Hasrat Terlarang Cinta Beda Kasta

Hasrat Terlarang Cinta Beda Kasta
Pemuda Bernama Lukas


__ADS_3

Setelah memantapkan diri, July lanjut menuju ruang guru, ruangan yang berada di lantai 2 bangunan itu pintunya terbuka lebar, July langsung saja masuk


“Selamat pagi” Sapa July sopan pada seorang pria berkaca mata yang duduk di meja depan pintu


Pria itu membenarkan kacamata melihat July dari ujung kaki ke ujung kepala, “Kau siswi pendamping?” Tanya pria itu heran, July tak terlihat sebagai pendamping, ia lebih cocok menjadi salah satu siswi utama, keturunan orang berduit tebal


”Betul Pak, saya siswi pendamping.. murid pindahan” Sahut July sopan, ia lalu menyodorkan kertas bukti kepindahannya, pria itu menerimanya lanjut memeriksanya di layar komputer


“Ah, kamu pendamping Marco Azhari rupanya, pengganti Sarah ya?” Tanya pria itu lagi


“Pendamping Marco sudah datang?” Seorang perempuan datang dari arah belakang July, perempuan tinggi dan langsing dengan bet nama bertuliskan “Maya” itu melenggang mendekati July


“Saya pikir dia siswi utama tadi, Bu” ucap pria itu cengengesan


”Lihat dari seragamnya dong Pak, jangan lihat dari wajahnya” Sinis Bu Maya, pria tadi hanya bisa tertawa kecil


“Ayo ikut saya, sebentar lagi kelas dimulai… kamu tidak boleh sampai terlambat datang karena itu akan berpengaruh pada nilai Tuanmu” Tutur wanita itu


“Baik Bu, maaf” Sahut July sopan, Bu Maya berjalan anggun di depan, sedang July patuh membuntuti di belakang. Beberapa kali Bu Maya menyapa duluan siswa berseragam seperti Marco, atau disapa duluan siswa berseragam seperti July, sangat kontras memang perbedaan sikapnya pada siswa pendamping dan siswa utama


Koridor di depan kelas - kelas itu membentang panjang, siswa - siswa utama sudah ramai datang, ada juga beberapa orang pendamping yang berpapasan dengan July dan memberikan senyuman ramah, merasa senasib mungkin.


“Sistem ranking di sekolah ini berdasarkan nilai dan absensi, sebagai pendamping kamu akan memprioritaskan nilai Tuan kamu, jika Tuan kamu berprestasi maka sebagai kompensasi kami akan memberikan surat rekomendasi untuk masuk ke salah satu kampus terkenal nanti, ada potongan biayanya juga!” Tutur Bu Maya, July mencoba mendengarkan dengan baik di tengah suara para siswa yang berisik, Bu Maya menoleh sebentar ke belakang melihat July


“Jangan pernah telat, jangan pernah bolos apalagi kamu bolos sekolah saat Tuan kamu masuk, kalau sampai seperti itu akan ada hukuman nantinya, namanya sanksi kedisiplinan!” Tuturnya lalu lanjut berjalan


“Iya Bu” sahut July, July berhenti melangkah ketika Bu Maya berhenti di depan sebuah pintu


“Ini kelas kamu, belajar yang baik jangan sampai mengecewakan Marco seperti pendamping sebelumnya, ingat orang tuanya Marco sudah mahal - mahal membayar uang sekolahmu, jadi lakukan tanggung jawabmu dan jadi yang terbaik”


“Dan kamu tenang saja, meskipun kamu disini cuma pendamping, tapi perlakuan semua guru akan sama, temen - temen kamu yang sesama pendamping juga banyak, kamu bisa berteman sama mereka nanti!” Tambah Bu Maya, kontras dengan fakta yang July rasakan, baru masuk saja tadi sudah terasa perbedaan sikap untuk si miskin dan si kaya


“Baik, Bu” Sahut July sopan


Bu Maya kembali memandangi July dari ujung kaki ke ujung kepalanya, matanya memicing menelisik, “Sayang sekali ya gadis secantik kamu harus jadi pelayan, apa kau tak mencoba jadi artis atau model? Wajah blasteran seperti kamu laris loh kalau jadi artis!”


