
Cittt ....
Bunyi roda yang bergesekan kasar dan sangat keras dengan aspal jalanan.
Brakk
Pintu mobil ditutup dengan sangat kasar nya saat Zelo turun dari mobil kesayangan nya.
Entah bagaimana hatinya merasa tidak nyaman ada sesuatu yang mengusik dirinya. Pikirannya pun berputar berpikir serius. Raut wajah Zelo terlihat tegang dan kaku sehingga untuk tersenyum saja ia tidak mampu.
Sesampainya di tempat kontrakannya Zelo langsung menuju kamar pamannya.
Brakk
Brakkk
Brakkk
"Om! ...Om!....Om Leo dimana?" teriak Zelo sambil membuka semua pintu ruangan yang ada.
Kamar depan, tengah, dapur, halaman belakang hingga kamar mandi sudah Zelo masuki dan periksa tetapi ujung rambut Pamannya samasekali tidak terlihat.
"Hmm dimana paman? Arggh kenapa pikiran aku jadi jelek begini sih! Paman please semoga semua ini hanya dugaan yang salah. SALAH BESAR" Zelo berusaha meyakinkan diri bahwa pikiran jeleknya salah.
Zelo benar- benar berharap saat ini bertemu dengan pamannya yang sedang tertidur pulas dan bermalas-malasan di kamarnya daripada tidak ia ketahui keberadaan nya.
__ADS_1
Kata-kata pamannya ketika terakhir mereka bertemu tadi pagi masih terngiang."Aku berangkat dulu" pamit Leo pada Zelo sewaktu selesai sarapan.
"Pagi-pagi mau kemana om? Buru-buru amat. " tanya Zelo sambil menyelesaikan sarapan nya.
"Mau ke Ir Soekarno. Mau menghabisi rumput liar pengganggu keindahan." Leo menyeruput kopinya kemudian Leo melangkah pergi meninggalkan rumah tanpa menoleh lagi.
Zelo sempat mengerutkan kening saat mendengar jawaban pamannya awalnya ia berpikir oh iya di daerah sana memang masih banyak rumput liar tumbuh. Tetapi untuk apa juga pamannya memberantas rumput liar disana. Zelo pikir ya sudahlah pamannya memang terkadang suka aneh. Daripada ngomel-ngomel dan minum terus ya biarlah pamannya punya kegiatan lain bersama teman-temannya.
Tetapi hari ini ketika ia memutuskan untuk mencari akar permasalahan rumah tangga pamannya dengan berusaha membuat janji bertemu dengan Melati. Zelo mendapatkan kabar yang cukup membuat otaknya berpikiran negatif terhadap pamannya sendiri.
Percakapannya dengan Melati kembali berputar di kepalanya.
"Kecelakaan dimana Tante? "
"Di dekat jembatan layang"jawab singkat Melati.
"Iya" jawab Melati.
Mendengar jawaban Melati membuat perasaan Zelo tak karuan jantungnya seolah olah berhenti sesaat.
"Apakah kepergian pamannya tadi pagi ke Ir Soekarno ada hubungannya dengan kecelakaan yang dialami oleh om Christian?" pikiran itu sangat menghantui dirinya.
"Om Leo semoga apa yang sempat terlintas di pikiranku saat ini hanyalah pikiran sesat dan salah" harap Zelo.
"Tetapi dimana om Leo sekarang?"Zelo mengambil ponselnya lalu menekan beberapa nomer untuk menghubungi pamannya.
__ADS_1
Zelo tidak sabar menunggu pamannya menjawab telepon darinya sedetik dua detik Leo belum menerima telepon dari Zelo.
"Hallo! Hallo! Hallo om dimana?" Zelo berusaha mencari tahu keberadaan pamannya. Tetapi tidak ada jawaban dari pamannya hanya suara berisik yang terdengar.
Zelo pun mengakhiri hubungan telepon dengan pamannya yang sama sekali tak dengar apapun kecuali suara bising musik cafe.
Tiba-tiba...
"Halloo Zelo ponakan om yang paliiing baik!" terdengar suara Leo dari seberang.
"Om... om dimana?" tanya Zelo penasaran.
"Om sedang bahagiaaaaa .... rumput liar sudah habis sekarang ... setelah ini hidup akan lebih bahagia"Lalu terdengar suara tawa Leo yang terkesan begitu menyeramkan.
Zelo semakin yakin Pamannya lah dalang dari kecelakaan yang dialami Christian.
Tubuh Zelo tiba-tiba merinding bulu kuduknya mulai berdiri dan otot-otot tubuhnya pun melemah. Sepertinya kemungkinan buruk yang sejak tadi ia khawatir kan memang begitu lah kenyataannya.
Tanpa menunggu lebih lama lagi Zelo menutup teleponnya lalu mengambil kunci mobilnya dan meluncur ke tempat cafe dimana Pamannya saat ini berada.
Cafe favorit pamannya kebetulan tidak jauh dari lokasi kecelakaan yang dialami Christian.
Zelo langsung mengendarai mobilnya menuju Cafe tersebut untuk menjemput pamannya yang sedang mabuk serta ingin lebih memastikan lagi dan masih berharap walau ia tahu harapan itu sangatlah tipis bahwa pamannya tidak terlibat dalam terjadinya kecelakaan yang dialami oleh Christian.
Dengan kecepatan yang lumayan tinggi Zelo meluncur ke Cafe Havana .
__ADS_1
................................................