
"Baiklah terima kasih buat informasi pentingnya kami akan segera memprosesnya." Para aparat itupun meninggalkan Zelo sendiri di ruang rawat.
Velly mengantar Melati ke ruang instalasi darurat untuk di periksa lebih lanjut.
Bunyi ponsel Velly berbunyi.Belly mencari ponselnya di dalam tasnya. Tampak di layar nama Christian terbaca disana.
"Ya hallo Tian? ada yang bisa aku bantu?" Velly berusaha setenang mungkin menjawab telepon dari Christian.
"Hello Vell, mana Melati kalian masih ditempati Zelo? aku kangen ketemu anak-anak" Christian menanyakan keberadaan Melati dan Velly saat ini.
"Tunggu ya Tian " kemudian Velly menutup teleponnya. Velly tahu sikapnya ini akan membuat Christian bertanya-tanya. Tapi apa daya Velly masih belum tahu bagaimana caranya memberitahu Christian tentang keadaan Melati saat ini.
Velly yakin bila Tian tahu keadaan Melati yang sesungguhnya ia pasti akan memaksakan diri untuk datang ke tempat Zelo.
Velly akhirnya kembali ke tempat Melati dimana tadi dilakukan pemeriksaan.
"Bagaimana keadaan sahabat saya sus?" tanya Velly.
"Oh pasien sudah sadar kok mungkin sebentar lagi sudah bisa pulang." jawab suster.
"Hanya sedikit syok harap tetap didampingi selalu ya!' lanjut suster.
Velly pun mengangguk cepat.
"Saya sudah bisa menengoknya sus?" tanya Velly.
"Bisa silakan!" Suster perawat pun mengijinkan Velly untuk menjenguk sahabatnya itu.
"Hai Mel bagaimana sudah baikkan?"Velly berusaha membantu Melati berdiri dari tempat ia berbaring.
__ADS_1
"Vell antar aku pulang sebentar mau ambil anak-anak untuk ketemu Christian. Aku yakin anak-anak pasti sudah menunggu kita dan Tian pasti sedang menunggu kedatangan anak-anak. Tadi aku sudah janji padanya untuk membawa mereka menjenguk nya." Melati merapikan diri lalu pergi meninggalkan Velly yang terbengong keheranan degan sikap sahabatnya itu.
"Ada apa ini kenapa Melati tidak membahas tentang terlibatnya Leo atas kecelakaan yang terjadi pada Christian?" batin Velly.
"Mana mungkin ia lupa atau ingatan nya hilang begitu saja tentang kenyataan yang tadi diungkap oleh Zelo" pikir Velly.
Menyadari Melati sudah jauh meninggalkan dirinya Velly pun berusaha mengejarnya.
"Mel tunggu!" teriak Velly berusaha memperlambat langkah Melati.
Sesampai mereka di parkiran Melati dan Velly bergegas masuk ke dalam mobil mereka.
Velly pun akhirnya mengendarai mobilnya menuju ke rumah nya.
Sesekali Velly memperhatikan Melati yang berada di sampingnya. Hanya suara napas mereka berdua yang terdengar hening dan sepi. Melati menatap nanar ke depan tanpa mengeluarkan sepatah katapun.
"Mel...!" Velly berusaha memecahkan suasana.
"Haii iyaa ada apa?" Melati menoleh ke arah Velly.
"Hmm dicuekin terus nih dari tadi. Emang saat ini apa saja sih yang ada di pikiran kamu" pancing Velly.
Melati menarik napas dalam.
"Aku masih tidak percaya dengan laporan Zelo . Setega itukah Leo melakukan perencanaan kecelakaan pada Christian."
"Mel melukai Zelo saja Leo mampu lho apalagi Christian orang yang ia benci. Dimata dan pikiran Leo Christian adakah perebut utama perhatian mu dan anak-anak.* jelas Velly
Melati terdiam sejenak lalu kembali menarik napas dan membuangnya kembali.
__ADS_1
"Ternyata selama ini aku belum benar-benar mengenal Leo. Sekarang baru terlihat seseram itu ya sosok laki-laki yang ku nikahi dulu .Ironisnya lelaki psikopat itu ayah dari anak-anak aku " Melati menutup wajahnya merasa menyesal dan malu.Betapa bodohnya dirinya dulu terbuai dengan sikap palsu Leo yang begitu manisnya.
"Sudahlah Mel buat pembelajaran selanjutnya jadikan penyesalanmu adalah pelajaran penting dan berharga buat hidupmu buat kedewasaanmu dalam berpikir dan mengambil keputusan." Velly berusaha memberi pencerahan.
Tidak terasa mobil sudah berhenti di halaman rumah Velly.
"Mamaaaa!"
"Mamaaaa!"
Dante dan Gea serempak memanggil mamanya saat melihat mobil Velly berhenti di halaman rumah.
Dante dan Gea berlari menyongsong kedatangan mama dan Tante mereka.
Melatipun segera turun dari mobil dan langsung memeluk erat kedua anaknya itu. Tidak ketinggalan pula kecupan dan ciuman pelepas rindu diantara mereka mendarat bertubi-tubi di pipi kedua anak Melati.
"Kalian memang anak yang hebat! Gak nakal kan selama mama dan Tante Velly tinggal ? Tidak menyusahkan Bi Tari kan ? " Kedua anak Cinta pun langsung menggelengkan kepalanya tanda mereka tidak menyusahkan orang lain.
"Good ! Mama mau tanya kalian kangen om Tian gak?"
Gea dan Dante kemudian menyebar pandangan mata mereka ke seluruh penjuru tapi mereka tidak menemukan sosok yang sedang mereka rindukan tersebut.
"Mama akan bawa kalian bertemu om Tian tapi janji gak boleh nakal ya!' Melati mencoba membuat kesepakatan dengan anak-anaknya.
Kemudian dengan yakin mereka berdua menganggukkan kepalanya.
"Okay mama akan bawa kalian menemui om Tian tapi bener ya janji gak boleh nakal!"
'Siap ma!" seru kompak Gea dan Dante.
__ADS_1
Lalu merekapun kembali masuk ke mobil dan berjalan menuju ke Rumah Sakit tempat Christian di rawat.
.................................................