Haruskah Ganti Suami

Haruskah Ganti Suami
Rasa yang terpendam


__ADS_3

"Tante bolehkah saya minta waktunya untuk bicara dari hati ke hati dengan Tante agar tidak ada kesalahpahaman diantara kita?" Zelo memberi pilihan yang sulit.


"Aku rasa tidak perlu." sahut Velly.


"Kenapa tidak? Aku hanya ingin tahu apa sesungguhnya yang terjadi." balas Zelo.


"Tanya Om kamu. Apa yang sebenarnya terjadi. Hingga istrinya pergi dari dirinya dan tinggal bersama aku." desak Velly.


"Itu semua bukan kemauan om aku! Tante percayalah semua yang terjadi bukan lah kemauan om aku!" bela Zelo.


"Lantas kemauan siapa,? kalau bukan om kamu?" tanya Velly.


"Panjang ceritanya. aku hanya bisa menceritakannya pada Tante Melati." ucap Zelo.


Christian dan Velly pun mengeryitkan kening mereka.


"Baiklah kita mau ngobrol dimana?" tanya Melati.


"Mel ini sudah malam kalau kamu memang mau mendengarkan penjelasan dari dia menurut aku lebih baik-----" belum selesai Velly menyelesaikan kalimatnya.


"Besok sore saya jemput Tante di tempat kerja Tante. Boleh?'' tanya Zelo.


"Jangan! Aku gak mau ambil resiko Leo tahu tempat kerja Melati.Takutnya bila gilanya kumat dia akan obrak-abrik kantor lagi dan membahayakan Melati lagi. No! Kalau kamu mau jemput Melati disini saja ." ucap tegas Velly mengajukan syarat bila ingin ngobrol berdua dengan Melati.


"Baiklah! Besok aku akan jemput disini!" Zelo menyanggupi syarat yang diajukan oleh Velly.


"Satu lagi aku gak mau Leo ketemu Melati." Syarat utama yang diajukan Velly.


Zelo menarik napas dalam."Baiklah" Lalu Zelo pun pamit.

__ADS_1


"Om Tian!" panggil Gea tiba-tiba.


"Lho Gea....? Kata mama kamu dah tidur dengan Dante?" Christian menghampiri Gea lalu jongkok dan menggenggam tangan Gea dan membelai rambutnya.


"Iya sih Om tadi Gea ketiduran waktu temani Dante tidur. Terus Gea pengen pipis jadi kebangun deh " sahut Gea sambil menggosok gosok matanya.


"Oh begitu. Yah udah sekarang Gea bobok lagi ya." Christian mencium kening Gea


"Temani Gea ya om. Ma... Om Tian boleh kan temani Gea bobok?" ijin Gea


Melatipun terlihat bingung biasanya sih ia akan perbolehkan tetapi karena ada Zelo, Melati jadi merasa tidak enak bila mengijinkannya bagaimana pun juga Christian bukan lah ayah Gea.


Tetapi Gea memang sejak kecil lebih dekat dengan Christian mungkin karena figur seorang ayah yang tidak ia dapatkan dari ayah kandungnya tetapi justru ia dapatkan pada diri Christian.


Zelo menatap tidak suka dengan keakraban Gea dan Christian.


Velly menyipitkan matanya."Gila tuh anak paman dan ponakan yang sama-sama aneh! Mel kenapa sih kamu mau saja diajak ngobrol empat mata sama dia ntar kamu dihipnotis jadi balik lagi sama Leo, tahu rasa!"


"Mau nangis lagi? Disakiti lagi? Kalau aku sih ogah!" lanjut ketus Velly.


"Leo?? Leo itu nama papa kan ma? Mama mau balik lagi sama papa? Papa itu jahat ma ... Gea gak suka! Gea gak mau!" Lalu Gea berlari meninggalkan semua yang terbengong terkejut.


"Gea! Tunggu!" sahut Christian lalu mengejar Gea.


Velly melipat kedua tangannya.Lalu menatap tajam ke arah Melati.


"Tuh lihat anak kamu saja pinter gak mau lagi punya papa seperti Leo.Masak kamu kalah sih sama anak kecil.Selama ini Kamu korbannya lho! Apa perlu aku ingatkan lagi apa saja dosa Leo terhadap kamu istrinya." sindir Velly.


"Vell aku hanya mau denger cerita dan versi Zelo tentang Leo. Bukan berarti aku akan biarkan Leo masuk lagi dalam kehidupan aku tapi Zelo juga benar apapun yang terjadi aku ini masih istri sah nya Leo.!"jelas Melati

__ADS_1


"Dan kamu bangga dengan itu?! Hah! Mikir pakai otak. Dari kemarin-kemarin sejak kamu disakiti oleh Leo aku sudah suruh kamu berpikir ulang tentang status kamu. Ajukan gugatan cerai ke Leo.Semua kejahatan Leo terhadap kamu adalah tiket VIP untuk kamu meminta cerai.Apalagi sih yang kamu harapkan pada Leo.?" omel Velly yang berusaha memberi pencerahan pada Melati.


Melati hanya bisa terdiam dan tertunduk.


"Pikirkan Christian dia lebih pantas mendampingi mu dan anak-anak."lanjut Velly


"Sudah yuk masuk dalam. Sudah malam. Angin malam itu jahat sejahat kejahatan Leo selama ini terhadapmu" ucapan yang penuh penekanan dari Velly. Ia pun langsung masuk ke dalam meninggalkan Melati yang masih menarik napas dan memandang langit kelam.


Melati masih menatap langit kelam sekelam kehidupan rumah tangganya.


Tiba-tiba ada sesuatu yang menyelimuti tubuhnya dari dinginnya angin malam yang berhembus.


Setelah Melati sadar ada sebuah jaket yang menyelimuti dirinya dan memberinya kehangatan.Ia pun menoleh ke belakang mencari si empunya jaket dan ternyata Christian sudah berada di sampingnya.


"Istirahat lah Mel ...malam sudah semakin larut, angin malam inipun terasa sangatlah dingin. Masuklah ke kamar jangan biarkan dirimu sakit. Kasihan anak-anak kalau sampai kamu sakit" Lalu Christian pun menatap Melati intens.


Sewaktu Melati menoleh ke arah Christian, mata mereka pun beradu.


"Maafkan aku Mel ..aku tidak bisa membohongi diri lebih lama lagi. Kalau aku sayang kamu dan anak-anak.Tetapi aku belum berani mengungkapkannya padamu aku sadar kamu masih berstatus istri orang mana mungkin aku mengungkapkan perasaan ini padamu." jerit pilu batin Christian.


"Kenapa Tian?" tanya Melati saat menyadari Christian terus menatap dirinya tidak berkedip dengan sorot mata sedih .


"Oh Tidak Mel... tidak apa-apa.Aku permisi pulang ya Good night" Christian pun meninggalkan Melati sendiri dengan wajah kebingungan dengan sikap Christian tadi.


.............................................


Jangan lupa tinggalkan jejak ya dan ikuti terus kisahnya


Happy Reading

__ADS_1


__ADS_2