History Of Love Princess Yueyin

History Of Love Princess Yueyin
Episode 30


__ADS_3

"Xiaojie, ku dengar pertemuan akan di lakukan sebentar lagi, mari kita kesana bersama?" Ajak pangeran Yifan.


"Hm? Baiklah.." jawab ku.


________


"Pangeran maafkan saya, lain kali saya akan berhati-hati." Anchi meminta maaf.


"Kehadiran mu di terima oleh kerajaan seharusnya sudah lebih dari cukup, jangan membuat masalah lagi anchi." Kata pangeran wenhua.


"Baik pangeran, anchi tidak lagi sembarangan memasuki kediaman orang." Anchi menunduk.


*Yueyin pov


Aku memegang payung berwarna merah, berjalan di atas tumpukan salju menemani pangeran Yifan sampai ketempat tujuan yaitu istana utama. Sepanjang jalan tidak ada yang berani untuk membuka suara, hingga tidak sengaja aku jatuh terpeleset lagi ketika menuruni jembatan penyeberangan kolam.


"Xiaojie, berhati-hati lah." Kata pangeran Yifan.


"Terima kasih untuk yang kesekian kalinya pangeran." Balas ku.


Cuaca timur dan barat memiliki perbedaan, saat ini memasuki musim dingin ada salju dimana-mana, tentu aku harus mengatur keseimbangan karena sepatu buatan barat dan timur itu berbeda.


Pangeran Yifan menunduk lalu memperhatikan bentuk sepatu ku, tidak boleh seperti ini. Di kerajaan barat laki-laki yang mempunyai martabat tinggi mana boleh menjajarkan tubuhnya di kaki seorang perempuan.


"Pangeran—"


"Sepertinya sepatu mu berbeda, apa perlu perintahkan pelayan untuk membelikan sepatu baru?" Tanya pangeran Yifan.


"Tidak perlu pangeran, bukankah musim dingin ini tidak akan berlangsung lama? Saya pasti bisa." Senyum ku.


"Lebih baik menghindari hal yang tidak di inginkan, tunggulah Xiaojie, aku akan memberikan sepatu untuk mu." Kata pangeran Yifan.


"Ngomong-ngomong pangeran, bisakah anda memanggil ku dengan sebutan yueyin?" Tanya ku.


"Yuer? Yin'er?" Candanya.

__ADS_1


Kami tertawa, serpihan salju menempel di mata ku. Saat hendak membersihkannya—pangeran terlebih dahulu mengambil serpihan itu lalu membuangnya. Kenapa dia bersikap baik pada ku, setiap bertemu pangeran Yifan jantung ku berdegup kencang. Mungkin kah aku jatuh cinta padanya?


*Tiba di istana utama.


Aku duduk di bangku khusus istana, di depan ada meja duduk terbuat dari kayu dan beberapa kue serta arak untuk di minum. Melihat kedepan ada pangeran Linyi yang melihat ku dengan tatapan ramah, aku membalas senyumannya kemudian kaisar dan Permaisuri datang melewati karpet berwarna merah di hadapan kami.


Semua orang berdiri dan memberikan salam termasuk diri ku, menunduk dan mengepalkan kedua tangan lalu mengarahkan kedepan bagi seorang lelaki. Dan untuk perempuan membusung kan dada lalu sedikit membungkuk dengan posisi kedua tangan di depan perut.


"Salam kepada permaisuri dan yang mulia kaisar."


Semuanya kembali duduk, aku sedikit gugup. Pertama kalinya datang ke pertemuan seramai ini juga di hadiri dengan banyak orang-orang yang mempunyai kedudukan tinggi di kerajaan timur.


"Selamat datang di pertemuan kali ini, mungkin kalian sudah tahu tentang pertandingan itu dan Kasim secara khusus akan menyebutkan siapa saja pesertanya. Tapi sebelum itu, aku ingin bertanya pada pangeran pertama Yifan Qi." Panggil kaisar.


"Saya disini ayahanda." Pangeran Yifan berdiri dan memberi hormat.


"Semua pangeran memiliki prajurit khusus, apakah kamu tidak berniat memiliki prajurit khusus sendiri? Jika iya maka aku akan memilih prajurit untuk mu." Kata kaisar.


"Tidak perlu ayahanda, saya suka ketenangan. Sebisa mungkin saya akan menjauh dari masalah, jadi di pikir lagi sepertinya prajurit khusus hanya sia-sia." Balas pangeran Yifan.


"Tentu saja pangeran Yifan Qi tidak membutuhkan prajurit khusus, dia sangat kuat dan memiliki kekuatan 'yang' terlarang di kerajaan kita." Sahut permaisuri.


