Hasrat Terlarang Cinta Beda Kasta

Hasrat Terlarang Cinta Beda Kasta
Gadis Pelayan Yang Terkenal


__ADS_3

July berbunga melihat wajahnya yang terpampang besar di website, apalagi saat melihat komentar - komentar banyak orang disitu yang memuji - mujinya


“Fix sebentar lagi pasti banyak tawaran pemotretan, terus endorse, iklan, nanti main sinetron deh” Ucap Fedya antusias


“Benarkah?” Tanya July, mengawang - awang jalan keluar yang di depan mata, banyak job artinya banyak uang yang di dapat, dengan begitu kesempatannya untuk segera keluar dari rumah Marco semakin lebar.


“Tentu saja, biasanya kalau lagi viral akan cepat terkenal” Tambah Amel


“Heemm, semoga saja” Sahut July tersenyum senang


Bel masuk ke - 2 berbunyi, ke empat siswa pendamping itu tergesa menuju kelas mereka, berjalan beriringan sesekali tertawa - tawa. Sampai depan kelas, Lukas si pemuda romantis hangat menyambut, menyapa teman - teman July


“Kami masuk duluan ya Jul” Bisik Amel pengertian, bersama Sisil dan Fedya lalu masuk ke kelas meninggalkan July dan Lukas


“Sudah lama menunggu?” Tanya July, Lukas maju mendekat menipiskan jarak, meraih tangan July untuk ia pegang, siswa yang diam - diam mengintip menjerit tertahan


“Kenapa kamu tidak membalas chatku?” Tanya Lukas


“Maaf, aku tidak sempat Kak” Ucap July tersipu, malu karena mereka jadi bahan tontonan


“Ya sudah enggak apa - apa, oh ya kamu sudah lihat website sekolah?” Tanya Lukas


July tersenyum lebar, “Sudah, aku baru tahu dari Amel, Sisil, dan Fedya tadi”


Lukas membelai kepala July, “Selamat ya, aku bangga.. pokoknya kamu harus semangat”


Belaian Lukas membuat mereka semakin saja menjadi pusat perhatian, sampai ada yang sengaja memfoto dan video segala


Awalnya July tak nyaman, tapi senyumnya semakin lebar mengingat ia harus membiasakan diri jadi sorotan, ia pun sadar diri siapa pacarnya itu, Lukas adalah siswa populer


Tapi senyum lebar July jatuh sesaat ketika matanya menangkap Marco dan teman - teman yang hendak masuk ke kelas, mereka menatap July dan Lukas sesaat, lalu kembali acuh sibuk bercerita


Lukas menoleh ke belakang mencari penyebab senyum July luntur, melihat punggung Marco, Lukas menghela napas


“Apa Marco marah padamu karena HPmu ga aktif 2 hari kemarin?” Tanya Lukas


July menggeleng, “Tidak kok” Sahut July kembali tersenyum


“Aku khawatir soalnya kamu enggak bisa dihubungi, harusnya kamu mengabariku”


July agak jengkel, apa karena mereka sudah tidur bersama jadi Lukas lebih posesif, apa July harus melaporkan semua kegiatannya? Apa Lukas lupa kalau ia bekerja di rumah itu? Gadis itu mendadak bad mood, sudahlah badannya saja masih letih karena bekerja sampai dini hari.


Tak ingin membuat July lebih bad mood, pemuda itu melepas genggamannya, “Aku masuk ke kelas dulu kalau begitu”, Info Lukas, lembut mengelus pipi July


Gadis itu berpura - pura tersenyum, “Baiklah” Ucapnya lalu menggembungkan pipi


“Kenapa? Marah sama aku?” Tanya Lukas lembut


“Aku enggak punya alasan untuk marah sama Kakak” Sahut July kesal


“Ahahaha… Kamu lucu banget kalau lagi marah” Ucap Lukas gemas mencubit hidung July


July semakin merengut, “Sudahlah, bukannya Kakak mau masuk ke kelas?”


