Hasrat Terlarang Cinta Beda Kasta

Hasrat Terlarang Cinta Beda Kasta
Bintang Baru


__ADS_3

“I love you too” lepas gadis itu tak ia tahan - tahan lagi


Lukas tersenyum lebar, senang mendengar kata cinta dari July, Lukas lebih semangat menjalani hari, demi July.


Malamnya sejoli yang sedang berbunga - bunga itu teleponan hingga hampir pagi, asyik sampai lupa waktu. Paginya meski kurang tidur July tetap profesional melakukan tugasnya, menyiapkan semua kebutuhan Marco


Beberapa kali di sela - sela menyimpul dasi untuk Marco tangan gadis itu bergetar - getar, tak dapat dipungkiri ia merasa trauma meskipun Marco tak menyentuhnya lagi, hanya menatap saja


“Kenapa gemetaran? Apa kamu takut aku akan menyentuhmu lagi?” Tegur Marco


July yang hanya seorang pelayan takut menyinggung perasaan Tuan mudanya menerbitkan senyum seolah tanpa masalah apa - apa


“Jangan khawatir, aku tidak akan menyentuhmu lagi kecuali kamu yang memintanya sendiri” Tandas Marco


July tak menyahut tapi kelegaan tampak di wajahnya yang merileks


“Aku dengar Lukas sedang training perusahaan, apa benar?”


“Betul Tuan” Tanpa sadar July menyungging senyum teringat Lukas, pacar yang sedang membuatnya berbunga - bunga itu


Marco mendengus kesal, “Aku lanjutkan sendiri” pemuda itu membalik badan memunggungi July, jengkel melihat ekspresi July saat membicarakan Lukas


July berdiri diam beberapa saat, menunggu majikannya itu berbalik badan lagi untuk ia pakaikan jas, tapi Marco cepat - cepat memakai jasnya sendiri, terlihat sekali kesalnya


“Lakukan saja tugasmu yang lain” Titah Marco dingin


Gadis pelayan itu segera membungkukkan badan, “Baik Tuan” Sahutnya patuh, dalam hati gadis itu sungguh merasa lega


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Selesai dengan semua rutinitasnya, July bergegas ke sekolah. Baru sampai di parkiran sepeda, Rumi dan Luna ternyata sudah menunggu, girang menyambut July


Rumi yang pertama memeluk, “July! Kami udah nungguin kamu dari tadi, kamu kemana aja? Dihubungi dari tadi juga susah banget! Kalau pagi - pagi kamu enggak pernah lihat HP ya?”


“Maaf” Sahut July tak enak, bingung juga menjelaskan pada Nona - Nona muda ini kalau sebagai pelayan pagi - pagi adalah waktu yang sangat sibuk untuknya

__ADS_1


Luna gantian memeluk July, “Calon bintang besar nih! Baru satu kali kami jadikan model, kosmetik kami langsung laris manis!” Ucapnya ceria


July tersenyum meski ia sama sekali tak mengerti apa yang dikatakan Rumi dan Luna, “Terima kasih” Sahutnya sopan, lanjut memarkir sepeda ontelnya


“Terima kasih saja? Kamu enggak kaget atau senang begitu?” Cecar Luna


“Apa kamu enggak lihat di media sosial? Foto kamu udah di upload sebagai model resmi produk kami!” Jelas Rumi


July tersenyum kaku, “Maaf, aku tidak punya media sosial.. Kak Lukas melarangku untuk membuatnya”


Rumi dan Luna sampai shock, “Lukas melarangmu membuat media sosial? Ck.. dasar posesif!” Gerutu Rumi


Luna cepat - cepat mengeluarkan ponselnya, “Nih, coba kamu lihat.. kamu jadi tambah viral” Unjuk Luna


Senyum July mulai merekah melihat foto wajahnya yang cantik di media sosial Luna, “Ini aku?” Tanya July tak percaya melihat yang ngelike fotonya sudah sampai ratusan ribu, komentar pun mencapai angka ribuan


“Tentu saja kamu!” Sahut Rumi bangga, “Kemarin ada wartawan yang telepon aku.. katanya mau liput kamu, aku udah atur jadwal siang ini, nanti setelah jam pelajaran kedua kamu mulai siap - siap ya” Info Rumi


“Siang ini Kak? Tapi ada ujian harian pelajaran bahasa Perancis” Ujar July


Saat ketiganya asyik berbincang, beberapa adik kelas lewat, melihat July mereka langsung berhenti lalu bisik - bisik dan malu - malu mendekat


“Kak, boleh minta foto bareng?”


