
"Akan ada pertunjukan bagus di hari yang spesial ini." Yueyin tersenyum menyeringai sambil menatap Permaisuri Enxi dengan tatapan tajam.
Permaisuri Enxi bangkit lalu berlari ke arah yueyin untuk merebut Krystal itu, terjadilah pertengkaran wanita antara Permaisuri Enxi dan Yueyin semuanya menjadi heboh termasuk kaisar yang menyuruh pelayan untuk menghentikan mereka.
Tapi semuanya percuma, saat berusaha merebut Krystal kejujuran Permaisuri Enxi tak sengaja membanting Krystal itu hingga pecah. Sontak cahaya putih menyilaukan muncul dan mereda saat semua tayangan di masa lalu tampil di hadapan mereka semua.
*Flashback.
"Aku harus membunuh jiejie Ruyi, selama ini dia selalu mendapatkan kepercayaan dari ayah. Sekali pun aku tidak pernah merasakan kekuasaan. Yangsi apa kau punya saran bagus?" Tanya Permaisuri Enxi.
"Apa kau tidak berniat mengadu domba mereka? Lalu biarkan mereka saling membunuh." Saran Yangsi.
"Bagaimana mungkin bisa! Mereka itu sangat akrab." Permaisuri Enxi menggigit bibirnya.
"Kalau begitu kita harus membunuh keduanya, aku punya saran bagaimana membunuh mereka di jurang agar tidak ada jejak yang tersisa. Lalu membuat rumor bahwa merekalah yang sedang bertengkar dan terjatuh ke dalam jurang, dengan begitu kau bisa menggoda kaisar Shaotang dan aku bisa menjadi jendral." Seringai yangsi.
"Rencana bagus, aku akan mempertemukan mereka. Ide yang sangat bagus!" Senang putri Enxi.
Putri Enxi tidak ingin mengundur waktu lebih lama, dia segera pergi ke kediaman selir ruyi kakaknya. Disana dia berkata bahwa selir Qilan sedang menunggunya untuk bicara empat mata, sedangkan yangsi memberikan surat palsu pada Permaisuri Qilan berisi panggilan dari selir ruyi untuk pergi ke jurang belakang.
Setelah selesai putri Enxi pergi begitu saja tanpa tahu bahwa di kediaman selir ruyi ada Xianyu yang sedang membawa bahan dasar obat-obatan.
"Kau akan pergi ke jurang belakang untuk menemui Qilan? Apa yakin?" Tanya Xianyu.
"Qilan sudah menunggu ku, aku tidak ingin membuatnya marah dengan membiarkan dia menunggu ku." Jawab selir ruyi yang hendak pergi dari tempat itu.
Setelah selir ruyi pergi cukup lama, Xianyu baru ingat bahwa Permaisuri Qilan pernah menyuruhnya untuk membuatkan herbal khusus. Kebetulan sekali, akhirnya Xianyu juga pergi menyusul untuk memberikan herbal yang sudah jadi itu.
Saat sampai disana, dia melihat putri Enxi mendorong ruyi tetapi Qilan sudah tidak ada lagi. Dia melihat dengan mata kepalanya sendiri Enxi mengancam Yifan untuk tutup mulut, jika tidak dia akan membunuhnya.
__ADS_1
Setelah pembunuhan itu, yangsi mulai menyebarkan gosip bahwa selir ruyi lah yang hendak membunuh Permaisuri Qilan namun mereka terjatuh bersama-sama, surat palsu itu menjadi bukti bahwa rumor itu benar. Karena menyayangi mereka berdua dan tak ingin nama selir ruyi semakin memburuk, akhirnya kaisar menutup kasus itu.
Seiring berjalannya waktu, Enxi menjadi selir dan tiba-tiba naik posisi menjadi Permaisuri selanjutnya. Dan yangsi menjadi jendral utama kerajaan.
*Flashback off.
Mata kaisar di penuhi dengan kesedihan baik kebencian, dia menatap Permaisuri Enxi yang sedang bersujud di hadapannya memohon ampun.
Kaisar menerjang Permaisuri Enxi kemudian menyuruh Kasim menyebutkan hukuman apa yang pantas untuk Permaisuri Enxi.
"Kejahatan Permaisuri Enxi sangat besar, dia sudah membunuh Permaisuri Qilan dan Selir ruyi lalu memalsukan kematiannya. Di tambah lagi bekerja sama dengan jendral yangsi." Jelas Mentri hukum.
