
Belum sampai ke ruang kerjanya surat itu telah hilang ternyata seseorang sudah mengambilnya tentu itu adalah orang suruhan permaisuri untuk memata-matai putri yueyin. Saat ini pangeran Wenhua datang menemui permaisuri tuk bertanya apa maksud dari serangan itu.
"Kenapa kau curiga pada ku Wenhua Rui?" Tanya permaisuri Enxi.
"Siapa lagi yang bisa memerintah pasukan seenaknya selain bibi?" Tanya pangeran wenhua.
Permaisuri Enxi memukul meja dia menatap mata pangeran Wenhua tajam, jari telunjuk menunjuk wajah pangeran Wenhua seperti kehilangan kendali mengatur sikapnya mungkin inilah sifat asli dari permaisuri Enxi.
"Jangan salah kan aku! Salahkan diri mu yang memberi gelang itu pada dia!" Marah Permaisuri Enxi.
"Gelang itu milik ibu ku, lalu kenapa bibi sampai menginginkannya? Memberinya pada siapapun, itu hak ku." Kata pangeran wenhua tegas.
Permaisuri Enxi terlihat bingung ingin membalas perkataan pangeran Wenhua apa yang di katakan dia benar, kenapa permaisuri sangat menginginkannya? Tentu karena gelang itu memiliki keajaiban yang membuat sifat serakah permaisuri muncul karena keinginannya.
"Ibu mu adalah kakak ku, kenapa aku tidak boleh memilikinya?" Tanya permaisuri Enxi.
"Aku tidak pernah mendengar bibi sangat dekat dengan ibu, bahkan saat aku lahir bibi tidak datang melihat ku. Dan perlu bibi ketahui, ibu meninggalkan gelang itu untuk anaknya." Jelas pangeran Wenhua.
"Wenhua Rui! Ingat aku yang membesarkan mu!" Marah permaisuri Enxi.
"Lalu ayah? Apa hanya bibi saja?" Pertanyaan ini membuat Permaisuri Enxi semakin murka.
"Sampai kapan pun, aku tidak akan menyetujui hubungan kalian! Keluar dari sini!" Marah permaisuri Enxi.
Pangeran Wenhua tidak bermaksud untuk bertengkar dengan permaisuri Enxi, namun karena bibinya yang memulai pertingkaian duluan pangeran tak bisa menahan kesalnya. Saat pulang dia melihat sosok manusia berpakaian serba hitam melewati kediamannya dengan cepat.
Siapa orang itu? Pangeran sendiri tidak tahu. Dia buru-buru memasuki ruang kerjanya dan memastikan bahwa barang yang ada di dalam sana tidak hilang satu pun. Setelah itu pangeran membuka kotak terakhirnya, hal yang mengejutkan terjadi jubah serta topengnya hilang begitu saja. Tanpa menunggu waktu lama pangeran berlari mengejar orang itu.
Semuanya hanya sia-sia dia membawa barang yang di miliki pangeran Wenhua, untuk apa dia membawa barang itu? Tidak mungkin permaisuri yang melakukannya, tetapi jika itu orang suruhannya pangeran Wenhua tidak bisa menuduh tanpa alasan, karena dia bisa saja mendapatkan hukum kerajaan.
__ADS_1
"Sial, larinya cepat sekali." Pangeran Wenhua mengumpat.
*Yueyin pov
Aku membaca buku pemberian pangeran Wenhua, membaca sejarah bunga es pelupa yang tertanam di tubuh ku. Kenapa dia melakukan hal itu? Kenapa pangeran Wenhua selalu menyakiti dirinya sendiri, menciptakan bunga es pelupa harus mengalami penderitaan yang meliputi tubuh, kehidupan, dan perasaan hal itu terjadi bersama hilangnya ingatan orang yang menjadi induk dari es pelupa yaitu diri ku sendiri. Mencabut bunga es pelupa sama saja menghilangkan tiga penderitaan tersebut dimana orang itu akan kehilangan nyawanya, air mata mengalir perlahan membasahi lembaran buku.
"Putri apa yang terjadi?" Tanya Zizi.
Aku menghapus air mata, jika pangeran Wenhua mencabut bunga es pelupa maka dia akan mati. Akan tetapi jika terus di biarkan bunga itu akan membawa penderitaan keduanya. Dimana yang salah? Sebenarnya kenapa ini semua bisa terjadi!
"Apakah lebih baik jika aku tidak pernah bertemu dengannya?!" Mata berkaca-kaca, perasaan sedih menyelimuti pikiran.
