History Of Love Princess Yueyin

History Of Love Princess Yueyin
Episode 33


__ADS_3

"Aku saja tidak masuk! Apa kau mau membuat Permaisuri murka dengan ikut mencampuri urusan ini?!" Kesal feibao.


Mereka berdebat tiada hentinya, yueyin menekan dahi yang terasa berat. Di sentuhnya bahu Zizi, tanda bahwa yueyin menyuruhnya untuk menunggu di luar saja. Saat memasuki gerbang kediaman permaisuri, yueyin melihat putri Zhao di atas tembok. Dia membuang wajahnya ketika saling bertatapan.


'cih, apa salah ku sehingga dia sangat membenci aku?!' batin yueyin sambil melanjutkan langkahnya.


Baru saja menginjak pintu masuk, yueyin sudah di sambut dengan putri jendral Moonai. Dia terlihat ramah, kemudian menyuruh yueyin bergabung bersama yang lainnya.


"Kemana saja kamu? Yang lain sudah berkumpul, ayo masuk." Ajak Moonai.


"Baik." Yueyin mengikutinya.


Memasuki kediaman itu, mata tidak tertuju pada kursi permaisuri yang mewah. Tetapi pada seorang lelaki yang sibuk menulis kaligrafi di atas kertas, pangeran Wenhua. Apakah benar aku telah jatuh cinta pada mu? Apa sebabnya?


"Hahh…" Dengus ku.


Saat duduk raut wajah yueyin terlihat aneh, seperti orang kelelahan padahal kenyataannya dia kebingungan kenapa bisa terus memikirkan pangeran Wenhua sejak terkena dampak racun bunga meihua ungu. Wajah pangeran Yifan mendekat, dia penasaran apa yang Yueyin pikirkan.


"Xiaojie…apa yang sedang kamu pikirkan?" Tanya dia.


"Sepertinya terjadi masalah?" Lanjutnya.


Pangeran Wenhua berhenti menulis, dia menatap kedua orang yang ada di hadapannya. Mereka terlihat sangat akrab, Wenhua sedikit kesal.


"Tidak ada pangeran, aku baik-baik saja." Jawab yueyin.


"Syukurlah kalau begitu, dan ini..aku ada hadiah untuk mu." Pangeran Yifan memberikan sepasang sepatu khas timur di musim dingin.


Berwarna merah, sangat cantik. Yueyin tertawa lalu mengucapkan kata terima kasih. Tidak di sangka kalau pangeran Yifan benar akan menepati janjinya untuk membelikan sepatu.


"Terima kasih pangeran." Ucap Yueyin.


Tangan kanan pangeran Wenhua mengepal, kuas untuk menulis sampai patah di tangan kanannya. Perlahan ia menurunkan tangan kiri, lalu membuka telapaknya menghadap kebawah. Cahaya biru menghancurkan sepasang sepatu yang telah ia siapkan untuk putri Yueyin.


Berubah menjadi debu, tergabung bersama lantai. Moonai terlihat murung, dia tahu jelas bagaimana perasaan pangeran Wenhua, mereka mengalami nasib yang sama. Moonai dapat melihat jelas apa yang di lakukan mereka bertiga.

__ADS_1


Moonai perempuan yang baik hati, meski dia cemburu melihat pangeran Yifan dan Putri Yueyin. Tapi tidak pernah terlintaskan pikiran jahat untuk menyakiti Yueyin. Ini pertarungan cinta, kau harus menggunakan akal sehat untuk mengambil hati orang lain, bukan menjatuhkan lawan lemah.


Mereka semua berdiri dan memberikan hormat ketika permaisuri datang, hanfu gaun berwarna kuning keemasan panjang melintasi karpet dasar merah. Alisnya yang lancip bibir berwarna merah hati.


Di tangannya sudah ada kotak bening berisi bola suci, dia duduk di kursi permaisuri. Tatapannya menyapu keseluruh ruangan lalu berhenti saat melihat putri yueyin, senyuman ramah terlintas di wajahnya meski sebentar.


"Apakah kalian sudah melakukan persiapan sebelumnya?" Tanya permaisuri.


"Rencananya kami ingin berlatih menggunakan bola suci." Jawab Moonai.


"Bola suci bukan mainan!" Jawab permaisuri dengan nada judes serta tatapan tajam ke arah Moonai. Ia terdiam dan takluk pada Permaisuri.


"Bibi, kami tidak akan merusak bola suci. Aku akan menjaganya, elemen es ku akan melindunginya." Bantah pangeran Wenhua.


"Baiklah jika begitu.." jawab permaisuri dengan lemah gemulai serta baik hati ketika pangeran Wenhua yang memintanya.


Permaisuri mengeluarkan bola suci kemudian mengarahkan tangannya ke putri yueyin, tanda ia menyuruh untuk putri Yueyin mengambilnya.


