
"Katakan dimana Melati? Katakan dimana kamu menyembunyikannya!" Leo menyudutkan Velly ke sudut tembok di sebuah gedung perkantoran.
Sudah sejak pagi Leo sengaja menunggu kedatangan Velly di kantor tempatnya bekerja.
Setelah melihat mobil Velly memasuki halaman gedung Leo lalu menguntitnya dan di sudut gedung yang masih sepi tiba-tiba Leo langsung menyergap Velly.
"Leee...oo! Kamu sudah gila?!" Velly masih saja berusaha membentak Leo. Walaupun lehernya dicengkeram oleh Leo.
"Katakan dimana kamu sembunyikan istriku!" Kembali Leo mengulangi pertanyaannya.
"Aku yakin kamu yang telah menghasutnya untuk meninggalkan aku!" Leo terus mengeluarkan semua yang dipikirkannya.
Disaat Leo sedikit lengah. Velly menendang Leo.sekuat tenaga. Yang membuat Leo jatuh ke lantai.
"Kamu memang gak waras Leo! Melati pergi bukan karena diriku tetapi karena perlakuan gila kamu!" bentak Velly.
"Kamu lupa atas dosa-dosa mu terhadap Melati Hah! Jangan sok-sok an kamu jd suami yang kehilangan istri. Dengar ya sejak kamu berani membawa seorang pelacur masuk ke dalam rumah kalian dan bahkan dengan begitu teganya hanya karena uang kamu menjual istrimu sendiri pada lelaki hidung belang.Kamu tidak pantas lagi disebut sebagai suami Melati. Dan itu yang kamu bilang cinta dan sayang pada seorang istri? NGACA!" omel Velly pada Leo.
"Aku mohon Leo tolong jangan pernah ganggu Melati lagi. Jangan sakiti dia lagi kalau kamu merasa tidak mampu untuk membahagiakan dia lepaskan! biarkan Melati menemukan kebahagiaannya sendiri tanpa kamu." Lalu Velly meninggalkan Leo begitu saja
..................................................
"Mama...mama...susu!" Dante kecil menarik-narik tangan mamanya yang sedang mengetik proposal untuk ia berikan pada Rianti.Karena besok ia ijin tidak masuk kerja untuk menemani anaknya gathering di sekolahnya.
"Iya Dante ada apa sayang ?" tanya lembut Melati sambil membelai rambut Dante.
"Dante main dulu ya mana tinggal dikit kok. Sebentar lagi kita tidur okay!" jelas Melati pada si kecil Dante.
Dante terus menarik baju mamanya sambil menunjukan botol susunya yang telah kosong
"Dante mau nambah lagi susunya?"
"Dante mau mimik susu lagi" sambil menyerahkan botol kosongnya pada Melati.
"Okay Dante tunggu sebentar ya.Mama bikinkan susu dulu. Dante main dulu sana. Nanti susunya mama berikan Dante kalau sudah selesai." Dante lalu kembali bermain lagi.
Melati tersenyum melihat Dante. "Tuhan terima kasih atas anugerahMu dua anak yang cantik serta lucu serta berhati lembut.dan penurut.
Setelah selesai membuatkan susu dan memberikannya pada Dante Melati kembali lagi berkutat dengan prpposalnya.Setelah selesai ia pun mengirimkan kepada Rianti melalui email.
"Mama tidur yuk biar besok kita tidak terlambat bangun" ajak Gea.
"Okay sayang kamu cuci kaki dan tidur duluan .Nanti mama susul bersama Dante." ucap Melati.
..........................
Tok ..tok ...tok
Melati yang sedang menidurkan kedua anaknya langsung bangkit dari tempat tidur. Meyakinkan lebih dahulu kedua anaknya sudah tidur tau belum. Setelah yakin sudah terlelap semua Melati mencium kening kedua anaknya.
"Iya sebentar" Melati berjalan ke arah pintu kamar dan membukanya. Tampak Velly dengan wajah gusar.
"Mel... anak-anak sudah tidur?" Velly menengok Dante dan Gea kemudian membelainya dan mencium kening mereka berdua.
"Yuk kita ngobrol di ruang tengah" ajak Velly.
__ADS_1
"Ada apa Vel? kok terlihat tegang wajah kamu?" tanya Melati serius.
Melati sangat kenal sahabatnya ini. Velly adalah wanita yang super cuek dan santai serta berani melawan apapun jika ia merasa dirinya benar. Jadi bila ada yang membuatnya gusar dan tegang seperti saat ini berarti ada sesuatu yang hebat yang terjadi dan mengusik dirinya.
"Ayoo kita ngobrol di ruang tengah saja." sahut Velly.
Melatipun akhirnya mengikuti sahabatnya itu menuju ruang tengah.
"Ada apa Vell kok kamu terlihat tegang sekali."selidik Melati penasaran.
"Tadi Leo mendatangiku" ungkap Velly.
"Leo menemuimu??dimana,?"
