
Dikomandoi begitu Lukas bak pemangsa, langsung menyerang memasuki
“Ssssshhhh” Keduanya mendesis bersamaan, merasakan kulit bertemu kulit. Lukas benar - benar melepaskan kendalinya saat itu, tubrukan demi tubrukan ia lancarkan, pinggulnya kokoh menghentak - hentak
“Kakak” Pekik gadis itu lepas kontrol
Sedikit kering karena tergesa, Lukas menghentikan serangannya dulu, pemuda itu lalu melorot, menempatkan diri diantara paha July
“Kakak mau ngapain?” Protes gadis itu, selain karena Lukas tiba - tiba berhenti gadis itu juga malu dipandangi begitu
Lukas terkekeh, “Cantik sekali, seperti pemiliknya”
July menutup wajahnya malu - malu, “Ka - Kak, aku belum bercukur”
Pemuda itu menarik kaki July, menempatkan keduanya di atas bahu, ditatapnya lagi bagian itu, takjub plus nafsu. Lidahnya lalu aktif bermain - main disana
“Haaahh Kakak, sudah.. aku tidak kuat” melas gadis itu, jarinya menyela rambut hitam Lukas, kadang tak sadar menjambjaknya
Lukas tega membuat gadis itu menggeliat - geliat, malah ganti aktifitas.. kini menghisap - hisap. Dikerjai begitu July sampai menggigit bibirnya, menahan erangan
Lukas semakin seduktif menggoda July, menautkan jarinya dan memegang pinggang gadis yang menggelinjang tak karuan agar tetap stay di tempat
Badan July merinding panas dingin, dahinya berpeluh, “Kakak ah, sudah Kak” Rintih July, badannya menegang mengeluarkan cairan.. banjir sudah, Lukas tersenyum bangga, puas sudah membuat gadis itu melayang terbang
Melepaskan pinggang July pemuda beringsut naik mengatur kuda - kuda untuk merajai lagi, July sigap menyambut.. mengalungkan kaki dan tangan di badan kokoh sang pemuda tampan
Di ranjang itu, di pagi yang super hot itu desisan dan erangan mendominasi kamar, volume televisi yang sengaja Lukas maksimalkan pun tak mampu menyamarkan rintihan mereka berdua
“Kakak, diluar!” Titah July saat Lukas menggeram panjang, pemuda itu cepat tanggap.. segera mengeluarkan di atas perut gadis itu, mereka berdua banjir.. banjir peluh, cairan, dan cinta.
Puas, keduanya merebahkan diri.. saling pandang tersenyum malu - malu. Entah siapa yang duluan, tak lama mereka terlelap nyenyak sekali.
Dari pagi, siang, sampai malam lagi pasangan itu tak keluar kamar, makan saja tetap di di dalam. Ambar yang masih harus mendiskusikan jadwal dengan July menahan - nahan diri, mengetuk - ngetuk pelan sebentar, setelah itu ia menyerah ketika yakin July sedang tak mungkin diganggu.
***
Di kamar, gadis itu telaten menyuapi Lukas buah, “Kakak kenapa datang? Bukannya sedang training? Bagaimana kalau Papa Kakak marah?”
“Sedang libur” Sahut pemuda itu, ganti menyuapi July potongan buah, tak lupa senyum manisnya mengembang, melon di mulut July pun sampai kalah manis
“Heeeem, baiklah… Kakak jangan kemana - mana kalau gitu, tinggalah bersamaku disini” Ucap gadis itu sambil merebahkan diri di paha Lukas, tangannya sudah memegang buku, persiapannya untuk ikut olimpiade
__ADS_1
“Siaaaap” Sahut sang pemuda, mengecup singkat bibir July, lalu membiarkan gadis itu tenggelam dalam bacaannya, hanya tangan Lukas saja yang sibuk mengusap - usap kepala gadisnya, atau kalau sedang gemas bergerilya masuk ke piyama July, membuat gadis itu mendesah sebentar
Ponsel mereka yang bergetar terus - terusan tak dihiraukan, keduanya off dulu dari semua kegiatannya.
*****
Masuk waktu fajar, Lukas bangun duluan.. pemuda itu menghela napas sambil menaikkan comforter untuk menutupi tubuh July yang polos tanpa sehelai benang pun, semalaman kegiatan panas mereka terulang lagi.. sayang pagi ini Lukas harus kembali ke kantor, jadilah wajahnya sendu
“Kenapa harus pagi lagi sih? Kenapa waktu enggak berhenti saja?” Keluhnya, menatapi sayang wajah cantik gadis yang masih terlelap itu
Tak rela berpisah, Lukas menciumi wajah July full semuka, begitu di bagian bibir ciumannya intens. July menggeliat kecil melek saat tangan Lukas meremas lembut aset kembarnya
“Selamat pagi” Sapa Lukas
“Pagi Kak, ssshhhhh… “ Sahut gadis itu, July lalu beringsut bangun, menangkupwajah Lukas, balas menciumi pemuda itu, berperang lidah bertukar saliva
“Aku harus kembali ke kantor” Ucap pemuda itu melas
July tersenyum penuh pengertian, “Heemmm, oke” Ucapnya, bibirnya maju mengecup bibir Lukas
“I love you” Ucap Lukas, menatap lamat - lamat mata July
“Aku juga Kak” Sahut gadis itu, agresif memeluk tubuh Lukas
Bagian terakhir yang bibir Lukas sentuh adalah kedua dada July, diciuminya lalu ditinggalkannya bekas kemerahan di keduanya sebelum bangkit berdiri, “Aku mandi dulu ya by” Ucapnya
“Yes Daddy” Goda gadis itu, sambil manja - manja menggoda. Pemudanya tertawa lebar, panjang hingga masuk ke kamar mandi, hiburan untuk mereka yang akan saling merindui
Saat Lukas sedang di dalam kamar mandi, July bantu membereskan barang - barang Lukas, mempersiapkan baju yang akan pemuda itu pakai.
