
Pangeran Wenhua merasa pusing, dia memukul-mukul meja pelan dan tumbuh lah serpihan es di atas meja. Seharusnya dia tidak bersikap dingin dan sadar akan statusnya sendiri yang bukan siapa-siapanya yueyin, tapi rasa cemburu itu tak bisa di tahan dan ingin di luap kan.
Hati ingin berteriak bahwa ia sangat mencintai yueyin, tapi permaisuri pernah berkata seorang pemimpin tidak boleh memiliki perasaan cinta yang lebih, karena rasa cinta hanya boleh di tunjukkan pada kerajaan dan negara.
"Apa yang harus ku lakukan?" Pangeran Wenhua sendiri frustasi dengan permasalahan cintanya.
Dia melirik kotak kayu lalu membukanya, di dalam sana ada hanfu hitam dan topeng yang biasa ia gunakan untuk bertemu putri yueyin dengan identitas mianju.
"Pangeran itu harus di sembunyikan, jika tidak seseorang akan menemukannya." Kucing anchi muncul.
"Kau benar." Pangeran Wenhua berdiri kemudian memasukkan kotak kayu itu ke dalam lemari.
Kembali duduk lalu melihat ke datangan feibao yang mengenaskan, bibir bengkak seperti di sengat tawon dan wajah memar. Bukannya kasihan anchi malah tertawa terbahak-bahak.
"Apa yang terjadi feibao?" Tanya pangeran Wenhua.
"Pangeran! Kamu harus membalaskan dendam ku!!" Kesal feibao.
"Tuan ada apa dengan wajah mu?" Anchi berusaha menahan tawanya.
"Pelayan putri yueyin, Zizi! Dia yang menyebabkan aku jadi seperti ini, aku berbaik hati tidak memukulnya dan dia malah membuat ku seperti ini! Tidak ku sangka tenaga nya cukup kuat." Oceh feibao.
"Hati-hati, kau bisa jatuh cinta padanya." Kekeh pangeran Wenhua.
"Jatuh cinta?! Bisa gila! Aku sangat membenci dia!" Kesal feibao.
"Tuan, benci setengah mati bisa jadi cinta seumur hidup." Celetuk Anchi dengan ekspresi imutnya, dua telinga kucing di atas kepalanya.
"Cuih! Tidak sudi." Kesal feibao lagi.
"Sudah lah, anchi kamu bantu feibao mengobati lukanya." Perintah pangeran Wenhua.
Anchi dengan wujud manusia pun membantu mengobati luka di wajah feibao lalu mengompres bibir feibao dengan ramuan obat buatan pangeran Wenhua.
__ADS_1
Sementara itu di sisi lain, yueyin sedang berpikir kenapa bisa pangeran Wenhua bersikap dengin padanya, padahal sebelum itu pangeran Wenhua bersikap ramah bahkan rela memberikan bibit es pada pedangnya.
Dengan posisi terbalik, kaki di atas dinding dan tubuh terbaring di lantai. Tiba-tiba linshi datang memberi kabar pada yueyin.
"Yueyin." Panggil linshi.
"Ada apa?" Sahut Yueyin.
"Saat berburu, kaisar terkena racun. Aku rasa kamu bisa membantunya, hitung-hitung bisa mendapatkan kesan dari kaisar." Jelas feibao.
Yueyin langsung bangkit dan membenarkan posisinya, dia melihat linshi kemudian bertanya apa info itu benar. Sangat bagus, akhirnya ada kesempatan untuk mencari perhatian kaisar agar mendapatkan hadiah serta kesan yang bagus.
"Benarkah?" Tanya Yueyin.
"Untuk apa aku berbohong, dan satu lagi ada ini untuk mu." Linshi menyerahkan sebuah surat.
Yueyin membuka surat itu, di sana ada tulisan.
Yu'er, bagaimana kabar mu? Aku harap kau baik-baik saja disana. Keadaan disini mulai membaik, tidak ada peperangan dan konflik. Apakah kau sudah menikah? Jika sudah, aku harap pernikahan kalian baik-baik saja. Pasti kau bertanya bagaimana kabar kakak kesayangan mu ini bukan? Tentu aku baik yueyin, dan satu lagi ada kabar bahagia untuk mu, aku akan menikah, bisakah kau datang ke pernikahan kakak mu ini? Dia gadis yang cantik dan baik hati, meski pilihan dari ibu, aku harap dia benar-benar baik. Jaga diri mu yueyin, aku sangat menyayangimu, Jika terjadi sesuatu cepatlah katakan padaku agar kami bisa membantu.
