Haruskah Ganti Suami

Haruskah Ganti Suami
Takut


__ADS_3

"Gea!?" ' seru terkejut Christian. Saat mengetahui Gea duduk dipojok mobil belakang melipat kedua kakinya ke arah dada lalu wajahnya di tenggelamkan diantara kedua kakinya. Sambil terisak isak.


Christian lalu membuka pintu dan menghampiri Gea.Christian membelai lembut rambut Gea lalu memeluknya.Kembali Gea menangis tersedu-sedu di pelukan Christian.


"Gea ada apa? Kenapa kamu ngumpet disini? "


"Maaf kan Gea om Gea gak bisa bawa Dante tadi Dante sudah tidur Gea bangunin ga bisa. Dante bobok pules." lapor Gea.


"Emangnya kalau Dante bangun mau kamu bawa kemana? " tanya lembut Christian.


"Kesini ke mobil om Tian" sahut Polos Gea


"Gea gak mau ikut papa .Gea mau iku om Tian aja " rajuk Gea manja


"Gea ...dengar om Tian. Tidak ada yang memaksa Gea untuk ikut papa Gea. Kalaupun kalian memang harus pulang, Mama kamu pasti selalu pasang badan buat kalian berdua. Kamu dan Dante. Mama Gea gak mungkin membiarkan siapapun menyakiti kalian percaya itu." jelas Christian.


"Tetap aja Gea gak suka. Gea maunya papa Gea om Tian !" ucap sedih Gea.


Ada rasa dingin menyegarkan di hati mendengar ocehan Gea. Tetapi Christian sadar diri hati Melati belum bisa ia miliki hati itu masih milik Leo. Sakit perih bila mengingat kenyataan yang ada.


"Om Tian ...om keberatan ya kalau jadi papa Gea dan Dante.?" tanya Gea ragu.


Christian hanya menghembuskan napas berat.


"Tidak sayang ...justru om sangat senang sekali kalau bisa jadi papa Gea dan Dante." sahut Christian. Air mata nya tak mampu lagi ia tahan dan akhirnya menetes di pipi.


Christian memeluk erat Gea.


"Tapi semua tidak sesederhana itu nak ...kelak kalau kamu sudah besar kamu akan mengerti. Bagaimana bisa aku menjadi papa kamu sedangkan mama kamu masih terikat tali pernikahan dengan Leo." batin Christian.

__ADS_1


Gea yang melihat Christian menangis untuk pertama kalinya. Lantas menyentuh wajahnya dan mengusap air matanya.


"Jangan nangis om.Nanti Gea ikutan sedih." sahut Gea.


Christian pun cepat-cepat menghapus air matanya.


"Anak hebat makasih ya sudah diingatkan.Yuk masuk ke rumah om!" Christian menggandeng Gea masuk ke rumahnya.


"Duduk dulu Gea. Maaf ya rumah om berantakan. Gea kalau mau minum ambil saja di kulkas.!" teriak Christian dari ruang tengah.


"Om Tian Gea boleh ambil minuman jeruknya?" tanya Gea.


"Boleh sayang ambil saja." Christian melepas sepatunya lalu mengambil ponselnya.


"Gea kamu sembunyi di mobil om Tian ada yang tahu tidak? Kamu meninggalkan pesan ke bi Tari atau---"


Gea menggeleng gelengkan kepalanya.


Gea kembali menggeleng gelengkan kepalanya.


"Okay.. om telepon mama kamu sekarang. Semua pasti bingung mencari mu." Tiba-tiba Gea menahan tangan Christian.


"Kenapa Gea?" tanya Christian.


"Om mau telepon mama?"


"Iya. Kasihan mama pasti sedih dan bingung mencari-cari Gea." jelas Christian.


"Tapi ...Gea takut mama marah" ucap lirih Gea.

__ADS_1


Christian paham apa yang menjadi gundah gulana Gea saat ini.


Christian memegang kedua pundak Gea. "Gea setiap orang pernah berbuat salah. Tetapi kalau kita salah kita juga harus berani bertanggung jawab. Harus berani mengaku salah. Dan untuk ke depannya jangan diulangi lagi."


"Hari ini Gea tahu salah nya Gea apa?"


"Gea gak pamit mama " sahut Gea sambil menunduk.


"Yes! Anak hebat.Sudah paham apa salahnya.Jadi kalau mama Gea nanti marah sama Gea karena pergi tidak pamit Gea harus terima dan minta maaf.Om yakin mama Gea khawatir sekali saat ini Gea ngerti kan?"


"Iya om Gea ngerti. Gea siap dimarahi mama karena Gea memang salah " jawab Gea.


"Anak hebat!" Christian menepuk kedua pundak Gea.


"Sebentar ya ..om telepon mama Gea dulu." Lalu Christian mengambil ponselnya dan menghubungi Melati.


Setelah Christian memberitahu kalau Gea ada bersamanya. Melati dan Velly akhirnya memutuskan untuk menjemput Gea di rumah Christian. Walaupun Christian sudah menawarkan diri untuk mengantar Gea pulang tetapi Melati tetap ngotot untuk menjemputnya.


........,............................,..


Jangan lupa tinggalkan jejak ya ...


Ikuti terus kisah hidup Melati dan anak-anaknya


Sambil menunggu up kalian bisa mampir ke karya teman aku ini


Gara-gara menolong Rinjani yang terkurung di dalam toilet, Hazel malah harus segera menikahinya. Bukan karena dituntut untuk bertanggung jawab, tetapi orang tua Hezel mengira jika anaknya sudah tidak sabar untuk menyentuh Rinjani.


Hazel dan Rinjani memang sudah ditunangkan saat mereka masih bayi. Namun, Rinjani yang menganggap pertunangan itu tidak sah malah jatuh cinta kepada ketua kelasnya.

__ADS_1



Happy Reading


__ADS_2