"Putri harap tenang, anda bisa menceritakan masalah ini pada saya.." Zizi mengusap punggung ku.
"Kenapa sesulit ini untuk bersama? Apakah tuhan memang tak mengizinkan kami? Di antara kami, hanya satu yang di izinkan untuk hidup."
"Kerajaan, restu, permasalahan, kematian. Apakah tidak ada kebahagiaan yang bersifat selamanya?" Aku menangis tersedu-sedu di pelukan Zizi.
"Gege Yifan?" Wenhua terkejut saat melihat ke datangan pangeran Yifan langsung tanpa kabar.
Pangeran Yifan mendorong buku-buku di atas meja hingga berjatuhan, dia terlihat sangat marah. Rahangnya mengeras, tangannya menarik pakaian bagian leher pangeran Wenhua.
"Kenapa kau menanam es pelupa di tubuh yueyin?!" Tanya pangeran Yifan dengan nada tinggi.
"Kenapa kau perduli padanya?" Tanya balik pangeran Wenhua.
"Karena aku menyukai dia." Jawab pangeran Yifan tegas.
"Tapi dia mencintai ku." Balas pangeran Wenhua singkat.
__ADS_1
Bugh!
Satu tinjuan melayang di wajah pangeran Wenhua, dia terjatuh ke lantai. Menanamkan es pelupa memang pilihan yang salah, saat itu pangeran Wenhua berpikir bahwa mereka tidak akan pernah bisa bersama tapi tampaknya pangeran Wenhua menyesali perbuatannya itu.
"Kau menghancurkan semuanya! Lihatlah dirimu sekarang! Kemana tenaga mu?!" Pangeran Yifan tidak habis pikir dengan adiknya itu, dia menyukai putri yueyin tapi di satu sisi juga menyayangi pangeran wenhua.
Air mata mengalir, bunga hwamei berjatuhan seperti hati pangeran Wenhua yang sangat rapuh dan bimbang. Cinta itu tidak semudah yang engkau pikirkan, selalu ada pengorbanan sebab dan akibat, serta kekecewaan. Tidak selalu berakhir bahagia.
"Kau menyukainya bukan? Silahkan rebut dia kalau kau berani, tapi jangan pernah berharap kalau aku akan melepaskannya." Pangeran Wenhua sengaja mengatakan itu, dia hanya bisa menitipkan putri yueyin pada pangeran Yifan.
Agar perasaan pangeran Yifan menggebu-gebu untuk memperebutkan yueyin, serta ia pun bisa melihat seberapa besar perjuangan dan perasaan yang di miliki pangeran Yifan. Agar dia bisa merelakan perempuan yang ia cintai bersama orang lain dan pergi meninggalkannya dengan tenang.
"Wenhua Rui, kau pikir orang-orang akan menganggap mu sebagai pahlawan? Kau salah." Kata pangeran Yifan.
"Memang, sejak awal aku memang sudah menghancurkan segalanya. Kehadiran ku hanya membuat sistem kerajaan semakin memburuk juga rasa ikatan persaudaraan semakin berkurang." Senyum pangeran Wenhua.
***
Malam hari, aku sedang bersiap-siap mengambil mantel tebal lalu pergi keluar bersama linshi. Kami menghampiri lembah milik Xianyu tak lain mencari info tentang bunga es pelupa.
"Putri Yueyin?" Xianyu membuka pintunya.
"Apa kabar? Aku datang ada yang ingin di tanyakan." Senyum ku.
Xianyu menyambut ku hangat, dia menyuruh kami masuk dan mempersilahkan duduk serta membuatkan teh hangat di musim dingin. Langsung ku tanya mengenai bunga es pelupa, awalnya Xianyu terheran karena bunga itu sudah jarang di gunakan.
"Aku mohon, apakah kamu tahu cara mencabut bunga es pelupa tanpa merugikan orang yang menanamkannya?" Tanya ku.
"Setau ku, es pelupa sudah sangat jarang di gunakan orang-orang bahka alkemis sekalipun karena itu sangat berbahaya. Tanpa merugikan orang yang menanamkannya…kalau begitu kematian dari induk 'tubuh' tempat es pelupa tertanam, maka tidak akan merugikan orang yang menanamkannya." Jelas Xianyu.
__ADS_1
Wajah ku murung, tidak ada hasil yang memuaskan. Semuanya menyangkut dengan kematian, pada akhirnya kami masing-masing akan tersiksa dengan sendirinya.
"Tapi…orang-orang akan menggunakan ramuan herbal untuk menghilangkan rasa sakit di tubuh penanam dan induk es pelupa." Lanjut Xianyu.