
Setelah semua aktivitas rutin yang ia jalani. Segala kesibukan dalam pekerjaannya di Sanggar hingga menemani si kecil bermain hingga tertidur.
Kini Melati kembali merenungi semua yang telah terjadi dalam hidupnya.
Kehidupan rumah tangga yang dulu ia impikan tidak berjalan dengan baik.Leo yang dulu ia kenal sebagai pribadi yang hangat. Sejak mereka menikah berubah menjadi sosok lelaki dingin, ringan tangan dan kejam.
Bahkan tega menggores harga dirinya sebagai seorang istri.
Ada perasaan yang sangat menyakitkan hati bila mengingat semua perlakuan Leo.
Yang sering membuat dirinya menangis justru karena kedua anaknya terutama Gea telah mengalami trauma dengan kehadiran papanya.
Saat ini Gea benar-benar menolak kehadiran papanya. Ia trauma karena melihat sendiri kekerasan papanya terhadap mamanya. Kini Gea lebih dekat dengan Christian bahkan hampir semua yang ia alami Gea selalu menceritakannya pada Christian.
Setiap bersama Christian wajah Gea selalu memancarkan kebahagiaan. Begitu juga dengan Dante selalu tertawa girang bila bersama Christian.
Tok....tok....tok
"Mel... kamu di dalam?'" tanya Velly.
"Iya Vel bentar ya" Melati berjalan menuju pintu kamarnya.
"Hai Vell masuk yuk!" ajak Melati.
"Anak-anak tidur Mel?" Velly masuk ke kamar dan menengok dua malaikat kecil Melati yang telah tertidur lelap.
"Wow anak-anak yang menggemaskan.Tuh pipi Dante gemesin...jadi pengen cubit" greget Velly melihat Dante.
"Gea sekarang juga semakin pintar ya bakat menarinya sudah mulai terlihat. Selamat ya bakat kamu menurun ke Gea. Semoga sukses selalu menyertai kalian semua." ucap Velly.
"Amin...amin." sahut Melati tersenyum bangga.
"Mel kita ngobrol di luar yuk! Kasihan ntar ganggu tidur pulasnya mereka." tunjuk ke arah Gea dan Dante.
"Okay yuk" Melati membetulkan selimut Gea terlebih dahulu lalu mengikuti Velly.
"Mel.. kita ke cafe yuk lagi pengen jus alpukat nih !" ajak Velly.
Melati terlihat ragu .
"Anak-anak ada Bi Tari gak usah khawatir." Velly mencoba meyakinkan Melati agar tidak usah terlalu menghawatirkan anak-anaknya.Agar Melati juga punya waktu untuk dirinya.
"Sebentar saja Mel... Cafe dekat-dekat sin" Kembali Velly berusaha merayu Melati.
"Hmm baiklah yuk!'
Velly tersenyum samar "Lega rasanya bisa membuat Melati akhirnya mau diajak untuk meluangkan waktu untuk dirinya bersantai.
...............................................
__ADS_1
Sesampainya di Cafe.
"Wahh Cafe ini rame juga ya ..." Melati menoleh ke kanan ke kiri melihat sekitar.
"Kalau weekend lebih rame lagi.Ini belum seberapa Mel" jelas Velly.
"Kamu mau minum apa?" Velly fokus dengan menu-menu makanan dan minuman yang tertera di daftar menu.
"jus dan roti bakar saja" sahut Melati.
Setelah mereka selesai dengan pesanan mereka. Velly mencoba membuka pembicaraan.
"Bagaimana dengan pekerjaan kamu?" tanya Velly
"Baik! semua baik-baik saja." jawab Melati sambil melemparkan senyuman.
"Christian----?"" tanya Velly acuh
Melati mengerutkan keningnya."Ada apa ini,?" batin Melati.
Melati merasa tidak paham arah pembicaraan Velly . Ia sengaja tidak menanggapi pertanyaan Velly.
Velly melirik ke arah Melati saat tidak mendapatkan jawaban.
"Mel..?"
"Ya....," Melati menyeruput jus pesanannya yang sudah datang.
"Tian? Emang ada apa dengannya?Aku kira dia baik-baik saja." jawab singkat Melati.
"Maksud aku bagaimana perasaanmu pada Christian.?" tanya Velly memperjelas.
"Perasaan bagaimana maksudmu.?"
"Apakah kamu menyukai Christian?Aku perhatikan anak-anak kamu dekat dengan Christian." celetuk Velly.
"Hmm.Namanya juga anak-anak. Mereka butuh figur seorang ayah yang tidak bisa Leo isi dan mungkin saat ini mereka menemukan figur itu pada Tian." jelas Melati.
"Perasaan kamu sendiri pada Tian?" Velly terus memancing Melati.
"Perasaan apa maksudmu?"
