan benar kebaikan hatinya itu yang masih berharap ia akan berubah.


Bukannya berubah tetapi Leo tetap saja mengecewakan dan bersikap seenaknya.Serta selalu berbau kekerasan.


Bukan hanya kekerasan fisik saja yang biasa Leo perlihatkan tetapi juga seringkali kekerasan verbal pun Leo perlihatkan bukan hanya sekali atau sesekali tetapi hampir setiap kali mereka bertemu kekerasan verbal itu dilakukan oleh Leo.


Ya.... saat ini saatnya untuk mengakhiri semua toxic yang disebabkan oleh Leo.

__ADS_1


Melati sudah siap untuk bercerai tidak ada lagi harapan tidak ada lagi yang ditunggu Leo tidak akan pernah berubah.


"Mell ....apa kamu bilang?" Leo terkejut dengan kalimat terakhir yang terucap dari bibir Melati


"Tidak Mel ... aku tidak mau bercerai denganmu!" Leo memohon.


"Pergi Leo ... Keluar!" teriak Melati.


"Tidak Mel ...tidak! Aku mencintaimu Mel!" seru Leo.


"Cinta?... Cinta katamu? Cinta... tapi membawa wanita lain ke rumah dan menidurinya? Cinta... tega menjual istri sendiri demi uang ratusan ribu? Gila ! Kamu benar-benar gila! Pergi kataku aku tidak mau melihat kamu lagi apalagi mendekati Gea dan Dante dengar itu Leo. Sampai kamu berani mendekati mereka dan menyakitinya kamu akan berhadapan langsung denganku." ancam Melati.


"Dan denganku" sahut Christian yang tiba-tiba sudah berdiri di sebelah Melati dengan luka-luka memar akibat pukulan bar bar Leo.


"Dengan aku juga!" Velly pun telah berada disebelah Melati siap untuk mendukung keputusan sahabatnya itu.


Bagi Velly, sahabatnya itu sudah saatnya mengakhiri semua kepahitan hidupnya dan menyongsong kebahagiaan nya sendiri demi masa depannya dan masa depan anak-anaknya.


"Tapi Mel ! Aku gak mau..." Leo kembali memohon.


"Om ayo om kita pergi dulu sekarang!" ajak Zelo.


"Pergi Leo .... pergi!!" jerit Melati penuh emosi.


Hilang sudah kesabaran Melati selama ini menghadapi sikap toxic Leo.

__ADS_1


........................................................


__ADS_2