History Of Love Princess Yueyin

History Of Love Princess Yueyin
Episode 24


__ADS_3

Kami saling bertatapan, kini laki-laki itu menyombongkan dirinya karena berhasil menjatuhkan semua prajurit. Tak hanya sampai di sana. Ternyata prajurit susulan datang untuk menangkap ku, laki-laki itu menarik ku lalu kami terbang ke atas kuda dan menunggangi bersama-sama dengan cepat.


Sialnya tidak tahu arah kemana kami pergi, tidak ada celah di hutan itu untuk keluar, sedangkan prajurit dengan jumlah semakin banyak terus mengejar.


Tibalah di penghujung, kami melihat danau yang luas. Apakah akhirnya kami akan di tangkap oleh prajurit itu? Kaisar kenapa kamu memilih keputusan untuk ku, ini bukan kebaikan namanya, kamu membuat ku terjebak dalam banyak masalah.


"Sebenarnya siapa kamu ini?!" Tanya laki-laki itu.


"Jangan banyak tanya bantu aku kabur!" Jawab ku dengan takut saat melihat para prajurit semakin mendekat.


Laki-laki itu tidak memiliki ide lain, kami berada di depan danau dan tidak bisa kabur kemana-mana. Dia bilang satu-satunya cara untuk mengelabuhi semua prajurit adalah terjun ke dalam danau dan menunggu mereka semua pergi.


"Kau yakin?" Aku terlihat takut, sejujurnya aku tidak bisa berenang.


"Apakah kau punya cara lain? Atau ingin di tangkap mereka semua?" Tanya dia.


Aku juga tidak punya pilihan lain, prajurit sudah semakin mendekat. Akhirnya kami berdua terjun ke dalam danau itu, prajurit pun sudah tiba. Mereka semua mengepung danau dan memperhatikan sekitar dari atas.


"Apakah putri yueyin sudah gila?! Gosip dia bersama laki-laki lain ternyata benar, hingga memutuskan untuk bunuh diri bersama hanya karena tidak mau di tangkap." Ucap para prajurit.


Di dalam air aku tidak bisa bernafas sementara di atas masih ada banyak prajurit yang menunggu. Aku sudah tidak tahan lagi, aku mengapung ke atas untuk mengambil udara, tapi laki-laki itu malah menarik tangan ku sambil menggelengkan kepalanya.


Aku mengisyaratkan bahwa aku sudah kehabisan nafas, banyak gelembung yang keluar dari mulut ku. Aku sudah tidak tahan lagi.


Chup~


Dia mendaratkan sebuah ciuman di bibir ku, menutup rapat kedua mulut kami lalu memberikan rongga akses memberi nafas dari mulutnya. Aku terkejut tapi aku tidak bisa menolak darinya karena aku membutuhkan nafas.


Mata ku menatap matanya, di lihat lagi laki-laki ini sebenarnya sangat tampan hanya sikapnya saja menjengkelkan. Dadanya menyentuh dada ku, detak jantung kami terdengar kecil. Tangannya terasa hangat memeluk pinggangku.


Aku mengambil nafas dari mulutnya, perlahan tidak terdengar lagi suara prajurit di atas. Kami pun segera keluar dari danau menuju daratan.


"Uhukkk…uhukk.." aku memuntahkan air.


"Kau tidak apa-apa?" Tanya dia.


Aku mengangguk lalu menundukan kepala ku, lebih tepatnya menyembunyikan wajah yang memerah bak kepiting rebus. Ku lihat langit yang berwarna biru keputihan, sudah waktunya pulang ke tempat mujing dia pasti sangat khawatir.


"Terima kasih sudah menolong ku, tapi aku harus segera pulang." Katanya.


"Prajurit itu masih mengejar mu, sebaiknya kita mencari tempat persembunyian." Kata dia.

__ADS_1


Ide bagus, lebih baik bersembunyi dulu hingga besok hari. Sangat bahaya jika aku bertemu dengan prajurit itu lagi. Akhirnya kami sampai di sebuah gubuk tak jauh dari letak sungai.


Disana aku membuka makanan yang ku beli lalu mempersilahkan dia memakannya juga. Kami menikmatinya bersama, sebelum hari semakin larut.


"Sebenarnya siapa kamu?" Tanya dia.


"Apakah kamu tidak mendengar perkataan dari prajurit itu?" Tanya ku.


"Jadi kamu salah satu putri kerajaan barat? Putri keberapa?" Tanya dia.


Ternyata laki-laki ini tidak mengetahui cerita tentang kerajaan barat yang hanya mempunyai satu putri di istana. Untungnya seperti itu, jadi aku bisa mengarang sedikit cerita.


"Aku putri ke sembilan." Jawab ku.


"Ternyata begitu, aku mengerti pasti sangat sulit hidup di keluarga kerajaan dengan banyak aturan." Kata dia.