Bel masuk ketiga berbunyi, semua murid mutlak masuk


“Nanti jam istirahat kita ketemu di taman belakang ya, ada yang mau aku omongin” Ucap Lukas


July menghela napas lelah, “Iya” Sahutnya


“Good girl… sampai nanti” Lukas si pemuda tampan tersenyum hangat sebelum pergi menuju kelasnya


Masuk ke kelas, murid - murid yang tadi kepo mengintip, heboh menghampiri July memberikan selamat, kabar kemenangannya dalam olimpiade sains dan foto wajahnya yang tersebar luas di media sosial, membuat sikap banyak Nona dan Tuan muda yang tadinya tak menganggap July berubah ramah


“Apa aku bilang, kamu langsung terkenal kan?” Bisik Amel, July tersenyum kikuk.. belum terbiasa dengan situasi seperti ini, dimana ia dianggap dan diperhatikan oleh Tuan dan Nona muda


Mengedarkan pandangan pada teman sekelasnya, July lagi - lagi bersitatap dengan Marco, Leo disampingnya membisiki entah membicarakan apa, tapi yang pasti wajah Marco berubah bengis, menatap July dengan tajam


July si pelayan masih ingat tata krama yang diajarkan kepala pelayan, tak boleh bersitatap dengan majikan. Gadis itu segera saja menundukkan diri, dalam hatinya tak tenang melihat sikap Marco


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sepanjang pelajaran, fokus July sedikit goyah memikirkan Marco, diam - diam gadis itu mencuri pandang pada Tuan mudanya, ekspresi pemuda itu dingin, menatap tak antusias Guru yang sedang memberikan materi


“Huuffttt” Gumam July, apa yang Leo ucapkan tadi pada Marco sampai Marco menatapinya seperti itu?

__ADS_1


Astaga!!! apa Leo memberi tahu Marco kalau kemarin ia melihat Lukas dan July bersama? July terbelalak karena pemikiriannya sendiri


Kalau benar itu yang Leo bisiki tadi pantas saja Marco marah, July tertangkap basah berbohong mengenai ia dan Lukas. Gadis itu meneguk ludah, membayangkan konsekuensi yang akan ia tanggung nanti


***


Jam istirahat gadis itu berjalan lesu menuju kantin bersama Fedya, Sisil, dan Amel, ia sampai lupa pada janjinya dengan Lukas. Ke empat gadis itu membelah jalan, berjalan tepat di tengah - tengah lapangan. Kontan saja July yang sedang viral menjadi sorot perhatin


“Eh ada Tuan Lukas tuh” Tunjuk Sisil, Fedya dan Amel penasaran mengikuti arah pandang Sisil, July juga.. ah ia baru ingat janjinya dengan Lukas


Di depan lapangan basket, Lukas sedang berdiri melingkar dengan beberapa temannya, tampak bicara serius.


“Jul, lihat cewek cantik berambut panjang itu kan?” Ucap Fedya


“Emmhh, yang berponi itu?” Tanya July menanggapi


“Iya.. yang berdiri disamping Tuan Lukas, itu teman dekatnya dulu namanya Nona Sarah, gosipnya sih pacaran” Tambah Fedya


July tertarik memandangi orang yang dimaksud Fedya, gadis itu cantik dan supel, tersenyum ramah pada siapa saja, dari kasta tinggi pastinya, seragam dan jam tangan mewah yang melingkar di tangannya sudah cukup memperlihatkan


“Mantan wakil ketua OSIS pas Tuan Lukas yang jadi ketua OSISnya, Tuan Lukas tuh digosipin pacaran sama banyak cewek, tapi yang terkonfirmasi faktanya cuma sama Nona Sarah itu”


Amel merangkul bahu July, “Sudah sih, jangan dibahas lagi, itu semua kan masa lalu.. yang penting Tuan Lukas sudah sama kamu sekarang”


July terusik, merasa insecure dengan mantannya Lukas, siapa lah dia dibanding Nona muda itu, tapi gadis itu menutupi kegelisahan hatinya, tersenyum lebar “Enggak apa - apa kok, toh kami cuma pacaran biasa saja”