“Ya?” Respon July


“Kami fansnya Kakak, Kakak cantik dan keren sekali”


July tergagap tak mampu berucap, tak menduga akan mengalami hal seperti ini


“Boleh foto kok, mumpung July masih punya waktu” Rumi yang menyahut antusias lanjut mengambil alih ransel July, sedang Luna sigap membenar - benarkan rambut gadis pelayan itu


Adik - adik kelas tampak senang, bergantian foto dengan July. Selesai dengan adik - adik kelas, menyusul yang lain berdatangan.. sibuk meminta foto si bintang baru


Rumi dan Luna bersikap sebagai asisten dan manager July, mengatur para fans. Kerumunan baru bubar setelah lonceng masuk berbunyi, meskipun ada beberapa yang masih nekad minta foto sampai depan kelas July.. July yang jiwa pelayannya mendarah daging sangat sopan dan ramah melayani siapa saja yang minta foto

__ADS_1


Di kelas July juga sama, teman - teman July bergiliran minta foto, ada yang sudah ke tahap minta tanda tangan juga


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Selesai jam pelajaran kedua, July sebenarnya hendak meminta izin pada Marco.. tapi melihat pemuda itu sedang duduk bergerombol dan tampak mendominasi, July urung.. langsung beranjak menuju ruangan make up milik Rumi dan Luna


Rumi dan Luna memang profesional sih, make up July flawless.. cantik saat diliput oleh wartawan salah satu majalah remaja itu, July yang memang cerdas menjawab setiap pertanyaan pada sesi wawancara dengan elegan, Luna yang setia mendampingi sampai ikut bangga


Selesai wawancara, Rumi yang dari tadi berjibaku dengan ponselnya, memburu menghampiri dengan wajah ceria, “Tahu enggak… Barusan ada telepon dari agensi model, katanya ada merk pakaian ternama yang butuh model kategori remaja, nah dia bilang July cocok jadi modelnya.. kalau July mau bisa langsung tanda tangan kontrak!” Rumi menyampaikan dengan loncat - loncat kegirangan


“Serius?” Luna sampai bangun dari duduknya, menyahut antusias


“Kayaknya gara - gara ada beberapa artis muda yang ikutan komen di postingan July deh makanya banyak wartawan dan agensi model yang nyariin July, aku sih udah bilang July boleh jadi model pakaian merk apa saja dengan syarat produk make upnya harus merek kita” Sahut Rumi


“Kamu enggak keberatan kan Jul jadi model merk pakaian apa saja?” Tanya Luna


Keberatan menerima uang hasil kerjanya sendiri? Tentu saja tidak, July melebarkan senyumnya


“Aku mau kok jadi model merk apa saja” Sahutnya meyakinkan


“Sippp lah, kita atur jadwal kalau begitu.. mulai sekarang kami manager sekaligus make up artis kamu ya, pokoknya jangan khawatir relasi Papaku banyak di industri hiburan.. nah Papanya Luna juga banyak kenal vendor -vendor yang bisa endorse kamu” Terang Rumi menggenggam tangan July membesarkan hati gadis itu, July tersenyum balas menggenggam tangan Rumi


“Terima kasih, aku akan berusaha semampuku agar tidak mengecewakan kalian” Ucap July sumringah


“Eh Lukas bukannya mau investasi di merk make up kita ya? Kalau jadi, kita udah bisa bikin proposal dari sekarang, udah pantas lah untuk dilirik sekelas perusahaan Walton” Tutur Luna


Membicarakan Lukas, baik Rumi dan Luna refleks melihat July, Luna duduk di depan July menatapnya dengan serius, “Lukas lagi training di perusahaan Ayahnya ya? Apa dia sekalian akan memberi tahukan tentang hubungan kalian?” Cecarnya


July tersenyum kecil, lanjut melamun.. tak yakin jika hubungannya dengan Lukas akan sampai ke tahap itu, perbedaan strata sosial antara mereka terlalu jauh, tapi jika mengingat omongan Lukas tadi malam ada secercah harap. Ya, mungkin bekerja keras adalah solusi untuk semuanya, seperti kata Lukas.


(Bersambung)….



(Habis teleponan dengan July, Lukas di tengah - tengah trainingnya galau sendiri.. bingung memikirkan nasib masa depan hubungannya dengan July)

__ADS_1


__ADS_2