Bei Yuwen, Chongqing. Kerajaan barat.
Yueyin tersenyum bahagia, akhirnya kaisar Yuwen menemukan pasangan untuknya. Ia pun segera membalas surat itu.
Untuk kaisar Yuwen, kakak ku.
Kabar ku baik, kaisar. Syukurlah jika mulai membaik, kehidupan ku disini juga berjalan dengan lancar, untungnya aku belum menikah kaisar. Entah itu kabar baik atau buruk, tapi sejujurnya aku belum siap menikah, Aku sangat senang mendengar kau akan menikah dengan perempuan baik seperti dia. Pada hari pernikahan mu, tentu aku akan datang menyaksikan hari kebahagiaan itu. Kak, maaf selama ini aku selalu menyusahkan mu. Setelah ini aku tidak ingin menyusahkan mu jika terjadi masalah, tapi bukan berarti aku tidak mau menceritakannya. Jika ada masalah, aku akan menyelesaikan nya secepat mungkin, aku ini adik mu yang pintar, jaga diri mu baik-baik juga kaisar Yuwen, kakak ku.
Yueyin He, Shaanxi. Kerajaan timur.
"Tolong kirimkan surat ini." Yueyin menyerahkan suratnya kepada Linshi.
Zizi datang dengan ekspresi kacau, raut wajah yang kesal seperti abis bertengkar dengan seseorang. Yueyin terheran kemudian bertanya apa yang terjadi.
__ADS_1
"Kenapa zi? Kau terlihat kacau, apa ada yang mengganggu?" Tanya Yueyin.
"Feibao penjaga pangeran Wenhua! Dia mengatai aku pelayan tidak berguna dan tidak tahu sopan santun, putri..anda harus membantu saya balas dendam." Jawab Zizi.
Linshi berdehem, kemudian Zizi menyadari kehadiran penjaga pribadi kaisar itu. Mereka tidak terlalu dekat, itu karena Linshi berasal dari keluarga yang kaya sebelum suatu insiden terjadi, baru beberapa hari ini di tugaskan untuk menjaga putri Yueyin, tentu mereka belum terlalu akrab.
"Oh, ternyata ada penjaga Linshi. Apa kamu akan pergi menyelidiki lagi?" Tanya Zizi.
"Tidak, aku akan mengirimkan surat kepada kaisar." Jawab Linshi.
"Ternyata begitu." gumam Zizi.
"Kalau begitu saya pergi dulu." Linshi membungkuk dan menyatukan kedua kepalan tangannya memberi rasa hormat kepada dua perempuan.
Setelah kepergian Linshi, Yueyin menyuruh Zizi untuk bercerita secara detail apa yang terjadi padanya. Mendengar cerita Zizi, Yueyin ingin tertawa sekaligus kasihan pada keadaan yang di derita Feibao.
Dia Feibao hendak melarang Zizi untuk melihat Putri Yueyin berlatih, Zizi kesal karena tidak ada alasan yang jelas dari larangan tersebut. Kemudian feibao mengatakan kalau Zizi pelayan yang tidak tahu sopan santun, karena kesal dan marah Zizi mencakar wajah Feibao hingga wajahnya luka memar dan bibirnya bengkak, untungnya feibao tidak membalas perbuatan Zizi.
"Begitulah.." Zizi terlihat cemberut.
Yueyin mengusap punggung Zizi tanda ingin menenangkan nya, Zizi terlihat murung. Apakah dia salah ingin mengetahui keadaan tuannya? Dia takut putri Yueyin terluka dan merasa menjadi pelayan gagal dalam menjalan kan tugas.
"Sudah…sudah..memang seperti itu adat timur. Mereka menerapkan 7 sopan santun." Kata yueyin.
"Tujuh sopan santun?" Bingung Zizi.
"Benar, sopan kepada petinggi, sesama, saudara, tamu. Santun kepada pemimpin, suami, dan istri." Jelas Yueyin.
"Ternyata begitu, berarti aku melanggar dua adat, sopan terhadap sesama dan santun terhadap pemimpin." Gumam Zizi.
Yueyin mengangguk kemudian mengusap punggung Zizi lagi, wajar saja jika Zizi tidak tahu mengenai adat timur karena sejak lahir dia berada di kerajaan barat. Sedangkan Yueyin atau aster sudah biasa membaca buku sejarah 2 daerah.
"Zi, sekarang. Temani aku ke kediaman kaisar." Tutur Yueyin.
__ADS_1