“Pacaran biasa bagaimana? Apa kalian tidak memikirkan masa depan?” Cecar Amel


“July, Tuan Lukas kesini!” Fedya menjerit, menarik - narik lengan July


July, Sisil, dan Fedya menoleh bersamaan. Sisil yang biasanya kalem tiba - tiba berubah salah tingkah, ternyata Lukas tak datang sendiri, teman - temannya ikut serta, kecuali Sarah


“Rombongan cowok ganteng dan kaya” Bisik Amel


“Selamat siang” Sapa Lukas hangat


“Selamat siang juga” Sahut July sopan, mode pelayan.. di depan banyak orang ia memang belum terbiasa berperan menjadi pacar Lukas


Seorang teman Lukas menyeletuk, “Pacarnya Lukas sudah viral sekarang, terkenal dimana - mana, tinggal tunggu waktunya saja Lukas dicampakkan” Godanya sambil nyengir kuda, teman - teman Lukas yang lain cekikikan, sedang wajah Lukas berubah cemberut


“Kalau sudah enggak mau sama Lukas, sama aku saja sih, aku belum punya pacar kok” Timpal teman Lukas yang lain, tawa teman - teman Lukas pecah membahana senang menggoda Lukas


Lukas menghela napas dalam, berkacak pinggang dan berbalik menatap kesal teman - temannya yang usil, “Bukannya kalian mau ke kantin? Buruan sana!” Titahnya


Gavrel tertawa paling keras, sampai terpingkal - pingkal melihat Lukas yang biasa cool sekarang terlihat cemburunya


Puas menggoda Lukas, pemuda - pemuda itu bubar jalan menuju kantin


Jengah jadi pusat perhatian, July yang masih menunduk malu kembali berjalan, mengapit kedua temannya, Sisil dan Fedya.


“Eh, jalannya sama Tuan Lukas dong” Sisil dan Fedya tahu diri, melepas gandengan mundur bergabung dengan Amel. Lukas bergerak cepat mendekati July, berjalan bersisian.


Pemuda itu kembali melihat pada July yang hari ini terasa lebih pendiam, senyumnya juga seperti robot, sama dengan pertama kali mereka bertemu


Amel, Fedya, dan Sisil yang berjalan pelan agak di belakang July dan Lukas berbincang tenang, memberikan kesempatan pada pasangan di depannya untuk bicara


“Jadi ke halaman belakang?” Tanya Lukas pelan


July menggigit bibir, menoleh sebentar ke belakang “Aku sama teman - teman mau ke kantin sih Kak” Ucapnya


“Eh enggak apa - apa kok, udah kamu sama Tuan Lukas saja, next time saja traktirannya” Amel yang mencuri dengar cengengesan menggeret Sisil dan Fedya menuju kantin


”Duluan ya, sampai ketemu di kelas” Ucap Fedya sambil melambaikan tangan


July menghela napas, sejujurnya ia sedang malas bertemu dengan Lukas, entah karena kejadian tadi pagi atau karena Sarah, “Ya sudah, ayo ke taman belakang” Ucapnya pasrah


“Ahahaha, gitu dong.. itu baru pacar Kakak! Kita beli makanan dulu ya di kantin, entar makannya bareng disana” Lukas memeluk pinggang July, membuat penonton yang sedang mengawasi mereka menjadi heboh, afeksi July si viral dan Lukas si pemuda populer memang membuat iri


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Di taman belakang sekolah yang super sepi itu July dan Lukas duduk berdampingan di ceruk tembok yang tak terlihat, tempat persembunyian mereka berdua


Lukas lahap memakan roti lapisnya, sedang July makan sedikit - sedikit.. tak berselera


Pemuda tampan disampingnya mengeluarkan ponsel, memperlihatkan media sosialnya pada July, “Ada lomba olimpiade bahasa Inggris bulan depan, kamu mau ikut?” Tawarnya

__ADS_1


“Heemm” Sahut July singkat, tak semangat, mengunyah sangat pelan roti yang sudah masuk ke mulutnya


Lukas menghela napas, lalu tersenyum simpul.. mahfum kalau July masih bad mood meskipun ia tak tahu apa alasannya


“Kamu marah sama Kakak?” Tanya Lukas, makannya berhenti demi fokus pada July


Entah kenapa dengan dirinya, tapi July penasaran sekali dengan gadis mantan Lukas itu, “Nona Sarah itu, mantan Kakak?”