Karena kursi putri Yueyin dekat dengan Permaisuri, mau tak mau ia harus mengambil benda itu. Sempat menoleh ke arah pangeran Yifan ragu tuk mengambilnya, pangeran Yifan mengangguk tanda semua akan baik-baik saja.


Bats!


Tangan putri Yueyin di tarik oleh Permaisuri, dia hampir saja terjatuh namun permaisuri sengaja melakukannya agar telinga putri Yueyin mendekat ke mulutnya.


Permaisuri berbisik. "Saran ku, jangan pernah ikut campur pada urusan kerajaan, atau kau tahu akibatnya." Dia melepaskan tangan putri Yueyin lalu bertingkah seolah tidak terjadi apa-apa.


"Putri Yueyin kekuatan mu belum sempurna, masih lemah. Kalian, ajarkan seni beladiri khas kerajaan kita." Kata Permaisuri Enxi.


"Elemen ku logam dan petir, sepertinya tidak cocok untuk perempuan tulen seperti putri Yueyin." Celetuk Moonai.


Pangeran Yifan hanya diam, yang ia miliki seni beladiri pedang biasa, dan kekuatan api yang setengahnya masih di sembunyikan. Sedangkan naga Hitam, kekuatan tertinggi dari elemen apapun sengaja ia segel karena takut menghancurkan kerajaan, jika sudah membuka segelnya ambisi yang terpendam pun akan bangkit dan membuat emosi membara. Hal itulah yang di katakan bisa menghancurkan kerajaan.


"Kalau begitu, yang tersisa hanyalah Pangeran Wenhua." Senyum permaisuri.


Pangeran Wenhua bisa mengendalikan air, es, tumbuhan serta angin. Juga besi, dia juga bisa menaklukkan banyak siluman, dia terkuat di antara pangeran lainnya, karena kekuatan asli pangeran Yifan belum pernah di tunjukkan.

__ADS_1


"Kami pamit, bibi tidak perlu khawatir tentang hal itu. Kami pasti akan berhasil." Ucap pangeran Wenhua lalu berdiri.


Semuanya mengikuti pangeran Wenhua berjalan ke arah kediaman khusus pelatihan yang terbagi dua untuk dua kelompok. Disana mereka bisa melihat kelompok dua sedang berlatih dengan ujian banyak jebakan, sebagai contoh dari jebakan panggoda Guren.


Melewati lemparan belati tipis yang terbuat dari besi, pisau benang, batu-batu yang sengaja di buat seperti bom. Juga paku-paku tajam di dinding yang harus di lewati dengan cepat, telat sedikit saja tubuh kalian akan hancur terimpit di sana.


"Gege!" Panggil pangeran Linyi sambil menghapus keringatnya.


"Bagaimana latihan mu?" Tanya pangeran Wenhua.


"Berjalan lancar, bagaimana dengan kalian. Sudah mendapatkan bola sucinya?" Tanya balik Linyi.


Yueyin menunjukkan bola suci di tangannya, pangeran Linyi tersenyum kemudian menepuk pundaknya.


"Semangat putri kesembilan, sampai jumpa di ring pertandingan." Kekehnya.


Yueyin mengerutkan dahinya, pangeran linyi masih seperti dulu yang membuat kesal. Dia pergi tertawa senang setelah berhasil membuat yueyin kesal.


"Tidak ada waktu lagi, mereka sudah berlatih. Kita harus bergerak cepat." Kata pangeran Yifan.


*Kediaman kelompok satu


Mereka duduk saling berhadapan dan menengok ke arah bola suci yang di lapisi kain, saling bertatapan karena bingung.


"Begini saja, karena bola suci harus di sempurnakan lagi. Maka aku dan pangeran Yifan akan melakukannya, sedangkan Wenhua dan putri Yueyin pergi berlatih." Saran Moonai.


Ide yang bagus, yueyin dan pangeran Wenhua pergi keluar untuk berlatih. Sedangkan pangeran Yifan dan Moonai, berkonsentrasi untuk meningkatkan kesempurnaan bola suci. Mereka duduk bertapa di atas lantai kayu sambil mengarahkan dua jari ke atas.


"Pangeran Yifan, jika kamu hanya mengeluarkan sedikit kekuatan, itu tidak akan berhasil. Aku tahu kamu menyembunyikan nya." Kata Moonai.


Pangeran menarik nafasnya.


Wush!


Cahaya merah membesar, tubuhnya di belakangi api angin berwarna merah. Cahaya berwarna merah semakin pekat dan menyatu pada bola suci, Moonai tersenyum dia tahu kalau pangeran Yifan tidak selemah yang orang-orang kira.

__ADS_1


To be continued...


__ADS_2