"Kamu sepertinya tahu banyak tentang kerajaan, apakah kamu seorang anak dari keluarga pejabat? Konglomerat? Atau perdana menteri?" Tanya ku sembarangan.


Dia tertawa lalu meletakan makanannya dan menatap ku biasa, dia menjelaskan bahwa dirinya bukan berasal dari keluarga kaya maupun berhubungan dengan kerajaan. Hanya seorang lelaki pedagang kerajaan timur yang sedang mencari pekerjaan di daerah barat.


"Aku hanya seorang perantauan, yang sedang mencari pekerjaan di sini." Jawabnya.


"Linyi fei." Jawabnya.


"Baiklah, tuan Linyi. Aku yueyin putri kesembilan dari kerajaan barat." Senyum ku.


"Putri kesembilan, kalau begitu apakah kau tau putri yang mana akan di nikahkan dengan pangeran kerajaan timur?" Tanya Linyi.


Aku terkejut, ku pikir dia tidak mengetahui banyak cerita. Namun sepertinya kebalikan dari itu, aku harus menjawab apa? Putri yang akan di nikahkan itu kan aku.


Karena bingung ingin menjawab apa aku meraba-raba pakaian dan menemukan hal yang janggal.


"Giok ku!!" Panik.


"Ada apa?" Tanya dia.


"Giok milik ku hilang." Jawab ku.


"Hanya sebuah giok, tidak masalah dengan nyawa mu." Kata dia.


"Seenaknya kamu bicara! Itu giok pemberian dari teman ku! Aku harus menjaganya dengan baik!" Marah ku tidak perduli dengan suasana lagi.

__ADS_1


Aku pun menangis, lihatlah betapa cerobohnya aku menghilangkan giok pemberian mianju. Aku sudah berjanji padanya untuk menjaga giok itu selamanya.


"Apa perlu aku mencarikan penggantinya?" Tanya linyi.


"Tidak ada duanya." Jawab ku singkat sambil termenung menatap api unggun yang sengaja di hidupkan untuk mengeringkan pakaian kami.


Aku tidak memiliki semangat, hari ini memang sangat sial. Dimana aku bisa mencari giok itu sementara hari sudah semakin menggelap, karena lelah perlahan aku tertidur nyenyak di atas tumpukan jerami lalu diam-diam linyi menyelimuti kain.


*Pagi hari


Aku bangun dan melihat sekitar keadaan sepi sunyi, ku lirik keluar jendela sepertinya tidak ada lagi prajurit yang berkeliaran mencari ku. Di saat itu aku mencari keberadaan linyi yang hilang, akhirnya keluar dari gubuk dan mendapati Linyi sedang berendam di dalam danau.


"Hei Linyi!" Teriak ku.


Apa laki-laki itu sudah bosan hidup? Berani sekali berendam di dalam danau selama itu. Dia mengapung lalu meminta aku untuk melemparkan talinya. Aku pun melakukan apa yang ia suruh.


"Kau tak apa?" Tanya ku.


"Ya lumayan terasa sesak." Jawabnya dengan candaan lalu menunjukkan giok milik ku di tangannya.


Aku terlihat senang lalu mengambil giok itu, sesaat Linyi langsung terdiam setelah melihat giok itu secara langsung. Dia mengeluarkan giok miliknya berwarna kuning lalu menyatukan giok dengan miliku sampai membentuk sebuah lingkaran.


Aku pun terkejut.


"Dari mana kau dapatkan giok ini?" Tanya Linyi.


"Dari teman ku, ini keren bisa-bisanya satu jenis giok yang sama." Jawab ku dengan pujian.


"Giok ini berasal dari istana kerajaan timur, pangeran biasanya mendapatkan satu giok yang cocok dengan milik kaisar, lalu para putranya akan memberikan potongan giok pada wanita yang ia cintai." Jelas Linyi.


"Jadi maksud mu? Teman ku adalah salah satu anggota kerjaan timur? Itu tidak mungkin…mianju memiliki rupa yang—" aku terdiam seketika mengingat kejadian yang di alami bersama mianju.


Saat itu mata ku belum pulih, meraba wajahnya tetapi tidak terasa bekas luka. Mungkin kah selama ini mianju membohongi ku? Kenapa tega dia membohongi ku.


Tapi apa yang dia lakukan selama ini, itu artinya dia perduli pada ku. Bahkan merelakan tangannya teriris pisau sampai telapak tangannya memiliki kecacatan. Tak di rasa air mata ku mengalir begitu saja.


"Bagaimana dengan mu? Apakah kau seorang putra kaisar timur?" Tanya ku lirih dengan mata yang berkaca-kaca.



Jangan lupa masukan novel ini ke list favorit kalian, akan lebih bagus lagi jika kalian selalu menekan tombol 👍 setiap episodenya

__ADS_1


__ADS_2