History Of Love Princess Yueyin

History Of Love Princess Yueyin
Episode 63


__ADS_3

Memburu burung Bing atau burung es, kali ini Yuran harus berhasil menangkap spirit beast langka jika berhasil dia akan mendapatkan peliharaan yang bisa melindunginya. Dia telah berada di puncak batu menuju goa di tebing, dengan hati-hati dia memanjat tebing hingga sampai pada ujungnya.


"Hoshh." Yuran membenarkan topeng serta jubahnya yang terasa ketat di leher.


Memasuki gua itu secara perlahan-lahan dia melihat spirit beast tengah tertidur pulas di atas batu besar, paruh nya panjang dan lancip bulunya berwarna biru terdapat hawa dingin.


Yuran perlahan-lahan mendekatinya, Xianyu bilang jika berhasil mengalahkannya maka dia akan bersedia menjadikan mu tuan. Burung Bing mempunyai rupa elegan, sayapnya besar bahkan lebih besar dari elang.


Tak! *Yuran tidak sengaja menginjak ranting kayu.


"KHAKKK!!" Burung bing terbangun dan melebarkan sayapnya, Yuran terdiam di posisi sambil menatap burung bing. Matanya berwarna merah, burung Bing mendekati Yuran karena bentuknya yang aneh ia pikir Yuran hanya sebuah benda biasa, setelah paruhnya mendekat ke wajah Yuran dia merasakan ada nafas disana.


Shhh *nafas Yuran menyentuh paruh burung Bing


"KHAKKK!!!" Teriak burung itu kemudian terbang ke atas untuk menyerang Yuran.


Puluhan kepingan es jatuh dari atas, Yuran melindungi dirinya dengan temeng besi kemudian lari dari gua itu. Karena banyak serangan mengharuskan Yuran pergi dari gua dan memancing burung Bing keluar dari tempat itu.


"Sial, tinggi sekali." Yuran mengumpat ketika melihat dataran bahwa saat berada gua tebing.


Mau tak mau keadaan itu membuat dirinya harus terjun ke bawah. Untungnya Yuran mempunyai elemen angin yang membantu mengatur keseimbangan tubuh saat sambai ke dataran.


Hap! *Kakinya mendarat dengan sempurna di tanah.


Burung Bing menyusul ia pun menabrak Yuran hingga tubuhnya terseret di tanah. Setelah itu burung Bing bangkit untuk menyerang Yuran lagi.


Dia beberapakali mengelak, serangan itu sangat mendadak tubuhnya mengalami shok karena tidak terbiasa. Detik terakhir Yuran mencoba mengeluarkan kekuatan es nya tetapi tidak berhasil.


Cahaya hijau muncul dari gelang ajaib, tumbuhan rambat terbang menangkap burung Bing lalu menghempaskannya ke dinding tebing, kesempatan itulah yang di gunakan Yuran menusuk sayap-sayapnya dengan besi agar spirit beast tidak dapat menyerangnya.

__ADS_1


Syatt!!


Dua belati panjang menusuk sayap burung Bing hingga tidak bisa bergerak, Yuran mengeluarkan kekuatan esnya untuk mengalahkan spirit beast namun seseorang mencegahnya dengan melepaskan besi yang ada di sayap burung, setelah lepas burung itu terbang kemudian bersembunyi di balik tubuh orang yang menyelamatkannya.


"Tunggu! Jangan sakiti dia." Kata orang itu sontak membuat Yuran terkejut.


Deg!


Yuran memegang dadanya, rasa sakit kembali muncul. Ini perasaannya yang sering di alaminya ketika bertemu dengan orang itu, dadanya sesak dan ingin melukai orang itu.


Tapi dia tidak bisa melakukannya, dia tidak tega karena pangeran Wenhua mau bagaimana pun pernah menyelamatkan Yueyin beberapa kali.


"Dia milik ku, tolong jangan di ganggu." Tutur pangeran Wenhua.


"Ku pikir dia belum memiliki tuan." Lanjut Yuran dengan nada dingin, ia membalikkan tubuhnya lalu meninggalkan pangeran Wenhua.


Anehnya pangeran Wenhua mengejar Yuran dan menahan dia pergi, suara perempuan itu tak asing bagi pangeran Wenhua. Dia menarik topeng Yuran lalu mereka terjatuh ke darat bersama-sama.


Rambutnya bergerak tertiup angin, mata tajam dan ekspresi dingin menatap pangeran Wenhua. Dia hanya bisa melirikan matanya ke arah lain.


"Yueyin itu kamu!" Pangeran hendak memeluk Yuran namun dia menolak.


