History Of Love Princess Yueyin

History Of Love Princess Yueyin
Episode 11


__ADS_3

"Jie, ada satu rahasia yang kamu tidak ketahui." Kata ayou.


"Apa itu?" Tanya ku.


"Katanya, jika kita bertemu seorang lelaki disini dan tercebur ke dalam sungai. Kita akan menjadi cinta sejati, layaknya seperti Permaisuri Wei Yie Li dan Kaisar Yuchen." Jawab ayou.


Aku tertawa, pikiran orang dulu memang sangat sempit haha. Mana mungkin hanya dengan tercebur kedalam sungai bisa menjadi cinta sejati, cinta sejati itu adalah rahasia dewa yang menentukan benang merah terhadap pasangannya.


"Aih kamu tidak percaya ya? Aku pun juga seperti itu. Kadang aku pernah sengaja menceburkan diri bersama laki-laki tampan disini, hehe! Sekarang aku harus mencobanya lagi." Seru ayou.


"Jadi kamu mengajakku kesini hanya karena alasan mu?"


"Maafkan aku jie, jika ibu tahu aku seperti ini dia pasti tidak mengizinkan ku pergi, aku akan kembali kamu tunggulah disini ya!" Ayou pergi meninggalkan aku sendiri.


Sudah pergi keluar rumah pun rasanya tetap membosankan. Melihat sungai mengalir dengan deras sedikit menghibur, tapi itu hanya sementara.


Disaat aku menyelup kaki ke dalam air, tiba-tiba saja terdengar suara suling yang sama pada hari itu. Apakah dia orang yang telah menolong ku? Dengan cepat aku berlari ke arah suara itu.


Di atas batu besar seseorang sedang memainkan sulingnya, aku berjalan pelan memanjat batu besar kemudian melihat dia dari belakang. Wajahnya tidak terlihat, tapi aku takut jika memanggilnya. Bisa saja dia marah karena di ganggu.


"Pangeran sudah seharusnya kita pulang." Terdengar suara seseorang.


Orang itu membalikkan tubuhnya, sontak aku terkejut dan melangkah mundur. Sialnya batu ini sangat licin sehingga aku terpeleset dan jatuh.


"Hati-hati!"


Byur!!!


Aku terjatuh ke dalam sungai, bagaimana ini apa aku akan mati secepat ini? Aku tidak bisa berenang. Di dalam air aku berteriak meminta pertolongan tetapi tidak di dengar oleh siapapun. Sepertinya benar-benar akan mati disini.


Sebelum kehilangan kesadaran aku melihat seseorang terjun dan membawa diri ku ke daratan. Samar-samar mendengar pembicaraan mereka.


"Pangeran kenapa kamu menolongnya?" Tanya feibao.


"Feibao kamu banyak tanya!" Jawab pangeran wenhua.


Wenhua berusaha menolong Yueyin dengan memberikan nafas buatan, sedangkan feibao terkejut melihat tuannya mencium seorang gadis.


"Ihh pangeran…" feibao bergidik geli.


Aku yueyin, pertama kalinya bangun lalu melihat bibir ku menempel di bibir orang lain. Selama berkencan dengan mantan pacar tidak pernah melakukan hal itu.


Syurrr!


Aku menyemburkan air ke wajah laki-laki itu, yang kemudian di tanggapi dengan tawa besar oleh pelayannya. Sial! Tidak tahu terima kasih sekali aku telah di tolong malah bersikap seperti ini.


"Feibao, berikan jaket jubah ku." Perintah pangeran wenhua.

__ADS_1


Feibao itu memakaikan jaket jubah keren dengan bulu tebal di atasnya kepada laki-laki yang menolong ku. Sepertinya mereka juga bukan orang biasa jika di nilai dengan tampilannya.


Mereka berjalan pergi meninggalkan tempat itu, lalu entah mengapa mulut ku bicara sendiri tidak sesuai dengan kata hati.


"Tunggu dasar br*ngsek! Kamu sudah merebut ciuman pertama ku!" Teriak.


Aku menutup mulut setelah sadar, dia terlihat kesal kemudian menatap mata ku tajam sambil mengeluarkan kata-kata dingin seperti raut wajahnya.


"Kau, orang yang tidak tahu terima kasih. Kau pikir itu hanya ciuman pertama mu saja?" Ucapnya dengan tatapan tajam.


Seperti di tusuk duri es, dia sangat kejam! Seperti itukah cara dia bicara dengan perempuan?! Menyebalkan!


Mereka pergi dan aku mencari keberadaan ayou, sial sekali hari ini. Aku berniat berterima kasih padanya tetapi kenapa malah jadi seperti ini? Mulut ini tidak bisa di kontrol dan ternyata dia tipe laki-laki yang sangat dingin pada wanita.


"Ayolah yue! Lupakan saja kejadian hari itu!" Kesal ku sambil memukul kepala pelan.


Berjalan sambil sedikit membungkuk karena kedinginan, tiba-tiba saja ayou datang menghampiri ku dan bertanya apa yang terjadi. Semuanya sulit di ceritakan, aku yang lebih tua darinya tidak mungkin menceritakan kecerobohan di tambah lagi semua orang sedang memperhatikan kami.


Terpaksa aku dan ayou kembali ke rumah sebelum matahari tenggelam. Setelah sampai di rumah aku mengganti pakaian lalu bercerita dengan ayou apa yang terjadi.


"Aku terjatuh ke dalam sungai itu, kemudian seorang laki-laki menolong." Sebut ku.


"Woah! Siapakah dia? Apakah laki-laki itu akan menjadi cinta sejati jiejie?" Tanya ayou.


