
****
Ciuman Lukas semakin intens mendominasi, kedua tangan pemuda itu berlabuh di pinggang July, membimbing gadis itu menuju tempat tidur
Dengan bibir masih saling bertaut, di depan tempat tidur Lukas cekatan membantu July membuka jas seragamnya lalu membuangnya begitu saja di lantai
Ciuman Lukas lalu turun ke leher gadis itu, terhalang kerah kemeja seragam July.. pemuda yang sudah gelap mata itu menelusuri kancing kemeja July, membukanya satu persatu
July pasrah, menautkan tangan di pinggang Lukas, sesekali tanpa sadar jarinya menyentuh perut Lukas yang keras dan bersekat - sekat, membuat pemuda itu melenguh tanpa suara
Berhasil mempreteli semua kancing baju July, pemuda itu membuka baju gadis itu sekalian, seperti nasib jas seragamnya tadi kemeja itu pun dilempar Lukas sembarangan
Kegiatan bibir pemuda itu berhenti sejenak, kalap memperhatikan July yang hanya memakai penutup dada dengan tali di depan
“Pakai yang kemarin aku belikan ya?” Tanya Lukas
July berpose menggoda, “Ukurannya sangat pas, Kakak suka?”
“Cantik, sangat cantik” Ucap Lukas, setelahnya Lukas kembali mengklaim bibir, lahap ******* bibir July. July tak sadar pun saat tangan Lukas lihai menarik simpulan tali penutup dadanya, sadar - sadar setelah ia merasakan sentuhan lembut dan menghanyutkan
“Sssshhh” Rintih July
Tangan pemuda itu lentur, satu menangkup satu lagi meremas pelan, setelah tangan ganti bibir yang bertugas menciumi, lidah ikut terlujur menyapu - nyapu
July mendongak dengan mata terpejam, mulutnya setengah terbuka merasakan sensasi yang luar biasa
Jemari gadis itu refleks menyugar di sela - sela rambut Lukas, menggigiti bibir bawahnya melenguh tanpa sadar, sedang miliknya sudah basah merembes
Pemuda tampan itu sadar gerak tubuh July, bibirnya pelan memagut bibir July lagi, meneroboskan lidah menautkannya dengan lidah July yang tak mau mengalah
Sangat pelan Lukas mengarahkan lagi July ke tempat tidur, hingga kaki gadis itu mentok ke pinggiran ranjang, Lukas si pemuda gagah merebahkan punggung gadis itu, July si gadis cerdas tanggap.. beringsut naik memberikan ruang untuk Lukas
Pemuda dan gadis itu bertatapan sebentar, saling mengagumi tubuh satu sama lain lalu kompak saling meraup bibir. Tangan July yang pertama membelai perut rata kotak - kotak Lukas lalu merambat ke bawah, menyentuh milik Lukas dibalik handuk
Lukas meringis, miliknya sudah sangat tersiksa, ini tak bisa ditunda lagi
Pemuda itu mengecup bibir si gadis, pamit sebentar pada July bergegas menuju tas ranselnya, Lukas merogoh sekotak pengaman lalu memperhatikan benda itu mempertimbangkan sebentar, setelah itu ia mantap menggenggamnya dan kembali lagi pada July
July yang paham betul apa yang akan terjadi berikutnya cepat - cepat melepas semua yang tersisa di badannya
Melihat July, pemuda tampan itu berdiri mematung di pinggiran tempat tidur memperhatikan gadisnya yang polos tanpa sehelai benang pun
__ADS_1
Napas pemuda itu memburu, tak sanggup menunggu lagi pun Lukas beringsut menempati ruang yang diberikan July, berdiri dengan lututnya
Badan Lukas perlahan turun, kembali mengklaim bibir July, satu tangannya dipakai untuk menopang sedang tangan yang lain kreatif bergerilya menyentuh atau meremas lembut
“Hmmmm” Lenguh July tanpa suara terbungkam mulut Lukas, bibir pemuda itu turun menjelajah…
“Sayang” Panggil Lukas pada July yang sedang terengah karena sapuan lidah Lukas
“Ya” Sahut July ngos - ngosan mengambil napas
Pemuda itu kembali merangkak naik menempatkan dirinya di atas July, mengecup sayang bibir kekasihnya, “Kamu siap?”
