History Of Love Princess Yueyin

History Of Love Princess Yueyin
Episode 65


__ADS_3

"Kakek, kami pamit dulu. Terima kasih infonya." Aku memberi hormat lalu mengajak pangeran Yifan pergi lagi.


"Kemana kita akan pergi?" Tanya pangeran Yifan.


"Ke tempat tinggal lama ku." Jawab ku.


*Tiba di tempat terpencil yang mereka tinggali dalam lima bulan ini.


Aku melihat Xianyu memainkan sulingnya di atas gerai bambu, matahari menyinari rambutnya terlihat warna perak mengkilap. Saat dia membuka mata, warna biru muda terlihat di pupil matanya. Sudah selama ini, aku bahkan tidak sadar bahwa yang di maksud ibu suri adalah Xianyu.


"Yueyin, kenapa kamu kembali?" Tanya Xianyu bingung.


"Hah…padahal kita sudah sedekat ini tapi kenapa aku baru sadar bahwa Anyu adalah dirimu." Keluh ku.


"Anyu? Bagaimana bisa kamu tahu nama panggilan ku, apakah kau menguntit buku harian ku sebelumnya?" Tanya Xianyu.


"Tidak, tapi coba lihat ini." Aku menyerahkan gulungan besar surat.


Xianyu membacanya, di lembar awal dia melihat ciri-ciri dirinya di tuliskan. Saat melihat tulisan itu Xianyu sudah tahu siapa orangnya, buru-buru dia membuka gulungan kedua.


Anyu, apa kabar mu? Aku berharap kau baik-baik saja. Kenapa tidak pernah membalas surat ku? Kau pasti sangat kecewa pada ku, maaf.


Setiap hari aku terus memikirkan mu, tidak ada laki-laki lain yang aku cintai selain diri mu. Aku rindu moment saat kita membuat obat-obatan bersama, berlatih bersama-sama. Aku tahu kematian Ruyi membuat mu sedih, mengingat bahwa kita sudah bersahabat lama.


Aku pernah bermimpi saat kita berlima menunggangi kuda bersama, menyusup ke istana kegelapan demi menyegel Iblis yang di perintahkan guru. Saat itu kita berjanji akan hidup bersama-sama, namun aku malah melanggar perjanjian itu, maafkan aku.


Mungkin saat kau membaca surat itu, bisa saja aku sudah tiada. Rasa penyesalan terus hadir dalam diri ku, aku tidak bisa melepaskan mu, tidak mudah untuk melupakan. Akan ku katakan bahwa sampai saat kini aku masih menunggu balasan surat dari mu, namun jika aku sudah tiada jangan pernah balas surat ini lagi dan hiduplah dengan baik, aku mencintaimu Xianyu.


"Dimana dia sekarang?" Tanya Xianyu.

__ADS_1


"Ibu suri sudah meninggal." Jawab ku.


Xianyu menutup suratnya, dia menghancurkan surat itu menggunakan kekuatannya. Bukan berarti kebencian, itu arti bahwa hatinya telah hancur bersama surat saat mendengar kematian putri Cheni. Xianyu menyesali perbuatannya, dia menyesal tidak membalas surat dari Cheni selama bertahun-tahun membuat perempuan itu menunggu, padahal Xianyu sengaja melakukan itu agar ia tidak mengganggu hubungan Cheni dan kaisar barat saat itu.


"Aku dan Cheni dulu sepasang kekasih, kami sangat dekat bagaikan nadi. Perguruan Zhen menjadi saksi cinta kami semua, persahabatan saat itu sangat mengharukan. Ada aku, Qilan, Ruyi dan Cheni. Hingga munculah saudaranya Pangeran Shaotang, aku pikir dia sangat baik karena mencintai ruyi. Jadi membiarkan dia bergabung bersama kami."


"Dia tahu bahwa aku dan Cheni sepasang kekasih, namun dia malah memberi saran pada kaisar agar menikahkan Cheni dengan kaisar barat sebagai pertukaran, sejak saat itu hubungan persahabatan kami terpecah belah. Di tambah lagi kesalah pahaman Qilan dan Ruyi." Jelas Xianyu.


"Tidak ada kesalah pahaman antara ibu dan bibi ruyi. Aku melihat dengan mata kepala ku sendiri, bahwa Enxi Rui yang membunuh mereka semua." Celetuk pangeran Yifan.


