
July belum bersiap - siap pun saat Lukas menyerang bibirnya dan memepet badan gadis itu ke dinding, tak lama July mengikuti ritme mengalungkan tangan ke leher Lukas, keduanya berciuman intens bertukar liur, saling menautkan lidah dan membiarkan diri mereka terhanyut sebentar mengikuti hasrat
Puas saling ******* bibir, keduanya lalu melanjutkan perjalanan.. meniti tangga menuju lantai 4. Sampai di depan kantin perhatian tertuju pada kedua orang yang berjalan acuh itu, lebih tertuju pada July sih… Tuan dan Nona muda disana jelas tak ada yang menyangka jika seorang siswa pendamping punya keberanian untuk bergabung bersama mereka, jika tidak dalam genggaman tangan Lukas, sudah tentu July habis dicemooh mereka
Kantin itu persis seperti yang July lihat di brosur, saat masuk saja hawa dingin sudah terasa, lantunan musik klasik mengalun pelan, benar kata Lukas.. tak seperti di kantin siswa pendamping, di kantin ini sangat tenang, July tak melihat perbedaan antara kantin dengan resto bintang 5 yang dilihatnya di televisi
July melangkah nyaman di lantai berkarpet tebal itu, mengikuti langkah Lukas menuju meja tepat di depan kaca, di meja dengan 2 kursi itu sudah ada tag ‘reserved’, ternyata Lukas sudah memesan meja itu sebelumnya
Lukas sang gentleman membuka kursi untuk July, setelah memastikan gadisnya nyaman baru ia duduk, untung saja July sudah terlatih table manner sehingga ia yakin tidak akan mempermalukan Lukas
“Mau makan apa?” Tanya Lukas, saat July sudah membuka menu
July menoleh sebentar melihat antrian di meja buffet, tempat buah - buahan, kue - kue, dan banyak makanan berat banyak disaji, sedang untuk makanan tambahan bisa di request langsung dari menu
Pantas saja jam istirahat di sekolah itu cukup panjang, sekolah memberikan kesempatan untuk siswa utama menyantap makanan sesuai selera mereka
“Kalau mau makanan di buffet, nanti aku ambilin” Ucap Lukas
“Heemm, apa aku boleh memesan dari menu?” Tanya July
“Ahahaha.. tentu saja, pilih yang kamu suka”
Mata July kembali membaca menu, mencari - cari steak yang ia lihat di brosur
“Ada” Gumam July berbinar
Mata pemuda itu ikut melihat, “Kamu mau steak?”
“Iya, well done dengan mushroom sauce” Sahut July, sesuai dengan yang ia pelajari dengan kepala pelayan
“Oke, dan minumnya? ada wine juga kalau kamu mau, hehehe.. “
“Sangria cocktail paling cocok sih dengan daging, kandungan winenya juga sedikit.. tapi kita lagi di sekolah Kak, jadi aku mau lime squash saja” Sahut July
“Ahahaha.. pilihan bagus” Ucap Lukas memuji, pemuda itu lantas memasukkan pesanan mereka ke dalam tab yang tergeletak di atas meja
** Tak perlu lama sih untuk menunggu pesanan mereka, koki disana banyak waitersnya juga cepat melayani, kini dua piring steak dan 2 gelas lime squash tersaji indah di meja
Sayup July bisa mendengar cemoohan beberapa orang, berbicara betapa tak pantasnya ia duduk disitu dengan makanan semahal itu, tapi July tak peduli pun, hari ini ia akan menikmati steak yang baru pertama kali ia coba saat training dengan kepala pelayan
July, sang pelayan tampak elegan memotong daging menjadi bagian kecil - kecil untuk ia lahap, sedang Lukas lebih banyak menatap July, bahagia melihat gadisnya antusias bersantap
Selesai makan dan membayar dengan meal card khusus siswa pendamping, Lukas kembali menggandeng July melewati orang - orang yang menatap July penuh hina
Bel pertama tanda masuk tepat ketika mereka keluar pintu kantin, saat hendak berbelok July bersitatap dengan Marco yang melihatnya dingin, di gandengan Marco ada Shofi, erat menggenggam
__ADS_1
“Murahan, udik” Gumaman Shofi cukup jelas di dengar July, tapi tak masuk ke hatinya
“Selamat siang” Sapa Lukas ramah, membungkam mulut Shofi seketika, tak ingin berlama - lama bersitatap.. July dan Lukas melanjutkan perjalanan
Yakin lift penuh, keduanya turun lewat tangga darurat, menuruni anak tangga satu per satu, meski pegal.. tapi senyum mereka mengembang
“Aku ke kelas dulu ya Kak, terima kasih” Ucap July
“Aku antar” Tawar Lukas, July tersenyum menyambut tawaran Lukas, meski terasa posesif tapi July menikmati perhatian Lukas
“July.. Jul!” Teriakan di belakang mereka membuat July dan Lukas kompak menoleh, Bu Lisa berjalan terengah.. sampai memegang pinggangnya
“Selamat siang, Bu” Sapa July hormat, Bu Lisa mengatur napasnya sebentar, lalu menoleh dan tersenyum hangat pada Lukas
“Kamu lagi sama July?”
