Hasrat Terlarang Cinta Beda Kasta

Hasrat Terlarang Cinta Beda Kasta
Sendu Di Sela Bahagia


__ADS_3

“Apa pihak kedua setuju dengan klausal perjanjian?” Tanya Lukas


July meneguk lidah, 1 milyar? Lagi? Dia merasa de javu dengan nominal angka yang sudah menahan kebebasan hidupnya, tapi July mengangguk mengiyakan saja pada Lukas


“Saya setuju” Sahut July mantap, Lukas tersenyum lebar, lalu merangkul July lebih erat.. mata pemuda itu kembali ke kamera video


“Demikian perjanjian yang kami buat, agar bisa dipergunakan sebagaimana mestinya, terima kasih” Tutur Lukas


Klik..


Pemuda itu mengoff kamera videonya, lanjut mencium dahi si gadis, “Terima kasih” Ucapnya


“Sama - sama” Sahut July, “1 milyar terlalu banyak untukku, bagaimana aku bisa menggantinya?” Keluh July


“Bukannya mudah? Cukup setia saja padaku” Ucap Lukas, saat hendak memeluk July ponsel pemuda itu bergetar, Lukas dan July refleks melihat layar ponsel, tulisan Mama muncul di layar


“Aku ke balkon sebentar ya by” Ucap Lukas, July mengangguk paham membiarkan pemuda itu secepat kilat memakai sandal hotel, lalu membuka gorden dan menelusup keluar balkon


July mengintip sebentar melihat mimik Lukas yang tampak serius, sesekali pemuda itu mengangguk, kadang mengepal tinju atau memijit pelipisnya


July menghela napas, wajahnya berubah sendu.. ia seperti bisa membayangkan apa yang mungkin dikatakan Mamanya Lukas jika mengetahui hubungan mereka, hubungan seorang Tuan muda dan pelayan yang mustahil mendapat restu


Bukan July namanya jika tak bisa segera menguasai diri, sendu tadi ia ganti menjadi senyum robot seperti di rumah Tuan Azhari, lanjut merapikan lagi kamar yang masih sedikit berantakan itu


Hampir 15 menit Lukas ngobrol dengan Mamanya, begitu masuk ia langsung memeluk July yang sedang duduk di pinggiran tempat tidur


“Maaf menunggu” Ujarnya, wajah pemuda itu tampak kusut


July memasang senyum terbaiknya, “Enggak apa - apa, apa semuanya baik - baik saja?”


“Biasa lah Mama, mengingatkan jadwal konsuling kuliah sama training di kantor Papa”


“Kakak mau training?” Tanya July


“Iya by, sekitar 3 atau 4 hari lagi” Sahut Lukas lesu, melabuhkan wajahhnya di pundak July


“Lama?” Tanya July lagi


“2 minggu” Sahut Lukas semakin lesu


Senyum July sedikit memudar, bahkan saat pertamanya saja masih meninggalkan bekas tapi ia sudah harus berjauhan dengan Lukas, dan setelah itu entah pemuda itu akan kembali lagi padanya atau tidak

__ADS_1


Lukas mendongak memperhatikan ekspresi July, “Tidak akan terasa lama kok, by” Ucap Lukas


“Lalu konsulingnya?” Tanya July lagi


“Aku akan berangkat ke California, tapi tidak lama mungkin sekitar 3 atau 4 hari” Jawab Lukas


Hati July fix ngilu, total nyaris 3 minggu ia harus berjauhan dengan Lukas


“By?” Panggil Lukas


July si pelayan profesional cepat - cepat menerbitkan senyumnya, “Semangat Kak” Ucapnya optimis


“Jangan nakal ya by selama aku pergi” Ucap Lukas


“Iya, Kakak juga.. jangan sampai melirik cewek lain disana” Jawab July


“Ahahaha.. sangat tidak mungkin, selain karena aku berangkat dengan asistennya Papa, aku juga sudah punya gadis yang aku sukai disini” Tutur Lukas, pemuda yang candu sentuhan July itu menarik pelan dagu July, memiringkan wajah lalu mengecupkan bibirnya di bibir July, keduanya berkecupan sayang yang tak lama berganti ******* saling napsu.


Ting.. Tong..