"Di kantor.Ternyata Leo sudah menunggu aku datang.Dia bertanya tentang keberadaanmu. Dia mengira aku yang menyembunyikan kamu dan anak-anak mu." jelas Velly
"Hmm terus kamu bilang apa ke Leo.Aku yakin dia gak akan berhenti bertanya sebelum mendapatkan jawaban yang membuatnya yakin." Melati cemas akan kedamaian anaknya.
"Tenang saja dia belum mengetahui apa-apa.Sudah aku tendang dia saat Leo lengah dan sudah aku peringatkan untuk menjauhimu.Bahkan sudah aku sarankan untuk melepaskanmu." jelas Velly.
"Aku hanya ingin menyampaikan padamu hati-hati usahakan kalau mau pergi ada orang lain yang mendampingimu . Entah aku atau Christian. Jangan sungkan untuk meminta ditemani kalau mau pergi ." Velly menepuk pundak Melati.
"Tolong jangan remehkan masalah ini. Aku tahu Leo tidak akan menyerah begitu saja." Velly memegang kedua tangan Melati.
"Terima kasih Vell. Aku akan berhati-hati." Melati berusaha tersenyum walau ada perasaan sedikit takut dan cemas.
"Okay aku kembali ke kamar ya karena besok pagi sudah harus bersiap-siap untuk acara di sekolah Gea " pamit Melati.
"Iya Mel.Selamat tidur ya." sahut Velly.
Melatipun mengangguk dan berjalan menuju kamarnya.
"Iya...." Melati menghentikan langkahnya dan menoleh ke arah Velly..
"Mel besok kamu ke acara sekolah Gea bersama siapa? Aku antar ya?" Velly menawarkan diri untuk menemani Melati.
" Terima kasih Vel, aku dijemput Christian besok" jawab Melati.
Velly tersenyum penuh arti.
"Jangan punya pikiran aneh-aneh. Gea yang ingin dia ikut."
"Ehem Christian pintar juga ya, boleh juga triknya " celetuk Velly.
"Pintar bagaimana?" tanya Melati.
"Pintar lah pertama ambil hati Anaknya dulu baru kemudian mamanya " Velly terkekeh menggoda Melati.
"Yeee ngaco!" sahut Melati.
"Serius Mel Christian hebat. Trik nya oke. Lihat saja sebentar lagi hati kamu pasti berhasil ia sentuh" kembali Velly terkekeh.
"Kamu tuh... dasar! Sudah ah bercanda terus good night " Melati kemudian langsung masuk ke dalam kamarnya.
Masih terdengar dari kamar Melati suara tertawa meledek Velly.
__ADS_1
"Hmm dasar Velly' Wajah Melati tiba-tiba terasa hangat.
"Hei ada apa ini kenapa wajahku jadi hangat? Ahh perasaan apa ini?" batin Melati.
Melati akhirnya berusaha menutup mata dan telinga nya dengan bantal dan mencoba untuk tidur.
....................,..................
Pagi telah kembali menyapa. Sinar mentari mulai berusaha masuk ke dalam kamar melalui celah-celah jendela.
"Ma...ma.. bangun ma sudah pagi.Nanti kita terlambat lho." Gea berusaha membangunkan mamanya.
"Heii Gea selamat pagi. Sudah bangun nak?" tanya Melati.
Gea mengangguk sambil tersenyum manis.
"Anak hebat sudah bisa bangun pagi sendiri.' Melati mencium kedua pipi Gea.
"Gea mandi dulu ya ma"
"Okay cantik mama dan Dante juga mau siap-siap." sahut Melati.
(Satu jam setelahnya)
"Mel .. Christian sudah jemput tuh." teriak Velly dari balik kamar.
"Iya Vell suruh tunggu bentar ya kami sudah siap kok!' balas Melati.
"Yuk Gea, om Tian sudah datang"
"Siap ma"
Melati dan anak-anaknya akhirnya berpamitan dengan Velly. Kemudian berangkatlah mereka menuju sekolah Gea.
Sesampainya di sekolah. Gea turun terlebih dahulu dengan perasaan gembira senyumnya mengembang dengan begitu manisnya.Dalam hatinya ia ingin memamerkan keluarganya pada teman-temannya.
Tiba-tiba seseorang mencengkeram erat pundaknya.
"Mana mama kamu!" teriak Leo.
Gea yang mengetahui bahwa Leo yang mencengkramnya.Langsung terdiam ketakutan.
"Mana mama kamu!" kembali Leo membentak Gea.
Gea hanya menggeleng gelengkan kepalanya Gea tidak mau papanya menyakiti mamanya lagi.
Leo semakin emosi saat Gea tidak mau menjawab pertanyaannya.Leo mengangkat tangannya dan mengayunkannya ke arah Gea..
"Hentikan!" teriak Christian yang langsung keluar dari mobil ketika mengetahui Gea akan ditampar oleh Leo.
"Leo jangan!" Melati berlari ke arah Leo dan menahan tangan Leo.
........................................
Ikuti terus yuk kisah Melati .
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak ya like komen dan tap Favorit
Happy Reading