
July masih saja senyum - senyum sendiri melihat isi saldonya, mimpi pun tak pernah ia memiliki uang sebanyak itu, July antusias mengkalkulasi jika setiap pemotretan ia bisa memperoleh uang sebanyak itu ditambah uang bulanan dari Lukas, maka berapa lama ia bisa melunasi hutangnya pada Tuan Azhari
“Ck… terlalu lama” Ucap July lesu, melihat angka tahunan hasil perhitungannya di kertas coretan
Tok.. Tok….
Suara ketukan di pintu membuat July cepat - cepat memasukkan kertas itu ke dalam laci, merapi - rapikan seragam pelayan yang ia pakai sebentar, lalu membuka pintu
“July, Tuan Marco dan teman - temannya sudah datang, tolong bawakan cemilan dan minuman untuk mereka ya” Titah kepala pelayan
“Baik Bu” Sahut July patuh
Memakai heels tinggi, membawa seabrek cemilan dan beberapa gelas minuman, menaiki anak tangga yang berkelok - kelok, tak membuat July kehilangan senyumnya, gadis cantik itu tersenyum profesional sepanjang jalan
“Selamat sore” Sapanya pada Tuan - Tuan muda, dan….. ada Nona muda juga ternyata, ada Shofi, Angela pacarnya Aldi, dan Nia pacarnya Leo, semuanya duduk dengan pasangannya masing - masing, hanya Axel yang duduk sendiri, setia menanti July
“Selamat sore” Sahut Axel ramah, sampai bangun dari duduknya memburu July untuk membantu
“Axel, ngapain sih? Caper!!!” Geram Shofi, Marco menoleh sebentar pada July lantas fokus lagi pada gamenya di layar besar
“Itu July kan? July yang sekelas sama Aldi? Astaga dia pakai baju pelayan begitu?” Cecar Angela shock sambil menunjuk July yang sedang menyajikan cemilan dan minuman
“Ya jelas pakai baju pelayan dong, dia kan pelayan di rumah ini! Apa kamu baru tahu sekarang?” Sinis Shofi
“Ya aku pikir dia siswa pendamping saja, jadi tugasnya hanya mendampingi di sekolah, sama seperti siapa? Ah si Fedya yang siswa pendamping Axel, bukan mengerjakan pekerjaan pelayan di rumah juga!” Sahut Angela, July mendengarkan dalam diam, tak lupa senyumnya dijaga.. tetap profesional.
“Terima kasih atas bantuannya Tuan” Ucapnya pada Axel, Axel tersenyum ramah
“Sama - sama” Ucapnya
“Selamat menikmati” Ucap July pada semua orang, July lalu berjalan mundur hendak undur diri mengerjakan tugas sekolah Marco
__ADS_1
“Loh mau kemana Jul?” Protes Axel
“Iya sih July disini saja, siapa tahu nanti aku butuh orang buat bersihin kakiku” Ucap Shofi, dia lalu tertawa terbahak kompak dengan Angela, Nia, dan Leo
Tapi tawa Leo tak lama mendapat lirikan tajam dari Axel
“Enggak usah di dengerin Jul, maklum lah lagi pada ngefly.. udah kamu duduk - duduk saja disini sama kita” Titah Axel sambil menepuk tempat kosong di sampingnya
“Terima kasih Tuan, tapi.. “ July menoleh pada Marco, sebelum ada kata iya dari Tuannya itu July tentu tak berani, Axel mengikuti arah pandang july
“Co, July boleh gabung kan sama kita?” Tanya Axel
“Terserah” Sahut Marco acuh, Shofi tersenyum penuh kemenangan, merasa di atas angin ia sekalian saja duduk di pangkuan Marco lalu menciumi pacarnya yang sedang sibuk main game itu
“Shof, apaan sih” protes Marco, merasa terhalangi Shofi
“Kangen baby, kiss dulu” Rengek Shofi, tak ingin terganggu lebih lama, Marco mengecup singkat bibir Shofi, tapi Shofi ingin lebih.. tanpa malu - malu ******* bibir Marco agresif
July yang tak diperbolehkan melihat kegiatan pribadi Tuan mudanya segera menunduk dalam - dalam, kalau perasaannya masih sama pada Marco pasti dia tak akan kuat melihat keintiman Marco dan Shofi, tapi boro - boro cemburu pada pemuda lain, bahkan bibir dan lidah Lukas saja masih terasa di mulutnya
“Jul, ayo duduk.. Marco udah ngizinin kok” Titah Axel lagi, July patuh lalu duduk elegan di samping Axel, kedua tumitnya rapat menghadap Axel, senyumnya terus mengembang, anggun.
