Hasrat Terlarang Cinta Beda Kasta

Hasrat Terlarang Cinta Beda Kasta
Perjanjian


__ADS_3

Keluar dari kamar mandi, pemuda itu bergegas memakai baju, sambil menunggu July selesai Lukas memeriksa ponselnya yang ia mode silent. Pemuda itu menghela napas melihat puluhan missed call dan pesan dari teman - teman Lukas, sang Mama, dan bahkan asisten pribadi Mamanya memenuhi layar ponsel


Jari pemuda itu cepat membalas pesan sang Mama, pesan dari orang lain ia skip saja. Selesai mengetik ia mengoff ponselnya, tak ingin siapa pun menganggu momennya dan July.


Selesai berurusan dengan ponselnya, pemuda itu membereskan bekas percintaannya dengan July, membuang tisu - tisu yang berserakan di lantai, memunguti baju - baju July yang ia buang sembarangan tadi. Pekerjaan rapi - rapi yang hari -hari biasa dilakukan oleh July diambil alih olehnya, hari ini Lukas tak akan membiarkan gadisnya itu mengerjakan apa pun.


Lukas lalu beralih ke tempat tidur, pemuda itu tersenyum melihat noda - noda cairan hasil pergumulan panas dan bercak darah di seprai berwarna putih yang sudah tidak lagi berbentuk, bahagia menjadi yang pertama untuk July


Lukas si pemuda tampan itu membenahi tempat tidur itu seadanya, tak pernah pun ia lakukan seumur hidupnya.


Sreeeek..


Pintu slide kamar mandi dibuka, July keluar dengan memakai jubah mandi, senyum gadis itu lebar meskipun wajahnya tampak kelelahan


Pemuda itu menyambut dengan senyuman bangga memperlihatkan hasil beres - beresnya


“Ahahaha… Terima kasih karena sudah bersusah payah” Ucap July melihat kamar yang sedikit lebih rapi dibanding tadi, meskipun sangat jauh dari standar rapinya di rumah Tuan Azhar


Pemuda itu tersenyum sumringah menyambut July, “Duduk disini, by” Panggil Lukas menunjuk pahanya


July berjalan pelan menuju kursi meja rias tempat Lukas duduk, lalu mendudukkan diri di paha pemuda itu


“Maaf sudah membuatmu kelelahan, aku seperti tak bisa berhenti tadi, hehehe”


“Tahu begitu kita tidur saja tadi, aku benar - benar lemas sekarang” Keluh July


“Ahahaha.. maaf sayang, maaf” Lukas menciumi tangan gadis itu, meminta pengampunan


July tersenyum hangat, mengalungkan tangan di leher si pemuda


“Kakak puas?”


“Sangat puas” sahut Lukas mendaratkan ciuman terima kasih di bibir July


“Kamu mau makan, by?” Tanya pemuda itu perhatian


“Aku sudah sangat kelaparan Kak, aku pikir Kakak tidak akan bertanya, hehehe”


“Astaga July, kenapa kamu tidak memberi tahuku kalau kamu sudah lapar?” Sesal Lukas


“Aku tidak terbiasa Kak, di rumah Tuan Azhari dilarang meminta makan karena jam makan sudah ditentukan” Sahut July

__ADS_1


Hati Lukas mencelos, bahkan untuk haknya yang paling mendasar pun July tak punya kendali


“Mau makan steak?” Tawar Lukas segera mengganti suasana hati, tersenyum hangat


July mengangguk antusias menuruti perutnya yang sudah protes


“Aku pesan dulu ke restoran kalau begitu, ada lagi yang mau kamu pesan selain steak?”


“Entahlah, tolong pesankan saja makanan yang bisa menambah staminaku, aku sangat lemas Kak” Keluh July lagi


“Ahahaha.. baiklah” pemuda itu menciumi lagi bibir July bahagia, setelahnya July bangun dari pangkuan Lukas, bergegas memakai piyama yang diamanatkan betul oleh pacarnya itu untuk dia pakai, sedang Lukas gerak cepat menghubungi room service memesan banyak - banyak makanan, bukan hanya July yang butuh recharge stamina, tapi dia juga ternyata.