Bel pintu kamar berbunyi, kedua muda - mudi itu melepaskan tautan bibir mereka, sama - sama menenangkan diri


“Sepertinya makanannya sudah datang, by” Ucap Lukas


“Aku saja, kamu duduk yang manis saja by.. bukannya kamu masih lemas? hehehe”


Pemuda itu melesat menuju pintu kamar, membukakan pintu untuk 2 orang pelayan, yang 1 mendorong trolley makanan, yang 1 lagi membawa tray berisi minuman, Lukas si pemuda baik hati tergesa mengambil dompetnya, lalu memberikan beberapa lembar uang untuk para pelayan sebelum mereka pamit keluar kamar.


Yang Lukas bilang memesan banyak makanan itu terbukti benar, pemuda itu membeli banyak sekali makanan, dari mulai steak, pasta, salad sayuran, beberapa jenis buah - buahan, sampai cheese cake


Karena keterbatasan space, kedua sejoli itu makan di sofa


“Banyak sekali makanannya Kak, aku tidak yakin kalau kita berdua bisa menghabiskannya”


“Setelah pertempuran kita tadi? percaya lah mungkin semua makanan ini masih kurang, hehehe” Sahut Lukas


Lukas si pemuda gentle memotong - motong daging steak lalu menyodorkannya pada July, “Makan yang banyak, by” Titah Lukas


“Terima kasih” Ucap July sumringah, lupa sebentar pada kesedihannya tadi


Menyusul July yang sudah mulai menyantap makanannya, Lukas memotong - motong steaknya, lahap makan.

__ADS_1


“Kenapa kamu suka sekali makan steak?” Tanya Lukas


“Entahlah, mungkin karena aku tidak pernah makan sebelumnya, hehehe” Sahut July


Lukas menghentikan kunyahannya, Duh… Lukas ingin sekali membelikan July steak setiap hari, atau sekalian saja membelikannya restoran steak? Seandainya saja July mau…


“Apa kamu suka semua makanan yang aku pesan? Atau ada yang tidak kamu sukai? Tanya Lukas


“Tidak aku sukai? Ahahaha.. aku menyukai semua makanan Kak, dulu tidak setiap bulan Ibu mengirim uang untukku, jadi aku harus pintar - pintar menghemat uang, tak ada kesempatan untuk memilih - milih makanan, asal murah pasti masuk ke perutku! Bahkan aku sudah bersyukur jika ada sisa makanan kemarin yang bisa aku makan lagi, hehehe”


Makin hilang saja selera makan Lukas, perut dan dadanya penuh karena sesak


“Kakak tidak makan?” Tanya July melihat Lukas yang hanya sibuk menatapnya


“Aku sudah kenyang” Sahut Lukas


“Ahahaha.. hanya dengan 2 suap daging Kakak sudah kenyang? Sayang sekali… aku jadi ragu apa Kakak akan kuat untuk pertempuran selanjutnya?” Goda July


Lukas segera memakai garpu dan pisaunya steaknya lagi, “Aku makan lagi, by” Ucap Lukas, kalap melahap makanannya


July menahan tawanya, tak tega melihat pemuda itu bersungguh - sungguh menghabiskan steaknya dengan terpaksa


Selesai menyantap hampir sebagian besar makanan, Lukas dan July yang sudah kekenyangan beringsut ke kasur.. santai sejenak sambil menikmati acara televisi yang random


Pemuda itu berselonjor membuka kakinya lebar - lebar, di antara kakinya July duduk, memanja bersandar di dada Lukas


July yang jarang sekali makan buah di rumah Tuan Azhari, membawa serta 1 piring buah potong, meskipun perutnya sudah penuh tapi tentu saja kesempatan untuk makan buah - buahan mahal itu tidak akan ia lewatkan


Sesekali tangan July terulur menyuapi Lukas, pemuda itu mengunyah cepat.. tapi lalu beralih menciumi leher gadis itu


“Ssshhhh.. Kak” Rintih July, July bisa mendengar napas Lukas memburu menahan napsunya yang sedang on


“Sentuh saja Kak” Titah July merasakan tangan Lukas diam tak bergerak, tak seperti biasanya pun


Bak dicucuk hidung, Lukas gesit memasukkan tangannya ke atasan piyama July, meremas lembut


“Hhhmmm” Lenguh July, merasa mendapat lampu hijau, Lukas gesit membuka kaitan penutup dada July, menelusupkan lagi tangannya


July mendesis merasakan kulit bertemu kulit


Sekali lagi tempat tidur itu berderit - derit, pergumulan panas pasangan itu kembali terjadi, suara tabrakan paha bersamaan dengan lenguhan dan rintihan keduanya.

__ADS_1


(Bersambung)…


__ADS_2