"Jangan mengatakan hal yang tidak mungkin ayou. Ini sudah malam kembali lah ke rumah mu." suruh ku.


Ayou pulang lalu aku tinggal sendirian di dalam rumah, linshi sepertinya pergi dan belum kunjung juga kembali. Sepertinya dia pergi menemui kaisar, di keadaan yang membosankan ini aku tidur di atas kasur sambil menatap langit-langit rumah.


Baru saja ingin tertidur, tiba-tiba atap rumah bagian kamar ku runtuh dan seseorang berpakaian serba hitam serta topeng yang menutupi wajahnya, terjatuh lalu terjengkang di lantai kamar. Aku terkejut dan segera menghampiri dengan sebilah pedang untuk mengancamnya.


"Siapa kamu!" Kata ku sambil menodongkan pedang.


"Tunggu! Aku…aku ingin mengambil kucing ku yang nakal!" Katanya menunjuk kucing hitam yang sedang menjilati tangannya.


"Dia kucing mu? Bagaimana jika bukan?!" Aku tidak percaya dengan.


"Anchi." Panggilan keluar dari mulut pria bertopeng itu lalu kucing hitam yang ku temukan tadi siang menghampiri pemiliknya.


"Dia benar-benar milik mu?" Tanya ku.


Pria bertopeng mengangguk kemudian berdiri sambil menggendong kucingnya, ia pun bergegas keluar dari rumah akan tetapi tidak tahu letak pintu keluar, aku pun menjadi tertawa di dalam hati, sepertinya dia memang tidak sengaja memasuki rumah ini.


"Hei pintu keluar ada di depan sana." Tunjuk ku.


Saat dia berjalan menuju pintu keluar, terdengar suara kruk dari perut pria bertopeng. Dia menelan ludahnya dengan susah lalu melirik hasil masakan linshi tadi siang. Mengerti apa arti tatapan itu aku langsung menarik kerah baju belakang dan menyuruh dia duduk di kursi.


"Sebenarnya siapa diri mu?" Tanya ku.

__ADS_1


"A-aku..aku..aku seorang pekerja kecil." Jawabnya dengan gugup.


Suara perut itu terdengar lagi, aku pun menghela nafas dan memberinya kesempatan untuk makan disini. Dia terlihat kelaparan melahap semua makanan yang ada di atas meja, gila! Linshi dan aku nanti makan apa? Uhm sudahlah, masih ada beberapa sisa bahan makanan, linshi pasti bisa memasaknya lagi.


"Kamu sepertinya sangat suka dengan bakmi?" Tanya ku seraya menopang kedua dagu menatapnya yang sedang makan.


Dia mengangguk senang, tanpa ragu memakan semua makanan di atas meja. Senangnya bisa membantu orang yang sedang kesusahan, tapi kenapa dia harus memiliki topeng untuk menutupi wajahnya.


"Maaf, tapi kenapa dengan topeng itu?" Tanya ku lagi.


Dia memegang topengnya lalu berhenti makan, seolah perkataan itu mengganggu selera makannya. Tidak enak aku pun meminta maaf lagi agar dia tidak menghiraukan pertanyaan ku.


"Maaf aku tidak bermaksud apa-apa, silahkan makan." Ujar ku.


"Tidak apa-apa nona, orang bilang mata ku sangat jelek dan ada bekas luka bakar. Aku menutupinya agar mereka tidak jijik pada ku." Katanya.


Aku merasa iba, ku ambil bakmi yang tersisa lalu di berikan kepada dia lagi. Tapi sepertinya dia menolak dan berkata bahwa dia sudah makan terlalu banyak.


"Terima kasih nona, tapi aku sudah banyak sekali memakan makanan nona. Sudah saatnya aku pulang." Katanya.


"Oh kau sudah mau pulang?" Tanya ku lalu di responnya dengan anggukan.


"Sebagai terima kasih, saya berikan kucing ini kepada nona." Katanya sambil menyerahkan kucing hitam mata biru dan bulu yang lebat itu.


"Ehh…ini terlalu berlebihan, tidak seharusnya menukar dengan sebuah hewan, mereka juga memiliki nyawa." Ujar ku.


"Bolehkah nona menerima kucing itu? Saya sendiri juga kewalahan mengurusnya." Mohon pria bertopeng.


"Baiklah, lalu bagaimana dengan genting ku?"


"Ahh itu…besok pagi saya akan kembali untuk membenarkannya." Jawab pria bertopeng.


Dia pergi begitu saja, bayangannya melesat sangat cepat. Sepertinya dia bukan hanya pelayan kecil ataukah dia seorang pendekar desa sini? Sifatnya sangat lucu, pertama kali aku bertemu laki-laki yang gugup saat melihat ku, dia sangat menarik.


Bertepatan dengan kepergian dia, linshi pun datang dengan membawakan sebungkus makanan. Kami duduk di meja dapur sambil bercerita apa yang terjadi.


"Kau harus berhati-hati dengan orang yang baru saja di kenali." Kata linshi.


"Tapi sepertinya dia orang baik, oh apa yang kau bawa?" Tanya ku.


"Aku membeli bakmi sebelum pulang." Linshi menghidangkan bakmi di sebuah mangkuk untuk ku.


Aku tersenyum kecil melihat bakmi itu, teringat pada pria bertopeng yang sangat menyukai bakmi dan memakannya dengan lahap. Di malam hari yang gelap linshi mulai bercerita apa yang terjadi pada kaisar.


"Kaisar di tuduh memanipulasi kematian mu, sekarang dia sedang membereskan masalah itu. Dalam waktu sebulan ini dia tidak bisa berkunjung dan kita tidak boleh keluar dari desa ini." Jelas linshi.


__ADS_1


__ADS_2