“Cantik” Puji Lukas melihat July dalam balutan piyama yang ia belikan, piyama silk merk ternama itu pas sekali di badan July, seolah piyama itu memang khusus dibuat untuk gadis itu


“Terima kasih” Sahut July tersipu, gadis itu lalu memoleskan skincare di wajahnya, skincare gratis yang diberikan Rumi dan Luna


“Makanannya menunggu kurang lebih setengah jam katanya by, soalnya makanan yang aku pesan lumayan banyak” info Lukas


“Heemm, baiklah” Sahut July, mendamaikan perutnya yang sudah lantang berbunyi


“By” Lukas menghampiri July memeluknya dari belakang


“Iya Kak” Sahut July, meletakkan tabung kecil serum lanjut menumpu tangan di atas tangan Lukas


“Huuufftt, entahlah.. itu tergantung berapa banyak uang yang akan Kakak berikan, hehehe”


“Kamu minta berapa, by? Tinggal sebut saja, aku akan memberikan berapa pun yang kamu minta asal kamu tidak selingkuh”


“Memangnya Kakak punya uang berapa banyak sampai bicara seperti itu?”


Lukas mengeratkan pelukannya, “Sangat banyak, aku bisa memberikan apa pun yang kamu mau atau apa berapa pun uang yang kamu inginkan”


“Sombong sekali” Sahut July menggembungkan pipi, cemburu pada keadaan mereka yang sangat bertolak belakang


“Ahahaha.. bukan sombong, aku cuma meyakinkan kamu agar tak berpaling pada laki - laki lain jika itu hanya menyangkut masalah uang” Lukas mengecup pipi July yang masih menggembung


“Entahlah…. “ Goda July


Pacarnya itu mendelik tajam, “Jul…. “ Tegur Lukas


“Ahahaha.. Baiklah, asalkan Kakak juga setia.. tidak melirik apalagi tidur dengan cewek lain” Sahut July

__ADS_1


“Tentu saja tidak, aku akan setia sampai nanti” Ucap Lukas, July tersenyum miris.. entah kapan nanti yang dimaksud Lukas, apa menunggu sampai orang tua Lukas mengetahui hubungan mereka, atau menunggu Lukas bosan padanya, entahlah


“Aku ada ide, sebentar” Ucap Lukas mengurai pelukan, pemuda itu bergegas menuju nakas, meraih ponsel yang teronggok saja disana.. menghidupkan sebentar baru ia kembali lagi pada July


Rentetan suara notifikasi pesan masuk tak Lukas hiraukan, jarinya cepat menghidupkan kamera smartphonenya


“Sini by” Ucap Lukas sambil merangkul July merapatkan jarak


“Mau apa Kak?” july bingung saat Lukas ganti kamera ke mode video


“Kita buat janji verbal untuk saling setia” Ucap Lukas


July berdecak, “Apa harus sampai seperti ini Kak?”


“Tentu saja harus, supaya kita punya pegangan kalau suatu hari salah satu pihak melanggar perjanjian” Tegas Lukas


“Kenapa tidak perjanjian tertulis saja Kak?”


“Kertasnya bisa hilang, lagipula kalau tidak di depan notaris tidak kuat keabsahannya, kalau lewat video seperti ini sampai kapan pun akan aman tersimpan, hehehe”


“Ahahaha, baiklah.. jadi apa yang harus aku katakan?” Sahut July antusias


“Cukup fokus ke kamera dan ikuti kata - kataku” Titah Lukas


”Oke” Manut July, gadis itu membenarkan posisi lebih mepet ke Lukas, kini keduanya berada dalam 1 frame sorotan kamera video


“Kita mulai ya” Ucap Lukas, lalu menyetel on kamera videonya


Klik…


Wajah pemuda itu berubah serius, “Dengan video ini saya yaitu Lukas Ibrahim Walton sebagai pihak pertama dan..


July cepat tanggap, “July, sebagai pihak kedua” sambung gadis itu


“Dengan kesadaran penuh dan tanpa paksaan dari pihak mana pun membuat perjanjian untuk saling setia dan tidak terlibat hubungan spesial atau melakukan kontak fisik dengan siapa pun selama kami menjalani hubungan” Tutur Lukas


“Dengan kesadaran penuh……”


July si gadis penurut dengan fokus melihat kamera mengulang kata demi kata yang Lukas ucapkan


“Apabila pihak pertama atau pihak kedua melakukan pelanggaran, maka pihak pertama berkewajiban memberikan kompensasi kerugian dalam bentuk materil maupun imateril, ada pun kompensasi kerugian materil yang dimaksud adalah sebesar 1 milyar rupiah, sedang kompensasi kerugian imateril berupa permintaan maaf dan segala upaya agar pihak yang dirugikan bisa memberikan pengampunan” Ucap Lukas, pemuda itu lalu menoleh pada July

__ADS_1


“Apa pihak kedua setuju dengan klausal perjanjian?” Tanya Lukas


(Bersambung)….


__ADS_2