“Baik, Bu” sahut July lagi enggan menanggapi


“Ah ya sudahlah, ayo masuk!” Ajak Bu Maya

__ADS_1


Klek.. pintu besar itu dibuka


Siswa - siswi yang sudah berkumpul melihat ke arah pintu


“Ayo masuk!” Ucap Bu Maya pada July yang masih berdiri di luar pintu


Dengan perasaan berkecamuk antara gugup dan takut July kemudian masuk, baru berdiri sebentar suara siulan siswa laki - laki memenuhi kelas, benar - benar tak July duga, July pikir menjadi pendamping tak akan mengundang perhatian apa pun, tapi nyatanya sama saja meskipun beberapa siswi utama menandang July dengan sinis


“Aih cantiknya, pendamping siapa ini Bu?” Sambar seorang siswa laki - laki


“Ini July, mulai hari ini dia adalah pendamping Marco” sahut Bu Maya menjelaskan


”Shit! Dia pendamping lo, Marco? Dapet dari yayasan mana lo pendamping bening gini?” Timpal siswa laki - laki yang lain, lalu disahut siswa utama lain mengkonfirmasi pada Marco, siswa pendamping yang lain berdehem tak nyaman mendapat saingan bening dambaan Tuan - Tuan mereka, sedang Marco yang duduk dibaris ke empat depan meja guru menatap July dingin seperti tadi pagi


“Hei - hei, dilarang mengumpat!” Tegas Bu Maya, “Sudah - sudah biarkan July duduk, tolong jangan di bully.. dia disini dengan tanggung jawab besar seperti pendamping yang lain!”


“Namanya July siapa? Mau Jadi July Hartono ga?” Ucap seorang siswa anak pengusaha alat - alat berat itu mengundang sorakan teman - temannya, July menunduk malu - malu, pipinya yang putih bersih kemerah - merahan menggemaskan, jadilah kaum Adam makin heboh menggoda July, hanya kaum Adam siswa pendamping saja yang duduk kalem tak berani bersuara di depan para Tuan


“Sudah.. Sudah!” Teriak Bu Maya, “July, kamu duduk di bangku barisan pendamping sebelah sana, kamu cari aja yang kosong dimana!” Titah Bu Maya menunjuk baris bangku sebelah kiri, bangkunya terlihat berbeda dengan yang di duduki siswa utama, kursinya dan mejanya terbuat dari kayu, sedang untuk para Tuan dan Nona muda disediakan kursi empuk berbahan kulit lengkap dengan mejanya


“Baik Bu, terima kasih” Sahut July lalu berjalan gugup melewati bangku - bangku barisan Tuan dan Nona muda, sayup July mendengar celetukan - celetukan


“Hai, namaku Amel” Ucap seorang siswi teman sebangku July, memikirkan Marco membuat July sampai tak sadar kalau ada orang di sampingnya, July cepat - cepat mengatur ekspresinya tersenyum ramah


“July” Sahutnya menerima uluran tangan Amel


“Aku Fedya, nah yang ini Sisil” ucap siswi yang duduk di depan July, July balas tersenyum manis menyambut perkenalan teman - teman barunya


Beberapa siswa utama yang laki - laki datang mendekati July, siswa pendamping langsung duduk diam, segan pada Tuan - Tuannya


“Hai July, minta nomer WA dong!” Ucap seorang siswa utama yang sudah mengeluarkan ponselnya


“Hei bro, izin dulu dong sama Marco kalau minta nomer WA July, July kan propertinya dia! Jangan main ngegas gitu dong!” Tegur siswa utama yang lain, siswa tadi cengengesan lantas segera menuju Marco, July menoleh ke arah Marco dengan takut - takut, lalu lesu kembali melihat Marco mengedikkan bahu tak peduli saat temannya meminta izin untuk mendekati July.