Lukas keluar dari kamar mandi dengan menggunakan jubah mandi dan handuk kecil untuk mengeringkan rambut basahnya, pemuda itu lalu duduk disamping July di atas tempat tidur
“Waktunya tepat untuk pesan taksi sekarang?” Tanya July
“Yes honey” Sahut Lukas
“Taksi hotel?” Tanya July lagi
“Online saja, aku langsung ke kantor soalnya” Sahut Lukas, July paham tak banyak tanya langsung membuka aplikasi memesankan taksi online. Setelahnya ia membuka aplikasi kamera berselfie dengan Lukas
Lukas membenarkan posisi, tersenyum lebar ke kamera, angle foto kedua senyum gadis itu lebih rileks apalagi saat Lukas ambil posisi mencium keningnya, jadilah mereka dapat angle pas berfoto romantis.
__ADS_1
July masih ingin mencoba angle lain, tapi terhenti saat Lukas yang terbawa suasana memburu mencium bibirnya, di dorongnya tubuh July sampai rebahan, tangannya bermain - main dengan aset kembar July, tak peduli meskipun gadis itu merintih - rintih tak bisa menahan
Puas membuat gadis itu tak berdaya melawan hasrat, Lukas berdiri.. pergi untuk memakai baju yang sudah disiapkan July.
July ingin protes, tapi badan sungguh tak sanggup, pangkal pahanya banjir, napasnya ngos - ngosan pendek - pendek
“Kalau filmya sudah mau launching kabarin ya, nanti Kakak temenin kamu datang ke penayangan premiernya” Ucap Lukas
“Iya Kak” Jawab July lemah, antusiasnya terkubur hasrat yang menggebu
“Selesai dari sini cepet pulang, pola makannya diperbaiki, minum vitamin, istirahat yang cukup, chatku dibalas, teleponku dijawab” Lanjut Lukas, mengenakan bajunya cepat - cepat
July yang masih baring tak berdaya tak menjawab, gadis itu mencoba menyentuh dadanya sendiri, tapi hambar.. tak terasa apa - apa, tak seperti ketika Lukas yang menyentuhnya
Lukas menghela napas, sedikit merasa bersalah menggodai July, “Sabar ya, kalau waktunya lebih lama nanti sampai kamu enggak bisa bangun pokoknya, kalau perlu sampai kamu hamil”
July refleks bangun, melotot kaget “Kakak!” Ujarnya malu
Lukas terkekeh, sudah rapi memakai baju ganti memakai sepatu, “Jangan deket - deket sama cowok lain, inget ada aku by” Ucap Lukas, sambil mencium kening July
Membelai rambut July, Lukas lalu memeriksa dompet, ponsel, lalu menyelempangkan tas jinjingnya, “Aku pergi dulu”
July mengangguk sendu, mengikuti Lukas berjalan menuju pintu
“Jaga kesehatan, jaga diri, ingat makan, ingat istirahat, ingat aku” Lukas mencium kening July, lalu turun ke cuping hidung, kedua pipi, dan terakhir bibir July
“Kalau udah sampai kantor, aku kabari”
July mengangguk, tersenyum sebelum jinjit untuk mencium bibir Lukas. Pemuda itu tersenyum, lalu membuka pintu, keluar, lalu menutup pintu lagi.
July merasa kosong, hampa.. seharian kemarin ia bersama Lukas, dan sekarang ia kembali pada fitrahnya, sendirian.
Cepat - cepat gadis itu membuka pintu, berlari di sepanjang koridor hingga menemukan Lukas yang baru saja masuk lift, “Kakak!” Seru gadis itu
Lukas menahan pintu lift, “Iya by?”
July memburu memeluk Lukas, pemuda itu melepaskan pegangannya pada pintu lift membiarkannya menutup
“Kakak” Rengek gadis itu, ingin berucap melarang Lukas pergi, tapi lidahnya ia tahan - tahan
Seperti mengerti kegelisahan July, pemuda itu mengelus punggung gadis dalam dekapan, gadis yang sudah memenuhi hati dan pikirannya, “Tunggu aku ya, nanti aku akan membawamu dari rumah Marco” Ucapnya
__ADS_1
(Bersambung)