
Feibao sudah menunggu pangeran wenhua di depan penginapan, di atas kuda dengan menopang kucing hitam yang sedang tertidur. Tak lama kemudian keluarlah pangeran wenhua dengan tubuh tegapnya sambil membawa pedang kerajaan miliknya. Dia juga mengikat brankas yang berisi barang-barangnya dan topeng hitam yang ia gunakan selama ini.
Mereka akhirnya meninggalkan daerah itu, menuju kembali ke istana timur untuk menghadap kaisar. Hati wenhua sedikit berat mungkin dia akan merindukan sosok nona meiyi yang membuat hidupnya sedikit berwarna setelah kehilangan sosok ibu.
"Bisakah kita kembali lagi ke daerah ini suatu saat nanti?" Tanya pangeran wenhua.
"Kita akan bebas keluar masuk setelah konflik timur dan barat mulai mereda, pangeran." Jawab feibao.
Tentu konflik akan mereda setelah di lakukannya perjanjian antar kerajaan dengan menikahkan salah satu keturunan dari masing-masing istana, tapi saat ini belum ada yang mau menjadi calon suami untuk putri kerajaan barat, dan putri kerajaan barat belum di ketahui keadaannya.
Wenhua tidak bisa menjadi calon untuk pernikahan politik, karena dia sudah terlebih dahulu berjanji untuk menikahi putri jendral Yangsi pada kaisar. Alasan? Tentu saja untuk memperkuat posisi di istana agar pangeran wenhua bisa mendapatkan bantuan dari jenderal yangsi.
Mereka menunggangi kuda hingga sampai di perbatasan kerjaan barat dan timur, sesampai di depan gerbang istana. Prajurit penjaga membukakan pintu gerbang untuk dua orang laki-laki yang sudah di tunggu ke dagangannya.
*Sesampai di istana timur
Pangeran wenhua bersujud memberi hormat kepada permaisuri kaisar tak lain adalah bibi kandungnya sendiri. Enxi Rui, adik dari selir ruyi. Parasnya terlihat dingin tetapi dia sangat baik kepada ponakannya, bibirnya merah merona, hidung lancip sama seperti milik pangeran wenhua, satu-satunya pegangan dia hanya pangeran karena permaisuri sendiri tidak memiliki anak.
"Apa yang kamu dapatkan setelah bepergian selama ini?" Tanya permaisuri enxi.
"Aku mendapatkan ke gagalan bibi." Jawab pangeran wenhua sambil menunduk.
"Kamu mengecewakan bibi, wenhua. Lupakan sejenak tentang gelang itu, kamu harus kembali ke rencana awal." Kata permaisuri enxi.
"Bibi, aku tidak ingin bersaing dengannya. Dia adalah kakak ku." Bantah pangeran wenhua.
__ADS_1
"Wenhua Rui! Apa kau tidak kasihan dengan roh ibu mu?! Bahkan di saat dia sudah tiada cemoohan masih merusak harga dirinya! Satu-satunya cara membersihkan nama ibu mu dan menghilangkan cerita buruk itu, hanya menjadikan kau sebagai putra mahkota pengganti kaisar." Marah permaisuri enxi.
"Bibi, biarkan ibu tenang disana. Hidup ku lebih baik saat ini. Dan ku mohon, tidak bisakah batalkan pernikahan itu?" Mohon pangeran wenhua.
Permaisuri enxi menangis tersedu-sedu dia membentur kepalanya ke dinding beberapa kali, merasa bersalah pada mendiang kakaknya karena telah membiarkan permaisuri terdahulu membunuhnya dan menyesal karena tidak dapat membersihkan rumor itu.
"Jiejie maafkan aku, hiks…aku tidak dapat membersihkan nama mu meskipun kau sudah tiada..hiks.." tangis permaisuri enxi.
Jeduk! Jeduk! *Suara benturan.
Pangeran wenhua terkejut melihat permaisuri melakukan itu, dia menarik permaisuri lalu memeluknya dan meminta maaf.
"Bibi maafkan aku..aku tidak bermaksud untuk membantah mu." Ucap pangeran wenhua.