*******


Saat waku istirahat, sebenarnya Amel, Sisil, dan Fedya mengajak July untuk bergabung bersama mereka di kantin khusus siswa pendamping, tapi berhubung July tak dibekali jatah uang makan siang, July memutuskan untuk menyantap bekal makan siang yang ia bawa di tangga darurat, tempat yang ia yakini paling sepi karena siswa disana mayoritas menggunakan lift


Tangga darurat di lantai 2 July pilih sebagai tempat istirahatnya, July duduk di anak tangga tepat depan pintu, jaga - jaga jika ada yang hendak melalui tangga darurat July bisa segera turun atau naik

__ADS_1


Bekal hari ini hanya dua helai roti yang ditumpuk, di tengahnya diolesi mentega saja, berhubung roti itu sisa sarapan para pelayan yang dibuat pagi tadi alhasil roti itu sudah kering, tapi July tetap memakannya dengan lahap, bersyukur akan apa yang ia dapat


Kreeek.. pintu darurat itu di dorong dari luar, July yang sedang minum air di botol bekalnya terkejut, ia buru - buru membereskan bekas makan dan buku - buku yang ia bawa sebagai bahan bacaan, saking buru - burunya tangan July tak seimbang menampung semuanya, alhasil semua barang yang ia bawa jatuh, botol minum yang belum di tutup rapat menggelinding ke bawah dan menumpahkan isinya


July yang memunguti botolnya bersamaan dengan pintu yang terbuka


“Weh, ada siapa nih? Anak baru ya?” Ucap seorang siswa utama, July tahu karena seragamnya


“Pendamping bro! Tuh lihat seragamnya, tapi cantik banget sih.. beda sama pendamping yang lain” Sahut temannya yang lain


“Ini yang bikin kelas sebelah heboh bukan? Pendampingnya anak Azhari kalau ga salah!” Pemuda paling belakang menimpali


“Marco? Wah bisa punya yang cakep gini ya dia? Kira - kira udah diapain aja tuh ama si Marco!” Timpal pemuda yang pertama, July tertunduk dalam - dalam tak nyaman dengan tuduhan


Pletak…


Satu temannya menjitak kepala pemuda barusan, “Udah bro! Jangan di gangguin, kasian kan dia jadi sedih!” Bela pemuda itu, “Hei nama kamu siapa?” Lanjutnya bertanya pada July sambil menyodorkan tangan, July yang masih ciut tak berani mendongak, pemuda itu menarik tangannya lagi


“Tuh kan jadi sedih dia, udah yuk cabut aja!” Ucap pemuda itu, ia lalu menuruni anak tangga menuju lantai 1 disusul teman - temannya, July masih tertunduk tak sadar kalau ada satu pemuda yang masih berdiri disitu, sibuk membantu memungut barang - barang July yang berserakan, setelah itu menyodorkannya pada July dengan senyuman manis


“Maaf” Ucap July lalu menunduk lagi


“Ahahaha, untuk apa minta maaf?” Sahut siswa itu, suaranya hangat enak di dengar, July memberanikan diri mengangkat wajah


“Maaf” Ulang July, kemudian menunduk lagi


Pemuda itu tertawa pelan, suara tawanya renyah memanjakan telinga, “Jangan minta maaf terus” ucap pemuda itu sambil menyodorkan barang - barang July yang belum juga berpindah dari tangannya


“Terima kasih” Ucap July menyambut barang - barangnya


“Maafin mereka ya, emang pada heboh kalau lihat cewek cantik” Tutur pemuda itu ramah, karena menunduk July tak melihat senyum lebar di wajah tampan pemuda itu


“Baik Tuan” Sahut July sopan, akhirnya sadar siapa yang ada di depannya, salah satu Tuan muda yang lain


Tawa pemuda itu kembali terdengar merdu, “Jangan panggil aku Tuan, panggil nama aja.. atau Kak, biar ga kaku soalnya kayaknya kamu lebih muda dibanding aku deh” Ucap pemuda itu, memang benar sih saat berada di kampungnya July pernah ikut akselarasi kelas, alhasil umurnya paling muda diantara anak - anak sekelasnya


“Baik, Tuan” Sahut July tak mendengarkan


“Gimana kalau manggil aku Kak aja, Kak Lukas” ucap pemuda tampan nan ramah itu

__ADS_1


(Bersambung)


__ADS_2