"Terserah kalian ingin berbuat apa, yang jelas aku tidak ingin menatap wanita HINA ini lagi!" Marah kaisar kemudian pergi
Putra mahkota Yifan dan Permaisurinya yueyin tertawa puas. Permaisuri yueyin memerintahkan pelayan mengambil cambuk untuk menghukum Permaisuri Enxi.
"Lihatlah! Ini akibat dari membuat kejahatan besar di istana! Semoga kalian bisa menjadikan ini pelajaran kedelapannya." Ucap Permaisuri Yueyin.
Plak! Plak! Plak!
Pernikahan yang seharusnya adalah kebahagiaan berubah menjadi banyak darah dan suasana mencengkam di tambah lagi ketika seluruh prajurit yangsi datang menyerang.
Pangeran Yifan memimpin prajurit kerajaan untuk mengalahkan prajurit yangsi. Sedangkan Yueyin berhadapan dengan Moonai.
"Moonai, hentikan penyerangan ini tidak ada gunanya." Kata Permaisuri Yueyin.
"Aku sudah berbaik hati pada mu menyerahkan posisi nomor satu, tapi apa yang ku dapatkan? Aku mengetahui ternyata kalian semua telah bekerja sama! Yueyin aku akan membunuhmu kali ini!!" Teriak Moonai.
Sejujurnya yueyin tidak ingin melukai Moonai, ia tidak tega apalagi selama ini Moonai tidak pernah mencelakai yueyin, dengan posisi seperti itu yueyin hanya bisa melakukan perlawanan sedang, tapi setelah aku berlawanan dengannya dia mengeluarkan jurus pedang keluarga yangsi yang sulit di kalahkan. Mau tak mau aku harus menerbangkan banyak belati ke arah Moonai agar dia menghentikan serangannya.
__ADS_1
Jleb!
Aku terkejut saat melihat pangeran Wenhua melindungi Moonai, suasana menjadi dilema antara peperangan ini harus di hentikan demi menolong pangeran Wenhua atau bagaimana. Tapi yang jelas tubuh ku serasa bergerak sendiri untuk melindungi pangeran Wenhua.
"Yueyin awas!"
Aku meringkuk di samping pangeran Wenhua yang terluka ke dua kalinya, tiba-tiba roh hitam melindungi kami itu berasal dari kekuatan putra mahkota Yifan. Seketika hawa istana menjadi dingin membuat tubuh menggigil, para prajurit yangsi pun mati secara tiba-tiba. Naga hitam berdiri di hadapan Moonai sesuai perintah pangeran Yifan, dia mencabut seluruh kekuatan yang Moonai miliki.
"Yueyin, tolong hentikan.. hentikan…jangan lukai banyak orang lagi." Ucap pangeran Wenhua terbata-bata.
"Kenapa?! Hiks…kenapa kau selalu menentang jalan ku?! Apa bagi mu aku ini selalu menjadi yang terburuk sehingga kau tak mau berada di jalan yang sama meski sudah tahu kebenarannya?!" Mata ku berkaca-kaca melihat tubuhnya yang sekarat.
"Tidak…aku seperti ini karena aku perduli pada mu, aku tidak mau kau menyesal di kemudian hari." Pangeran Wenhua menggenggam erat tanganku.
*Yueyin pov
Matanya menutup aku hanya bisa berteriak frustasi tiba-tiba dari arah yang berlawanan jendral yangsi menusuk tubuhku dengan sebilah pedang panjang yang menembus dada atas. Nafas ku sesak dan darah mengalir membasahi baju merah pengantin, aku menangis dan terjatuh tepat di samping pangeran Wenhua sebelum kehilangan kesadaran.
Putra mahkota Yifan mencengkeram leher jendral yangsi kemudian menghempaskan tubuhnya, prajurit kerajaan menangkap Permaisuri Enxi yang tengah terluka parah, serta Moonai dan ayahnya untuk di kurung dalam penjara bawah tanah.
Sedangkan permaisuri yueyin di pisahkan dengan pangeran Wenhua, yueyin di sembuhkan oleh tabib lalu pangeran Wenhua di bawa pergi bersama Feibao dan Pengyue.
"Bagaimana keadaannya?" Tanya putra mahkota Yifan.
"Dia hampir saja mati, untung saja pedang itu tidak melukai jantungnya. Jadi dia masih sempat di selamatkan." Jawab tabib.
"Untunglah.." Yifan membelai rambut Permaisurinya, dia menyentuh wajah Yueyin dengan perasaan penuh kasih sayang.
__ADS_1
"Semuanya sudah selesai. Kita bisa hidup dengan tenang." Senyum putra mahkota Yifan.