"Maaf, tolong jaga sikap anda. Saya bukan Yueyin, nama ku Yuran." Jelas Yuran.


"Jangan membohongi ku! Aku tahu itu kamu." Pangeran Wenhua membantah.


"Memangnya kenapa kalau aku membohongi mu? Ingat, kau yang sudah memutuskan hubungan dengan ku. Apapun yang aku lakukan itu tidak ada hubungannya dengan mu!" Yuran mengepalkan tangannya.


"Yueyin, sejak kapan aku memutuskan hubungan kita." Tanpa rasa bersalah dia bicara seperti itu.

__ADS_1


"Sejak kapan? Hahaha! Sejak kau memihak Permaisuri Enxi, SEJAK KAU MEMBUNUH LINSHI!" Teriak Yuran.


"Aku sangat bodoh! Kenapa bisa aku jatuh cinta pada orang seperti mu! Bodoh sekali haha." Yuran tertawa kecil namun terkesan tawa yang menyakitkan.


"Aku memang pantas untuk di benci, jika itu memang keputusan mu. Aku hanya bisa mendoakan semoga hidup mu baik-baik saja setelah ini." Ucap pangeran Wenhua.


Yuran mendekat lalu mencengkam kerah pakaian pangeran Wenhua, dia tersenyum menyeringai dendamnya meliputi tubuh berbentuk hawa hitam. Bibirnya berkomat-kamit tipis mengutarakan kebencian.


"Kau pikir aku akan melepaskan mu dengan mudah? Ini baru permulaan dari penderitaan mu Wenhua. Aku akan membalas kejahatan kalian berdua." Ucap Yuran, dia mengambil topeng kemudian segera pergi dari sana.


Pangeran Wenhua menutup matanya, rasa sakit menikam tubuhnya. Ada banyak kata yang ingin ia ungkapkan pada yueyin namun tak bisa, tentang bahwa dia benar-benar mencintai Yueyin dan hendak mengajaknya pergi menjauhi istana, namun itu hanyalah sia-sia, kebencian yueyin lebih besar dari rasa cintanya.


"Bahkan jika kau membunuh ku, akan ku terima. Mungkin ini lebih baik untuk mengakhiri kisah, dan memutuskan bunga es di tubuh mu." Gumam pangeran Wenhua.


Ternyata Yuran tidak sekuat yang di lihat, tangannya gemetar dan air mata mengalir. Tindakan ucapan berbeda dengan hatinya, mulutnya berkata bahwa dia sangat membenci pangeran Wenhua namun hatinya bilang pangeran Wenhua satu-satunya orang yang ia cintai.


Langit membendung, hujan turun membasahi tubuh keduanya. Perpisahan di antaranya sudah mulai terlihat, cinta terputus sebab dendam dan kebencian. Kekuasaan bahkan lebih penting dari perasaan, menyakiti satu sama lain padahal saling mencintai.


Iringan langkah kaki di temani air mata yang bergabung dalam hujan, kini kita tak berada di jalan yang sama. Keputusan terakhir adalah perang, merebut suatu pilihan yang dapat memenuhi ambisi meski akhirnya hadirlah penyesalan.


Angin-angin menyentuh dedaunan, gesekan terdengar di telinga seorang pria. Dia pengecut bahkan tidak bisa membedakan orang yang ia cintai dengan orang yang menghasutnya, selalu mengorbankan diri sendiri demi perasaan yang di anggapnya ilusi tak tercapai.


Gadis duduk bersandar di atas batu, air sungai menyentuh, tubuhnya terbenam di dalam bendungan air hanya tersisa wajah untuk bernafas. Merendam tubuhnya dalam air untuk menghilangkan rasa kesalnya. Padahal tahu dirinya tidak bisa berenang, dia tetap saja melakukan itu untuk mengancam dirinya sendiri, hingga datang penyelamat yang membawanya ke daratan.


"Yueyin! Apa yang kamu lakukan?!" Pangeran Yifan muncul lalu menarik tubuhnya.


Inikah rasanya, rasa cinta yang berubah menjadi benci namun tak bersedia menyakiti. Hanya kau dan dia yang tahu bagaimana kebahagiaan saat itu datang lalu kandas karena jalan yang berbeda.


"Pangeran, besok aku akan kembali ke istana." Gumam Yueyin.

__ADS_1


"Kau sudah yakin, berarti tidak ada lagi Yuran?" Tanya pangeran Yifan.


"Ya, tidak ada lagi Yuran. Akan ada Yueyin yang menghancurkan kekaisaran timur." Jawab Yueyin.


__ADS_2