“Siap” Sahut July memantapkan diri
Mata Lukas menatap lapar kekasihnya, pemuda itu menyerang bibir July ********** tanpa ampun, sedang sebelah tangannya turun menangkup dan meremas
“Aahhhh Kak” Rintih July saat Lukas lembut menghisap lehernya
Tangan gadis itu kembali khilaf meraba perut keras milik Lukas, napas pemuda itu kembali memburu, jakunnya turun naik menahan hasrat
Pemuda itu membuka handuk yang melilit pinggangnya dalam sekali tarikan, tergesa meraih pengaman dan menyarungkannya
“Sekarang mungkin akan terasa sakit, by” Info Lukas
Lukas membantu July menekuk lutut, mulutnya dibuat sibuk menghisap dan mengulum
”Haaaahhhh” Racau gadis itu
Lukas menghembuskan napas gugupnya, memantapkan posisi lalu memulai dengan pelan, kedua sejoli itu mendesis bersamaan… merasakan pertemuan milik mereka kembali.
Pemuda itu tak bergerak, sabar menunggu gadisnya tenang dulu
“Baby, maaf” Ujar Lukas lalu menghentak kuat menerobos dinding penghalang milik gadis itu
Lenguhan dan jerit pelan July terdengar, jarinya tertanam kuat di punggung Lukas
“Maaf… maaf sayang, maafkan aku” Ucap Lukas sambil mengecupi bibir July yang meringis sakit merasakan saat pertamanya
Gadis dibawahnya terengah tapi bibirnya lalu menyunggingkan senyum
“Aku lanjut?” Tanya Lukas
__ADS_1
“Lanjut Kak” Sahut July, pipi gadis itu memerah, ekspresinya nano - nano
Lukas gentle kembali mengambil ancang - ancang, “Aku mulai ya” Ucap Lukas
“Hu’um” Sahut July, milik gadis itu sudah melemas.. Lukas lembut memulai lagi
“Haahhhh.. by” Racau Lukas
“Ssshhh… sayang” Ucap July memanggil prianya, Lukas yang dari tadi menahan diri bak dimantrai, semangat menubruk dan menghantam - hantam kuat
July melenguh tanpa henti semakin menyemangati Lukas
Pergulatan mereka masih panas, Lukas masih merajai dengan cepat, bibirnya gesit ******* bibir July, detik lain menjilati bibir gadis itu, suara ‘plak - plak’ bersahut - sahutan dengan ******* dan lenguhan
July bisa merasakan ujung napsunya, kakinya menegang, napasnya tersengal. Lelehan cairan July deras mengalir, tangannya memeluk tubuh Lukas yang panas, akhirnya gadis itu mencapai puncaknya. Di atas tubuh gadis itu, Lukas masih kuat merajai dengan tangguh hingga July kembali melenguh panjang mengeluarkan cairannya.
Lukas memperlambat sebentar, menunggu dengan sabar sampai gadisnya tenang kembali, setelahnya ia merajai dengan jantan menuntaskan urusan, setelah melenguh panjang karena mencapai pelepasannya pemuda baru ia berhenti.
Cup… Lukas mengecup bibir July, “Terima kasih sayang” sebelum ia turun dari tempat tidur, membuang dulu pengamannya
“Kak” Rengek July memanggil pacarnya untuk segera bergabung
“Iya sayang” Lukas segera datang beringsut menidurkan diri di samping July. Keduanya tidur bersebelahan, tubuh mereka penuh keringat, lengket juga dengan cairan di kedua paha mereka, napas mereka masih ngos - ngosan
Lukas meraih July ke dalam pelukan, menciumi pucuk kepala gadis kesayangan
“Aku boleh mandi dulu Kak?” Tanya July, nyaman berbantal dada Lukas
“Mandinya nanti saja by, istirahat sebentar setelah itu kita lanjutkan lagi” Sahut Lukas
“Di bathub?” Goda July
“Siaaaap” Sahut Lukas
...----------------...
Benar sih kata Lukas, istirahat mereka benar - benar sebentar, setelah itu Lukas bak kesurupan melanjutkan pergulatan mereka di bathub, sampai 2 ronde pun. July sampai merengut kelelahan, melorot merendam dirinya di air hangat dalam bathub, Lukas benar - benar liar malam itu.
Setelah meminta maaf banyak - banyak karena ulahnya, pemuda itu membilas diri sebentar, lalu membiarkan July berendam merelaksasi otot - ototnya yang pegal
Keluar dari kamar mandi, pemuda itu bergegas memakai baju, sambil menunggu July selesai Lukas memeriksa ponselnya yang ia mode silent. Pemuda itu menghela napas melihat puluhan missed call dan pesan dari teman - teman Lukas, sang Mama, dan bahkan asisten pribadi Mamanya memenuhi layar ponsel
__ADS_1
Jari pemuda itu cepat membalas pesan sang Mama, pesan dari orang lain ia skip saja. Selesai mengetik ia mengoff ponselnya, tak ingin siapa pun menganggu momennya dan July
(Bersambung)….