“Iya Bu, hehehe” Sahut Lukas, Bu Lisa menggeleng sambil senyum - senyum mengerti kalau siswa di depannya itu sedang bucin akut
Bu Lisa lalu menoleh pada July, “Ibu hubungi HPmu tadi, tapi kamu tidak respon” Ucap Bu Lisa
“Oh maaf Bu, HPnya saya silent tadi” July memeriksa ponselnya, mode getar.. entah kenapa ia tak menyadarinya tadi, apa saking ia menikmati daging enak itu?
“Kamu masih ingat mister Michael kan? Itu loh fotografer saat pemotretan kamu kemarin”
“Iya Bu, maaf.. ada apa ya memangnya?”
July merenung menggigiti bibir bawahnya, kepala pelayan dengan jelas melarangnya untuk tak pemotretan lagi
“Tenang, mister Michael mau kok bayar kamu.. jumlahnya juga lumayan, gimana?” Bujuk Bu Lisa
Uang…. Bayangan itu berputar di kepala July sekarang
“July, ini kesempatan buat kamu” Dukung Lukas, sambil mengusap bahu July pun, Bu Lisa sampai mendengus
“Entahlah, saya harus minta izin dulu mungkin” Sahut July ragu
“Itu urusan Ibu, dengar Jul.. mister Michael datang jauh - jauh karena milih kamu, dia suka postur kamu, wajah kamu. Tubuh kamu itu bisa jadi aset untuk mengembangkan karirmu Jul”
Mengembangkan karir? Punya banyak uang lalu menebus dirinya pada Tuan Azhari? Tentu saja July mau, sangat mau
“Baik Bu” Sahut July antusias
Bu Lisa tampak lega, “Hari ini ada tes kamera dulu, tidak jauh - jauh.. cukup di sekolah saja biar kamu enggak bolos jam pelajaran terakhir nanti, jadi kamu siap - siap ya” Titah Bu Lisa, Guru berwajah manis itu lalu beranjak tergesa meninggalkan July
“Huuuufft.. siap - siap gimana, aku enggak bawa make up sama sekali” Keluh July
__ADS_1
Lukas tersenyum, “Tunggu sebentar” Pemuda itu lalu setengah berlari menuju kelasnya
July masih menunggu di depan kelas saat Lukas membawa 2 orang siswi utama dari kelasnya, July mengerjap - ngerjapkan mata, ciut melihat dua orang Nona muda itu mendekat
“Kenalin, ini Rumi dan Luna” Ucap Lukas, siswi bernama Rumi langsung meraih tangan July, ramah dan hangat tak seperti yang July kira
“Hai July, kamu pacarnya Lukas kan? Yang jadi model sekolah juga waktu itu? Kita udah lama loh pengen ketemu kamu, waktu itu kita udah izin Bu Lisa untuk jadiin kamu model brand make up kita, tapi Bu Lisa bilang harus izin banyak orang dulu, karena ribet.. ga jadi deh, hehehe”
“Hai, selamat siang” Sapa July ramah sambil menundukkan badan pula
“Wah, sopan sekali.. pantas Lukas kepincut sih” Ucap Luna, July tersenyum malu - malu
“Tadi Lukas udah jelasin sekilas, jadi lebih baik kita langsung ke studio saja ya.. udah mepet kan waktunya?”
“Studio?” Bingung July
“Sudah, ikut saja” Rumi menggiring July, lalu diapit Luna, sudah seperti kenal lama saja mereka, Lukas mengekori di belakang tak rela pacarnya diculik
“Eh Lukas, masih ngikutin aja” Ucap Rumi saat menoleh ke belakang
“Hehehe… “ Lukas nyengir kuda, malu terlihat bucinnya
Sampai di lantai 1, mereka berempat menuju ruang dengan pintu lebar - lebar di sebelah aula besar
“Tadaaa, selamat datang di studio Runa” Ucap Rumi setelah membuka pintu ruangan penuh cermin besar - besar itu
“Runa? Apa Runa brand make up yang baru launching itu?” Tanya July terhenyak
“Kami masih coba - coba sih, nunggu respon konsumen dulu.. hehehe” Sahut Luna
“Oh jadi Runa itu singkatan Rumi dan Luna?” Tanya Juli
“Betul sekali” Sahut Luna
“Waaahhhh” July mengitarkan pandangannya ke seluruh ruangan, banyak meja - meja rias dengan peralatan yang super lengkap disana, lampu terang - terang dari masing - masing meja rias
“Siswa kelas 3 udah dilarang buat ikut ekstrakulikuler, nah untuk siswa yang punya passion di satu bidang boleh menggunakan ruangan ini untuk menyalurkan bakatnya, dengan catatan semua fasilitas harus di tanggung sendiri” Jelas Lukas
Tak bisa July bayangkan berapa uang yang keluar untuk membuat ruangan semewah dengan peralatan make up selengkap itu
“Maaf, tapi kenapa kita kesini?” Tanya July sopan
Rumi mendekati July, berdiri di belakang gadis itu lalu memegang kedua bahunya, “Kamu lihat gadis yang di cermin itu?” Tanya Rumi menunjuk pada bayangan July
“Aku dan Luna akan merubah kamu, membuat kamu seperti model profesional”
__ADS_1
(Bersambung)….