"Aku tahu, saat itu aku juga berada disana. Tapi aku tak bisa berbuat apa-apa ketika melihat mereka sudah jatuh ke jurang. Aku tidak bisa buka bicara karena aku bukanlah siapa-siapa di kerajaan." Tutur Xianyu.


Saat itu Xianyu membawa herbal yang di minta Qilan, dia sudah jauh hari berjanji pada mereka. Saat di perjalanan barangnya terjatuh, ia pun jongkok untuk mengambilnya ketika berdiri melihat seseorang berjubah hitam mendorong mereka berdua. Selama ini Xianyu juga hidup dalam penyesalan.


"Aku mengerti kesedihan mu, tenang saja. Semua dendam akan terbalaskan." Lanjut ku.


"Yifan Qi, kau mempunyai Krystal kejujuran dari Qilan bukan?" Tanya Xianyu.


"Bagus, aku akan membantu kalian dalam membongkar kejahatan besar Enxi." Tutur Xianyu.


"Tapi Krystal kejujuran tidak bisa sembarang di gunakan, sekali di gunakan membutuhkan pengorbanan besar." Jelas pangeran Yifan.


"Tidak apa, mungkin inilah akhir hidup ku. Aku sudah terlalu tua untuk bertahan sampai akhir." Senyum Xianyu.


Pangeran Yifan memberi Krystal kejujuran pada Xianyu, aku tidak mengerti apa yang akan di lakukan Xianyu tapi saat Krystal itu menyala, cahayanya menghisap jiwa keabadian milik Xianyu dan wajahnya pun semakin menua.


"Xianyu apa yang terjadi?! Kenapa kau terlihat tua?!" Panik ku.


"Kau mengejek ku ya? Aku ini memang tua, kkk. Yueyin aku pernah bilang kan tidak ada yang abadi di dunia ini, jadi jaga diri kalian baik-baik, aku berharap semuanya berhasil." Senyum Xianyu, dia berdiri di hadapan kami sambil menatap langit.

__ADS_1


Wajahnya keriput, jari-jari tampak seperti tulang tak berdaging. Tubuhnya bungkuk, Xianyu menjelaskan bahwa saat Krystal itu di gunakan, bantinglah sampai ia pecah maka semua kebenaran jalan cerita akan terbongkar bersama hilangnya jiwa Xianyu. Karena pemilik asli Krystal kejujuran sudah tiada, maka biarkan Krystal itu rusak agar roh Qilan tenang.


Xianyu tersapu angin, tubuhnya berubah menjadi abu tidak tersisa dan terbang mengikuti arah perginya angin kencang. Hanya Krystal ini menjadi saksi pengorbanan Xianyu, sekali lagi aku meneteskan air mata, terima kasih Xianyu pengorbanan mu tidak akan kami sia-siakan.


"Ayo kita pulang." Ajak pangeran Yifan.


"Putri!!!" Teriak Zizi tiba-tiba saja memeluk ku.


"Kenapa kau keluar?" Tanya ku.


"Kenapa anda kembali, dan kenapa Xianyu berubah menjadi abu?" Tanya Zizi.


"Dia sudah kehilangan keabadiannya." Jawab pangeran Yifan.


"Kalau begitu, apakah saya akan tetap disini sendirian?" Tanya Zizi.


"Ya, kamu tetap disini, dan jangan pernah pergi kemana pun sebelum aku kembali." Jawab ku agar Zizi tidak melakukan hal apapun yang merugikan dirinya.


"Kenapa tidak bawa nona Zizi ke istana?" Tanya pangeran Yifan.


"Tidak, dia disini saja lebih baik. Zi aku pergi, tolong selalu di ingat kata-kata ku."


"Baik putri." Zizi menunduk.


Aku dan pangeran Yifan kembali ke istana, disana bertemu Moonai yang sedang berjalan menuju kediaman Permaisuri. Sebelum sampai dia menyapa kami, dia berkata bahwa telur naga putih sudah menetas dan mencari ku sebagai tuannya.


"Kebetulan sekali kita bertemu, ada yang ingin aku sampaikan." Kata Moonai.


"Apa itu?" Tanya ku.

__ADS_1


"Telur naga putih menetas, dia mencari mu sebagai tuannya." Jawab Moonai kemudian pergi.


Setelah Moonai pergi kami juga melanjutkan langkah, bedanya pangeran Yifan kembali ke paviliun sedangkan aku pergi melihat bayi naga putih, tanpa sadar ternyata putri Moonai menatap kami dari kejauhan.


__ADS_2