“Cocok sih jadi model, eh kenapa enggak ikut kontes kecantikan saja? Salah satu pendiri yayasannya itu Tanteku, nanti aku kenalin deh” Tutur Axel
“Ngaco kamu Axel! Kalau si Juy di tanya kegiatannya apa masa dia mau jawab menjadi pelayan?” Tutur Shofi, lanjut bergelayut manja di dada Marco
Axel mendelik tajam pada Shofi, lalu fokus lagi pada July menatapnya dalam - dalam, “Oh ya Jul.. ada yang mau aku tanyain, eemmmhhh.. kamu pacaran ya sama Lukas?” Tanya Axel serius, Marco menjatuhkan pandangannya pada July, diam - diam ikut mendengarkan
“What?!! Axel yang bener saja sih, masa Lukas mau pacaran sama July, beda kastanya jauh banget!” Protes Angela
Bluuukkk…
__ADS_1
Nia, pacarnya Leo menimpuk Axel dengan bantal sofa, “Enggak tahu nih si Axel, kamu pikir keluarganya Lukas belum mengatur perjodohan Lukas gitu? Mana mungkin mereka setuju kalau Lukas sama pelayan! Bahkan kami - kami saja belum tentu diterima sama keluarganya Lukas tahu!” Tandas Nia
Leo, disampingnya sampai mendelik, “Maksud kamu apa beb? Jadi kalau Lukas mau sama kamu, kamu lebih milih dia gitu?” Cecar Leo tak terima
“Eh enggak gitu beb, maaf.. maaf.. si Axel sih ini gara - garanya! Bikin geli aja pake ngebayangin Lukas mau pacaran sama pelayan!” Sanggah Nia sambil memeluk - meluk Leo
July sempat terpikir sih apa memang Lukas sudah dijodohkan sama seperti Marco? Tapi July tak mau ambil pusing, ia sudah bertekad untuk tak terlalu dalam jatuh cinta pada Lukas
“Jul, gimana… kamu pacaran enggak sama Lukas? Soalnya kayaknya dia perhatian banget tuh sama kamu, sampai - sampai dia mau jadi partner model buat kamu!” Tanya Axel tak mempedulikan omongan - omongan miring teman - temannya pun
July tersenyum profesional, “Tidak Tuan, saya tidak pacaran dengan Tuan Lukas” Sahut July
“Tuh denger sendiri kan Axel! Ga mungkin banget lah Lukas yang kastanya di langit mau sama pelayan kasta bawahan gitu, yaahh kecuali… cuma buat dipake 1 atau 2 kali doang” Sinis Shofi
Axel menatap tajam pada Shofi, “Mulut kau tuh Shof!” Sengitnya, Shofi tertawa lepas puas menghina July, sementara July tenang dalam kebisuannya, menelan semua cibiran untuknya
“Jul, bisa tolong bikinin nasi goreng? Aku lapar” Titah Marco tiba - tiba, Marco sebenarnya ingin menyelamatkan July dari semua cibiran Shofi, entah kenapa ia tak tega melihat July menjadi bulan - bulanan Shofi.
July mengangguk patuh, “Baik Tuan” Sahutnya, ada kelegaan karena Marco sudah mau bicara lagi padanya
“Aku juga dong Jul, aku pengen deh nyicipin masakan kamu” Tutur Axel, July kembali manggut
“Baik Tuan, saya permisi kalau begitu” Ujar July lalu melangkah keluar dengan anggun
Di dapur July menghirup lalu menghembuskan napasnya, menghempas rasa sakit dihina habis - habisan oleh Shofi dan teman - teman, apa anak orang kaya memang seperti itu? Berbicara seenaknya tanpa di filter, berbuat semaunya tanpa mau tahu bagaimana perasaan orang lain
“Huuhh” Keluh July, kalau bukan karena pekerjaan July enggan sekali kembali ke ruangan itu
Selagi tangannya cekatan mempersiapkan bahan - bahan untuk nasi goreng request Marco, July memutar otak mencari cara untuk mendapatkan uang lebih cepat
“Kak Lukas” Gumamnya, hanya itu yang terlintas di kepala July untuk mendapatkan uang lebih banyak dalam waktu singkat.
__ADS_1
(Bersambung)..