"Ya ... tahu lah kamu maksud aku.'"
"Vell kamu sudah lupa?" Melati menatap tajam ke arah Velly.
Velly mengerutkan keningnya.
"Aku sudah menikah Vel... aku sudah mempunyai suami! Bagaimana mungkin kamu bisa bertanya seperti itu padaku?" Melati bingung apa maksud pertanyaan Velly.
"Suami?? Kamu punya suami? Oh ya?" Velly tersenyum getir.
__ADS_1
"Vell! Apa sih maksud kamu?" Melati benar-benar bingung kenapa Velly jadi seperti ini.
"Come on Mel .. sadarlah! Kamu urus kedua anak-anakmu sendiri, kamu mencari nafkah sendiri semua kamu kerjakan sendiri apa itu yang disebut wanita bersuami ? Mana suami...mana?" tantang Velly.
Melati hanya terdiam.
"Hah?! Gak bisa jawab kan? Satu lagi Mel, adakah seorang suami yang tega menjual istrinya pada lelaki hidung belang? Apa itu cinta? Lelaki seperti itu masih kamu sebut suami? Ayolah Mel sadarlah. Bercerai lah dengan Leo. Mulailah hidup baru menata masa depan yang lebih baik dengan seseorang yang memang benar-benar mencintai dan menghargai mu. Dan yang terpenting mencintai anak-anak kamu juga." protes Velly mencoba membuka pikiran Melati.
Tiba-tiba raut wajah Melati terlihat tegang dan memerah.
Velly terkejut melihat perubahan wajah Melati yang terlihat bagaikan harimau yang siap menerkam .
"Mell.... " Velly mencoba mencari tahu arah tatapan tajam Melati.
Setelah menemukan apa yang membuat wajah Melati memerah.Velly pun kembali melihat ke arah Melati yang ternyata sudah hilang dari hadapannya.
"Mel...!" Velly melihat Melati melangkah ke arah Leo yang sedang bersenang-senang dengan dua orang wanita sekk-sii."****!" Velly bergegas mengikuti langkah Melati
Plak
Plak
Tamparan keras didaratkan ke kedua pipi Leo oleh Melati.
"Jadi begini kelakuan kamu Leo! Aku benar-benar kecewa denganmu! Bisa tidak kah sekali saja sekali saja kamu tidak menyakiti hatiku ! Kamu lupa selain kamu masih punya istri kamu juga punya dua anak yang masih membutuhkan kasih sayang dan kehadiran ayahnya tapi apa? Kamu tidak pernah ada disana disaat anak-anak membutuhkan kamu Dimana hati nurani kamu Leo dimana? Sibuk dengan wanita murahan kamu ini hah?! Kamu boleh menyakiti hatiku tapi jangan anak-anak.! Jangan salahkan anak-anak bila kelak mereka tidak mengenal dan mencintaimu! " pecah sudah tangis Melati lalu Melati pun berlari meninggalkan Leo yang terdiam terkejut dengan kehadiran Melati tiba-tiba.
"Jangan pernah ganggu hidup Melati lagi! Aku gak mau melihat dia menangis lagi karenamu .Aku harap ini yang terakhir kalinya. Ingat itu!" ancam Velly pada Leo..
"Mel! Tunggu ! " Velly berlari mengejar Melati yang berlari keluar cafe .
Sesampainya di luar Cafe Velly berusaha menarik tangan Melati.
Lalu Melati menangis dalam pelukan Velly.
"Menangis lah Mel ...menangis lah! Keluarkan semua kesedihanmu."ujar Velly.
.......................................
Setelah kejadian itu Melati kembali memikirkan hubungannya dengan Leo yang sepertinya tidak bisa ia pertahankan lagi. Pernikahan mereka sudah di ujung tanduk dan tak mungkin lagi bisa kembali seperti harapan bahagia mereka dulu. Sewaktu pertama kali mengucap janji suci.
Air mata Melati kembali menetes .Tidak pernah sedikitpun ia berpikir untuk bercerai walau begitu seringnya Leo mengecewakan dan menyakiti dirinya berulang kali. Melati masih mempunyai sedikit harapan tipis pada suaminya kelak akan berubah dan menyadari segala kesalahannya.
Tetapi ia salah. Harapan itu tidak ada. Sampai kapanpun Leo tidak akan pernah berubah .Walaupun berulang kali ia telah memberikan kesempatan bagi Leo untuk menyadari kesalahannya tetapi semua itu hanyalah harapan sia-sia.
............................................
Terima kasih masih setia dengan kisah Melati.
Bila suka tinggalkan jejak. Jangan lupa tap favorit agar tidak ketinggalan update. Tap like dan komen yaa terima kasih buat dukungannya.
❤️Happy Reading ❤️
__ADS_1