"Wenhua, aku sudah tidak berguna lagi. Hidup ku hanya untuk kamu dan ibu mu, jika kau tidak ingin melakukannya, biarkan aku menghadap mentri untuk menggunakan hak terakhir ku." Kata permaisuri enxi.
"Tidak, tolong jangan lakukan itu bibi. Baik aku akan membersihkan nama ibu." Kata pangeran wenhua.
Permaisuri enxi menghapus air matanya, dia memeluk pangeran wenhua dan mengucapkan banyak kata terima kasih. Tapi di balik semua perkataan itu, senyuman tipis terlukis di wajahnya, apa yang sebenarnya permaisuri rencanakan?
Sementara itu di sisi lain, putri yueyin sedang berada di dalam kereta kuda yang di kusir oleh mujing. Kepalanya sangat pusing, lepas dari beban yang ia tanggung selama beberapa hari namun masalah baru kembali datang. Kaisar Yuwen di kurung di penjara bawah tanah atas tuduhan pemalsuan kematian putri kerajaan barat yueyin dan mengkhianati ibunya sendiri. Keadaan berbanding terbalik tidak sesuai dengan dugaan.
"Hahh…" yueyin menghela nafasnya sambil memegang kepala yang terasa pusing.
*Flashback
__ADS_1
Di sore hari, ibu suri dan kaisar Yuwen tengah menikmati pemandangan sekitar istana, di temani dengan teh khas daerah barat dengan kualitas tinggi. Dan pembicaraan antara ibu dan anak yang sudah lama tidak saling menumpahi kasih sayang seorang keluarga.
Tiba-tiba saja laki-laki peramal datang dengan membawakan dua penjaga istana, juga kertas yang setengahnya terbakar dan memberikannya kepada ibu suri. Awalnya selingkuhan ibu suri itu tidak memiliki akal lagi untuk menjatuhkan posisi kaisar Yuwen, tapi dia malah menemukan bekas surat yang belum terbakar sempurna di tempat pembakaran.
"YUWEN KAMU!!" marah ibu suri kepada putranya, dia merasa sesak saat mengetahui anaknya mengkhianati dia.
Isi surat itu adalah, perintah kaisar menutup mulut Mentri keuangan untuk pengeluaran putri yueyin selama di luar istana dan menghapus laporan pengeluaran dia di daerah itu. Linshi dan mujing ceroboh dalam melakukan tugasnya, mereka meninggalkan tempat pembakaran karena tergesa-gesa untuk melakukan rencana berikutnya, tanpa sadar angin meniup api hingga padam dan menyisakan satu surat yang belum terbakar habis.
Kaisar Yuwen hanya diam, seperti sudah tahu bahwa dia akan di tangkap karena kesalahannya. Dia berusaha tetap tenang meski prajurit menangkapnya dan mengurung di penjara bawah tanah, di keadaan itu kaisar berusaha berpikir keras untuk melakukan rencana berikutnya.
"Yuwen ini salah ku, aku harus menanggung ini semua. Biarkan aku mengganti mu dengan hukuman yang seberat-beratnya agar kau terbebas dari penjara." Kata linshi.
"Jangan gegabah linshi, memangnya setelah kau mati akan memperbaiki semua masalah ini? Pikirkan rencana terbaik." Kata kaisar Yuwen sambil mengerutkan dahinya.
Setelah berpikir berulang kali kaisar tetap akan membuat putri Yueyin kembali ke istana, dia akan menerima hukuman ini selama lima bulan. Dan membalas perbuatan si peramal sialan itu setelah keluar.
"Linshi, perintahkan mujing untuk membawa yueyin pergi ke tempat terpencil dekat gurun pasir barat." Kata kaisar.
"Tapi, apa kau yakin tempat itu?! Mereka akan kesulitan." Khawatir linshi.
"Tidak ada cara lain, ibu suri tidak akan mengutus prajurit sampai kesana. Ketika pencarian mereda, akan kita pikirkan kembali bagaimana caranya membuat yuer bertahan hidup." Jelas kaisar Yuwen.
"Baik." Linshi setuju dengan pendapat kaisar Yuwen.
Dia segera pergi untuk mengabari mujing dan memerintahkannya. Sementara kaisar di penjara maka linshi akan mengawasi pergerakan si peramal dan melaporkannya pada kaisar.
__ADS_1