Kenyataan itu membuat semuanya terkejut, ternyata selama ini pangeran Yifan yang di kenal sebagai laki-laki pendiam dan jarang keluar dari kediamannya itu menyembunyikan kekuatan terlarang dan menentang ilmu seni beladiri kerajaan timur yang lebih menonjolkan 'yin' kekuatan baik.


"ENXI RUI! JANGAN MEMFITNAH SEMBARANGAN." Marah Kaisar.


Suasana menjadi menegangkan, aku pun merasa kasihan pada pangeran Yifan. Walau belum di ketahui kebenarannya, tetapi seperti yang di katakan Linshi kalau pangeran Yifan itu bukan orang sembarangan. Bisa jadi yang di katakan permaisuri benar adanya.


Kaisar sendiri pun tahu tentang kekuatan yang di sembunyikan pangeran Yifan, tetapi setahu dirinya kekuatan itu telah di segel.


"Memang benar aku memiliki kekuatan itu. Aku sendiri tidak berniat memilikinya, permaisuri Enxi kamu tidak perlu khawatir karena kekuatan itu telah di segel ayah sejak usia ku menginjak tujuh tahun. Setiap hari sejak hari itu aku selalu memperkuat segelnya."Jelas pangeran Yifan.


"Siapa tahu kamu sudah membuka segelnya?" Suasana semakin mencengkam.


"Apa maksudmu permaisuri." Kata kaisar.

__ADS_1


"Naga putih penjaga panggoda Guren Mati tadi malam, tidak ada yang bisa melawan naga putih panggoda Guren, selain naga Hitam." Tutur Permaisuri.


Tatapan curiga semuanya mengarah ke pangeran Yifan, sedangkan pangeran itu sendiri menunduk dengan keringat yang mulai bercucuran dan tangan mengepal dengan kuat. Dia bukan ketakutan, melainkan berusaha menahan amarah agar kekuatannya tidak muncul.


"Yifan Qi, apa yang di katakan permaisuri apakah itu benar?" Tanya kaisar timur.


"TIDAK BENAR YANG MULIA!" Seseorang membantah.


Permaisuri Enxi mengeraskan rahangnya, bisa-bisanya putri jendral yangsi membela pangeran Yifan padahal orang tuanya sudah bekerja sama untuk menikahi putri mereka dengan pangeran Wenhua.


"Ada apa Moonai?" Tanya kaisar.


"Malam itu aku datang ke kediaman pangeran Yifan, Aku dan pangeran berada di sana dan tidak tahu menahu tentang kematian naga putih panggoda Guren." Jawab Moonai putri jendral yangsi.


"Malam seperti itu, kenapa kamu pergi ke rumah laki-laki?" Tanya permaisuri Enxi.


"Permaisuri anda berlebihan dalam berpikir, saya dan pangeran Yifan sudah seperti kakak dan adik." Jawab Moonai dengan senyuman.


Permaisuri membuang mukanya tanda kesal terhadap Moonai, demi pangeran Yifan dirinya tidak perduli meski di benci permaisuri sekali pun. Meski begitu walaupun Moonai membela pangeran Yifan, laki-laki itu tidak pernah tersentuh hatinya.


"Jika bukan Yifan, Lalu siapa pembunuhnya?" Tanya kaisar.


Suasana menjadi gaduh, pembacaan peserta oleh Kasim menjadi tertunda karena masalah itu. Permaisuri merasa resah, tentu itu semua adalah rencananya namun tidak sesuai hasil dugaannya.


"Kalau begitu, lebih baik kita lanjutkan pertemuan ini. Saya akan menyelidikinya lagi kaisar." Ucap Permaisuri.


"Pastikan kamu tidak salah menuduh lagi." Ucap kaisar.


"Maafkan saya kaisar, saya akan berhati-hati untuk menyelesaikan masalah ini." Permaisuri Enxi menunduk.


Kasim datang kemudian membuka gulungan kertas yang berisi daftar peserta. Dia memperkenalkan peserta satu persatu di mulai dari pangeran pertama Yifan, Dan Moonai putri jendral Yangsi.


Pangeran ketiga Wenhua dan Pengyue Putri tertua marga Song, salah satu keluarga terbesar dan kaya meski bukan anggota kerajaan. Pangeran ke enam Mui dan putri ke lima bernama Zhao terakhir pangeran Linyi. Sisanya kebanyakan pangeran atau putri sudah menikah dan tidak mengikuti pertandingan.


To be continued...

__ADS_1


__ADS_2