Lukas tertegun, “Sarah?” kemudian ia tertawa lepas, “Ahahaha, kamu cemburu?” Godanya, July semakin jengkel saja.. gadis itu memasukkan sisa rotinya ke dalam plastik, lalu bangun dari duduknya


Lukas gupuh berdiri menarik tangan July, “Mau kemana, by?”


”Ke kelas” Sahut July, salahnya sih mengungkit soal Sarah, ia malah jadi uring - uringan sendiri, cemburu tak jelas


“Kami pacaran enggak lama kok dulu, sebentar banget” Jelas Lukas, membelai kepala July


July tersenyum pura - pura, “Tidak apa - apa Kak, itu sudah masa lalu kan?”


“Kamu yang terbaik, by” Tutur Lukas, mengerti kalau hati July sedang tak nyaman, statusnya sebagai pelayan membuat dirinya otomatis membanding - bandingkan diri


“Klise sekali, siapa pun akan bertanya - tanya kenapa Kakak mau dengan gadis pelayan” Rajuk July


“Ahahaha.. sudah ku duga, kamu pasti sedang tak percaya diri” Lukas cepat - cepat memeluk gadisnya dari belakang, “Percaya padaku by, kamu yang terbaik”


July luluh juga, nyaman dalam rengkuhan Lukas, senyumnya kembali terbit, “Kakak juga yang terbaik” Ucapnya


“Perkataan siapa pun jangan diambil hati, aku enggak pernah sedekat ini dengan cewek manapun, apalagi sampai menidurinya”


“Hem, itu karena Kakak memang senang meniduriku” Ucap July


“Ahahaha… mungkin juga” Lukas menyibak rambut July, menciumi leher jenjang gadis itu


“Ssshhh” July gelisah menggelinjang, pemuda itu tergesa membalik badan July


“Kenapa kamu selalu membuatku terangsang begini?” Ucap Lukas menautkan dahinya dan July, tangannya mulai meraba - raba


“Uuhhh” Lenguh July saat rabaan itu menjadi remasan lembut


Pemuda itu meneguk ludah, “Aku mau minum susu” Ucapnya serak


“Susu? Apa Kakak membelinya tadi?” Jawab July


“Ck, Bukan susu itu by, tapi ini” Sahut si pemuda yang sedang berkubang bernafsu, jarinya profesional membuka beberapa kancing atasan July, tergesa membuka penutup dadanya


“Ssshhhhh” Desis July, saat Lukas sibuk meremas dan menghisap - hisapnya lembut.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Pulang sekolah, pintu dapur dibukakan oleh seorang pelayan senior.


“Kenapa telat?” Todong pelayan itu, mukanya masam


“Maaf, tadi ban sepeda saya bocor” Sahut July sopan, tersenyum penuh manner


Tak ambil pusing dengan jawaban July, pelayan itu langsung saja membanting pintu, “Masuk, langsung bekerja… jangan mentang - mentang kamu sekolah, terus kamu seenaknya pulang terlambat, pekerjaan di rumah masih banyak !” Sengitnya, lalu melengos begitu saja


“Baik Bu, maaf” Sahut July sangat sopan.


*** July baru saja keluar dari kamarnya, rambutnya yang masih basah setelah mandi ia biarkan tergerai


Suara berisik dari dapur membuat perhatian July yang sedang menjemur handuk di depan kamarnya teralihkan, gadis itu gupuh menuju dapur


Sampai disana perhatian semua pelayan jatuh pada gadis itu, berbisik - bisik


Suara sepatu mendekat cepat, kepala pelayan yang baru saja sampai memburu July, napasnya terengah, wajahnya merah menahan marah


“Apa yang sudah kau lakukan? Kenapa Tuan Marco semarah itu, hah?” Cecarnya emosi


“Ma - maaf? Ada apa ya Bu?” Tanya July gemetaran


“July!!!! July!!!! Dimana July?” Suara Marco memanggilnya menggelegar dari ruangan sebelah


Gluk..


July meneguk ludahnya mendengar suara Marco yang penuh murka

__ADS_1


(Bersambung)…


__ADS_2